KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

REVIEW GAME DOUJIN #32: FORTUNE SUMMONERS – THE SECRET OF ELEMENTAL STONE

Nama Carpe Fulgur mulai dikenal gamer ketika mereka sukses mentranslasikan game doujin berjudul Recettear dan Chantelise. Nah, di proyek ketiga ini mereka memilih game action RPG berjudul "Fouchun Samonaazu - Aruche no Seirei Seki" (Fortune Summoners – The Secret of Elemental Stone). Tidak seperti dua game sebelumnya yang mereka ambil dari EasyGameStation, Fortune Summoners dirilis tahun 2008 oleh Lizsoft yang sebelumnya merilis "Minarai Mahoutsukai Fuwaru no Bouken" (The Adventures of Fuwaru the Apprentice Witch). Sebuah game dengan gaya permainan yang serupa.

Fortune Summoners menceritakan Arche Plumfield, seorang gadis ceria dan jujur yang baru pindah ke kota Tonkiness bersama orang tuanya. Arche akan dimasukkan ke sekolah sihir di kota itu, tapi dia baru mengetahui bahwa untuk belajar sihir dia butuh elemental stone. Kekuatan dari batu itu memungkinkan penggunanya mengontrol kekuatan elemen lewat sihir. Di kota itu Arche mendapatkan beberapa teman baru dan kemudian dia mendengar rumor keberadaan elemental stone yang tersembunyi di sebuah gua. Bersama dengan teman-temannya dia kemudian mencari batu itu.  

Pemain mengendalikan satu dari tiga karakter; Arche yang menggunakan pedang, Sana penyihir air dan Stella penyihir api. Tiap karakter mempunyai gaya bertarung yang berbeda. Seiring berjalannya permainan tiap karakter belajar jurus baru yang memperpanjang combo mereka untuk membantu Arche. Kontrol permainan cukup mudah dimana pemain bisa mengganti karakter dengan menekan tombol enter kapan saja. Walaupun bisa dimainkan dengan gamepad, Fortune Summoner lebih nyaman dimainkan dengan keyboard. Ada jeda sepersekian detik setiap pemain menyerang. Ini sedikit menganggu karena serangan biasanya butuh timing yang tepat. Jika tidak, maka pemainlah yang kena serangan.

http://i.imgur.com/WIv9Hwo.jpg

Lizsoft mendesain level dengan cara yang tidak biasa. Dengan gaya Metroidvania, seluruh area terhubung dalam sebuah peta besar yang dipisahkan oleh kota, jalan dan dungeon. Yang menyulitkan adalah walau pemain sudah pernah masuk ke stage tertentu, tidak ada jalan untuk melihatnya kembali lewat peta. Selain itu desain ruangan hampir semuanya terlihat sama. Sehingga pemain membuang waktu karena mengulangi lagi jalur yang sama.

Walaupun bisa diajak berdialog, orang-orang di kota tidak memberikan banyak petunjuk tentang quest yang sedang dijalani pemain. Contohnya setelah hari pertama sekolah Arche berniat menjelajahi gua di dekat rumahnya. Sesampainya disana Arche menemukan jalan buntu yang ditutupi genangan air. Untuk melaluinya Arche ternyata butuh bantuan Sana karena elemental stonenya bisa digunakan untuk bernapas didalam air. Fortune Summoner tidak memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan pemain, atau dimana harus mencari Sana. Pemain harus menyelidikinya sendiri.

http://i.imgur.com/pXYtpfw.jpg

Grafis Fortune Summoner terlihat cantik. Suasana kota ditampilkan detil dan indah, tapi untuk dungeon, gua dan area terbuka lainnya tidak begitu istimewa. Animasi serangan spell dan monster cukup lumayan, walaupun bukan yang terbaik. Musik terdengar biasa saja, tipikal untuk genre RPG dan sepertinya terkesan hanya dibuat satu orang.  

Fortune Summoner yang diterjemahkan oleh Carpe Fulgur adalah dari versi originalnya. Sangat disayangkan kenapa tidak memilih versi Deluxe karena ada tambahan side quest dan full voice untuk dialognya. Overall, tidak sangat bagus tapi juga tidak terlalu buruk. Standar saja. Silahkan sobat mengunjungi situs developernya disini, atau untuk versi Inggrisnya disini. Jika ingin langsung memainkan gamenya bisa mengunduhnya disini. (Indoshotokan)