KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

REVIEW GAME DOUJIN #41: EXCEED – GUN BULLET CHILDREN

Jauh di masa lalu malaikat dan iblis terlibat dalam perang besar. Umat manusia yang berpihak pada Tuhan bersatu dengan malaikat melawan iblis dan manusia yang jiwanya dikutuk (disebut Deviant) sebagai pasukannya. Perang yang luar biasa dahsyat itu memakan korban jiwa yang terhitung jumlahnya hingga dunia manusia memasuki zaman yang paling kelam. Ketika semua tampaknya telah musnah, seorang malaikat bernama Anhel turun ke bumi demi membantu umat manusia.

Akhirnya manusia berhasil mencapai kemenangan, tapi Anhel terluka parah dalam perang itu. Untuk mengembalikan kekuatannya Anhel harus tidur panjang, tapi dia akan bangkit jika iblis kembali mengacau di muka bumi. Demi mengingat pengorbanan Anhel, manusia bersama gereja lalu membentuk sebuah ordo suci dan mempercayakan keselamatan umat manusia pada Holy Knights untuk melawan iblis.

Ratusan tahun kemudian, di zaman moderen iblis dan pasukannya bangkit kembali. Para vampir dan deviant kembali mengobarkan perang melawan manusia. Setelah Holy Knights dikalahkan, harapan terakhir umat manusia adalah pasukan Gun Bullet Children. Mereka adalah sekelompok gadis remaja yang rela menukarkan nyawa mereka dengan kemampuan ajaib untuk melindungi manusia. Kini 500 vampir dibantu ratusan deviant terdeteksi akan menyerang Tokyo. Demi menghentikan invasi, pasukan Gun Bullet Children diluncurkan, dan upaya penyelamatan manusiapun kembali dimulai....


eXceed – Gun Bullet Children adalah paling pertama dari triloginya yang dirilis tahun 2005 silam. Game ini muncul setelah Teratsuki Koichi melihat fenomena Touhou yang booming di Jepang. Koichi yang sebelumnya telah membentuk developer indie bernama FLAT mencoba mengikuti kesuksesan Touhou. Hasilnya adalah sebuah game horizontal shooting bertema luar angkasa berjudul PHANTASM. Karena tidak punya pengalaman yang cukup, game shooting pertama mereka itu tidak begitu sukses di pasaran. Setelah itu FLAT mencoba fokus membuat game vertical shooting. Hasilnya tidak mengecewakan. Berkat eXceed – Gun Bullet Children dan sekuelnya yaitu eXceed 2nd – Vampire, membuat nama FLAT diperhitungkan dalam dunia game doujin.

Sebagai sebuah game shooting danmaku, Gun Bullet Children terbilang standar. Pemain harus berusaha menghindari kepungan peluru sambil mencari celah untuk mengalahkan musuh. Misi pemain adalah mengalahkan boss di akhir setiap level, dan tantangannya pemain tidak boleh mati di tengah jalan. Tiap kali musuh dihancurkan mereka akan melepaskan item berwarna merah dan biru. Dengan terus mengumpulkan item merah maka akan menambah kekuatan tembakan pemain. Baik item merah dan biru akan meningkatkan score yang akan memberikan nyawa tambahan jika mencapai batas tertentu.


Ada tiga karakter yang bisa dipilih; Chinatsu Kagaya, Sowel Devosiana dan Miyabi Housen. Masing-masing mempunyai gaya tembakan yang berbeda. Yang perlu diperhatikan adalah tiap pemain mempunyai charge attack yang berhubungan dengan charge meter di sebelah kiri layar. Charge meter bisa diisi dengan terus berdekatan dengan peluru musuh. Ketika sudah mencapai 100% pemain akan menembakkan serangan spesial yang lebih kuat dari tembakan standar. Sedikit tips, jangan lupa mengaktifkan auto counter bomb di menu options. Dengan ini pemain akan langsung mengaktifkan bom jika terkena tembakan dan tidak kehilangan nyawa.

Ketika dirilis ulang oleh Nyu Media di tahun 2012 Gun Bullet Children tidak bisa diterjemahkan karena source codenya telah hilang. Sehingga praktis pemain akan melihat Bahasa Jepang di sepanjang permainan. Grafis permainan bukan yang terbaik, karena peluru kebanyakan berwarna merah dan background berwarna abu-abu atau hitam. Sedikit kontras memang. Nah, jika sobat ingin memainkan seri pertama dari eXceed ini silahkan mengunduhnya disini, atau kunjungi situs resmi gamenya disini. (Indoshotokan)