Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW GAME DOUJIN #17: REFLEX

Sekitar tahun 1997 silam Ysuer (sekarang Siter Skain) membuat sebuah game shooting untuk PC berjudul Reflection. Karena versi beta, hanya sedikit saja orang yang tahu game dengan tiga stage itu. Agaknya Reflection mempunyai nilai historis bagi Siter Skain hingga mereka me-remakenya dalam RefleX yang dirilis tahun 2008 lalu dalam even Comiket 74. Game ini menjadi hits dan diterima sangat baik oleh gamer Jepang yang memang menyukai genre vertical shooting game. Popularitas RefleX membuat Nyu Media mentranslasikannya dalam trilogi The Tale of ALLTYNEX. Secara garis besar tidak ada perbedaan antara versi Jepang dan Inggris.

Bertahun-tahun setelah even dalam kehancuran ALLTYNEX, manusia di bumi memasuki masa damai. Seluruh negara di dunia kemudian berinisiatif membentuk satu tatanan dunia baru dengan kesatuan ekonomi dan militer. Meski seluruh penduduk dunia tidak setuju, mereka tidak berani menentang kekuasaan pemerintah yang korup. Hanya ada satu kelompok kecil pemberontak bernama “Valkyness” yang berani melawan. Namun akibat perbedaan kekuatan senjata membuat perlawanan mereka tidak berarti apa-apa.

Keadaan berbalik setelah Dr. Denys bergabung dengan pemberontak dan berhasil mengembangkan “S.S.S” (Shield Shot System) dari material misterius. S.S.S kemudian diintegrasikan ke pesawat tempur “Phoenix Mk. 2”. Kemampuan dari sistem baru ini membuat pesawat tempur menjadi lebih tangguh karena bisa memantulkan tembakan musuh. Dengan kekuatan baru ini para pilot yang terpilih menjadi harapan terakhir para Valkyness. Misi perlawananpun diberi kode “Operation Reflex.”

http://i.imgur.com/7LPpIrU.jpg

Phoenix Mk. 2 terbukti berhasil menghancurkan pesawat tempur terbaik pemerintah. Tidak hanya itu basis militer pemerintah di bulanpun berhasil dihancurkan dan direbut hanya oleh satu pesawat ini. Tapi ancaman yang sebenarnya baru menghampiri bumi. Sebuah meteor raksasa menjadi mimpi buruk manusia karena dihuni oleh makhluk asing bernama “Raiwat.” Mereka mengklaim sebelumnya adalah manusia bumi yang terusir ke bulan dan berevolusi mirip serigala untuk bertahan hidup. Tidak ada pilihan lain, pemberontak Valkyness harus bersatu dengan pemerintah untuk menghadapi Raiwat dengan 12 pesawat ZODIACnya.

Sesuai judulnya, Phoenix Mk. 2 mempunyai kemampuan untuk memantulkan tembakan musuh. Laser berwarna biru dapat dipantulkan dan laser berwarna ungu akan diserap. Satu-satunya tembakan yang harus dihindari adalah misil karena tidak dapat dipantulkan dan menembus perisai pesawat pemain. Walau begitu perisai tidak bisa digunakan sesuka hati karena akan menghabiskan energy meter. Senjata pemain juga berhubungan dengan energy meter. Jika energy meter rendah, maka kekuatan senjata juga semakin lemah.

http://i.imgur.com/zAHTXoP.jpg

Pemain hanya dibekali dengan tembakan standar dan tanpa bom. Tidak ada power up atau item apapun seperti yang biasanya dijatuhkan musuh dalam game shooting umumnya. Phoenix Mk. 2  maksimal hanya bisa menerima 6 kali hit sebelum hancur. Kunci untuk bertahan hidup dalam game ini adalah pemain bisa menentukan saat yang tepat memakai shield agar bisa memberikan damage besar pada musuh.   

Game seperti RefleX sebenarnya sudah bisa dimainkan di ponsel atau smartphone saat ini. Sayang sekali karena Nyu Media tidak merombak grafisnya dengan resolusi yang lebih tinggi. Bicara gameplaynya, RefleX memang cepat tapi adiktif. Tingkat kesulitan lebih menantang daripada ALLTYNEX Second, dan inilah bagian yang paling menarik. Pemain tidak mungkin tamat dengan hanya sekali bermain. Masih penasaran? Sobat gamer bisa mengunduh gamenya disini atau melihat lebih banyak informasinya di situs resminya disini. (Indoshotokan)

0 komentar :