Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW GAME DOUJIN #45: CROIXLEUR SIGMA

Sebagai publisher dari game doujin, Nyu Media memang jeli memilih game mana saja yang mereka terbitkan. Setelah sukses merilis trilogi The Tale of ALLTYNEX dan Ether Vapor Remaster, mereka memilih sebuah game aksi mirip Bloody Palace dalam Devil May Cry yang berjudul Croixleur ∑ (baca: Croixleur Sigma). Game ini adalah rilis ulang dari versi originalnya yaitu Croixleur yang dirilis di Jepang tahun 2010 lalu. Versi update ini rilis di Jepang tahun 2013 lalu dan hadir dengan beberapa fitur tambahan. Pengembang dari Croixleur Sigma adalah Souvenir Circ yang sebelumnya terkenal berkat Mai Hana Ao Makyou, sebuah game shooter Touhou yang sangat indah.

Cerita dalam Croixleur Sigma berkisar pada dua orang gadis remaja; Lucrezia Visconti yang selalu ceria dengan ciri khas rambut merahnya, dan Francesca Storaro yang selalu serius. Keduanya diakui sebagai gadis ajaib dari negeri Ilance yang masing-masing mewakili bangsawan dan ksatria. Sekarang keduanya menjalani sebuah ritual tradisi di negeri itu yang disebut Adjuvant Trial. Ritual yang mirip sebuah kompetisi itu menghadirkan wakil terbaik dari kaum bangsawan dan ksatria. Pemenangnya tidak hanya memegang kekuasaan militer dan politik, tapi juga menjadi pengawal kepercayaan sang ratu. Dalam Adjuvant Trial para peserta harus menjalani ujian pertarungan melawan banyak monster untuk membuktikan kekuatan mereka.


Pertama-tama, jangan tanya bagaimana mengucapkan kata “Croixleur” karena memang terbilang susah. Walau mengambil judul Bahasa Perancis, Croixleur Sigma murni menonjolkan ciri khas game Jepang kebanyakan seperti; gadis bermata besar, kostum ala seragam sekolah dan tentu saja alur cerita yang tidak masuk akal. Pemain kini bisa memilih Francesca setelah merampungkan Lucrezia. Ada 4 mode permainan dengan gaya berbeda. Dalam Story Mode pemain melawan monster dalam stage yang bercabang sebelum melaju ke level berikutnya. Dalam Score Attack pemain hanya diberi waktu tiga menit untuk mencetak skor setinggi mungkin. Dalam Survival Mode pemain harus bertahan hidup dari gelombang musuh. Terakhir, dalam Challenge Mode pemain diberi misi berupa objektif tertentu untuk diselesaikan.

Gameplay dalam Croixleur Sigma cukup simpel. Pemain punya tombol menyerang yang bisa digunakan mencetak combo maksimum tiga tebasan. Yang kedua adalah tombol dash yang membuat pemain kebal untuk sementara. Sebuah game aksi tanpa melompat jelas aneh, dan Croixleur Sigma untungnya punya gerakan ini. Yang terakhir adalah special attack yang mirip seperti bom dalam game shooter. Special attack adalah serangan berdaya rusak tinggi yang bisa membantu pemain lolos dari kepungan musuh. Fitur baru lainnya adalah “cancel system”. Disini pemain bisa membatalkan sebuah serangan untuk diganti dengan yang lain. Misalnya di tengah-tengah serangan combo pemain bisa memasukkan perintah dash atau melompat.


Tingkat kesulitan meningkat secara bertahap. Di awal level monster jumlahnya sedikit dan bisa dibunuh dengan satu dua tebasan. Tapi semakin jauh monster yang muncul makin banyak dan makin kuat. Sayangnya developer tidak menambah jenis monster. Monster yang muncul hanya ada empat macam, dan hanya dibedakan dari warnanya saja. Dalam permainan pemain diberi reward yang bergantung pada seberapa cepat mereka mengalahkan monster. Musuh yang mati akan menjatuhkan koin emas. Kumpulkan koin-koin itu dan pemain bisa mengeluarkan special attack. Di stage selanjutnya pemain juga bisa mengumpulkan senjata-senjata baru yang bisa mengeluarkan special attack berbeda.

Terlalu singkat. Itu saja kelemahan terbesar game ini. Grafis permainan bagus tapi musiknya biasa saja. Croixleur Sigma juga telah di-port ke Playstation 4 dengan tambahan karakter baru dan peningkatan grafis. Akhirnya, Croixleur Sigma tetap sebuah game yang menyenangkan biarpun masih kalah jauh dari Devil May Cry. Silahkan kunjungi situs resmi gamenya disini, atau langsung mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)

0 komentar :