KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

REVIEW GAME DOUJIN #7: KOUMAJOU DENSETSU: AKEIRO NO KOUKYOUKYOKU

Sekali lagi Gensokyo diselimuti oleh kabut merah misterius yang entah berasal dari mana. Seperti yang pernah terjadi sebelumnya, pasti ada yang tidak beres di luar sana. Reimu Hakurei, sang penjaga kuil Hakurei bergegas menuju Scarlet Devil Mansion untuk menemukan jawaban dari insiden ini. Dia tidak sendiri karena Marisa Kirisame, sang penyihir dan juga teman terbaiknya bersedia membantunya.

Koumajou Densetsu: Akeiro no Koukyoukyoku, yang dalam versi Inggrisnya berarti Legend of Scarlet Devil Castle: Scarlet Symphony, adalah sebuah game doujin yang mengadaptasi serial Castlevania dengan karakter Touhou didalamnya. Game yang dikembangkan oleh Frontier Aja ini dirilis tahun 2009 dalam Comiket 76, yang diikuti oleh versi Inggris dan Perancis berupa patch khusus untuk versi 1.03 keatas. Dengan Reimu Hakurei sebagai satu-satunya karakter yang bisa dimainkan, Scarlet Symphony dipuji karena bisa mengobati kerinduan gamer PC pada Castlevania yang tidak pernah hadir di konsol mereka.

Scarlet Symphony benar-benar mengembalikan aura Castlevania klasik ke akarnya. Para fans akan langsung mengenali kostum Reimu yang mirip dengan Richter Belmont dari Castlevania III. Begitu juga dengan cambuk legendaris vampire killer yang dalam game ini digantikan dengan jimat mantra, ayunannya terasa begitu pas. Desain level juga terinspirasi game aslinya dimana ada jurang tanpa ujung dan jebakan berduri. Karena menggunakan karakter Touhou, praktis musuh-musuh dalam game ini adalah para peri nakal. Tapi musuh seperti hantu, tengkorak, roh dan minotaur juga tidak ketinggalan.
   
http://i.imgur.com/ngEGG3r.jpg

Gameplay dalam Scarlet Symphony mirip dengan serial klasik Castlevania di konsol NES atau SNES. Pemain menjelajahi sebuah stage dalam dua dimensi, menghindari jebakan, menghancurkan musuh dan melawan boss di akhir level. Yang berbeda adalah jika boss berhasil dikalahkan, mereka akan mengikuti dan meminjamkan kekuatannya pada Reimu. Jika terjebak dalam kesulitan pemain bisa memanggil mereka sewaktu-waktu, tapi ini membutuhkan sepuluh kristal. Dalam Castlevania kristal-kristal ini adalah pengganti heart atau hati yang bisa dikumpulkan dari menghancurkan lilin atau musuh.

Selain cambuk mantra dan serangan bantuan dari para boss musuh, Reimu bisa melayang dalam waktu yang tidak terbatas. Ini menggantikan double jump atau backflip seperti yang biasa ada di game aslinya. Walau terlihat keren, ini membuat permainan menjadi tidak seimbang karena Reimu nyaris tidak terkalahkan karena sulit disentuh musuh. Tapi untuk menghindari peluru danmaku yang berhamburan, kemampuan terbang Reimu sangat berguna. Saat terbang Reimu tidak menggunakan cambuknya, tapi serangan peluru-peluru kecil ber-damage rendah.
  
http://i.imgur.com/Et2d1CT.jpg

Jika pemain berhasil menyelesaikan gamenya, maka New Game Extra akan terbuka. Rute yang dilalui pemain masih sama, tapi musuh yang ada akan lebih kuat dan bahkan ada juga musuh baru. Musuh-musuh ini juga memberikan kristal yang lebih sedikit dari biasanya. Sehingga pemain tidak bisa sembarangan menggunakan serangan spesial. Untuk penggemar game action tantangan seperti ini jelas tidak dilewatkan.

Serial Castlevania terkenal dengan soundtracknya yang megah, artistik, bergaya gothic dan klasik. Nah, Scarlet Symphony juga mempunyai soundtrack yang beraliran sama yang digarap oleh Eiichiro Yanagi. Bagi sobat gamer yang belum tahu, Yanagi adalah komposer profesional yang sudah menggarap puluhan soundtrack untuk anime dan game. Memang soundtrack dari Scarlet Symphony ini tidak semegah Castlevania, tapi aura gothic-nya masih terasa. Sobat bisa mengunjungi situs resmi gamenya disini, atau mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)