<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825</id><updated>2012-01-02T19:10:36.248-08:00</updated><category term='Bela Diri Lain'/><category term='Kata'/><category term='Profil'/><category term='Teori Karate'/><category term='Kisah Inspiratif'/><category term='Resensi Film'/><category term='Legenda'/><category term='Karate-do Kyohan'/><category term='Biografi'/><category term='Filosofi Karate'/><category term='Tips'/><category term='Jelajah Jepang'/><category term='Aliran Karate'/><category term='Karate-do My Way of Life'/><category term='Artikel dari Media Lain'/><category term='Serba-serbi'/><category term='Translasi Buku'/><category term='Karate-do Nyumon'/><title type='text'>Indoshotokan - Articles, Story, Shotokan Karate, Japanese Lifestyle And Much More !</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>69</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-8785957573955461</id><published>2011-05-23T20:16:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T20:17:38.763-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata'/><title type='text'>Menyibak Awan di Angkasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-A5F8rDuC5FQ/TdsjM2boLXI/AAAAAAAAAuA/Vg0OSWwo2UE/s1600/katam.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 348px; height: 231px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-A5F8rDuC5FQ/TdsjM2boLXI/AAAAAAAAAuA/Vg0OSWwo2UE/s400/katam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610116464496881010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua tangan bergerak merapat dan perlahan mendekati wajahnya. Seolah membuka tirai, kedua tangan itu lalu bergerak melebar kesamping. Tiba-tiba gerakan tangan yang cepat menghentak bersamaan dengan n&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ekoashi dachi&lt;/span&gt; (kuda-kuda kaki kucing) mengejutkan penonton. Ah…rupanya dia sedang menampilkan kata Unsu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama Unsu berasal dari dua huruf kanji yaitu “un” berarti awan, dan “shu” yang berarti tangan. Unsu dapat diartikan sebagai “bagaikan tangan yang menyibak awan.” Ada juga yang mengartikan “tangan bergerak mirip awan yang berarak di angkasa.” Nama ini juga sangat tampak pada gerakan pembuka kata ini. Konon di masa lalu ada yang menyebut Unsu dengan Hakko. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut legenda, Unsu diperkenalkan pertama kali oleh Arakaki Seisho sekitar tahun 1890. Sejak banyaknya modifikasi kata saat ini, bentuk asli dari kata Unsu sulit dipastikan. Versi Shotokan mengadopsi dari Shito-ryu (disebut Unshu) yang jumlah gerakannya lebih banyak. Sekitar tahun 1960-an Shotokan baru resmi memasukkan kata Unsu dalam silabus mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut sejarahnya, Shotokan mendapatkan kata Unsu setelah Gichin Funakoshi meminta beberapa muridnya untuk belajar pada Kenwa Mabuni. Selain Unsu, ada juga beberapa kata lain yang dipelajari misalnya Nijushiho dan Gojushiho. Namun belajar banyak kata dalam waktu singkat jelas hal yang mustahil. Itulah sebabnya kata Shotokan yang diadopsi dari Shito-ryu mengalami pemangkasan gerakan disana-sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagaimana ditulis Funakoshi dalam bukunya, Okinawa adalah pulaunya angin topan. Masyarakat setempat kemudian membuat semacam tarian tradisional yang menggambarkan keadaan di saat badai. Entah legenda itu benar atau tidak, konon Arakaki menciptakan kata Unsu setelah terinspirasi tarian tersebut.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun jauh lebih pendek dari versi aslinya, Unsu dari Shotokan terkenal sebagai kata yang indah dan sangat sulit. Selain lompatan tinggi selebar 540 derajat, teknik dua jatuhan dan pukulan cepat empat penjuru menjadi alasannya. Masatoshi Nakayama mengatakan untuk menguasai Unsu, maka sebelumnya paling tidak telah menguasai seluruh kata Heian, Kanku dan Jion. Tanpa ketiganya sama saja seperti boneka orang-orangan sawah yang menari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bicara masalah lompatan, pada mulanya sangat sedikit orang-orang di JKA yang mampu melakukannya. Bahkan Nakayama dan sang maestro Hirokazu Kanazawapun tidak sanggup. Adalah Mikio Yahara yang berhasil melakukan lompatan Unsu seperti yang dicontoh banyak orang saat ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Siapa sebenarnya Yahara? Pemuda yang awalnya gemar berkelahi ini termasuk murid terbaik di JKA. Bahkan karena kemampuannya itu, Nakayama memintanya menjadi model peraga kata Unsu di beberapa video komersil produksi JKA. Yahara juga mendominasi turnamen di era tahun 1980-an. Kata Unsunya terkenal cepat, indah dan bertenaga. Sekalipun sekarang irama menjadi poin penting dalam pertandingan kata, gerakan Yahara yang terkesan tradisional saat itu tetap dikagumi hingga kini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika Anda amati, tren melompat ini rupanya juga “mewabah” ke dalam gaya kata Shito-ryu. Beberapa tahun terakhir ini banyak peserta kata dari Shito-ryu yang memasukkan gaya melompat dalam kata mereka. Cobalah amati kata seperti Koshokun Dai, Koshokun Sho dan Chatanyara Kushanku. Bahkan ada juga yang mengadopsi lompatan Unsu Shotokan dalam Unshu versi Shito-ryu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi peserta kata dari Shotokan, hal ini jelas harus dipikirkan. Ini karena Shito-ryu mempunyai jumlah kata yang sangat banyak dan panjang. Bandingkan dengan kata Shotokan yang lebih sedikit dan mayoritas lebih pendek. Jika Anda praktisi Shotokan spesialis nomor kata, maka menguasai Unsu adalah sebuah keharusan. &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(Indoshotokan)   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-8785957573955461?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/8785957573955461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=8785957573955461' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8785957573955461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8785957573955461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2011/05/menyibak-awan-di-angkasa.html' title='Menyibak Awan di Angkasa'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-A5F8rDuC5FQ/TdsjM2boLXI/AAAAAAAAAuA/Vg0OSWwo2UE/s72-c/katam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-3240232194221974630</id><published>2011-04-27T11:08:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T11:15:43.829-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (6) - Final</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kanazawa dan Taichi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-bNKBM0Pqq0Q/Tbhc6eusTRI/AAAAAAAAAt4/6UGZt68a3PY/s1600/kanazawa1.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bNKBM0Pqq0Q/Tbhc6eusTRI/AAAAAAAAAt4/6UGZt68a3PY/s200/kanazawa1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600328296386284818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebanyakan instruktur JKA sebelum mempelajari karate ada yang sudah menguasai bela diri lain. Misalnya saja Masatoshi Nakakayama dengan kendo dan Keigo Abe (pendiri JSKA) dengan Iaido. Namun setelah bergabung di JKA, publik hanya mengenal mereka lewat karate, sedang bela diri lain mereka seolah tidak terekspos.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal senada juga dilakukan oleh Kanazawa yang berkenalan dengan Tai Chi sejak tahun 1958 silam. Bukan tanpa alasan Kanazawa lantas belajar Tai Chi. Adalah Nakayama yang meminta Kanazawa mengembangkan teknik pernapasannya sendiri. Untuk itulah Nakayama mengirim Kanazawa belajar pada ahli Tai Chi dan Aikido.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Aku dapat terus berlatih karate selama lebih dari 70 tahun adalah karena melakukan Tai Chi. Dalam karate kecepatan, kekuatan dan fokus sangatlah penting. Namun di Tai Chi ketiganya justru sebaliknya. Dalam Tai Chi segalanya berjalan lebih rileks. Karena itulah Tai Chi mendukung karateku menjadi lebih baik.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hu-xMJvZ3x0/TbhcR7t3yKI/AAAAAAAAAto/F9LrbYAB13o/s1600/kanazawa_taichi.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 355px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-hu-xMJvZ3x0/TbhcR7t3yKI/AAAAAAAAAto/F9LrbYAB13o/s400/kanazawa_taichi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600327599792834722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hirokazu Kanazawa dalam sebuah demonstrasi Tai Chi yang jarang dipublikasikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Itulah sebabnya Kanazawa lantas memberikan sentuhan elemen Tai Chi dalam karatenya. Dibandingkan gaya JKA yang orisinil, SKIF lebih banyak memasukkan teknik pernapasan. Anda bisa mengeceknya dengan melihat beberapa video kata lawas yang dilakukan Kanazawa. Menurut Kanazawa pernapasan adalah inti kehidupan. Namun sayangnya banyak orang bernapas dengan cara yang keliru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Elemen Tai Chi lain yang dimasukkan Kanazawa adalah konsep mengalahkan lawan dengan tenaga minimal. Cara bertarung ala Tai Chi ini hanya menggunakan 60% tenaga sendiri, sedang 40% sisanya adalah tenaga lawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nijuhachiho dan Gankaku Sho&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah sebelumnya sempat dituding mengubah kata Shotokan agaknya tidak membuat Kanazawa jera. Dirinya tidak berhenti berinovasi dengan memperkenalkan dua kata baru hasil modifikasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nijuhachiho atau yang berarti 28 langkah ini pertama kali ditampilkan sekitar tahun 1996 -1997-an silam saat Kanazawa melakukan tour di benua Eropa. Namun baru di tahun 2005 kata ini dipublikasikan dalam DVD yang berjudul Mastering Karate. Kanazawa hanya menyebutkan Nijuhachiho berasal dari bentuk bangau putih karate bergaya Shurei. Namun jika diamati, Nijuhachiho sangat mirip dengan Kururunfa dan Nipaipo. Kata kedua dari Kanazawa adalah Gankaku Sho. Kata yang dilakukan pada arah diagonal ini mirip dengan Chinto versi Tomari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eUI2sViDpWw/TbhcSHCO-LI/AAAAAAAAAtw/B8e-Vrpt5ao/s1600/kanazawa13.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 352px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-eUI2sViDpWw/TbhcSHCO-LI/AAAAAAAAAtw/B8e-Vrpt5ao/s400/kanazawa13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600327602831030450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hirokazu Kanazawa. Foto ini diambil disela produksi DVD Mastering Karate tahun 2005.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di luar kata yang diperkenalkan olehnya, Kanazawa juga mewajibkan anggota SKIF berlatih Seipai versi Goju-ryu dan Seienchin versi Shito-ryu. Menurut Kanazawa teknik Shotokan adalah terbatas dalam beberapa hal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Shotokan tidak mempunyai Shiko Dachi, padahal ini kuda-kuda yang baik. Kiba Dachi sangat kuat, namun jika ada kesalahan maka dapat hilang keseimbangan. Jika diumpamakan, Shiko Dachi seperti rumah Jepang yang terbuat dari kayu. Sedangkan Kiba Dachi seperti rumah Skotlandia yang terbuat dari batu. Jika topan berhembus rumah dari batu akan tetap kokoh, namun tidak dengan rumah kayu. Jika gempa bumi terjadi rumah batu akan roboh sedangkan rumah kayu masih berdiri tegak. Karena itu sangat penting mengambil masing-masing yang terbaik.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SKIF di Masa Mendatang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari seluruh organisasi pecahan JKA, SKIF memang terbilang paling banyak berinovasi. Selain dua kata baru, Kanazawa juga mewajibkan instruktur senior di SKIF untuk mempelajari senjata. Jenis senjata yang  dipelajari mirip dengan kobudo di Okinawa, namun ada juga yang orisinil. Bicara masalah senjata, Kanazawa ternyata juga menguasai nunchaku, bo dan katana. Bahkan untuk nunchaku Kanazawa juga sempat menulis buku panduannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat ditanya rencana SKIF berikutnya, Kanazawa ingin lebih mengembangkan karate terutama untuk anak-anak baik fisik dan mentalnya.Kanazawa tidak menampik kompetisi karate sebagai tujuan SKIF, namun dirinya juga tidak ingin melupakan konsep budo. Bagi Kanazawa seni bela diri mempunyai dua dimensi, yaitu fisik dan spiritual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Karate kompetisi tidak menjadi soal. Namun antara olah raga dan budo adalah sesuatu yang berbeda. Olah raga sama dengan laki-laki, dan budo sama dengan perempuan. Keduanya belawanan dalam pemikiran.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Dalam seni bela diri pengembangan karakter sangatlah penting. Jika orang selalu saja marah dan marah, sama saja menjauhkan diri dari keberuntungan. Namun jika kau jujur dan senantiasa berterima kasih, maka hal baik apapun akan terjadi. Itulah sebabnya aku selalu berusaha berterima kasih dan berterima kasih.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di usia tuanya, Kanazawa masih mempunyai sebuah cita-cita. Dirinya ingin membuat sebuah olah raga (atau bela diri?) baru yang akan digemari semua orang. Salut! Semoga sukses. &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tamat&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(Indoshotokan – berbagai sumber).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-3240232194221974630?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/3240232194221974630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=3240232194221974630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/3240232194221974630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/3240232194221974630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2011/04/hirokazu-kanazawa-sebuah-biografi-6.html' title='Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (6) - Final'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-bNKBM0Pqq0Q/Tbhc6eusTRI/AAAAAAAAAt4/6UGZt68a3PY/s72-c/kanazawa1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-3951882449105589394</id><published>2011-04-08T19:15:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T19:19:49.480-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (5)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ZAAp5VCdNUQ/TZ_BvFINNAI/AAAAAAAAAtY/m9evEqkdDgw/s1600/kanazawa.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 351px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ZAAp5VCdNUQ/TZ_BvFINNAI/AAAAAAAAAtY/m9evEqkdDgw/s400/kanazawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593402276792054786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umumnya seorang instruktur karate saat berpromosi akan mendemonstrasikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kata&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tameshiwari &lt;/span&gt;(pemecahan benda keras). Namun lain halnya dengan Kanazawa. Saat di Hawaii dirinya mesti bekerja keras dengan melawan petarung dari beragam disiplin bela diri. Mulai dari kajukenbo, petinju hingga pegulat pernah dihadapinya. Sebagian dari lawannya bahkan memegang peringkat yang tinggi di organisasinya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Petinju dan pegulat adalah orang yang kuat. Pukulan mungkin bisa saja mereka tahan, tapi tidak dengan tendangan. Karena itu kugunakan teknik jodan mawashi geri (tendangan ke arah pelipis) untuk pegulat dan ashi barai (sapuan kaki) untuk petinju.”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bang!!!&lt;/span&gt; begitu terkena mereka langsung tidak sadar.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun banyak melawan petarung dengan bela diri bergaya barat, di Hawaii Kanazawa juga sempat melawan beberapa karateka. Ada kisah unik dimana setelah Kanazawa mengalahkan seorang karateka dari aliran Kushinkai, orang itu lalu pindah pada Shotokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Usaha Kanazawa mempromosikan Shotokan di benua Amerika berhasil dengan dibukanya cabang perwakilan JKA di Hawaii. Dua tahun kemudian Kanazawa kembali ke Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun agaknya Kanazawa tidak dapat berlama-lama di Jepang. Tahun 1965 JKA menugaskannya untuk serangkaian promosi di benua Eropa. Kanazawa yang menyukai karate agaknya tidak keberatan menerima tugas berat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Aku sangat menyukai karate dan kupikir karate bermanfaat dalam segala hal baik karakter, tubuh dan jiwa. Itulah sebabnya aku ingin membaginya dengan orang lain. Tentu saja kuharap akan ada persahabatan antara Jepang dengan negara lain. Saat JKA berkata, “kau harus pergi” aku tidak keberatan, karena aku menikmati berkeliling dunia untuk mengajar karate.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1965 Inggris menjadi ekspansi Kanazawa berikutnya. Sebuah tantangan baru kembali dihadapi Kanazawa. Namun kali ini bukan berasal dari petarung lain, melainkan dari orang awam yang ingin belajar gaya Shotokan JKA. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang barat ternyata mempunyai perbedaan fisik dengan orang Jepang. Meskipun berpostur lebih tinggi, orang barat ternyata mempunyai masalah dengan gerakan tertentu. Hal ini juga dialami Teruyuki Okazaki (pendiri ISKF) yang mengajar di Amerika. Menurut Okazaki jika orang Jepang mampu melakukan lompat kelinci, maka sebaliknya dengan orang barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melihat kelemahan itu, Kanazawa mencoba memikirkan cara lain. Dirinya mulai mengubah sedikit gerakan kata agar sesuai dengan fisik orang barat. Akibat tindakannya itu Kanazawa sempat dituduh telah mengubah esensi kata Shotokan. Meski sempat kontroversial, Kanazawa menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengubah inti dari kata Shotokan. Dirinya beralasan apa yang dilakukannya hanya untuk mempermudah metode mengajarnya.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Kanazawa mempunyai kelebihan dalam teknik tendangan. Saat mengajar di Inggris dan negara Eropa berikutnya, Kanazawa mengurangi porsi latihan pukulan. Dia melihat kelebihan orang barat dalam hal kekuatan kaki. Potensi ini ditanggapi Kanazawa dengan mengajarkan lebih banyak tendangan. