Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW GAME DOUJIN #46: FLYING RED BARREL – A DIARY OF A LITTLE AVIATOR

Jika manusia ditakdirkan untuk terbang di langit, maka Tuhan mungkin akan memberikan sepasang sayap layaknya burung. Dan hal itu bukan sekedar mimpi belaka. Manusia memang tidak punya sayap, tapi mereka bisa menciptakan kendaraan yang bisa terbang. Ketika triplane (pesawat bersayap tiga rangkap) ditemukan, langit menjadi ramai dengan manusia yang berlalu lalang. Tapi langit tidak selamanya aman. Untuk menjaga keamanan di angkasa dibentuklah sebuah pasukan penjaga bernama Blue Sky Union. Kisah dalam Fying Red Barrel menceritakan 10 tahun setelah dibentuknya Blue Sky Union. Maaru, seorang pilot pemula Blue Sky Union dengan pesawat triplane merahnya harus berpetualang membasmi kejahatan.

Game buatan developer Jepang Orange Juice selalu punya gaya yang khas, contohnya adalah serial Suguri. Lalu bagaimana dengan Flying Red Barrel? Dari cerita, game keluaran tahun 2007 (yang kemudian dirilis ulang oleh Rockin’ Android tahun 2009) ini sebetulnya tidak begitu istimewa. Yang menonjol adalah grafis permainan bergaya era 16 bit ala SNES atau Sega Mega Drive, tapi dengan cell-shaded yang lebih tajam dan tidak pixelated alias pecah-pecah. Orange Juice menggunakan warna-warni yang cerah dan memanjakan mata. Musiknya biasa saja, karena menggunakan midi jadinya lebih terkesan retro. 

Sebagai Maaru, tugas pemain adalah bertahan hidup dengan menembaki musuh sambil mengumpulkan koin-koin. Makin banyak koin dikumpulkan, pemain bisa mendapat tambahan skor, nyawa dan roket. Ketika berhenti menembak, maka koin-koin yang terdekat dengan pemain akan dikumpulkan secara otomatis. Nah, disinilah tantangannya. Ketika di layar banyak musuh dan peluru, maka pemain dihadapkan pada dua pilihan; mengumpulkan koin atau menembaki musuh. Bicara senjata, pesawat Maaru hanya punya dua senjata; senapan mesin berkekuatan standar dengan sebuah roket yang bisa menembus peluru dan meledak jika mengenai musuh. Tidak seperti game shooter lainnya, di game ini tidak ada bom yang bisa menolong pemain untuk bebas dari serbuan peluru dan musuh.


Jika Maaru hanya menggunakan pesawat triplane yang populer di jaman Perang Dunia II, maka musuh-musuhnya lebih bervariasi. Dari pesawat kecil sampai yang berukuran raksasa dengan tembakan roket yang gila-gilaan. Untuk bisa menyelesaikan seluruh permainan pemain harus sering mendapatkan tambahan nyawa dari koin yang mereka kumpulkan. Ini karena pemain tidak bisa menyimpan permainan dan jika semua nyawa habis permainan tamat alias game over. Tapi tenang saja, karena permainan ini tidak sesulit yang dibayangkan.

Flying Red Barrel adalah game shooter yang layak dimainkan, biarpun tidak begitu menonjol dalam genrenya. Idenya mungkin tidak orisinil, tapi bukan berarti gamenya buruk. Grafis yang memanjakan mata cukup membuat pemain tidak cepat merasa bosan. Silahkan mencoba Flying Red Barrel  dengan mengunduhnya disini, dan kunjungi situs resminya disini. (Indoshotokan)

0 komentar :