KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

REVIEW GAME DOUJIN #37: FAULT MILESTONE ONE

Di sebuah dunia antah berantah yang jauh, tersebutlah sebuah negeri makmur bernama Rughzenhaide. Selama beberapa dekade, Rughzenhaide terkenal sebagai negeri yang damai dan jauh dari yang namanya kekerasan apalagi peperangan. Penduduknya hidup sejahtera berkat kemampuan mereka menggunakan energi sihir bernama Mana. Berbeda dengan negeri lainnya, aliran Mana di Rughzenhaide sangat kuat. Mereka yang belajar untuk memanfaatkan energi Mana disebut dengan Manakravters. Kelebihan lain seorang Manakravters adalah mereka bisa mewariskan kemampuan dan teknik mereka kepada keturunannya.

Di dunia fantasi ini Mana berperan penting, tapi siapa yang pertama kali menemukan cara untuk memanipulasinya tidak pernah diketahui. Sayangnya, tidak semua orang bisa menggunakan energi Mana. Beberapa negeri di luar Rughzenhaide tidak begitu beruntung karena aliran energi Mana-nya lebih sedikit. Mereka menjadi terisolasi dari kaum yang kaya. Untuk bertahan hidup mereka bekerja lebih keras dalam kesulitan dan kesedihan. Negeri yang miskin tadi mengumpulkan energi Mana seadanya dan mengandalkan pada ilmu pengetahuan dan obat-obatan.

Suatu malam istana Rughzenhaide tiba-tiba diserang sekelompok orang yang tidak diketahui. Mereka membakar seisi istana demi membunuh Putri Selphine, calon pewaris tahta yang berikutnya. Apa tujuan orang-orang jahat itu tidak diketahui. Diambang kekalahan, Ritona, sang pengawal Putri Selphine mengeluarkan mantra teleportasi yang menyelamatkan mereka berdua dari tempat itu. Tapi masalah belum selesai. Selphine dan Ritona kini berada di sebuah hutan belantara yang gelap. Tumbuhan disana benar-benar asing dan tidak ada energi Mana. Mereka berdua mulai berjalan demi mencari tanda-tanda kehidupan. Satu pertanyaan besar adalah mengapa Selphine akan dibunuh. Kisah pada episode pertama Fault Milestone-pun dimulai......


Fault Milestone One mulanya adalah sebuah game doujin yang dirilis oleh developer Jepang ALICE IN DISSONANCE di Comiket 86, Agustus 2014 lalu. Fault Milestone One berhasil mengumpulkan dana di Kickstarter sehingga bisa dirilis di luar Jepang oleh Sekai Project. Game ini adalah kinetic visual novel, sehingga petualangan pemain berupa membaca teks di layar. Bedanya, pemain tidak diberikan pilihan alternatif ending seperti visual novel pada umumnya. Petualangan pemain akan berakhir pada satu ending saja. Dan seperti yang terlihat pada judulnya, seri Fault Milestone akan dirilis dalam bentuk episode.

Apa yang menarik dari Fault Milestone One? Yang pertama adalah game ini mendukung dua bahasa: Inggris dan Jepang. Artwork dalam game bukan yang terbaik, tapi tetap tampil cantik. Tidak salah jika developernya merilis artbook special yang ditujukan untuk fans penyumbang dana di Kickstarter. Tidak ada voice akting dalam gamenya, tapi toh itu bukan masalah. Yang paling menonjol adalah game ini menggunakan gaya visual novel yang sinematik. Artinya, pemain tidak hanya melulu membaca teks, melihat CG dan mendengarkan musiknya saja. Pada even tertentu ada efek yang membuat grafis lebih dinamis layaknya film anime. Ini jelas sebuah terobosan dalam game visual novel indie.


Seperti biasa, jika pemain menyelesaikan seluruh permainan maka akan membuka CG, musik, video, prolog dan sebuah ensiklopedia yang menjelaskan istilah yang dipakai dalam gamenya. Episode pertama game ini bisa rampung sekitar 5 sampai 6 jam jika pemain membaca semua teksnya. Ending dalam permainan terkesan menggantung, tapi memang itulah tujuan developernya. Sobat bisa mengunjungi situs resmi ALICE IN DISSONANCE disini untuk melihat update seputar gamenya. Tidak sabar segera mengikuti petualangan Selphine dan Ritona? Silahkan mengunduh bagian pertamanya disini dan bagian keduanya disini. Selamat berpetualang. (Indoshotokan)