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa hari ini karateka barat terlihat lebih unggul dalam hal tendangan.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1968 Kanazawa melanjutkan perjalanannya menuju ke beberapa negara Eropa. Masih di tahun yang sama, Kanazawa ditunjuk sebagai manajer utama tim karate Eropa yang akan berlaga di turnamen WUKO di Meksiko. Penunjukkan ini membuktikan figur Kanazawa telah populer di kalangan orang barat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengundurkan Diri dari JKA dan Kemunculan SKIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Banyak yang mengira karir karate Kanazawa akan cemerlang setelah segudang prestasi berhasil dicapainya. Namun asumsi itu keliru karena yang terjadi justru sebaliknya. Tahun 1977 Kanazawa membuat keputusan mengejutkan dengan mengundurkan diri dari JKA. Pernyataan yang tiba-tiba itu sontak membuat publik karate Jepang terkejut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hingga kini Kanazawa tidak pernah menyebutkan dengan jelas alasan kemundurannya itu. Namun disinyalir konflik kepentingan antar instruktur sebagai penyebabnya. Saat itu di JKA memang terjadi konflik dan Kanazawa diduga terlibat di dalamnya. Tidak berhasil menemukan solusi, akhirnya Kanazawa memilih hengkang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kanazawa lalu mendirikan organisasi sendiri yaitu Shotokan Karate International (SKI). Dapat ditebak, organisasi ini berkembang pesat hanya dalam hitungan beberapa tahun saja. Mulanya basis kekuatan SKI hanya di negara bagian Eropa dan Amerika. Tidak mengherankan karena Kanazawa sudah mengantongi nama besar di kedua benua itu. Sehingga pendukung yang dibutuhkan sebagai kekuatan organisasinya sudah tersedia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa tahun kemudian SKI berubah nama menjadi Shotokan Karate International Federation (SKIF). Diantara organisasi pecahan JKA lainnya, SKIF adalah yang terbesar. Popularitasnya bahkan bersaing dengan JKA sebagai sumbernya. Hingga artikel ini ditulis (2011), SKIF mempunyai perwakilan lebih di 107 negara dengan anggota tidak kurang dari 5 juta orang. Jumlah ini dipastikan masih akan bertambah.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keluarnya Kanazawa dari JKA juga diikuti juniornya yang bernama Hitoshi Kasuya. Pemuda ini adalah lulusan kenshusei ke-13 tahun 1973. Kasuya mengikuti Kanazawa selama 10 tahun di SKIF. Setelah itu dia mendirikan organisasinya sendiri yaitu World Shotokan Karate Federation (WSKF) tahun 1990. Tidak kalah besar, kini WSKF telah mempunyai perwakilan di lebih 80 negara. &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bersambung&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Indoshotokan)&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-3951882449105589394?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/3951882449105589394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=3951882449105589394' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/3951882449105589394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/3951882449105589394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2011/04/hirokazu-kanazawa-sebuah-biografi-5.html' title='Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (5)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ZAAp5VCdNUQ/TZ_BvFINNAI/AAAAAAAAAtY/m9evEqkdDgw/s72-c/kanazawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-6328087055245481088</id><published>2011-03-21T05:28:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T16:36:18.157-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Film'/><title type='text'>Karate Girl: Kembalinya Si Gadis Penyepak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-D5hk0CUYDQU/TYdGb6y1XXI/AAAAAAAAAtA/c4JgHnN-pr0/s1600/424px-Karate-girl-poster.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-D5hk0CUYDQU/TYdGb6y1XXI/AAAAAAAAAtA/c4JgHnN-pr0/s320/424px-Karate-girl-poster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586511308229270898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rina Takeda kembali!! Ya, pemeran Kei Tsuchiya dalam High Kick Girl ini akan kembali menunjukkan tendangan mautnya dalam film “Karate Girl.” Mulanya banyak yang mengira film ini adalah sekuel dari High Kick Girl yang lumayan sukses. Namun hal itu  meleset, karena film ini mengusung tokoh dan cerita baru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karate Girl menceritakan kehidupan sepasang saudara yaitu Ayaka Kurenai (diperankan Takeda) dan Natsuki Kurenai. Keduanya merupakan keturunan dari seorang legenda karate Okinawa bernama Shoujirou Kurenai. Sejak masih anak-anak, keduanya telah diperkenalkan pada karate oleh ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketenangan mereka terusik setelah segerombolan orang misterius menerobos masuk ke dojo sekaligus rumah mereka. Gagal mempertahankan diri, ayah mereka kemudian terbunuh. Kelompok tak dikenal itu juga menculik Natsuki. Masih belum cukup, mereka juga merampas sabuk hitam yang telah diwariskan turun temurun dalam keluarga mereka sejak 200 tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Waktupun berlalu. Perlahan-lahan Ayaka dapat melupakan kesedihan kehilangan Natsuki dan ayahnya. Dalam hidup yang sederhana, Ayaka kini masuk ke sebuah SMU di Yokohama. Namun tanpa sepengetahuannya, Natsuki dilatih menjadi sebuah mesin pembunuh yang mematikan oleh penculiknya.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hanya masalah waktu Ayaka menjadi target berikutnya dari organisasi misterius itu. Ketika itu terjadi, saat itulah Ayaka bertemu kembali dengan Natsuki. Mengetahui adiknya menjadi orang yang ingin membunuhnya menjadi pukulan berat bagi Ayaka. Kenangan pahit masa lalunya kembali terkuak. Kemarahannya memuncak, cintanya sebagai seorang kakak, dan tekad merebut kembali sabuk hitam warisan keluarga mereka membuat Ayaka bangkit kembali. Dengan teknik karate dari ayahnya, organisasi itu harus dihancurkan. Berhasilkah Ayaka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-cK5H8P5Yw8Q/TYdI36m_MNI/AAAAAAAAAtI/eFG11WcF17g/s1600/kg-still03.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-cK5H8P5Yw8Q/TYdI36m_MNI/AAAAAAAAAtI/eFG11WcF17g/s400/kg-still03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586513988239175890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai ayah dari Ayaka diperankan oleh Tatsuya Naka, instruktur JKA yang sebelumnya berperan sebagai Matsumura, guru Kei Tsuchiya dalam High Kick Girl. Sedangkan Natsuki diperankan Haruna Tobimatsu, seorang remaja berbakat yang juga pandai karate. Film ini menjadi debut pertamanya dalam dunia akting. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Plot cerita Karate Girl dipercayakan pada Fuyuniko Nishi yang sebelumnya sukses mensutradarai High Kick Girl dan Kuro Obi. Film ini juga menjanjikan aksi laga yang murni tanpa peran pengganti, tanpa animasi komputer dan tipuan kamera. Uniknya, dalam film-film besutan Fuyuniko Nishi selalu saja ada adegan dimana si jagoan beraksi di tengah kurungan penjahat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bicara alur cerita, Karate Girl sebenarnya masih sedikit di bawah High Kick Girl. Ini karena film bela diri bermotif balas dendam rasanya sudah klise. Sebelum ini Anda dapat melihat Street Fighter – The Legend of Chun-Li (2009) yang menawarkan alur cerita yang mirip. Hanya saja, Hollywood yang dinilai gagal telah membuat film itu tidak begitu sukses di pasaran. Namun bagi penikmat film bela diri yang mementingkan aksi laga yang realistis, Karate Girl sangat direkomendasikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Film ini dirilis di bioskop Jepang tanggal 5 Pebruari 2011 oleh Toei Company yang langganan merilis seri Tokusatsu Kamen Rider dan Ultraman. Bagi kita yang di tanah air umumnya harus menunggu 3 – 4 bulan sampai DVD-nya dapat dinikmati. Seperti biasa, sebelum menonton Anda dapat&lt;a href="http://uploading.com/files/53m7bcbd/Karate%2BGirl%2BTrailer%2B-%2BRina%2BTakeda.mpeg/"&gt; mendownload trailernya lebih dulu disin&lt;/a&gt;&lt;a href="http://uploading.com/files/53m7bcbd/Karate%2BGirl%2BTrailer%2B-%2BRina%2BTakeda.mpeg/"&gt;i &lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(Indoshotokan)&lt;/span&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-6328087055245481088?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/6328087055245481088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=6328087055245481088' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/6328087055245481088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/6328087055245481088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2011/03/karate-girl-kembalinya-si-gadis.html' title='Karate Girl: Kembalinya Si Gadis Penyepak'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-D5hk0CUYDQU/TYdGb6y1XXI/AAAAAAAAAtA/c4JgHnN-pr0/s72-c/424px-Karate-girl-poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-6471868877368593726</id><published>2011-03-05T16:25:00.000-08:00</published><updated>2011-03-05T16:33:17.973-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-gudQZUA2ExE/TXLWKKaiWGI/AAAAAAAAAso/MXx2WhUki4U/s1600/kanazawa.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 191px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-gudQZUA2ExE/TXLWKKaiWGI/AAAAAAAAAso/MXx2WhUki4U/s320/kanazawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580758358348159074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tanggal 20 Oktober 1957 menjadi momen penting dalam sejarah JKA dan dunia karate Jepang. Kota Tokyo dipilih menjadi perhelatan kompetisi karate pertama di Jepang. Seperti yang telah diduga sebelumnya, acara itu berlangsung sangat ramai. Bahkan kursi yang disediakan panitiapun tidak kuasa membendung antusiasme penonton. Media lokal dan asing berbondong-bondong meliputnya. Dunia internasional dibuat kagum dengan Jepang yang mampu menggelar event besar hanya berselang 12 tahun setelah kalah perang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kanazawa yang menjadi peserta sebenarnya tidak berharap akan menang. Tujuannya hanya untuk menyenangkan ibunya. Karena itu meraih satu atau dua kemenangan saja baginya sudah cukup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Begitulah, aku memenangkan pertarungan pertama. Kemudian kurasa sudah cukup. Tapi ternyata aku menang lagi dan lagi---lucu sekali rasanya. Keponakanku datang dan berkata, “Baiklah paman, nenek bilang itu sudah cukup.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Namun aku berkata, “Tidak, aku harus melanjutkan karena masih menang. Jika kau sedang menang, kau tak akan bisa berhenti.” Karena itulah aku melanjutkan pertarungan, namun anehnya semua gerakan lawan terlihat begitu pelan. Aku bisa melihatnya dengan teliti. Aku hanya menggunakan tangan kiri untuk menangkis dan menyerang dengan tendangan.”  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Langkah Kanazawa ternyata tidak terbendung kontestan lainnya. Namun di final dia harus berhadapan dengan Tsuyama yang juga seorang juara. Di universitas Tsuyama juga terkenal kuat dan gemar melakukan teknik jodan geri seperti Kanazawa. Sepertinya Kanazawa akan menghadapi pertarungan akhir yang sulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Tsuyama tidak memerlukan awalan untuk menendang. Dengan tendangan lurus, tiba-tiba--&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bang!!!&lt;/span&gt;-- dia sudah mengalahkan lawannya. Aku tidak menangkis karena tangan kananku cedera, begitu juga tangan kiriku ternyata yang tidak cukup kuat. Karena itulah saat dia mendekat, secara bersamaan aku menyelinap dan mendorongnya dengan bahuku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kuserang kakinya yang tidak menendang dan membuatnya jatuh. Dia sangat terkejut karena sebelum ini tak ada seorangpun yang mampu melakukannya. Kupikir sekarang dia tidak lagi percaya diri dan aku mempunyai kesempatan bagus. Kulancarkan kombinasi tendangan dan akhirnya menghasilkan angka.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitulah, Kanazawa akhirnya berhasil mengalahkan Tsuyama dan menjadi juara kumite JKA yang pertama. Namanya menjadi populer dan kontroversi karena menjadi juara dengan keadaan cedera. Plus, tekniknya yang hanya menggunakan tendangan. Peristiwa itu sangat membekas dalam pikirannya hingga kini. Menjadi juara kumite menjadi pelengkap keberhasilannya setelah lulus dari program pelatihan instruktur (kenshusei) JKA pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bicara masalah tendangan, juga mengangkat nama Kanazawa dalam hal lainnya. Namanya menginspirasi komikus Jepang bernama Ryuichi Matsuda dan Yoshihide Fujiwara sebagai salah satu tokoh komiknya. Dalam manga Kenji yang terbit tahun 1990-an, sosok Kanazawa digambarkan sebagai karateka Shotokan bernama Sohachi Takayama. Kontroversinya seputar pertandingan, berikut prestasi lainnya digambarkan mirip aslinya. Di manga itu gaya pertandingannya yang selalu memakai kaki membuatnya dijuluki “Takayama si penyepak.”  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertandingan JKA Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;JKA benar-benar meraup sukses besar. Meskipun ada kritikan tajam dari Shotokai, hingar bingar pertandingan seakan telah menutupinya. Dunia internasional memberitakannya dimana-mana. Apalagi kemudian Kaisar Jepang belakangan juga mendukung kompetisi berikutnya. Masatoshi Nakayama benar-benar puas dengan hasil itu. Menurutnya peserta kata telah menampilkan gerakan yang bagus, sementara peserta kumite juga terkontrol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setahun kemudian JKA bersiap menggelar All Japan Grand Karate Tournament yang kedua. Kemenangan pertamanya membuat Kanazawa kembali ingin mengulang sukses yang sama. Kali ini Kanazawa juga ingin berkompetisi pada nomor kata perorangan. Dan seperti yang telah diduga sebelumnya, kejuaraan yang digelar tahun 1958 itu kembali dipadati penonton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Aku sangat menyukai Gankaku. Karena itu aku ingin menggunakannya di turnamen All Japan kedua. Namun Sensei Nakayama berkata, “Kau harus memakai Sochin.” Karena itulah melakukannya dan menang. Namun tetap saja aku ingin melakukan Gankaku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam turnamen itu Kanazawa berhasil menjuarai baik nomor kata dan kumite. Membuat namanya makin terkenal. Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, JKA mulai berpikir untuk mengirimkan Kanazawa sebagai wakil mereka di Eropa dan Amerika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--MUIO0DG_Qs/TXLU5kZB2qI/AAAAAAAAAsY/Kz_8SBgrKyo/s1600/kanazawa_vs_mikami_1958.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 247px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--MUIO0DG_Qs/TXLU5kZB2qI/AAAAAAAAAsY/Kz_8SBgrKyo/s400/kanazawa_vs_mikami_1958.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580756973751753378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hirokazu Kanazawa (kanan) melawan Takayuki Mikami dalam final kumite All Japan Grand Karate Tournament yang kedua tahun 1958. Kanazawa berhasil menang dalam pertarungan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang jelas, nama JKA membuat orang Amerika dan Eropa yang gemar basket dan rugby mulai menyukai karate. Mulanya mereka sulit menerima karate karena filosofinya yang dianggap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;njlimet&lt;/span&gt;. Namun setelah melihat karate yang dapat dipertandingkan, mereka mulai tertarik. Tentu saja JKA melihat hal ini sebagai hal (atau pasar?) yang potensial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejak saat itulah JKA mulai ekspansi besar-besaran dengan membuat buku dan video tutorial karate. Kelebihan JKA adalah seluruh produknya dibuat dalam Bahasa Inggris dan mudah diikuti. Hasilnya JKA mulai menggeser Wado-ryu yang sudah lebih dulu membuat buku karate berbahasa Jepang. Buku Wado-ryu tidak sukses di pasaran karena banyak orang Amerika dan Eropa yang tidak paham isinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Awal Karir di Amerika dan Eropa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitulah, tahun 1960 Kanazawa mulai mengembangkan karirnya di luar negeri. Tempat pertama yang ditujunya adalah Hawaii. Kanazawa menganggap negara di luar Jepang memang butuh lebih banyak instruktur karate. Hal itu karena kebanyakan instruktur karate adalah eks prajurit yang pernah belajar karate. Namun karena terlalu singkat, mereka belum mencapai sabuk hitam. Akibatnya standar mereka juga tidak begitu tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kebanyakan mereka adalah prajurit dan pernah berlatih di dojo Okinawa maupun Jepang. Karena berlatih dalam waktu yang singkat, kebanyakan mereka hanya memegang sabuk coklat. Mereka harus kembali ke Amerika sebelum mendapat sabuk hitam. Lalu mereka mulai mengajar karate.” &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bersambung&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(Indoshotokan)&lt;/span&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-6471868877368593726?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/6471868877368593726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=6471868877368593726' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/6471868877368593726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/6471868877368593726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2011/03/hirokazu-kanazawa-sebuah-biografi-4.html' title='Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (4)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gudQZUA2ExE/TXLWKKaiWGI/AAAAAAAAAso/MXx2WhUki4U/s72-c/kanazawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-8599320637272380257</id><published>2011-02-17T04:37:00.000-08:00</published><updated>2011-02-17T04:44:36.159-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-3jAkpiMaAis/TV0Xto3rtlI/AAAAAAAAAsQ/-B6rHT7t2sM/s1600/kanazawa.