KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

REVIEW GAME DOUJIN #34: ASTEBREED

Studio independen asal Jepang Edelweiss selalu merilis game-game berkualitas. Mereka telah sukses dengan Ether Vapor Remaster dan Fairy Bloom Freesia. December 2013 lalu Edelweiss meluncurkan titel terbaru mereka yaitu Astebreed. Sebuah game shooting dengan elemen action. Versi Inggrisnya muncul di bulan Mei 2014 lewat Playism. Ini termasuk cepat untuk sebuah game doujin yang biasanya butuh waktu minimal setahun untuk ditranslasikan. Di banyak media online Astebreed meraih nilai nyaris sempurna hingga developer membuatkan versi Playstation 4-nya. Astebreed menjadi game paling ditunggu berkat gameplay yang keren dan grafisnya yang memukau.

Filune, sebuah ras alien berbentuk mesin dari dunia lain menginvasi bumi dan berhasil menghancurkan banyak negara. Manusia yang nyaris punah terus berusaha melawan meskipun sia-sia. Ditengah ancaman kehancuran bumi manusia melakukan berbagai eksperimen demi membuat sebuah senjata yang kuat. Mereka akhirnya menemukan cara menghubungkan pikiran manusia dengan sistem persenjataan berbentuk mecha yang disebut Lucis System. Dua orang gadis remaja dengan kekuatan ajaib yaitu Fiona dan Esto terpilih menjadi subyek penelitian itu. Berkat Lucis System manusia kini mempunyai harapan baru yang bisa mengimbangi kekuatan musuh mereka.


Sayangnya, Lucis System belum sempat sempurna, ayah Fiona dan Esto yang juga pilot tempur kalah dalam perang saat melawan pasukan Filune. Lebih buruk lagi Esto juga menghilang entah kemana. Berhasil bertahan hidup, ayah Fiona menemukan sebuah robot tempur milik bangsa Filune. Walau terluka dia berhasil membawa robot itu ke markas, tapi tak lama kemudian dia tewas. Manusia kemudian memperbaiki robot itu dengan menggabungkan bersama Lucis System. Hasilnya adalah, Xbreed, sebuah robot tempur super. Pemain akan mengendalikan Roy Beckett, seorang pilot muda yang terpilih mengendarai Xbreed. Misinya adalah menghancurkan bangsa Filune dan menyatukan kembali Fiona dengan Esto.

Astebreed menggunakan genre “2.5D cinematic action shooting game”, dengan grafis yang sangat keren karena dibumbui efek-efek grafis yang flashy. Dan seperti Ether Vapor, kamera akan bergerak dinamis. Kadang horizontal, vertikal, di belakang punggung robot pemain, dan kadang zooming otomatis ketika ada even tertentu. Ini jelas memberikan pemain perasaan yang berbeda, karena permainan menjadi tidak membosankan. Agar lebih hidup, sepanjang permainan juga ada dialog antar karakter. Semuanya full voice, tapi dalam Bahasa Jepang tentu saja. 

Xbreed yang dikendarai pemain sepintas terlihat mirip Gundam. Sistem senjatanya mirip dengan Omega Force. Dalam Astebreed pemain mempunyai empat jenis senjata; Yang pertama adalah Lucis Shot, tembakan standar ala game shooter. Ada dua macam yaitu tipe menyebar dan lurus. Yang kedua ada Lucis Homing Attack, tembakan peluru yang sanggup mengunci dan mengejar target, baik missile maupun musuh. Tombol yang digunakan sama dengan Lucis Shot hanya saja pemain harus menahan beberapa saat. Ada dua pilihan; Lucis Homing Circle, peluru kejar berjarak pendek tapi mengunci target dalam radius 360 derajat. Lucis Homing Line, peluru kejar jarak jauh dan lebih cepat yang otomatis mengunci target terdekat.


Senjata ketiga adalah Blade atau pedang berdamage besar untuk duel jarak dekat. Blade juga bisa digunakan untuk bertahan karena memantulkan peluru, astroid dan proyektil berwarna ungu dan kuning. Ada dua tipe serangan; Blade Rapid, dengan menekan tombol berulang kali akan menghasilkan serangan combo jarak dekat 360 derajat yang bisa menghancurkan musuh dan proyektil. Yang kedua adalah Blade Attack Dash, sebuah serangan berdamage sangat besar jika pemain menahan tombol serangan dan arah. Saat mengeluarkan Blade Attack Dash, pemain akan menusuk sangat cepat ala Stinger milik Dante dalam Devil May Cry. Akan tetapi setelah gerakan ini selesai pemain akan terbuka untuk diserang beberapa saat kemudian. 

Serangan keempat adalah EX Attack. Semakin sering pemain menghancurkan musuh dan proyektil, maka akan mengisi EX Bar. Jika telah terisi penuh, maka bar ini akan menghilang dan robot pemain menyala berpendar keemasan, tanda EX Attack siap dikeluarkan. EX Attack adalah serangan terkuat yang bisa dilancarkan pada banyak musuh sekaligus, namun terbaik adalah saat melawan boss. Pemain bisa memilih target dengan lock-on atau membiarkan Xbreed menyerang otomatis musuh terdekat. Pada saat melakukan serangan ini robot pemain juga kebal pada serangan sekitar lima detik.


Astebreed tidak menggunakan sistem “nyawa” atau lives seperti game shooting umumnya. Xbreed tidak akan hancur jika terkena satu atau dua serangan karena mempunyai shield (perisai). Jika pemain menerima serangan, maka shield bar akan berkurang dan akan terisi sampai penuh perlahan-lahan, asalkan pemain tidak kena serangan lagi. Xbreed hancur jika seluruh shield bar telah habis dan pemain harus mengulang permainan kembali dari checkpoint terdekat.

Astebreed adalah game yang benar-benar wajib dimainkan. Sobat bisa mengunjungi situs resmi developernya disini atau langsung mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)