Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW GAME DOUJIN #2: MITSURUGI KAMUI HIKAE

Bicara game doujin yang paling banyak dikenal orang biasanya adalah Touhou. Padahal sebenarnya banyak sekali developer indie Jepang yang juga menghasilkan game berkualitas. Sayangnya game-game itu tidak pernah terdengar karena yang beredar di PC kebanyakan game buatan Amerika dan Eropa. 

Pada review kedua game doujin kali ini saya akan mengulas Mitsurugi Kamui Hikae, sebuah game bergenre aksi buatan Zenith Blue. Demo game ini pertama kali muncul dalam Comiket 83 Agustus 2012 dan direspon dengan baik. Sedangkan versi penuh dirilis setahun kemudian dalam even Comiket 84 Agustus 2013. Saat ini versi Inggrisnya juga telah beredar.

Kisah dalam permainan berpusat pada Misa Sasaki, seorang remaja SMU yang menguasai ilmu pedang. Sebagai anggota Blade Templar, Misa kini tengah memburu sebuah pedang iblis yang dibawa lari oleh sahabatnya sendiri yaitu Suzuka. Pedang iblis itu tidak hanya meningkatkan kemampuan pemegangnya. Yang lebih mengerikan adalah pedang itu juga merubah karakter orang yang dikuasainya menjadi jahat. Hal itu terbukti setelah Suzuka menggunakan pedang iblis itu untuk membunuh guru mereka. Demi merebut pedang terkutuk itu Misa akan melakukan apapun, walau itu berarti harus membunuh sahabatnya sendiri.


A SAMURAI SCHOOL GIRL WOULD BE BETTER


Gaya bermain Mitsurugi Kamui Hikae sepintas mirip dengan Bloody Palace dalam serial Devil may Cry. Pemain ditempatkan dalam sebuah arena berbentuk lingkaran dan mengalahkan semua musuh yang ada (disebut wave) sebelum melanjutkan ke tingkat berikutnya. Di akhir level pemain wajib mengalahkan boss sebelum melanjutkan ke area baru yang ditandai dengan background yang berbeda. Cukup sederhana memang, namun lantas apakah gameplaynya seratus persen sama dengan Devil May Cry? Tentu saja tidak.

Aksi yang cepat menjadi ciri khas dari game ini. Misa mempunyai empat jenis serangan yaitu standar, Zangeki, Charge dan Zanshin. Serangan standar berupa tendangan dan sarung pedang yang tidak menguras katana gauge namun dengan damage yang kecil. Zangeki adalah serangan pedang yang jangkauannya luas dengan damage lebih besar tapi mengurangi katana gauge. Charge atau Holy Technique adalah serangan yang mengharuskan pemain menahan tombol. Semakin lama tombol ditekan maka damage yang dihasilkan akan semakin besar. Serangan ini sebaiknya dilancarkan dari jarak yang aman dari musuh.


Terakhir adalah Zanshin yang menjadi serangan penutup. Ketika musuh berkedip merah atau istilahnya bleeding, Misa dapat melakukan lebih banyak serangan karena musuh dalam keadaan lemah dan tidak mampu bertahan lagi. Misa dapat melakukan Zanshin hanya jika telah melakukan serangan yang cukup yang ditandai dengan munculnya lingkaran merah di pedangnya. Saat tombol ditekan Misa akan menyarungkan pedangnya yang membuat musuh yang berkedip merah akan menerima damage yang besar. Semakin banyak lingkaran di pedang Misa, maka makin besar pula damage yang diterima musuh. Dengan melakukan Zanshin maka Misa juga memulihkan health bar.

Dalam permainan ada dua macam orb yang bisa dikumpulkan dari musuh yang dikalahkan, yaitu hijau dan merah. Orb hijau berguna untuk memulihkan health bar, sedangkan orb merah adalah skill points. Semakin banyak jumlah combo yang dilakukan Misa, maka semakin banyak pula skill points yang bisa dikumpulkan. Misa dapat mengupgrade skill, health dan katana gauge dengan menggunakan skill points. Caranya adalah dengan menekan tombol pause selama permainan dan disana terdapat banyak pilihan upgrade. Karena musuh yang dihadapi semakin kuat di setiap levelnya, maka upgrade skill adalah keharusan.


IMPRESI AKHIR

Efek grafis yang oke membuat Mitsurugi Kamui Hikae tampil menawan, apalagi di resolusi tinggi dengan setting maksimal. Tapi jika pemain tidak terbiasa dengan efek yang flashy, maka sebaiknya jangan terlalu lama memainkannya. Kekurangannya barangkali hanya pada background permainan yang kurang diperhatikan. Untuk desain karakter (dalam hal ini Misa dan Suzuka) benar-benar khas ala anime yang dirender dengan tekstur yang baik. Kualitas suara tidak terlalu istimewa meskipun dengan alunan gitar rock. Kalau saja developernya mau memakai musik metal yang kencang seperti Devil May Cry pasti lebih menarik dan bisa memacu pemain. 



Jumlah musuh dalam permainan terbilang sedikit sehingga membuat permainan minim variasi. Tapi desain robot-robotnya keren dan khas bergaya Jepang. Tingkat kesulitan game ini tergolong tinggi dan ini sudah bisa dirasakan bahkan pada level paling mudah. Sebagai reward, jika pemain berhasil menyelesaikan permainan pada level normal akan membuka kostum penjaga kuil. Jika level hard dituntaskan, maka Misa berpenampilan sama persis dengan Suzuka.

Walau sudah tampil apik, game ini sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi. Apalagi durasi permainan juga terlalu singkat. Namun hal ini bisa dimaklumi karena game ini dibuat oleh sebuah studio kecil yang beranggotakan hanya tiga orang saja. Semoga saja Zenith Blue mau membuat versi baru atau expansion packnya. Kabar baiknya game ini sekarang juga telah tersedia versi Inggrisnya. Sehingga pemain tidak perlu lagi kesulitan men-setting game atau upgrade skill. Anda dapat mendownload Mitsurugi Kamui Hikae disini. (Indoshotokan)

0 komentar :