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 352px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-3jAkpiMaAis/TV0Xto3rtlI/AAAAAAAAAsQ/-B6rHT7t2sM/s400/kanazawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574637986587063890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kanazawa menjelaskan bahwa budaya senioritas sangat dijunjung tinggi di Jepang. Saat itu melakukan jiyu kumite dengan murid yang lebih senior terbilang sulit. Namun darah muda Kanazawa yang ingin mencari lawan yang lebih tangguh agaknya sulit dibendung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu ketika seorang judoka bernama Yanase datang ke dojo Takushoku. Kanazawa tidak begitu mengenal siapa Yanase, namun dia tahu benar pria itu memegang peringkat yondan di judo. Siapapun yang pernah kumite dengannya sudah pernah merasakan bantingannya yang menyakitkan. Kanazawa yang penasaran lalu berniat mencoba kekuatan Yanase. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Oh, maafkan aku!” seru Kanazawa saat melihat pukulannya berhasil mengenai Yanase. Namun Yanase terlihat tenang dan mempersilakan Kanazawa melanjutkan serangannya. Berikutnya dia mendekati Kanazawa dan segera menangkapnya. Kanazawapun berteriak, “maafkan aku! maafkan aku!” dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bang!!!&lt;/span&gt; Yanase berhasil membantingnya dengan keras. Setelah tiga kali bergantian melakukan serangan, Yanase berkata, “Baiklah, Kanazawa, hari ini sudah cukup.”  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awal tahun 1950-an Jepang masih berusaha bangkit dari keterpurukannya pasca Perang Dunia II. Begitu pula dengan karate yang sempat terhenti akibat dilarang tentara sekutu. Meski di luar karate terlihat sepi, namun sebenarnya dojo karate di bawah Funakoshi tengah menghadapi masalah serius. Hal itu karena ada perseteruan antar pengikutnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kelompok pertama adalah Shotokan JKA yang berada di bawah Masatoshi Nakayama, sedang yang lain adalah Shotokai yang berada di bawah Shigeru Egami. Perseteruan makin memanas setelah Shotokai menilai Shotokan JKA melanggar larangan Funakoshi dengan melakukan jiyu kumite. Tahun 1956 Egami menyatukan seluruh pengikutnya yang dianggal masih “loyal” dengan Funakoshi. Di tahun itu pula mereka mendirikan sebuah organisasi bernama Nihon Karate-do Shotokai (NKS). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kanazawa sendiri tidak mempunyai banyak memori tentang Shigeru Egami. “Ya, sepertinya dia berada di dunia yang lain. Dia sangat dekat dengan Tuhan. Saat dia bicara atau melakukan karate, dia sangat berbeda dengan kami. Kami menjadi berpikir apakah ini Shotokan? Rasanya terlihat begitu berbeda.”     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang jelas puncak perpecahan antara Shotokan JKA dan NKS terlihat jelas setelah Funakoshi meninggal tahun 1957. Selang beberapa bulan kemudian diadakan sebuah kompetisi karate bertajuk All Japan Karate Tournament. Acara itu praktis menjadi semacam pencerahan dalam dunia karate. Sekaligus awal ditandainya evolusi baru karate dari bela diri menjadi kompetisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kanazawa yang memang antusias dengan pertandingan itu sudah mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Ya, selama dua bulan aku tidak berlatih bersama rekan-rekanku, karena tentu saja merekalah yang menjadi lawanku besok. Karena itu aku berlatih sendiri dan diam-diam mengunjungi dojo atau bahkan aliran lain. Ada banyak dojo di Tokyo. Kadang aku pergi ke dojo universitas bergaya Shito-ryu. Namun aku tetap mengutamakan ke Universitas Takushoku untuk kumite dengan murid yang lain.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akibat latihan yang terlalu banyak (dan bersemangat), membuat Kanazawa nyaris harus mengubur niatnya mengikuti turnamen itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Empat hari sebelum kompetisi aku berlatih di dojo. Tentu saja aku melakukan latihan yang umum, mungkin sekitar satu setengah hingga dua jam. Lalu di akhir latihan, aku mengerjakan kumite dengan tujuh murid. Mereka sangat bagus untuk latihan sebelum kompetisi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai akupun mengucapkan terima kasih. Namun seniorku bertanya, “Kanazawa! Apa kau sudah selesai?” Akupun menjawab, “Ya.” Diapun berkata lagi, ”Tidak, kau belum selesai, kau harus melakukan lagi!” Karena itulah aku lalu kumite dengan enam murid lainnya. Sayangnya di pertarungan terakhir lenganku patah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melihat lengan kanan Kanazawa yang patah, para instruktur di JKA lalu melarangnya berkompetisi. Dua hari kemudian ibu Kanazawa datang ke Tokyo demi melihat anaknya berlaga. Dengan sangat menyesal Kanazawa berkata pada ibunya, “Aku tidak bisa bertanding karena lengan kananku patah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibunya menjawab, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ohh&lt;/span&gt;, dalam karate kau hanya memakai tangan kanan?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Tidak, tidak, karate juga menggunakan tangan kiri dan begitu juga kedua kaki.” jawab Kanazawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kalau begitu mengapa kau tidak bisa bertanding hanya karena lengan kananmu yang patah?” tanya ibunya lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Sebab senior di JKA berkata begitu.” ungkap Kanazawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Aku tetap tidak mengerti. Pergilah tanyakan pada JKA mengapa kau tidak boleh bertanding. Kau masih mempunyai lengan kiri dan kedua kaki. Hanya satu tanganmu saja yang patah.” Ibu Kanazawa terus mendorong anaknya.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melihat ibunya yang terus memberinya semangat, membuat Kanazawa tidak ingin mengecewakannya. Dia lalu pergi ke sebuah klinik kesehatan yang didirikan kakak kelasnya saat SMU yang kini menjadi dokter. Beruntung, kakak kelas Kanazawa berbaik hati dengan menuliskan surat rekomendasi pada JKA. Tidak hanya itu, dia juga menemani Kanazawa bertemu Nakayama dan Tagaki (admin: Masatomo Tagaki adalah sekretaris JKA). Dia menjamin kesehatan Kanazawa dan akan menemaninya selama mengikuti kompetisi. Begitulah, Nakayama dan Tagaki akhirnya menyetujui permintaan itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kanazawa berkata, “Sebelumnya aku tidak pernah berdoa pada Tuhan. Tentu saja aku percaya pada Tuhan, namun tidak pernah meminta bantuan-Nya. Hanya kali ini aku berdoa, “Tuhan ijinkan aku menang meski hanya satu pertarungan, agar bisa kutunjukkan pada ibuku.” &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Bersambung &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;(Indoshotokan)&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-8599320637272380257?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/8599320637272380257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=8599320637272380257' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8599320637272380257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8599320637272380257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2011/02/hirokazu-kanazawa-sebuah-biografi-3.html' title='Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (3)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-3jAkpiMaAis/TV0Xto3rtlI/AAAAAAAAAsQ/-B6rHT7t2sM/s72-c/kanazawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-3419509724997982828</id><published>2011-01-19T19:22:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T19:28:47.015-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TTeq2_Iw34I/AAAAAAAAAsE/_LG9z7hRuqc/s1600/kanazawa.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 311px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TTeq2_Iw34I/AAAAAAAAAsE/_LG9z7hRuqc/s400/kanazawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564103726277386114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu Takushoku terkenal sebagai yang terbaik dalam hal bela diri. Tidak hanya karate, karena judo, kendo dan aikido untuk universitas dipegang oleh Takushoku. Namun meski dianggap sebagai salah satu universitas terbesar, sebenarnya untuk urusan pendidikan Takushoku terbilang biasa saja. Karena itu sebenarnya tidak ada alasan bagi anak muda Jepang masuk ke Takushoku jika bukan karena suka bela diri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di masa Kanazawa latihan karate di Takushoku lebih sering difokuskan pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kihon&lt;/span&gt; (dasar) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;makiwara &lt;/span&gt;(sasaran dari batang kayu yang dililit tali). Bahkan untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;makiwara&lt;/span&gt; para murid harus melakukannya setiap hari, sebelum dan setelah latihan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memori Masatoshi Nakayama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai orang yang pertama kali lulus dari program instruktur JKA, Kanazawa mengakui banyak kenangan dengan Nakayama. Menurutnya Nakayama adalah orang yang melihat karate dari sisi ilmiah dan logika. Jika kebanyakan instruktur Takushoku hanya menyuruh para murid untuk melakukan gerakan yang diperintahkan, maka tidak demikian dengan Nakayama. Biasanya Nakayama juga akan menjelaskan gerakan karate dari sisi keilmuan dan kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bicara masalah murid yang disukai, Kanazawa sangat beruntung karena dirinya disukai Nakayama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Sensei Nakayama bertubuh kecil, namun di Jepang tubuhku termasuk tinggi. Karena kebanyakan orang Jepang bertubuh kecil, Sensei Nakayama menyukai postur dan teknik favoritku yaitu tendangan ke arah kepala. Beberapa master ada yang suka namun ada juga yang sebaliknya. Namun Sensei Nakayama selalu gembira dengan hal ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahkan kenangan akan Nakayama yang takut dengan ularpun masih membekas dalam ingatan Kanazawa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kami semua tahu Sensei Nakayama tidak suka ular dan dia akan berkata, “Jika kau menemukan ular maka buang saja.” Hal yang sama denganku yang akan ketakutan jika bertemu anjing. Jika kami sedang latihan dan sangat lelah, kami akan membawa seekor ular kecil dan meletakkannya di hadapan Sensei Nakayama. Diapun akan segera mengakhiri latihannya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masa Kokangeiko dan Jiyu Kumite&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gichin Funakoshi memang tidak menyetujui jiyu kumite, namun para murid senior ketika itu sangat menyukainya. Sekali dalam setiap bulannya, universitas yang bergaya Shotokan akan mengadakan latihan bersama. Mula-mula mereka akan melakukan dasar dan setelah itu baru kumite. Kadang-kadang ujian kenaikan tingkat juga dilakukan. Kanazawa mengakui sangat menikmati masa-masa itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di masa Kokangeiko (latihan bersama) itu kadang diadakan juga latihan bersama mahasiswa dari aliran karate lain. Kanazawa mengatakan untuk mengetahui gaya karate lawan dapat dilihat dari posisi badan dan kuda-kudanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Kami dapat melihat mereka dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kamae&lt;/span&gt; (posisi tubuh) yang berbeda. Goju-ryu terutama pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nekoashi dachi&lt;/span&gt; (kuda-kuda kaki kucing), Wado-ryu kuda-kudanya lebih tinggi dan tanpa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kamae&lt;/span&gt;, sedang Shotokan kuda-kudanya lebih lebar dan menyertakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kamae&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat melakukan kumite dengan aliran karate lain, Kanazawa menyadari bahwa banyak dari mereka adalah petarung yang tangguh. Masih segar dalam ingatannya bahwa Goju-ryu adalah lawan yang hebat. Bahkan banyak dari mereka yang keahliannya di atas instruktur di Takushoku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Goju-ryu sering melakukan jiyu kumite karena itulah teknik mereka sangat baik. Mereka selalu berusaha bertarung dengan lawan pada jarak dekat. Ini karena mereka mengandalkan teknik bantingannya yang terbilang ampuh. Jika lawan masuk dalam jangkauan mereka, dengan cepat sebuah bantingan akan mereka lakukan. Inilah yang tidak dimiliki Shotokan yang ketika itu cenderung bertarung pada jarak jauh.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebanyakan petarung Shotokan saat itu banyak yang dibanting saat mendekat. Karena itulah mereka lalu mengandalkan pada teknik keras agar lawan tidak sempat menangkap mereka. Pengalaman ini juga pernah dialami Kanazawa saat bertarung dengan lawan dari Goju-ryu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Ya, karena itulah apa yang kami lakukan saat itu adalah benar-benar menyerang dengan teknik kami. Dengan begitu mereka tidak akan menangkap kami dengan bantingannya. Para senior akan berkata, “Hentikan Kanazawa!” Namun aku tahu jika berhenti petarung Goju-ryu itu akan membantingku. Itulah sebabnya hal itu menjadi sangat sulit. Setelah pertarungan selesai aku berkata pada seniorku, “Maafkan aku.” Diapun menjawab, “Jangan khawatir, saat aku bilang berhenti, maksudku adalah kau bisa terus memukulnya.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun sangat menikmati latihan bersama antar universitas, Kanazawa pernah mendapat pengalaman buruk. Saat itu Goju-ryu hanya melakukan tendangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chudan&lt;/span&gt; (tendangan lurus), namun Shotokan telah melakukan tendangan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jodan&lt;/span&gt;. Hal itu agaknya menarik perhatian mahasiswa Universitas Kansai yang bergaya Goju-ryu. Mereka lalu meminta Kanazawa mendemonstrasikan tekniknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Saat latihan selesai mereka memintaku menunjukkan teknik tendangan. Karena itu kutunjukkan tendanganku melawan salah satu senior mereka. Kira-kira sembilan atau sepuluh kali. Lalu saat tendangan terakhir, dia menahannya dan secara bersamaan memukul wajahku dengan pisau tangan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bang!!&lt;/span&gt; Aku tidak gembira karenanya. Aku hanya menunjukkan tendanganku, bukan ingin berkelahi. Namun mereka adalah senior, dan sekalipun mereka dari aliran lain kau harus menghormati mereka. Namun dalam hatiku, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;huh!&lt;/span&gt; aku benar-benar marah!” &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bersambung&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(Indoshotokan)&lt;/span&gt;.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-3419509724997982828?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/3419509724997982828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=3419509724997982828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/3419509724997982828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/3419509724997982828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2011/01/hirokazu-kanazawa-sebuah-biografi-2.html' title='Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (2)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TTeq2_Iw34I/AAAAAAAAAsE/_LG9z7hRuqc/s72-c/kanazawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-1192282442869094084</id><published>2011-01-08T06:10:00.000-08:00</published><updated>2011-01-08T06:13:35.023-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TShwqKi0foI/AAAAAAAAAr8/x6BUKipo8u8/s1600/kanazawa.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 244px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TShwqKi0foI/AAAAAAAAAr8/x6BUKipo8u8/s400/kanazawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559817609676095106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya, Hirokazu Kanazawa adalah nama yang sangat populer dalam dunia karate. Dirinya diakui sebagai sosok terdepan dibawah bendera Shotokan selama lebih dari lima puluh tahun. Tidak bermaksud melebihkan, namun Kanazawa diakui sebagai orang yang brilian secara teknik. Bahkan aktor laga Bruce Lee juga pernah belajar pada Kanazawa meskipun tidak lama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak hanya di Jepang, nama Kanazawa telah mendunia hingga organisasi yang dibentuknya mempunyai jutaan pengikut. Sebagai orang yang berhasil meraih peringkat judan (dan sepuluh karate) dalam keadaan masih hidup, perjalanan karirnya sangat jarang diungkap. Jika Anda termasuk orang yang asing dengan nama Hirokazu Kanazawa, ada baiknya membaca kisah hidupnya disini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perjumpaan dengan Yashiro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hirokazu Kanazawa dilahirkan tanggal 3 Mei 1931 di Iwate, yang merupakan prefektur terbesar kedua di Jepang setelah Hokkaido. Mulanya Kanazawa hanyalah anak muda biasa yang menghabiskan hari-harinya di SMU dengan berlatih judo. Begitu antusiasnya Kanazawa dengan judo hingga berhasil meraih peringkat nidan (dan dua).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan pertama Kanazawa dengan karate ternyata bukanlah saat di universitas. Dirinya mengenal karate dari Yashiro, yang merupakan teman baik kakaknya. Yashiro adalah mahasiswa di Okinawa jurusan perikanan, Pada musim liburan Yashiro tidak ke Okinawa dan bermain di rumah Kanazawa di Iwate. Untuk mengisi waktunya, Yashiro juga bekerja paruh waktu di kantor ayah Kanazawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diceritakan oleh Kanazawa bahwa suatu ketika Yashiro yang tengah mabuk melintas di pelabuhan. Pemuda ini kelihatannya sedang jenuh dan ingin membuang waktunya dengan berjalan-jalan. Saat itu di Iwate kebanyakan penduduknya bekerja sebagai nelayan. Tubuh mereka terlihat kuat dan buruknya mereka juga sering terlibat perkelahian. Entah siapa yang memulai, akhirnya Yashiro bertengkar dengan mereka dan berujung pada perkelahian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tampaknya ada yang memanggil polisi, karena tidak lama kemudian datanglah sebuah truk berisi sekelompok petugas untuk melerai keributan itu. Ternyata dalam rombongan itu ada pula Kodama, kepala polisi yang ditakuti para penjahat Okinawa. Laki-laki ini terkenal kuat dan memegang peringkat godan (dan lima) dalam judo. Menurut Kanazawa, godan adalah peringkat yang sangat tinggi ketika itu.