Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW GAME DOUJIN #11: SATAZIUS

Di tahun 2051 sebuah pesawat penjelajah bernama Agano mendapatkan misi patroli di sebuah planet tak berpenghuni bernama Satazius. Sayangnya, planet itu tidak benar-benar kosong seperti yang diperkirakan. Agano ditembak jatuh oleh konfederasi perompak luar angkasa yang menggunakan Satazius sebagai tempat persembunyian mereka. Untungnya masih ada pesawat rahasia Trafalgar yang masih utuh di dalam Agano. Sebagai satu-satunya pilot yang berhasil bertahan hidup, tugas pemain adalah meloloskan diri dari kejaran para perompak meski dengan peluang selamat yang sangat kecil.

Satazius adalah game doujin shooting bergaya arcade yang dikembangkan oleh ASTROPORT yang sebelumnya merilis game berkualitas seperti War Machine Overload, Gigantic Army dan Meglilo the Witchbot. Satazius sendiri dirilis di Jepang pada bulan Juli 2011. Karena kemiripannya dengan serial Gradius, banyak gamer di barat yang mengharapkan Satazius dibuat versi Inggrisnya. Pada bulan Desember 2011 Satazius diterjemahkan dan dirilis oleh Nyu Media. Baik versi Jepang dan Inggris adalah sama, dan tanpa diterjemahkanpun pemain sebetulnya tidak akan kesulitan memainkannya.

Gameplay Satazius tidak benar-benar orisinil karena banyak meniru game-game shooting lawas. Sebelum melakoni misinya pemain dapat memilih hingga dua senjata yang bisa diganti sewaktu-waktu dalam permainan. Ada misil pengejar, laser hingga wide-spread cannon. Tapi senjata terkuat adalah charge, yang sesuai namanya akan terisi perlahan-lahan setelah ditembakkan dan jumlahnya terbatas.

http://i.imgur.com/Xmybc.jpg

Stage yang ada juga bervariasi; dari ruang angkasa, hutan, gua hingga gunung berapi. Setiap stage menyimpan kejutan dan jebakannya sendiri. Misalnya ada stage yang mengharuskan pemain menghindari batu raksasa yang tiba-tiba menggelinding dan terus mengejar pesawat pemain. Ini membuat permainan lebih sulit karena pesawat pemain hancur bukan karena musuhnya saja tapi juga karena desain levelnya. Untuk bisa lolos pemain hanya perlu mencoba, gagal dan menghafalnya.

Jika pesawat hancur maka pemain harus mengulang dari checkpoint yang terakhir. Sobat mungkin heran mengapa game shooting yang hanya lima level ini harus ada checkpoint-nya? Simpel saja, walau mengasyikkan game ini lumayan sulit. Jika pemain mati, maka akan terkena penalti. Saat melanjutkan kembali kekuatan dan kecepatan pesawat akan diturunkan. Tidak hanya itu, bonus bintang yang sudah dikumpulkan akan dihilangkan. Di setiap stage ada 10 bintang yang jika dikumpulkan akan menambah skor.

http://i.imgur.com/mamQK.jpg

Boss musuh yang ada terinspirasi dari R-Type; berukuran raksasa dan menyerang tanpa ampun. Seperti game shooting Jepang lainnya, pemain diberi batasan waktu untuk menghancurkannya. Jika berhasil mengalahkannya pemain akan diberikan senjata baru yang bisa dibuka di weapon selection screen. Jika sudah lewat waktu dan boss musuh belum juga hancur, pemain akan tetap melawannya sampai boss itu bisa dikalahkan. Hanya saja tidak ada bonus senjata baru. Menariknya, untuk melihat bentuk sebenarnya dari final boss pemain harus bermain pada level hard atau insane.

Sebagai sebuah game bergaya yang old school, Satazius memang tidak menawarkan hal baru. Bicara grafis dan musik, Satazius tidak terlalu mengecewakan. Para gamer veteran akan ingat kembali tampilan grafis era 32-bit saat memainkannya. Dukungan musik bergaya techno juga menambah keasyikan bermain. Yaaah.. secara keseluruhan, 3 bintang dari 5 sajalah. Sobat bisa mengunjungi situs resmi gamenya disini atau mengunduh gamenya disini. Selamat menembak. (Indoshotokan)

0 komentar :