KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

REVIEW GAME DOUJIN #12: GUNNERS HEART

Sekitar tahun 2002 silam PixelArts membuat sebuah game shooting 3D untuk Playstation 2 yang berjudul SkyGunner. Game itu memang tidak begitu fenomenal seperti serial Ace Combat, tapi SkyGunner digemari berkat karakternya yang imut, desain pesawat yang unik dan pemandangan langit birunya yang indah. Diluar itu semua, SkyGunner juga menerima kritikan yaitu kontrolnya yang kurang responsif dan framerate yang tidak stabil.

Kabar baiknya, EasyGameStation tidak ingin mengecewakan para penggemar SkyGunner. Developer indie Jepang yang sebelumnya sukses dengan Azutama dan Chantelise itu membuat sebuah game shooting berdasarkan SkyGunner yang berjudul Gunners Heart. Game ini dirilis dalam even Comiket 69, 2005 lalu dan oleh sebuah developer Perancis bernama DHM Interactive telah diterjemahkan ke banyak bahasa. Diceritakan Ventre, sang antagonis utama, dan pasukan Poulet miliknya berusaha merebut sebuah batu medali berkekuatan hebat dari ketiga pilot; Femme, Cien dan Copain.

Tidak seperti game aslinya, gameplay Gunners Heart adalah rail shooter yang mirip dengan After Burner, Star Fox 64 atau Panzer Dragoon. Bagi sobat gamer yang belum tahu, dalam rail shooter gerakan pemain lebih terbatas ibarat kereta yang menempel pada relnya. Pemain tidak bisa bergerak bebas kesana kemari seperti game flight shooting pada umumnya karena rutenya sudah ditentukan. Selain itu pemain hanya bisa mengarahkan dan menembakkan senjata di sekitar pesawatnya saja. Dalam Gunners Heart aksi pemain lebih banyak pada menembak dan menghindar ala game arcade.

http://i.imgur.com/cRlTE6R.jpg

Tidak masalah karakter yang dipilih pemain, senjata pemain pada dasarnya sama. Pesawat pemain dibekali dengan vulcan cannon sebagai senjata utama yang akan terus menembak selama tombol fire ditekan. Vulcan cannon berkekuatan sedang, jumlahnya tidak terbatas dan otomatis akan melakukan lock-on atau mengunci pada banyak target. Ada juga secondary weapon yang banyak pilihannya. Salah satu dari secondary weapon akan dibawa pemain dalam misi. Walaupun lebih kuat, senjata ini jumlahnya terbatas dan kadang lebih sulit digunakan, butuh lock on yang tepat, dsb. Tapi ada juga yang mudah digunakan seperti flamethrower yang membakar obyek di depannya.

Pemain juga bisa melakukan gerakan spesial bernama “barrel rolls.” Ketika melakukan gerakan ini pesawat pemain akan bermanuver dengan cepat untuk menghindari peluru. Walaupun hebat, pemain tidak bisa memakainya sesuka hati. Semakin sering barrel rolls digunakan, maka “heat gauge” juga akan terisi. Jika sudah penuh, maka mesin pesawat pemain menjadi panas dan barrel rolls serta secondary weapon untuk sementara tidak bisa digunakan. Jika itu terjadi, pesawat pemain menjadi lemah, tidak punya pertahanan dan menerima serangan musuh begitu saja.

http://i.imgur.com/jHtWO1K.jpg

Pesawat pemain bisa menerima beberapa kali hit sebelum hancur. Nah, jika ingin punya nyawa tambahan, continue, extra barrel rolls dan extra weapon, pemain bisa membelinya di shop sebelum memulai misi. Gunakan uang yang didapat dari misi sebelumnya untuk membeli item. Bagaimana caranya untuk mendapat banyak uang? Usahakan melakukan chaining combos yaitu hancurkan musuh sebanyak mungkin tanpa terputus.

Total ada 21 level dalam Gunners Heart. Cukup singkat, memang. Tapi ini tidak aneh untuk ukuran sebuah game doujin. Jika pemain berhasil menyelesaikan permainan, ada dua pesawat baru yang dapat dibuka. Pesawat pertama bisa lebih cepat cooling down jika heat gauge meningkat. Sedangkan pesawat kedua tidak bisa melakukan barrel rolls, tapi bebas mengganti secondary weapon sesuka hati. Gunners Heart juga bisa dimainkan dua pemain, meskipun pemain juga bisa membiarkan satu pesawat lainnya dikontrol oleh AI.

http://i.imgur.com/KoY6dPM.jpg

Grafis 3D dalam permainan cukup bagus, warnanya cerah dan banyak variasi. Misalnya di stage pertama latar belakangnya adalah kota Rive dari game originalnya, dan di stage kelima adalah sungai di Venice. Untuk urusan musik dan efek suara, Gunners Heart memang tidak begitu istimewa. Jika di SkyGunner musiknya bergaya orkestra campuran, maka di Gunners Heart ini lebih ceria dan ringan. Tapi karena musik latar hanya ada tiga macam, walaupun enak didengar tetap saja membuat pemain cepat bosan.

Gunners Heart adalah salah satu masterpiece dalam dunia game doujin dan tidak salah jika Indoshotokan merekomendasikannya. Sobat bisa mengunjungi stus resmi gamenya disini atau mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)