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Apa-apaan ini?” Seru Kodama dengan suara keras. “Apa kalian tidak tahu kalau aku Kodama?” Seketika itu keributan berhenti dan mereka yang ada di tempat itu terdiam. Mereka sudah tahu bahwa yakuza sekalipun enggan berurusan dengan Kodama. Namun Yashiro sepertinya tidak takut. Dia berteriak, “Apa itu Kodama?” dan segera melayangkan sebuah pukulan ke hidung kepala polisi itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akibatnya tulang hidung Kodama patah akibat serangan Yashiro. Petugas yang lainpun segera meringkus pemuda mabuk itu dan menyeretnya ke atas truk. Yashiro kemudian dipenjara dan sehari kemudian dibebaskan setelah kakak Kanazawa memberi jaminan pada polisi.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selama di rumah Kanazawa, kadang-kadang Yashiro menampilkan gerakan kata. Kanazawa tidak mengetahui pasti dari perguruan mana gaya Yashiro, namun dirinya menduga Shorin-ryu. Kekuatan tangan Yashiro memang hebat. Pernah suatu ketika seisi rumah Kanazawa terkejut setelah melihat Yashiro mampu mematahkan batang bambu dengan tangan kosongnya. Kenangan itu rupanya membekas dalam benak Kanazawa dan menjadi alasan baginya untuk belajar karate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sayangnya, di wilayah Jepang utara saat itu tidak ada dojo karate. Mereka yang ingin belajar harus pergi jauh-jauh ke Tokyo. Untuk itu Kanazawa yang baru saja lulus dari SMU memilih meneruskan kuliahnya di Universitas Nihon Tokyo. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun menawarkan gaya Shotokan, di universitas itu hanya ada satu instruktur sabuk hitam sedang sisanya murid baru. Kanazawa mengakui sangat menikmati karatenya meski sebenarnya tidak begitu puas dengan hal itu. Dirinya lalu mencari universitas lain dengan klub karate yang lebih kuat. Meski harus kembali mengikuti ujian masuk universitas, Kanazawa tidak menyesalinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kanazawa lalu menjatuhkan pilihannya pada Universitas Takushoku sebagai yang terbaik dalam hal bela diri ketika itu. Apalagi sebelumnya Kanazawa sempat melihat anggota klub karate Takushoku melakukan latihan. Mereka terlihat bersemangat memukul dengan beruntun dan cepat. Kanazawa lalu berpikir, “Ah…inilah karate yang aku inginkan.” - &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bersambung&lt;/span&gt; (Indoshotokan) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-1192282442869094084?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/1192282442869094084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=1192282442869094084' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/1192282442869094084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/1192282442869094084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2011/01/hirokazu-kanazawa-sebuah-biografi-1.html' title='Hirokazu Kanazawa – Sebuah Biografi (1)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TShwqKi0foI/AAAAAAAAAr8/x6BUKipo8u8/s72-c/kanazawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-7057826734974479000</id><published>2010-11-28T19:21:00.000-08:00</published><updated>2010-11-28T19:26:22.832-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel dari Media Lain'/><title type='text'>Jiwa Karate-do – Posisi Tubuh dan Gerakan yang Pertama (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TPMdINuwSvI/AAAAAAAAArw/YyHh30um0vw/s1600/nakayama.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TPMdINuwSvI/AAAAAAAAArw/YyHh30um0vw/s400/nakayama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544807593185135346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peserta tampil sangat mengesankan dengan serangan dan bertahan yang cepat, bertenaga dan tekniknya terkontrol dengan baik. Peserta kata menampilkan gerakan yang cepat dan indah. Baik kumite dan kata berhasil membuat penonton terkesan. Tak ada satupun peserta yang cedera dalam pertarungan bebas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kompetisi yang terbilang baru itu berhasil dengan sukses. Itulah awal dari pertarungan bebas yang ditampilkan dalam turnamen karate di penjuru dunia pada hari ini. Akhirnya sebuah bentuk pertarungan yang mendekati nyata tampil ke hadapan publik.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti yang kau ketahui, aku berhasil mengatasi kebimbangan dengan membuat turnamen karate. Namun demikian aku masih saja khawatir tentang satu hal. Seiring makin populernya kompetisi karate, praktisinya menjadi terobsesi dalam kemenangan semata. Yang paling banyak dipikirkan adalah bagaimana meraih angka sebanyak-banyaknya, dan begitu cepatnya kompetisi tampaknya telah menghilangkan karakter sebenarnya dari karate. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam hal ini, kompetisi akan menurunkan kualitas karate menjadi sekedar aksi saling pukul saja. Lebih dari itu, aku tidak mampu menyatakan apakah gagasan pertarungan bebas adalah jiwa dari karate seperti yang diajarkan oleh Master Gichin Funakoshi, pendiri dari karate-do. Seperti yang kalian ketahui, jiwa dari karatenya membutuhkan sebuah standar etika yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Seni orang yang berbudi luhur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Master Funakoshi sering menyebutkan sebuah pepatah lama Okinawa, ”karate adalah seni dari orang-orang yang berbudi luhur.” Tidak perlu dikatakan lagi, bagi praktisi karate untuk tidak menyombongkan atau bahkan memamerkan teknik mereka dengan alasan apapun yang menentang jiwa karate-do. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Makna karate-do menjadi lebih dalam sebagai usaha untuk menguasai teknik bela diri. Tidak seperti olahraga pada umumnya, karate-do mempunyai jiwanya sendiri. Untuk menjadi seorang master yang sejati adalah untuk memahami jiwa karate-do sebagai sebuah jalan bela diri. Karate-do telah tumbuh semakin populer hari ini, dan jiwa karate-do sangat mudah diterima oleh pikiran kita. Disini aku ingin membahas tentang jiwa karate-do, kembali ke akarnya sebagai jalan bela diri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dikatakan bahwa karate tidak mempunyai sikap menyerang lebih dulu (sente). Hal itu menjadi sebuah peringatan bagi praktisinya untuk tidak menyerang lebih dulu. Dan secara bersamaan, sebuah larangan keras menggunakan teknik karate tanpa pertimbangan. Para master karate, terutama Master Funakoshi, benar-benar memperingatkan muridnya dengan mengulang kalimat itu berkali-kali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenyataannya, hal itu memang menunjukkan jiwa dari karate-do. Dalam karate, kekuatan dari seluruh tubuh difokuskan pada satu titik, seperti tinju atau kaki, sehingga daya perusak yang besar akan hilang seketika. Karena itulah ada peringatan: Pikirkan bahwa kedua tangan dan kakimu sebagai pedang. Dalam sebuah turnamen, tinju atau tendangan dari si penyerang diarahkan pada sasaran sekitar beberapa inci dari badan lawan agar tidak mencederainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diluar pertimbangan tentang daya perusak karate, ada nasihat: Tidak ada serangan lebih dulu dalam karate. Semangat itu terwujud dalam kata, bentuk kembangan yang menjadi inti latihan karate-do. Karate mempunyai dua macam latihan: kata dan kumite. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kata adalah bentuk yang mengkombinasikan serangan dan bertahan seolah menghadapi 4 atau 8 lawan dari arah kanan, kiri, depan dan belakang. Sejauh yang kutahu, ada 40 atau 50 macam kata. Masing-masing dimulai dengan sikap bertahan (uke). Kau boleh saja mengatakan karena karate dilahirkan sebagai sebuah seni bela diri, wajar saja tidak mempunyai sikap menyerang lebih dulu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal itu memang benar, namun jika kau langsung menyimpulkan dari kalimat, “karate tidak mempunyai sikap menyerang lebih dulu,” dengan kau dapat menahan serangan semaumu, kau belum memahami jiwa karate-do sepenuhnya. Makna sesungguhnya dari kalimat itu adalah lebih dalam.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penjelasan lain dari menghindari sikap menyerang lebih dulu adalah praktisi karate tidak seharusnya menciptakan suasana yang dapat menimbulkan perselisihan. Mereka juga tidak sepantasnya mendatangi tempat-tempat dimana masalah sering terjadi. Untuk menjalani larangan itu, maka praktisi karate harus menanamkan sikap yang ramah dan berjiwa besar pada sesama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Itulah semangat yang terkandung dalam kalimat, “karate tidak mengenal sikap menyerang lebih dulu”. Dan semangat itu menjadi jiwa karate-do. Seorang master berkata, ”karate adalah sebuah usaha untuk menghindari masalah. Kita tidak akan disakiti orang lain, dan kitapun tidak perlu menyakiti orang lain.” Sementara master yang lain mengatakan, “kedamaian mencegah perselisihan, kekerasan dan kebencian. Karena jika tidak, kau tidak dipercaya dan akan musnah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di bagian paling dasar dari jiwa karate-do tersembunyi keinginan memberikan kedamaian bagi orang banyak. Kedamaian itu berdasarkan pada sopan santun. Dikatakan bahwa budaya seni bela diri Jepang dimulai dan diakhiri dengan memberi hormat. Suatu hal yang sama dengan karate-do. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Master Funakoshi telah mengumpulkan kata dari pendahulunya dan merangkumnya dalam 15 kata untuk berlatih. Salah satunya bernama Kanku, menggambarkan keinginan untuk mencapai kedamaian sebagai jiwa dari karate-do. Tidak seperti kata yang lain, Kanku dimulai sebuah gerakan yang tidak berhubungan dengan teknik menyerang atau bertahan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tangan diposisikan bersamaan, telapak mengarah keluar dan praktisinya melihat ke langit melalui celah segi tiga yang dibentuk ibu jari dan jari tangan lainnya. Sikap ini menggambarkan penyatuan diri dengan alam, ketenangan dan keinginan untuk mencapai kedamaian. Praktisi karate selayaknya selalu rendah hati, bersikap ramah dan keinginan mencapai kedamaian. Karate benar-benar sebuah seni dari orang-orang yang berbudi luhur.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel ini diterjemahkan dari tulisan Masatoshi Nakayama yang berjudul “The Soul of Karate-do - Initial Move and Posture.” yang dimuat dalam majalah Dragon Times. Editing dan alih bahasa pertama kali oleh Bachtiar Effendi (Indoshotokan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-7057826734974479000?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/7057826734974479000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=7057826734974479000' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7057826734974479000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7057826734974479000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/11/jiwa-karate-do-posisi-tubuh-dan-gerakan_28.html' title='Jiwa Karate-do – Posisi Tubuh dan Gerakan yang Pertama (2)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TPMdINuwSvI/AAAAAAAAArw/YyHh30um0vw/s72-c/nakayama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-8274845724160077603</id><published>2010-11-01T20:13:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:54:47.785-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel dari Media Lain'/><title type='text'>Jiwa Karate-do – Posisi Tubuh dan Gerakan yang Pertama (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TM-CSDFKrZI/AAAAAAAAArc/7pXmWvp06Bs/s1600/nakayama.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 176px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TM-CSDFKrZI/AAAAAAAAArc/7pXmWvp06Bs/s200/nakayama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534785713637862802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di masa-masa awal karate-do, sekitar tahun 1935 seluruh mahasiswa klub karate di Jepang mengadakan pertandingan antar universitas. Mereka disebut dengan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kokangeiko&lt;/span&gt;,” yaitu pertukaran dalam metode latihan. Para pesertanya dengan bebas diperbolehkan menyerang satu sama lain dengan semua teknik karate yang mereka kuasai. Tujuan mereka sebenarnya adalah demi menggalang persahabatan antar klub. Pertandingan saat itu menampilkan kata, beragam teknik bela diri, atau latihan menyerang dan bertahan. Pertandingan ini kemudian menjadi sebuah kegiatan yang selalu diadakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Satu orang menyerang hanya sekali, lalu lawannya menangkis juga hanya sekali. Mereka melanjutnya dalam posisi yang benar-benar terkontrol secara bergantian. Namun darah muda para mahasiswa agaknya terlalu sulit dijinakkan hingga tidak mau puas dengan pertandingan semacam itu. Mereka tidak mampu menahan godaan untuk tidak menggunakan secara penuh teknik yang telah mereka pelajari, dan begitu pula kekuatan yang telah mereka dapat dari latihan setiap harinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat itu sekitar lima atau enam peserta dari masing-masing universitas berlaga dalam pertandingan yang bergaya bebas ini. Dengan sebuah aba-aba yang keras sebagai tanda, para peserta yang berpasangan mulai bertanding. Jika pertarungan jarak dekat mulai terlihat, maka tugas wasit untuk melerai dan memisahkan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenyataannya adalah wasit saat itu belum berpengalaman hingga tidak mampu menunjukkan tanggung jawabnya. Semua pertandingan itu akan berakhir hanya dalam waktu 30 detik saja. Beberapa peserta menderita patah gigi dan hidungnya patah. Yang lain bahkan cedera telinga yang nyaris robek. Atau ada juga yang pingsan akibat tendangan ke arah perut. Cedera yang terjadi disana-sini benar-benar menjadi sebuah pemandangan berdarah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karate di masa-masa awalnya tidak mempunyai peraturan pertandingan yang jelas, sekalipun ada beberapa kesepakatan untuk tidak menyerang organ vital. Meskipun terluka, tradisi menggelar “pertandingan” semacam itu tetap saja populer selama beberapa waktu. Saat itu aku adalah mahasiswa yang masih menjadi anggota klub karate. Jika tradisi itu dilanjutkan, aku takut, karate akan menurun kualitasnya dan berubah menjadi sebuah teknik berbahaya yang mirip dengan orang bar-bar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TM-EAJ0o9xI/AAAAAAAAArk/UuuVhfF_kTE/s1600/nishiyama.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 353px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TM-EAJ0o9xI/AAAAAAAAArk/UuuVhfF_kTE/s400/nishiyama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534787605233202962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hidetaka Nishiyama (kiri) dalam sebuah latihan kumite di Universitas Takushoku sekitar tahun 1950-an. Foto berasal dari Shotokanmag.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apalagi umumnya semua bela diri memang bertujuan untuk mengalahkan lawan. Jika seseorang ingin mengasah tekniknya, maka dia harus bertarung dengan bebas dalam sebuah pertarungan. Jika benar demikian, kupikir karate terlalu kuat dan berbahaya jika digunakan dalam sebuah kompetisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karate dikembangkan di Okinawa, tempat dimana penduduknya dilarang keras menggunakan senjata. Praktisi karate disana lalu melatih dirinya sendiri dengan memfokuskan pada kata. Mereka tidak mengadakan pertandingan apapun. Sekalipun kita dapat menguasai teknik dengan berlatih tanpa adanya lawan, tetap saja tidak dapat meningkatkan kondisi fisik dan mental sebagai persiapan untuk menghadapi pertarungan sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara khusus, kita perlu belajar bagaimana mengatasi ketakutan atau sejauh mana kita mampu menghadapi seorang lawan. Tanpa berlatih menghadapi seorang lawan, kita tidak akan memiliki kesempatan mengeluarkan kemampuan terbaik kita. Sebelumnya aku sempat merasa kebingungan. Pertarungan tentu saja berbahaya, namun hal itu juga diperlukan. Hanya dengan itulah kita dapat mengasah teknik yang penting dalam bela diri yang kita punya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski setelah lulus dari universitas aku masih saja berharap dapat melihat berkembangnya kompetisi yang sebenarnya, yang dapat merubah karate sebagai seni bela diri moderen. Saat itu aku mengorganisir sebuah pertandingan dengan pesertanya yang mengenakan pelindung. Namun tanpa pakaian khusus agaknya  menjadi sebuah halangan, dan akibatnya menimbulkan cedera yang tidak diharapkan. Peristiwa itu terjadi sesaat sebelum mulainya Perang Dunia II.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah perang, Jepang meninggalkan gaya militer lama (baca: sebagai negara penjajah) dan mulai sebagai sebuah negara yang cinta damai. Meski demikian, klub-klub karate di universitas masih saja mempertahankan kompetisi liar mereka, dan jumlah yang cederapun terus meningkat. Dalam suasana baru yang damai, kekerasan dalam segala bentuk menjadi hal yang dibenci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika karate tetap saja seperti itu, kupikir karate hanya akan dianggap sebagai bentuk kekerasan dan akhirnya akan dilupakan begitu saja. Baik judo dan kendo telah berkembang sebagai sebuah olah raga. Gemerlapnya kompetisi untuk atlit renang dan baseball telah menjadi pencerahan setelah suramnya masa perang. Praktisi karate yang berasal dari golongan muda mulai berharap bahwa karate akan menjadi sebuah olah raga, yang juga mempunyai peraturan layaknya kompetisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kupikir saat itu adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan karate sebagai olah raga. Aku telah mempelajari banyak peraturan olah raga dan mengamati berbagai kompetisi.  Akhirnya, aku mengembangkan gaya berikut peraturan yang memungkinkan para peserta menggunakan teknik karate dengan penuh namun tanpa mencederai satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun demikian, jika terlalu menekankan hanya pada pertarungan, kita akan kehilangan teknik. Untuk mencegah hal  itu aku juga membuat sebuah kompetisi kata. Pertandingan yang kurancang terdiri dari pertarungan bebas dan kata. Diadakan pertama kali di Tokyo pada bulan Oktober tahun 1957, pertandingan itu disebut All Japan Grand Karate Tournament yang diawasi oleh Japan Karate Association. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(bersambung)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel ini diterjemahkan dari tulisan Masatoshi Nakayama yang berjudul “The Soul of Karate-do - Initial Move and Posture.” yang dimuat dalam majalah Dragon Times. Editing dan alih bahasa pertama kali oleh Bachtiar Effendi (Indoshotokan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-8274845724160077603?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/8274845724160077603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=8274845724160077603' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8274845724160077603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8274845724160077603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/11/jiwa-karate-do-posisi-tubuh-dan-gerakan.html' title='Jiwa Karate-do – Posisi Tubuh dan Gerakan yang Pertama (1)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TM-CSDFKrZI/AAAAAAAAArc/7pXmWvp06Bs/s72-c/nakayama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-5658098463745632569</id><published>2010-09-24T20:02:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:29:54.010-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Film'/><title type='text'>The King of Fighters Movie 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TJ1mf2Z7b1I/AAAAAAAAAq8/f3T7XpxWJP4/s1600/king-of-fighters-title.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TJ1mf2Z7b1I/AAAAAAAAAq8/f3T7XpxWJP4/s200/king-of-fighters-title.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520681415592341330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gamer mana yang tidak kenal seri King of Fighters (KOF)? Ya, franchise dari SNK ini beberapa tahun silam sempat merajai dunia game fighting arcade dan konsol. KOF adalah all star-nya petarung SNK dalam satu judul game.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Game ini pertama kali muncul tahun 1994 dan sejak itu setiap tahunnya seri KOF tidak pernah absen. KOF dianggap melebihi game fighting 2D buatan Capcom baik dari segi cerita, gameplay dan grafis. Sayangnya SNK keburu bangkrut hingga seri KOF buatan developer game pengganti mereka (SNK Playmore) sekarang ini terasa kurang menggigit.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah beberapa saat lalu disuguhi aksi Jon Foo dalam Tekken, kini bersiaplah karena KOF akan hadir di layar lebar. Film ini disutradari oleh Gordon Chan yang sebelumnya sukses menggarap film Fist of Legend yang dibintangi Jet Li, dan The Medallion yang dibintangi Jackie Chan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kisah KOF berpusat pada seorang pemuda Jepang bernama Kyo Kusanagi (diperankan Sean Farris). Saat masih anak-anak, Kyo nyaris dibunuh ayahnya sendiri akibat terpengaruh kekuatan Orochi. Ayahnya sendiri kemudian menjadi koma akibat kekuatan jahat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa waktu kemudian seorang pendekar tangguh bernama Rugal Bernstein tengah mengacau dunia. Rugal terobsesi ingin mendapat kekuatan yang tidak terbatas dengan cara mengumpulkan ketiga pecahan artifak misterius. Untuk memuluskan aksinya, Rugal membunuh satu persatu pendekar KOF terkuat yang dianggapnya penghalang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kyo dengan masa lalunya yang pahit lalu bertekad menyelamatkan dunianya dengan mencegah aksi gila Rugal. Dalam aksinya Kyo tidak sendiri karena dibantu Iori Yagami (Will Yun Lee), Mai Shiranui (Maggie Q) dan Terry Bogard (David Leitch) yang menjadi agen CIA. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dilihat dari plot ceritanya, film ini menggabungkan beberapa chapter yang yang ada dalam serial KOF. Mulai dari perseteruan antara klan Yagami dan Kusanagi, hingga chapter Orochi. Agar tidak terkesan mengikuti alur dalam gamenya, sang sutradara memberikan skenario sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adakah nilai minus dari film ini? Banyak sekali. Walaupun dibuat sutradara sekelas Gordon Chan dan didukung aktor &amp;amp; aktris kenamaan, hasilnya bukan lantas memuaskan. Mulai dari Kyo Kusanagi yang jelas-jelas orang Jepang, di film ini malah diperankan orang bule yang bicara Bahasa Jepang sepatah katapun tidak bisa. Barangkali ibunya Kyo orang Amerika ya? Mai Shiranui yang selalu tampil seksi dan genit, di film ini justru selalu kelihatan serius (dan tua). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang lebih parah tentu saja Terry Bogard yang dalam jagad KOF lebih disegani dan sudah menjadi legenda ketimbang Kyo. Disini Terry harus rela kehilangan rambut panjangnya. Meski dengan rompi merah kebanggaannya, Terry justru terlihat mirip petugas jaga di pantai atau pelabuhan. Lebih parah lagi, Terry tidak akan mengeluarkan jurus andalannya seperti “Power Wave” atau “Burning Knuckle”. Terry yang aslinya sangat tangguh lebih banyak berkelahi dengan jurus standar dan malahan banyak digebuki lawannya. Sungguh mengecewakan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TJ1m4aYZw3I/AAAAAAAAArE/ZFmwhGnCbtE/s1600/king-of-fighters-review-4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TJ1m4aYZw3I/AAAAAAAAArE/ZFmwhGnCbtE/s400/king-of-fighters-review-4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520681837566477170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aksi baku hantam film ini terkesan biasa saja, alias tidak ada yang tidak istimewa. Meskipun dibalut efek khusus, tetap saja tidak mampu mengalahkan film laga buatan Jepang atau Hongkong. Tampaknya sang sutradara mesti belajar lagi pada ahlinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cukup sampai disitu? Tidak juga. Banyak kritikus film yang menganggap alur cerita film ini payah dan sangat standar. Disain kostum yang dikenakan tokohnya juga tidak begitu menarik untuk game sekelas KOF yang karakternya bermacam-macam. Akibatnya banyak yang menganggap film berdana 12 juta dolar ini sia-sia saja. Beberapa situs di internet bahkan menganggap KOF menjadi bencana terbesar dalam dunia film tahun ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun hal itu tidak mengherankan, karena bukan kali ini saja Hollywood membuat film payah berdasarkan franchise terkenal dari Jepang. Dalam daftar film laga, KOF tidak begitu kami rekomendasikan untuk Anda tonton. Film ini telah diluncurkan tanggal 26 Agustus lalu di Kanada dan Hongkong. Untuk versi DVD dan Blueray juga telah diluncurkan tanggal 7 September 2010. Bagi Anda yang ingin tahu bagaimana isi filmnya dapat mendownload &lt;a href="http://uploading.com/files/39f64272/King%2Bof%2BFighters%2Bthe%2BMovie_Trailer.mpeg/"&gt;trailernya disini&lt;/a&gt; (Indoshotokan) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-5658098463745632569?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/5658098463745632569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=5658098463745632569' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/5658098463745632569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/5658098463745632569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/09/king-of-fighters-movie-2010.html' title='The King of Fighters Movie 2010'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TJ1mf2Z7b1I/AAAAAAAAAq8/f3T7XpxWJP4/s72-c/king-of-fighters-title.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-2595177693853170565</id><published>2010-09-04T18:43:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T18:50:47.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><title type='text'>Hemat Tidur ala Jepang……Jangan Ditiru!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TIL3MMrJUFI/AAAAAAAAAqE/6jI7rQL1Os0/s1600/sleeping-japanese-06.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TIL3MMrJUFI/AAAAAAAAAqE/6jI7rQL1Os0/s200/sleeping-japanese-06.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513240682787590226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anda seorang pekerja keras? Atau saat ini sedang stress berat karena dikejar-kejar deadline pekerjaan kantor? Lelah melihat atasan cerewet yang hobinya memarahi Anda? Waktu istirahat yang sedikit tidak sebanding dengan jam kerja? Jika demikian, ada baiknya Anda membaca yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semua orang pasti butuh tidur. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, tubuh dan pikiran akan siap dengan tantangan esok hari. Sebaliknya, kurang tidur mengakibatkan Anda lemas dan tidak bersemangat.  Dalam jangka panjang, kualitas tidur yang buruk akan meningkatkan stress dan  berujung pada resiko penyakit jantung, darah tinggi dan diabetes.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jam tidur orang Indonesia sebenarnya termasuk cukup. Kurang dari 5% penduduk Indonesia yang tidurnya 9 jam sehari dan yang tidur 8 jam sehari jumlahnya dibawah 25%. Persentase terbesar penduduk Indonesia ternyata menggunakan waktunya untuk tidur 7 jam sehari. Artinya, orang Indonesia mestinya lebih produktif dalam bekerja. Namun melihat produktifitas negara kita yang rendah, waktu orang Indonesia sebenarnya lebih banyak digunakan untuk apa ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk urusan kerja keras agaknya kita boleh mencontoh negara tetangga kita yaitu Jepang. Namun untuk urusan tidur, sepertinya kita benar-benar tidak bisa meniru negeri Sakura itu. Bayangkan, dalam sehari orang Jepang hanya menghabiskan waktunya 4 jam untuk tidur. Alasannya tentu saja karena mereka terbebani jam kerja yang sangat padat. Kebanyakan orang Jepang bahkan menganggap hidup hanya sekali, karena itu mereka tidak mau menghabiskan waktunya di tempat tidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lalu apakah orang Jepang tidak punya waktu luang? Tentu saja ada. Dalam sehari, orang Jepang rata-rata mempunyai waktu luang sekitar 1-2 jam saja. Waktu yang singkat itu biasanya mereka gunakan untuk tidur, membaca koran atau mendengarkan radio. Hal inilah yang kemudian salah dipahami orang awam yang menganggap orang Jepang bekerja non stop alias 24 jam sehari. Yang benar adalah budaya Jepang telah berubah yaitu bekerja siang malam dan tidur hanya di waktu luang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika sempat ke Jepang, cobalah naik kereta. Anda akan melihat penumpang didalamnya lebih banyak diam. Jika mereka mengobrol, itupun dengan suara yang pelan. Hebatnya, meski Jepang terbilang maju urusan teknologi, saat di kereta Anda tidak akan mendengar suara dering HP. Mengapa bisa begitu? Orang Jepang sadar bahwa jam kerja mereka sangat padat, karena itulah mereka sedapat mungkin tidur dimanapun jika sempat. Sementara penumpang yang tidak tidur berusaha lebih toleransi dengan tidak mengganggu penumpang lainnya yang tidur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TIL3V81zYKI/AAAAAAAAAqM/j-oFoJ5N-sI/s1600/sleepjapan08.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TIL3V81zYKI/AAAAAAAAAqM/j-oFoJ5N-sI/s400/sleepjapan08.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513240850336014498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber foto: http://www.dannychoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Baru-baru ini pemerintah Jepang menghimbau warganya agar tidur lebih cepat. Tindakan itu diambil ternyata bukan demi menurunkan tingkat stress dan bunuh diri yang tinggi. Menurut riset Kementerian Lingkungan Jepang, 20% energi perangkat listrik di Jepang dikonsumsi beberapa jam sebelum tidur. Dengan demikian memicu lonjakan emisi karbon yang berdampak pada pemanasan global. Karena itulah dengan tidur lebih awal, pemerintah Jepang berharap masalah lingkungan ini akan teratasi…Dasar orang Jepang….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimanapun bentuk budayanya, tidak dapat dibantah bahwa tidur sangat penting. Riset ilmu kesehatan menjelaskan setidaknya 6 jam sehari diperlukan manusia untuk tidur. Manusia bisa diibaratkan dengan mesin yang meskipun mampu bekerja 24 jam, tetap saja butuh istirahat yang cukup. (Indoshotokan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-2595177693853170565?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/2595177693853170565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=2595177693853170565' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2595177693853170565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2595177693853170565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/09/hemat-tidur-ala-jepangjangan-ditiru.html' title='Hemat Tidur ala Jepang……Jangan Ditiru!'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TIL3MMrJUFI/AAAAAAAAAqE/6jI7rQL1Os0/s72-c/sleeping-japanese-06.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-732209062923511766</id><published>2010-07-06T19:10:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:33:00.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Translasi Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi Karate'/><title type='text'>Prinsip Psikologis Karate</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TDPo5m30LQI/AAAAAAAAApM/8NVAXuJnAG4/s1600/K006.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 140px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TDPo5m30LQI/AAAAAAAAApM/8NVAXuJnAG4/s200/K006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490988447079607554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejak karate melibatkan kontak langsung antara dua orang atau lebih, faktor psikologis memainkan sebuah peranan penting. Dalam banyak hal, mereka dengan kekuatan psikologis yang lebih baik mampu menang sekalipun kalah secara fisik. Meskipun kondisi kejiwaan ini datang secara alamiah, namun kemudian menjadi hal penting dalam latihan karate. Contohnya akan dijelaskan dibawah ini, yang  mana merupakan konsep lama dari masa lalu namun menawarkan pendekatan yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mizu no Kokoro (pikiran layaknya air)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Istilah ini, bersama dengan istilah yang berikutnya, sebelumnya digunakan oleh para master karate sebagai penekanan dalam metode mengajar. Keduanya mengarah pada sikap mental yang dibutuhkan saat menghadapi lawan yang sebenarnya. Mizu no Kokoro berhubungan dengan pentingnya berpikir tenang, seperti permukaan air yang tenang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk memahami ungkapan ini lebih jauh, pikirkan bahwa air yang tenang mampu memantulkan semua bayangan benda dalam jangkauannya secara utuh. Dan jika pikiran selalu dalam kondisi seperti ini, maka pemahaman pada kemampuan lawan (baik fisik dan psikologisnya) akan terjadi dengan akurat dan segera. Dan begitu pula dengan respon bertahan dan menyerang akan terarah dan akurat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebaliknya, jika permukaan air itu terganggu maka bayangan benda juga akan kabur. Secara analogi, jika pikiran dipenuhi dengan keinginan untuk menyerang dan bertahan, maka tidak mampu membaca keinginan lawan. Akhirnya justru menciptakan sebuah peluang bagi lawan untuk menyerang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tsuki no Kokoro (pikiran layaknya bulan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Konsep ini berarti pentingnya kesadaran total kepada lawan berikut gerakannya, mirip cahaya bulan yang menerangi semua benda dalam jangkauannya. Dengan mengembangkan kemampuan ini sepenuhnya, kesadaran kita akan selalu waspada saat pertahanan lawan terbuka.     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awan yang menutupi cahaya bulan serupa dengan rasa gugup atau gangguan untuk memahami gerakan lawan yang benar. Dan hal itu berarti mustahil menemukan sebuah celah untuk melancarkan teknik yang sesuai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pikiran dan Keinginan yang Menyatu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam menggunakan analogi moderen, jika pikiran dibandingkan dengan speaker telepon, maka keinginan sama dengan arus listrik. Tidak masalah sesensitif apapun speakernya, jika tidak ada arus listrik, maka komunikasi tidak mungkin terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sama saja, sekalipun kau memahami gerakan lawan dengan benar, dan sadar akan sebuah serangan, namun tidak ada keinginan untuk bertindak maka tidak akan ada teknik efektif yang muncul. Pikiran dapat menangkap munculnya serangan, namun keinginan harus diaktifkan untuk melancarkan teknik yang dibutuhkan (Fokushotokan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Artikel ini dikutip dan diterjemahkan dari buku “Karate – The Art of Empty Hand Fighting” yang ditulis oleh Hidetaka Nishiyama dengan judul aslinya “Psychological Principles”. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-732209062923511766?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/732209062923511766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=732209062923511766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/732209062923511766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/732209062923511766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/07/prinsip-psikologis-karate.html' title='Prinsip Psikologis Karate'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TDPo5m30LQI/AAAAAAAAApM/8NVAXuJnAG4/s72-c/K006.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-305334396126800767</id><published>2010-06-16T19:39:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:30:28.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Film'/><title type='text'>Bushido Sixteen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TBmLP2mnVQI/AAAAAAAAAoU/bwPFPHzQ2qA/s1600/250px-Bushido_Sixteen-p2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TBmLP2mnVQI/AAAAAAAAAoU/bwPFPHzQ2qA/s320/250px-Bushido_Sixteen-p2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483567125772064002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah puas dengan aksi Rina Takeda dalam &lt;a href="http://indoshotokan.blogspot.com/2009/12/si-manis-yang-berbahaya.html"&gt;High Kick Girl&lt;/a&gt;? Persiapkan diri Anda, karena film bergenre bela diri tradisional Jepang lainnya akan kembali meramaikan layar kaca Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isoyama Kaori adalah gadis remaja yang sangat berbakat dalam kendo. Sejak umur tiga tahun Kaori sudah dilatih keras oleh ayahnya. Ayahnya yang disiplin hanya menunjukkan simpati pada pemenang, karena itulah Kaori terus berlatih dan berlatih. Hasilnya tidak sia-sia, saat baru masuk bangku SMP Kaori sudah berhasil menjadi juara 2 kompetisi kendo. Sifat sang ayah yang anti dengan kata kalahpun juga menurun padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai rival dari Kaori adalah Sanae Koumoto. Berbeda dengan Kaori yang selalu ingin menang, Sanae justru sebaliknya. Gadis yang  tertarik dengan keindahan seni kendo ini adalah sosok yang tenang. Sanae juga seorang remaja yang santai, apa adanya dan tidak begitu ambisius akan kemenangan. Namun dibalik itu, Sanae ternyata berasal dari keluarga yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;broken home&lt;/span&gt; akibat perceraian orang tuanya. Yang luar biasa, Sanae tidak pernah membenci ayahnya yang dianggapnya hanya pemimpi dan tidak mampu mempertahankan keutuhan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara tidak sengaja, mereka bertemu dalam sebuah turnamen kendo. Kaori yang selalu berpikir akan kemenangan secara mengejutkan harus kalah di babak pertama dari Sanae. Kekalahan itu agaknya membekas dalam hati Kaori hingga dirinya menyimpan dendam pada lawan yang saat itu belum dikenalnya. Sejak saat itulah Kaori terus berusaha mencari lawannya itu, dan berharap dapat membayar kekalahannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara kebetulan Kaori dan Sanae ternyata masuk ke SMU yang sama. Saat itulah Kaori mengetahui bahwa Sanaelah yang telah mengalahkannya. Begitu terobsesinya Kaori untuk mengalahkan Sanae, hingga di sela waktu luang di sekolah dirinya melakukan hal yang aneh seperti angkat beban dan duduk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;seiza&lt;/span&gt; (tradisional ala kendo) saat istirahat makan siang. Sebaliknya, Sanae yang ramah justru tidak memusingkan apapun dan hanya ingin bersahabat dengan Kaori.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disinilah Kaori yang kaku dan disiplin bertemu dengan Sanae yang santai dan menikmati kendo. Dua pribadi yang berbeda kembali bersaing. Siapakah yang akan menang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TBrMmjCoRuI/AAAAAAAAAo0/TjMv0Q2ImAk/s1600/bushido-sixteen-still02.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TBrMmjCoRuI/AAAAAAAAAo0/TjMv0Q2ImAk/s320/bushido-sixteen-still02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483920458890364642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bushido Sixteen adalah sebuah film bergenre &lt;span style="font-style: italic;"&gt;seishun eiga&lt;/span&gt; (drama remaja) besutan sutradara Tomoyuki Furumaya (Robocon, Homeless Chugakusei). Film ini berdasarkan novel berjudul sama karya Tetsuya Honda yang dirilis di Jepang tahun 2009. Sejauh ini novelnya telah mempunyai dua sekuel yaitu Bushido Seventeen dan Bushido Eighteen (2010).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Film berdurasi 108 menit ini menjadi film setelah High Kick Girl yang mengambil background bela diri dengan tokoh utamanya gadis remaja. Seperti halnya film remaja, film ini dipenuhi dengan persaingan, cinta, persahabatan dan komedi. Cocok bagi mereka yang ingin menyaksikan film yang mudah dicerna namun ada pesan moralnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bushido Sixteen banyak dihiasi pemain baru dalam dunia perfilman Jepang. Sebagai Isoyama Kaori diperankan oleh Riko Narumi yang selain aktris juga berprofesi sebagai model fashion. Di luar itu, gadis kelahiran 18 Agustus 1992 di Kanagawa ini ternyata juga mahir bermain gitar dan piano. Sebagai Sanae Koumoto yang tenang diperankan oleh Kie Kitano. Gadis kelahiran 15 Maret 1991 ini sebelumnya juga telah membintangi beberapa film remaja. Agar dapat berakting dengan baik, Narumi dan Kitano sebelumnya harus menjalani training dasar kendo berikut peraturan pertandingannya selama 2 bulan. Dan hasilnya? Anda dapat menilai sendiri setelah melihat film ini tentunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bushido Sixteen telah dirilis di Jepang tanggal 24 April 2010 kemarin. Sedangkan untuk di luar Jepang versi DVD-nya akan diluncurkan sesudahnya. Film-film Jepang umumnya akan masuk ke Indonesia sekitar 3 bulan sejak tanggal perilisannya. Namun bagi Anda yang sudah penasaran dengan cerita film ini dapat mendownload  &lt;a href="http://uploading.com/files/4dfmef4c/Full%2Btrailer-Bushido%2BSixteen.mpeg/"&gt;offisial trailernya disini&lt;/a&gt; (Fokushotokan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-305334396126800767?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/305334396126800767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=305334396126800767' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/305334396126800767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/305334396126800767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/06/bushido-sixteen.html' title='Bushido Sixteen'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TBmLP2mnVQI/AAAAAAAAAoU/bwPFPHzQ2qA/s72-c/250px-Bushido_Sixteen-p2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-1069824512720959148</id><published>2010-05-27T00:24:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T00:28:14.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi Karate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel dari Media Lain'/><title type='text'>"Jangan Berpikir Harus Menang. Pikirkan Bahwa Kau Tidak Harus Kalah”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TBCTteQN3qI/AAAAAAAAAn0/mSscvnE3950/s1600/okazaki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TBCTteQN3qI/AAAAAAAAAn0/mSscvnE3950/s320/okazaki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481043155934371490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam karate-do ada sebuah nasihat, “kerjakan apa yang benar.” Hingga akhirnya kau akan menjadi pemenang yang sebenarnya….dalam karate dan hidup. Jangan mengukur keberhasilan dengan sesuatu yang ada diluar dirimu sendiri. Kembangkan dalam dirimu, maka sisanya akan mengikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ingin menang adalah sifat alami manusia. Namun jika kau menginginkannya berlebihan, maka kau akan menjadi tidak seimbang. Saat hilang keseimbangan, kau juga akan kehilangan kemampuan untuk memahami. Kau tidak akan mampu menilai dengan benar. Kau bahkan tidak mampu bergerak dengan benar. Saat berkompetisi tubuhmu tidak akan bergerak dengan semestinya. Dengan keseimbangan kau dapat bergerak ke semua arah kapanpun. Baik fisik maupun emosional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kau butuh keseimbangan untuk semua hal dalam hidup ini. Jika kau melihat sebuah masalah hanya dari satu sisi, maka kau tidak akan bisa melihat sebuah kebenaran. Hanya ingin mempunyai kumite yang bagus atau kata yang indah bukanlah karate-do yang baik. Dalam kedua hal ini hanya ada masalah teknik. Seni bela diri yang sebenarnya mencakup ilmu pengetahuan, semangat, emosi dan kecerdasan. Tiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Dengan berlatih karate kau belajar banyak hal tentang dirimu sendiri. Hal yang membuatmu kuat dan hal yang membuatmu lemah. Kau juga akan belajar melihat kekuatan dan kelemahan orang lain. Kau akan belajar sebuah cara baru untuk memandang ke seluruh dunia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada akhirnya kau juga akan belajar bagaimana mengendalikan penampilan dan tindakanmu. Kau akan mendapat pengalaman yang memberimu keahlian dan kemampuan untuk menilai. Ini semua akan dimulai saat kau tinggalkan pikiran tentang menang atau kalah. Dojo adalah tempat berlatih untuk hidup. Turnamen adalah tempat berlatih untuk menang. Dan diantara keduanya ada sebuah pertentangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terlalu banyak menekankan pada kompetisi membuatmu mulai berpikir tentang menang dan kalah. Kemudian kau mulai membandingkan dirimu dengan yang lain. Sangat sering kita melihat seorang kompetitor membuat dirinya kalah akibat berpikir tentang kekuatan dan kelemahan lawannya. Jika kau pikir dirimu lebih kuat, maka kau sudah kalah sejak awal. Hal ini tentu saja bukanlah cara yang baik. Dan jika kau pikir dirimu lebih lemah, maka kau sudah benar-benar kalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semua upaya haruslah dikerjakan dengan 100%, sehingga kau dapat menyelesaikannya dengan kemampuan terbaikmu. Pada saatnya mereka dengan keseimbangan yang terbaiklah yang akan menang. Itulah sebab mengapa kompetisi menjadi hal penting sebagai latihan. Untuk menguji keseimbanganmu, bukan hanya sekedar kemampuan fisikmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat berlatih jangan pernah berpikir tentang menjadi seorang juara atau mendapatkan sabuk hitam. Teruslah berupaya disertai dengan 100% pikiran yang jernih. Itulah kunci dari seni bela diri, terus berpikir yang sewajarnya yang terus berlanjut hingga sisa hidupmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seni bela diri bukan sekedar mencoba menjadi kuat demi menang kompetisi atau mengalahkan orang lain. Hal itu justru bukanlah bela diri. Seni bela diri adalah berlatih setiap hari untuk memperbaiki dirimu sendiri. Dan jika kau kerjakan dengan benar, jagalah keseimbanganmu, tubuhmu akan mulai bergerak dengan bebas dan sesuai. Akhirnya kau akan mampu menang secara alami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat kau bebaskan dirimu dari maksud tertentu, kau akan mampu melihat semua keinginan lawanmu. Kau tidak perlu merencanakannya karena gerakanmu akan spontan. Kau bergerak dengan terbuka dan bebas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Master Funakoshi menentang kompetisi. Dia khawatir hal itu akan menghancurkan esensi sebenarnya dari karate. Karena itulah Master Nakayama meyakinkannya bahwa ada nilai-nilai dalam karate yang harus ditunjukkan pada masyarakat luas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S_4iR17HDSI/AAAAAAAAAns/-vkw4RiFvUc/s1600/bill%2520berg%25206.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 131px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S_4iR17HDSI/AAAAAAAAAns/-vkw4RiFvUc/s200/bill%2520berg%25206.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475851886857227554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awalnya kamilah yang menjadi kelinci percobaan. Mencoba ide-ide yang berbeda dalam mengatur bagaimana caranya berkompetisi. Arena turnamen kami yang pertama berbentuk lingkaran yang besar, sedang tekniknya diambil langsung dari jiyu ippon kumite. Di kemudian hari kami mengusulkan arena berbentuk persegi yang bahannya kami ambil dari alas tangga pesawat terbang. Demonstrasi itu dilakukan di markas angkatan udara Amerika setelah Perang Dunia II. Hal itu rasanya unik karena menggunakan karate yang sebenarnya senjata untuk perang, namun kali ini sebagai senjata untuk mewujudkan perdamaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah melakukan uji coba selama beberapa tahun, kami membuat peraturan yang resmi dan Master Funakoshi menerimanya sebagai percobaan. Sejak awal kami sadar betapa pentingnya peraturan dan wasit. Namun tidak ada seorangpun yang berlatih untuk kompetisi. Awalnya kontestan terbaik adalah Tuan Mikami dan Tuan Kanazawa, yang juga calon instruktur. Mereka hanya berlatih pada kihon, kata dan aplikasinya. Namun saat itu tidak ada latihan kumite. Bahkan sampai sekarang sebagian besar teknik berasal dari kata. Kata menjadi inti atau “kitab suci” dan sejarah dari karate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mulanya semua gerakan dalam kumite berbentuk garis lurus seperti kendo. Hanya saja tekniknya dilancarkan dengan tenaga penuh. Sekarang gerakan dalam kompetisi sangat bebas, namun teknik hanya dibatasi pada gyaku-zuki dan mae-geri. Setelah kompetisi All-Japan yang keenam kami mulai mencari teknik yang lebih spesifik. Satu orang  memukul, sementara yang lain dengan menendang. Master Nakayama tidak pernah merasa nyaman dengan model latihan seperti ini, namun dirinya tetap membiarkan kompetisi berkembang. Dan dengan hati-hati kami tetap mencari karate sejati dalam turnamen kumite. - Teruyuki Okazaki - (Fokushotokan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel ini ditulis oleh Teruyuki Okazaki  (instruktur kepala ISKF) dengan judul “Do not think you have to win. Think that you do not have to lose”. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-1069824512720959148?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/1069824512720959148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=1069824512720959148' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/1069824512720959148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/1069824512720959148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/05/jangan-berpikir-harus-menang-pikirkan.html' title='&quot;Jangan Berpikir Harus Menang. Pikirkan Bahwa Kau Tidak Harus Kalah”'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/TBCTteQN3qI/AAAAAAAAAn0/mSscvnE3950/s72-c/okazaki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-1890364097972473186</id><published>2010-04-19T05:02:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:31:48.418-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Film'/><title type='text'>The Tekken Movie</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S8xH3Da046I/AAAAAAAAAnM/Hv3PqUhc2Xo/s1600/500x_tekken_movie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S8xH3Da046I/AAAAAAAAAnM/Hv3PqUhc2Xo/s200/500x_tekken_movie.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461819459229770658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di tahun 2039 setelah Perang Dunia yang kesekian kalinya, hanya sedikit peradaban manusia yang masih bertahan. Pemerintah pun tidak lagi menjalankan kekuasaannya dan sebagai gantinya dijalankan oleh korporasi besar. Salah satu yang terkuat adalah Mishima Zaibatsu yang dipimpin Heihachi Mishima.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seakan ingin menyebarkan doktrin yang terkuatlah yang akan bertahan hidup, Mishima Zaibatsu menggelar sebuah turnamen bela diri. Ajang persaingan pendekar terbaik itu bernama “King of Iron Fist Tournament” atau lebih populer dengan sebutan Tekken. Mereka yang sanggup berdiri hingga paling akhir akan dijanjikan kekayaan dan ketenaran seumur hidup. Iming-iming yang menggiurkan itu berhasil menarik minat para petarung dunia, meskipun sebenarnya mereka mempunyai motif masing-masing dibalik keikutsertaannya.    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salah satu petarung sekaligus sebagai tokoh utamanya adalah Jin Kazama, seorang pemuda dari Jepang yang ingin menuntut balas atas kematian ibunya. Jin sadar agar lebih dekat pada Heihachi (yang dianggapnya sebagai sang pembunuh) adalah menjuarai turnamen itu. Heihachi yang juga kakek dari Jin sebenarnya juga tengah diselidiki atas dugaan beberapa kasus pembunuhan. Heihachi ternyata juga mempunyai maksud tersembunyi dengan menggelar turnamen Tekken. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seiring alur film berjalan, Jin menemukan bahwa dalam tubuhnya tersembunyi sebuah kekuatan yang mengerikan. Kekuatan gelap itu berasal dari benih iblis (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;devil gene&lt;/span&gt;) yang diwarisi Jin dari ayahnya yaitu Kazuya Mishima. Tidak hanya itu, sedikit demi sedikit kekuatan itu mulai menggerogoti pikiran Jin dan yang mulai merubahnya menjadi sosok mengerikan dan jahat. Bukannya membalas dendam, Jin kini berjuang menyelamatkan diri dari ayah dan kakeknya yang mempunyai niat jahat padanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tekken adalah film yang dirilis berdasarkan game laris buatan Namco di konsol Playstation. Game ini sekarang telah mencapai seri ke-6 (2009) di Playstation 3 dan laris manis di luar Jepang. Namun anehnya, di Jepang sendiri nama Tekken kalah populer dengan rival terberatnya yaitu Virtua Fighter dari SEGA. Dengan dukungan fans yang mendunia, agaknya menjadi pertimbangan Dwight H. Little (sutradara) untuk mengangkatnya ke layar lebar.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai Jin Kazama diperankan oleh Jon Foo yang sebelumnya sukses membintangi beberapa film laga seperti Universal Soldier: Regeneration (2009), Tom Yum Goong (2005) dan Batman Begins (2005). Diluar kesibukannya berakting, aktor kelahiran 30 Oktober 1982 ini adalah praktisi wushu. Sedangkan Heihachi Mishima sebagai antagonis utama diperankan oleh Cary Hiroyuki Tagawa. Penikmat film laga tanah air tentu tak asing dengan wajahnya di film Mortal Kombat (1995) sebagai Shang Tsung. Di usianya yang kini hampir 60 tahun, Tagawa yang langganan kebagian peran jahat ini sudah membintangi lebih dari 95 judul film Hollywood.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain Jin, Heihachi dan Kazuya, sejumlah karakter original dari gamenya juga dipastikan akan tampil. Mereka adalah Bryan Fury, Steve Fox, Christie Monteiro, Marshall Law, Jun Kazama, Eddy Gordo, Nina Williams, Anna Williams, Raven, Yoshimitsu, Hwoarang, Miguel Caballero Rojo dan Lee Chaolan. Dari sekian banyak karakter, Yoshimitsu paling disukai karena kostumnya yang rumit dan lebih mendekati gamenya.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski banyak karakter gamenya yang dihadirkan, banyak fans Tekken justru kecewa dengan film ini. Hal ini karena tokoh yang dinilai kurang pas dengan alur ceritanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Background&lt;/span&gt; film Tekken tampaknya terfokus pada game Tekken 3 saat Jin baru muncul. Sedangkan untuk karakternya, sutradara mencomot dari game seri selanjutnya. Kekecewaan fans Tekken sebenarnya masuk akal karena banyak tokoh veteran dari gamenya justru dihilangkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S8xIYGbgSMI/AAAAAAAAAnc/2d9D4jVe1Eo/s1600/tekken-movie-18.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S8xIYGbgSMI/AAAAAAAAAnc/2d9D4jVe1Eo/s400/tekken-movie-18.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461820026973604034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Misalnya seperti Paul Phoenix yang rajin beraksi di gamenya justru diganti wajah baru seperti Caballero Rojo yang motifnya di Tekken tidak jelas. Belum lagi sosok Anna Williams (diperankan Marian Zapico) yang dinilai terlalu tua. Ada lagi sosok Christie Monteiro yang berkebangsaan Amerika Latin (diperankan Kelly Overton) terlihat kebarat-baratan. Lucunya, Christie lalu dikisahkan masuk kriteria cinta Jin setelah mereka berjumpa di turnamen. Diluar itu masih banyak karakter sampingan yang harusnya tidak tampil di film yang kabarnya memakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;budget&lt;/span&gt; besar ini.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain pemilihan casting yang dinilai kurang pas, desain stage untuk pertarungan fim ini juga menuai kritikan. Salah satunya adalah desain stage yang dinilai amatiran dan bahkan terkesan hanya dipermak dengan aplikasi Adobe Photoshop.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum Tekken sebenarnya sudah ada film laga berbasis game lainnya. Diantaranya adalah Street Fighter (Capcom), Dead or Alive (Tecmo), Dragon Ball Z (Akira Toriyama/Bird Studio &amp;amp; Shueisha) dan sebelum ini ada Street Fighter: The Legend of Chun-Li. Nama besar Hollywood sebagai produsen film dunia agaknya tidak bisa jadi jaminan suksesnya film-film itu. Meski gamenya menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;best seller&lt;/span&gt;, filmnya justru jeblok di pasaran. Tidak heran jika film Tekken ini belum dirilis sudah disambut rasa pesimis dari calon penonton.      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tekken dirilis terutama untuk pasar Amerika, Asia dan Eropa. Namun di Jepang sudah dirilis tanggal 20 Maret 2010 dan Inggris video premiere-nya tanggal 5 April 2010 lalu. Untuk rilis di Indonesia seharusnya tidak lama lagi. Anda yang memang fans berat Tekken tentu dapat menyisihkan anggaran untuk menonton film ini. Namun untuk para kolektor film, sebaiknya Anda menyisihkan dana untuk film lain yang lebih baik. (Fokushotokan)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-1890364097972473186?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/1890364097972473186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=1890364097972473186' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/1890364097972473186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/1890364097972473186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/04/tekken-movie.html' title='The Tekken Movie'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S8xH3Da046I/AAAAAAAAAnM/Hv3PqUhc2Xo/s72-c/500x_tekken_movie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-174365071580489726</id><published>2010-03-31T07:08:00.000-07:00</published><updated>2010-03-31T07:19:42.413-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel dari Media Lain'/><title type='text'>Diet Okinawa Bikin Bugar Sampai Lanjut Usia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S7NZVYoVWTI/AAAAAAAAAm8/xaY85f-tuz0/s1600/720px-Goya_Chanpuru_Large.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S7NZVYoVWTI/AAAAAAAAAm8/xaY85f-tuz0/s200/720px-Goya_Chanpuru_Large.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454801797599549746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pola makan, gaya hidup, dan aktivitas memadai membuat di usia lanjut, manusia dapat menikmati hidup sehat, bebas dari rongrongan penyakit. Penduduk Okinawa, Jepang, mengalami hidup semacam itu berkat diet Okinawa. Pola makan yang menjadi tradisi pulau tersebut bisa kita coba dalam tahun yang baru ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengalaman berharga apa yang telah Anda peroleh pada tahun 2005? Apa pun pengalaman itu, pasti bermanfaat. Orang bijak selalu mengatakan, Pengalaman adalah guru yang terbaik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bila Anda merasa gagal untuk menerapkan pola makan yang baik pada tahun lalu, tidak ada salahnya mencoba lagi pada tahun 2006 ini. Anda tidak perlu kecewa berkepanjangan dan menyerah dengan keadaan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan niat kuat, apa pun bisa dikerjakan. Mulailah tahun baru ini dengan semangat baru untuk menerapkan pola makan baru yang lebih rasional. Tidak ada kata terlambat dalam hidup ini. Pepatah kuno mengatakan, Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di awal tahun ini penulis mengajak pembaca untuk menerapkan pola makan yang baik, agar tubuh tetap sehat dan bugar hingga lanjut usia. Kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya, tetapi seringkali hal tersebut baru disadari manakala kita telah jatuh sakit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Banyak program pola makan yang ditawarkan para ahli gizi untuk menuju hidup sehat. Salah satu pola diet yang ingin disampaikan pada kesempatan kali ini adalah pola makan seperti yang diterapkan penduduk lanjut usia di Okinawa, Jepang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Okinawa yang terletak di Jepang bagian selatan, memiliki jumlah penduduk berusia lebih dari 100 tahun terbanyak di dunia. Selain usia harapan hidup (life expectancy), penduduk Okinawa juga memiliki usia harapan sehat (health expectancy) tertinggi di dunia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Harapan berusia panjang seperti yang sering diucapkan pada peringatan hari ulang tahun seseorang. tidak akan berarti banyak jika di usia lanjut tidak disertai tingkat kesehatan yang optimal. Keadaan di Okinawa sangat berbeda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Para lanjut usia di sana memiliki kondisi fisik yang masih sangat prima, sehingga bisa mengerjakan sesuatu secara mandiri. Mereka juga tampak lebih muda dari usia sesungguhnya, didukung oleh postur tubuh yang masih tegap, gagah, dan proporsional, serta kulit yang masih mulus dan kencang.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Usia Harapan Hidup Tertinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S7NZVG46WYI/AAAAAAAAAm0/bhyvbFdB7-g/s1600/pt_ushi_1903_ent-lead__200x168.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S7NZVG46WYI/AAAAAAAAAm0/bhyvbFdB7-g/s200/pt_ushi_1903_ent-lead__200x168.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454801792837245314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mendengar kata lanjut usia, imajinasi kita akan terbawa ke seseorang yang tua renta, keriput, bongkok, berjalan tertatih-tatih, bahkan mungkin terbaring lemas di tempat tidur.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anggapan bahwa orang lanjut usia selalu identik dengan tempat bersarangnya berbagai penyakit, harus segera dikikis habis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan pola makan yang baik, kondisi tubuh yang sehat akan sangat mudah dicapai, tanpa batasan usia. Penduduk Okinawa telah membuktikan hal tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Para lanjut usia di Okinawa sangat sedikit yang menderita penyakit kronis akibat usia tua, seperti penyakit kardiovaskular (jantung koroner dan stroke), kanker (payudara, kolon, prostat), serta kepikunan. Rahasianya terletak pada pola makan, gaya hidup, dan aktivitas fisik yang memadai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari sekitar 1,27 juta jiwa penduduk Okinawa, 427 di antaranya berusia lebih dari 100 tahun. Jumlah tersebut mencapai empat kali lipat dibandingkan kondisi di negara-negara barat. Penderita penyakit jantung, kanker, dan stroke di Okinawa terendah di dunia, sedangkan usia menopause 10 tahun lebih lambat dari penduduk di negara-negara barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Data tahun 1996 menunjukkan bahwa penduduk Okinawa menempati peringkat pertama dalam hal tingginya usia harapan hidup (UHH) dan rendahnya angka kematian akibat penyakit degeneratif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;UHH rata-rata penduduk Okinawa 81,2 tahun, lebih tinggi dari UHH penduduk Jepang secara keseluruhan (79,9 tahun). Kematian penduduk  (per 100.000 orang) akibat berbagai penyakit degeneratif juga paling rendah, yaitu 18 orang akibat penyakit jantung koroner, 97 akibat kanker, serta 35 akibat stroke. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Peringkat ke-3 dan 4 ditempati oleh penduduk Hong Kong dan Swedia, sedangkan peringkat ke-8 dan 10 ditempati oleh penduduk Italia dan Yunani. Penduduk Amerika Serikat yang memilih pola makan buruk akibat menjamurnya fast foods dan gaya hidup kurang gerak, menempati peringkat ke- 18. Dari data tersebut jelaslah bahwa betapa buruknya pola makan ala AS, sehingga tidak perlu kita contoh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kehadiran restoran fast foods di berbagai lokasi di Indonesia, mulai dari kota metropolitan Jakarta hingga ke daerah-daerah di pinggiran kota, perlu dicermati secara seksama. Menu fast food umumnya ditandai oleh tingginya kandungan lemak hewani, protein hewani, tepung terolah halus, gula, dan garam serta rendahnya vitamin, mineral, dan serat pangan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rahasianya pada Pola Makan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rahasia kesehatan dan umur panjang penduduk Okinawa tradisional terletak pada pola makan dan gaya hidup sehari-hari. Dalam menu hariannya, mereka umumnya mengonsumsi kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, ikan laut, rumput laut, dan biji-bijian. Jenis kacang yang paling banyak dikonsumsi adalah kacang kedelai, baik dalam bentuk polong rebus (edamame) maupun dalam bentuk olahan, seperti miso, tahu, dan kembang tahu (yuba). Sup miso dengan campuran bayam dan nasi merupakan ciri khas menu sarapan penduduk Okinawa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berbeda dengan pola makan masyarakat Jepang modern di kota-kota besar, penduduk Okinawa tradisional sangat sedikit mengonsumsi alkohol, tetapi sebaliknya banyak minum air putih dan teh, khususnya teh hijau (ocha). Penduduk Okinawa terbiasa minum air putih minimal enam gelas sehari.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Konsumsi cairan yang cukup sangat penting untuk mendukung kelancaran metabolisme dan reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa penduduk di daerah produsen utama teh hjau, sangat sedikit sekali yang mengalami kematian akibat kanker. Prof. Itaro Oguni dari Universitas Shizuoka, Hamamatsu College, menganjurkan minum 10 cangkir teh setiap hari secara teratur untuk mencegah timbulnya kanker. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Khasiat teh ini erat kaitannya dengan senyawa katekin dan flavonol, yaitu suatu komponen aktif yang telah diyakini berperan penting dalam pencegahan kanker. Dari 10 gram bubuk teh hijau (setara dengan 10 cangkir teh), akan diperoleh sekitar 1 gram katekin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Teh juga dikenal sebagai sumber fluorida yang sangat baik, yaitu mineral yang dapat menguatkan email gigi dan membantu mencegah kerusakan gigi. Hasil beberapa penelitian menyimpulkan bahwa katekin dari teh dapat menahan proses pembentukan plak gigi dan mencegah timbulnya pembengkakan gusi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Teh hijau juga kaya kalsium dan fosfor (menguatkan tulang dan gigi), mangan (membantu metabolisme gula), dan kalium (membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Konsumsi minyak nabati dan lemak hewani sangat terbatas. Kontribusi lemak terhadap sumbangan energi tidak lebih dari 20 persen. Jenis asam lemak yang dominan dikonsumsi adalah asam lemak tidak jenuh tunggal, seperti yang terdapat pada minyak rape seed. Selain pada rape seed, asam lemak tersebut juga dapat diperoleh pada minyak canola dari biji-bijian lainnya. Hal tersebut membebaskan tubuh dari timbunan kolesterol dan trigliserida berlebih, penyebab timbulnya berbagai penyakit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;Berendam Air Panas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Konsumsi garam penduduk Okinawa sangat rendah, rata-rata hanya tiga sendok teh sehari. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat untuk mencegah hipertensi, salah satu penyakit yang banyak diderita oleh para lanjut usia. Kita harus menumbuhkan kesadaran untuk selalu membaca informasi yang tercantum pada label setiap kali membeli makanan. Pilihlah yang mengandung kadar sodium (natrium) rendah. Penggunaan garam rendah atau tanpa garam pada proses masak memasak di rumah tangga, sangat perlu untuk dibudayakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gaya hidup lain yang juga berkontribusi terhadap tingginya usia harapan hidup di Okinawa adalah banyak beraktivitas fisik (naik sepeda dan jalan kaki), rendahnya tingkat stres, serta baiknya hubungan sosial yang terjalin di masyarakat. Berbeda dengan kehidupan masyarakat Jepang di kota-kota besar yang sangat sibuk, individualistis, serta penuh ketegangan akibat tuntutan kerja yang menggunung, kehidupan masyarakat Okinawa tradisional sangatlah damai, tenteram, dan religius. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kehidupan damai diperoleh dengan cara banyak berjalan-jalan ke luar rumah (piknik), bercengkerama dengan teman-teman sebaya sambil minum teh, mendengarkan musik dan berkaraoke, berendam dalam air panas (hot spring atau onsen), serta kegemaran membaca dan belajar hal-hal baru yang ringan dan menyenangkan. Semua kegiatan tersebut sangat mendukung pencapaian umur panjang dan kesehatan tubuh yang optimal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="fullpost"&gt;PRINSIP UTAMA, 80 PERSEN KENYANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Prinsip utama dalam pola makan Okinawa adalah Hara Hachi Bu, yaitu makan dan minum hingga 80 persen kenyang. Bila prinsip tersebut diterapkan, kita akan terhindar dari kegemukan atau obesitas akibat kelebihan makan. Prinsip itulah yang menyebabkan orang-orang Jepang umumnya memiliki tubuh langsing, sehat, bugar, dan awet muda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pola makan penduduk Okinawa umumnya bertumpu pada empat pilar utama, yaitu: (1) rendah lemak, (2) tinggi sayuran dan buah-buahan, (3) tinggi ikan laut, teh hijau, dan air minum, serta (4) sedapat mungkin tidak mengonsumsi makanan olahan yang dibuat dengan penambahan bahan-bahan kimia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rata-rata pola konsumsi pangan penduduk Okinawa sehari-hari terdiri dari 0-3 sajian pemanis; 0-3 sajian daging, unggas, dan telur 1-2 sendok makan minyak dan kondimen; 1-3 sajian ikan berlemak seperti sardin, makarel, dan salmon; 2-4 sajian buah-buahan, teh, kedelai, dan kacang-kacangan lainnya; 7-13 sajian nasi, mi, roti, biji-bijian utuh, dan sayuran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Ditulis oleh Prof. DR. Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi. Dikutip langsung dari situs Departemen Kesehatan di http://depkes.go.id. Artikel tidak mengalami editing apapun, foto ditambahkan oleh Fokushotokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-174365071580489726?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/174365071580489726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=174365071580489726' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/174365071580489726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/174365071580489726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/03/diet-okinawa-bikin-bugar-sampai-lanjut.html' title='Diet Okinawa Bikin Bugar Sampai Lanjut Usia'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S7NZVYoVWTI/AAAAAAAAAm8/xaY85f-tuz0/s72-c/720px-Goya_Chanpuru_Large.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-3822724107246082188</id><published>2010-03-10T23:46:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T23:54:23.217-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel dari Media Lain'/><title type='text'>Rahasia Dibalik Keajaiban Karate</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S5igESCmfZI/AAAAAAAAAl8/QiHq64y02Sk/s1600-h/gb4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 185px; height: 149px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S5igESCmfZI/AAAAAAAAAl8/QiHq64y02Sk/s200/gb4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447279744727285138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karateka pemegang sabuk hitam sering mendemonstrasikan kekuatan dan keahlian mereka dengan cara membelah dua tumpukan batu bata keras tanpa terluka sedikit pun. Seorang ahli karate dari Jepang bahkan pernah mengalahkan seekor banteng dewasa tanpa menggunakan senjata. Para karateka terlatih tampil bagaikan manusia-manusia super dengan kekuatan ajaib! Apakah mereka melibatkan daya magis? Ataukah atraksi mereka hanya tipuan belaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seni bela diri yang dikenal dengan nama Karate-Do ini berasal dari pulau Okinawa, Jepang. Seni ini dikembangkan oleh Funakoshi Yoshitaka. Menurut Michael Feld, seorang karateka sabuk coklat yang juga memiliki gelar Ph.D di bidang fisika MIT (Massachusetts Institute of Technology), demonstrasi karate tersebut sama sekali tidak menggunakan tipuan semacam tipuan kamera dan komputer yang biasa dilakukan dalam pembuatan film. Seluruh gerakan karate yang tampak ajaib sesungguhnya hanya merupakan aplikasi prinsip-prinsip fisika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gerakan karateka merupakan paduan gerakan yang paling efisien sehingga hampir tidak dapat dimaksimalkan lebih jauh lagi. Nama Karate-Do berasal dari bahasa Jepang Kara, yang berarti kosong, Te (tangan), dan Do (metode/cara). Pengertian Karate-Do adalah metode bela diri menggunakan tangan kosong dengan menggunakan tubuh dan alam sekitar sebagai senjata. Rahasia utama dalam gerakan bela diri ini adalah kecepatan gerakan serta ketepatan fokus serangan (sasaran). Semua teknik dalam Karate ditujukan untuk menghasilkan kecepatan dan kekuatan secara efisien. Sebelum memulai gerakan, karateka terbiasa untuk mengambil napas yang dalam, yang kemudian dikeluarkan lagi sambil berteriak keras "HAI-YAAA" saat melepaskan serangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara fisika, teriakan itu sebenarnya merupakan cara untuk melepaskan gaya yang sangat besar yang dihasilkan oleh otot-otot diafragma (otot yang mengatur gerakan paru-paru) yang berkontraksi sangat cepat. Dengan berteriak, gerakan yang dilakukan menjadi lebih efisien, terutama dalam melakukan pukulan. Pukulan-pukulan yang dihasilkan oleh seorang pemula mencapai kecepatan 6 meter per detik, sedangkan seorang karateka sabuk hitam dapat mengeluarkan pukulan dengan kecepatan 14 meter per detik (lebih cepat dari kecepatan pelari tercepat). Kecepatan gerakan dan pukulan sangat penting dalam Karate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam karate, Joe Louis yang dikenal sebagai “Greatest Karate Fighter of All Time”, tahu bahwa besaran fisika yang sangat berperan adalah momentum. Momentum suatu benda yang sedang bergerak sama dengan massa benda itu dikalikan dengan kecepatannya. Benda yang bermassa lebih besar mempunyai momentum yang lebih besar dibandingkan dengan benda yang bermassa lebih kecil. Sebuah truk yang bergerak dengan kecepatan 70 kilometer per jam mempunyai momentum lebih besar dari sebuah mobil taxi yang bergerak dengan kecepatan yang sama. Juga benda yang bergerak dengan kecepatan lebih tinggi mempunyai momentum lebih besar, misalnya truk yang bergerak dengan kecepatan 70 km/jam akan mempunyai momentum lebih besar dari truk yang sama yang bergerak dengan kecepatan 35 km/jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S5ig9TnmapI/AAAAAAAAAmM/Ck0C-gvyVgE/s1600-h/gb1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S5ig9TnmapI/AAAAAAAAAmM/Ck0C-gvyVgE/s200/gb1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447280724403448466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S5ig9gX6aWI/AAAAAAAAAmU/TqRKF0X2X3g/s1600-h/gb2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S5ig9gX6aWI/AAAAAAAAAmU/TqRKF0X2X3g/s200/gb2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447280727827310946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gb.1 (kiri) Karateka memukul sasaran. Gb. 2 Transfer momentum yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada gambar 1 seorang karateka sedang memukul sasaran yang terbuat dari kayu. Ketika tangannya menghantam kayu sasaran, ada momentum yang ditransfer dari tangan kepada sasaran. Besarnya gaya yang dialami oleh kayu akibat pukulan ini sangat tergantung pada berapa besar momentum yang ditransfer dan berapa lama waktu transfernya itu. Semakin besar momentum yang ditransfer semakin besar gaya yang dialami kayu. Dan semakin cepat waktu transfernya semakin besar pula gaya itu. Karateka pada gambar 1 mula-mula berdiri dengan kepalan tangan menghadap ke atas. Kemudian ia memberi momentum pada tangan dengan menggerakkannya ke depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Agar momentum tangannya lebih besar, badan karateka ikut mendorong (dorongan badan akan lebih efektif jika selama proses ini kepalan tangan berputar seratus delapan puluh derajat, sehingga sekarang kepalan tangan menghadap ke bawah). Selanjutnya momentum yang besar ini ditransfer dalam waktu sekecil mungkin. Agar waktu transfernya sekecil mungkin, setelah mengenai sasaran, sang karateka segera menarik kembali tangannya dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S5igR-GNk-I/AAAAAAAAAmE/wwQOzsz6f2o/s1600-h/gb3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 176px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S5igR-GNk-I/AAAAAAAAAmE/wwQOzsz6f2o/s200/gb3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447279979891889122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Gb.3. Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang (klik untuk perbesar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk memperoleh efek hantaman yang lebih besar lagi, tekanan yang diberikan oleh tangan sang karateka harus lebih besar. Ini diperoleh dengan membuat permukaan sentuh antara tangan dan sasaran sekecil mungkin. Dalam hal ini bagian yang cocok untuk menghantam adalah tulang-tulang metacarpal (tulang antara jari dan pergelangan tangan, gambar 2). Seorang karateka mampu menghantam sasaran dengan energi sekitar 150 joule. Jika karateka ini memukul dengan telapak tangannya (luasnya sekitar 150 cm kuadrat), maka energi yang dirasakan oleh titik sasaran hanya sebesar 1 joule per sentimeter kuadrat (yaitu 150 joule/150 cm2).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tetapi jika karateka itu menggunakan bagian sisi tangannya yang luasnya lebih kecil (misalnya dengan luas 15 cm kuadrat) maka energi yang dirasakan oleh titik sasaran bisa mencapai 10 joule per sentimeter kuadrat, tentu saja ini akan memberikan efek yang jauh lebih besar. Itulah sebabnya ketepatan sasaran (pukulan yang terkonsentrasi pada luas permukaan sekecil mungkin) sangat penting dalam Karate. Gambar 3 menunjukkan bagian-bagian tangan dan kaki yang sering dipakai untuk menyerang sasaran karena dapat secara efektif mentransfer momentum pada sasaran dan mempunyai permukaan sekecil mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk memecah balok kayu, beton, batu bata ataupun balok es, pukulan seorang karateka harus mampu memberikan tekanan yang lebih besar dari batas elastis (kelenturan) yang dapat ditoleransi oleh benda-benda tersebut. Batas elastis tiap benda berbeda-beda. Beton mempunyai batas elastis (maximum crushing) 400 kg per sentimeter kuadrat. Artinya jika beton itu dihantam dengan gaya setara dengan berat 400 kg, pada daerah seluas 1 sentimeter kuadrat maka beton itu akan pecah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Batas elastis tulang manusia mencapai 40 kali batas elastis batang beton sehingga lebih susah untuk dipatahkan (saat terjadi tumbukan yang patah adalah batang beton dan bukan tulang kaki atau tangan manusia yang memukulnya). Selain itu, tangan dan kaki manusia dilengkapi pula dengan berbagai ligamen, tendon, otot, dan kulit yang dapat membantu mendispersikan gaya yang diterima ke seluruh tubuh (gaya menjadi tidak lagi terkonsentrasi) sehingga pada akhirnya dapat menyerap gaya sebesar 2000 kali gaya maksimum yang dapat diterima beton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tangan dan kaki karateka semakin kuat seiring dengan bertambahnya frekuensi latihan karena terjadi adaptasi dengan terbentuknya jaringan kalus (callus) yang dapat menyerap dan mendifusikan gaya yang diterima saat terjadi tumbukan (tangan dan kaki tidak terasa sakit sama sekali walaupun bertumbukan dengan balok padat yang keras). Tangan dan kaki yang tidak terlatih sangat mudah terluka karena permukaan kulit masih terlalu halus. Dengan latihan yang serius Mikael Bigersson (Swedia) masuk Guinnes Book dengan memecahkan 21 balok beton berukuran 60 cm x 20 cm x 7 cm dengan menggunakan tangannya dalam waktu 1 menit pada tahun 2001 yang lalu (ck..ck... hebat amat....)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi, semua keajaiban Karate ternyata dapat dipelajari menggunakan prinsip prinsip fisika. Gerakan-gerakannya pun dapat ditingkatkan variasinya menggunakan berbagai strategi yang meminjam konsep dan hukum fisika. Tidak ada tipuan maupun sihir yang terlibat. Rahasianya hanya terletak pada perpaduan konsentrasi dan kesiapan mental dan fisik serta pengetahuan fisika yang baik (Yohanes Surya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel ini ditulis oleh Yohanes Surya dan dikutip langsung dari situs http://www.yohanessurya.com. Artikel Tidak mengalami editing apapun (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-3822724107246082188?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/3822724107246082188/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=3822724107246082188' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/3822724107246082188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/3822724107246082188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/03/rahasia-dibalik-keajaiban-karate.html' title='Rahasia Dibalik Keajaiban Karate'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S5igESCmfZI/AAAAAAAAAl8/QiHq64y02Sk/s72-c/gb4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-5806518429226826868</id><published>2010-02-20T16:14:00.000-08:00</published><updated>2010-11-01T20:36:37.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Translasi Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karate-do My Way of Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspiratif'/><title type='text'>Seorang Pria Sederhana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S4B71ty--sI/AAAAAAAAAl0/ZEuskbU22bM/s1600-h/pedicap.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S4B71ty--sI/AAAAAAAAAl0/ZEuskbU22bM/s200/pedicap.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440484512620280514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat aku masih bekerja sebagai seorang asisten guru di sebuah sekolah di Naha, dalam sehari aku harus berjalan kaki dua setengah mil sebanyak dua kali, karena aku dan istriku tinggal di rumah orang tuanya di Shuri. Suatu hari ada pertemuan guru yang berlangsung cukup lama, karena itulah aku terlambat saat kembali pulang, dan tidak berapa lama hujanpun turun. Akupun memutuskan untuk “menghamburkan” uangku dengan menyewa sebuah jinriksha (admin : semacam becak seperti di Cina yang ditarik menggunakan tenaga manusia).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menghabiskan waktu, kubuka sebuah percakapan dengan penarik jinriksha itu. Dan kutemukan hal yang cukup mengejutkan, bahwa ternyata dia memberikan jawaban yang sangat singkat dari semua pertanyaanku. Biasanya penarik jinriksha sangat suka diajak bicara seperti layaknya tukang cukur. Lebih jauh, nada bicara dan suara penarik jinriksha ini terdengar sangat sopan, dan bahasanyapun menunjukkan orang yang cukup berpendidikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat itu di Okinawa saat itu ada dua macam jinriksha, yaitu hiruguruma (jinriksha yang berjalan di siang hari) dan yoruguruma (jinriksha yang berjalan di malam hari). Aku cukup mengetahui bahwa beberapa penarik jinriksha di malam hari adalah orang baik-baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku penasaran, mungkinkah laki-laki yang tengah menarikku malam ini menuju ke Shuri adalah seseorang yang kukenal? Jika benar demikian, tentu uangku akan ditolaknya. Namun demikian, masih ada pertanyaan yang ingin kucari jawabannya. Namun itu tidaklah mudah, karena pria itu mengenakan topi yang tepinya cukup lebar, yang membuat wajahnya selalu tersembunyi dariku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena itulah, kubuat rencana dengan berpura-pura yang memungkinkanku dapat mengetahui siapa orang ini. Aku memintanya menghentikan jinriksha sebentar dengan begitu aku mungkin mendapatkan jawabannya. Ketika dia menurunkan penarik roda ke tanah, aku mendapatkan kesan yang jelas bahwa dia bukanlah penarik jinriksha biasa. Namun saat aku turun dan mencoba mengintip wajahnya, dengan cepat dia memutar kepalanya. Namun masih ada hal lain yang mengganjal, aku serasa begitu kenal dengan tinggi badan dan tubuhnya yang ramping.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak berapa lama hujan berhenti, dan bulan yang berwarna pucatpun muncul dari balik awan. Setelah rasa lelah kupulihkan, akupun kembali ke jinriksha sambil mencoba melihat lagi melihat ke wajah laki-laki itu, yang ternyata ditutupinya lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedikit kesal dengan kegagalanku, aku mencoba rencana lain yang kuyakini akan berhasil. “Kita sudah menempuh jarak yang cukup jauh, mengapa kita kita tidak berjalan saja sebentar?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pria itu setuju, namun aku kembali tidak berhasil, karena dia menolak berjalan disampingku. Dia selalu berjalan tertinggal satu atau dua langkah dibelakangku. Tiba-tiba di sebuah persimpangan jalan aku berbalik arah sambil meraih gagang penarik dari jinriksha itu, dan dalam waktu yang bersamaan kucoba melihat wajahnya. Namun demikian, secepat apapun aku, pria itu ternyata masih lebih cepat saat dia menarik topinya dalam-dalam.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Benar, begitu cepat, reaksinya membuatku sekarang benar-benar yakin bahwa dia bukanlah penarik jinriksha biasa. Kenyataannya, aku sangat yakin mengenalnya. Kulepas topiku sambil berkata, “Maafkan jika aku bertanya, tapi bukankah Anda Tuan Sueyoshi?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dia tampak terkejut, namun menjawab dengan jelas, “Bukan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kamipun berdiri selama beberapa saat dalam sebuah kebisuan. Aku meraih jinriksha itu, dia menundukkan pandangannya ke tanah. Wajahnya tersebunyi dibalik topinya yang lebar dan turun hingga kelututnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku tahu ternyata tidak salah mengenalinya. Dia benar-benar Sueyoshi. Kuraih tangannya sambil membantu menegakkan tubuhnya. Akupun lalu berlutut sambil menyebutkan namaku, dan aku juga memohon maaf padanya atas penasaran dan ketidaksopananku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku sangat mengetahui bahwa dia berasal dari sebuah keluarga golongan atas yang juga merupakan penerus dari pendekar, dan dia juga seniorku dalam karate-do. Lebih jauh, diapun tercatat sebagai ahli seni tongkat dan dikemudian hari mendirikan perguruan bojitsu-nya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun sekarang ini, tentu saja, dia tengah menarik jinriksha yang tengah kutumpangi. Berjalan sedikit demi sedikit ke Shuri, kami bercakap-cakap dengan akrab tentang karate dan seni tongkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemudian, karena sungguh merasa malu akibat telah kuketahui jati dirinya, dia memintaku untuk tidak mengatakan pada siapapun bahwa dia sedang bekerja sebagai penarik jinriksha. Dia juga berkata padaku bahwa istrinya tengah sakit dan terbaring di tempat tidur. Dan untuk menghidupi istri, diri sendiri, dan membeli obat yang dibutuhkannya, dia bekerja sebagai petani di siang hari dan malamnya menarik jinriksha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bicara masalah nama besar dan keberuntungan, sesungguhnya dia telah memilikinya. Tapi mungkin demi uang dia harus bekerja yang dirasakannya akan merendahkan martabatnya. Apa yang dilakukannya dalam hal ini serupa dengan ungkapan “setiap inci dari seorang samurai”. Dan caranya yang tangkas dalam menarik jinriksha menunjukkan keahliannya dalam seni bela diri. Meskipun dia meninggal tidak lama setelah aku pindah ke Tokyo, aku tidak pernah lupa menghabiskan sore itu bersamanya. Bagiku dia telah menunjukkan perwujudan dari semangat samurai yang sempurna. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel ini dikutip dan diterjemahkan dari buku “Karate-do: My Way of Life” yang ditulis oleh Gichin Funakoshi dengan judul aslinya “A Humble Man”. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-5806518429226826868?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/5806518429226826868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=5806518429226826868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/5806518429226826868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/5806518429226826868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/02/seorang-pria-sederhana.html' title='Seorang Pria Sederhana'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S4B71ty--sI/AAAAAAAAAl0/ZEuskbU22bM/s72-c/pedicap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-7814816990334466850</id><published>2010-01-23T23:21:00.000-08:00</published><updated>2010-11-01T20:34:37.262-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi Karate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel dari Media Lain'/><title type='text'>Berpikir &amp; Mengembangkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S1v2hU-i0iI/AAAAAAAAAlE/b5rv2B8XxMQ/s1600-h/okazaki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 157px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S1v2hU-i0iI/AAAAAAAAAlE/b5rv2B8XxMQ/s200/okazaki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430204828152418850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selalu berpikir dan berbuat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tsune ni shinen kufu seyo).&lt;/span&gt; Prinsip ke-20 adalah yang paling sulit untuk diterjemahkan dengan jelas dalam bahasa Inggris. Apa yang ingin dikatakan oleh Master Funakoshi adalah jika sebuah teknik dasar sudah dipahami, maka adalah kebebasan tiap orang untuk terus memikirkan dan mengembangkan aplikasi baru yang sesuai dengan keadaan. Jalan terbaik untuk melihat lebih dalam pada hal ini adalah dengan memahami peran sesungguhnya dari instruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“sensei”&lt;/span&gt; dalam bahasa Jepang berarti “orang yang sudah lebih dulu” atau “orang yang sudah berpengalaman.” Kata yang lain adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“shizen”&lt;/span&gt;, yang berarti “memberi petunjuk.” Seorang sensei hanya dapat menerangkan atau menunjukkan dasar-dasar, dia tidak dapat melakukan gerakan untukmu. Master Funakoshi tidak pernah berkata, “contohlah apa yang sedang kulakukan,” dia hanya menunjukkan atau memperbaiki gerakan kami. Seorang guru hanya hanya bertindak sebagai seorang pemberi petunjuk karena setiap orang mempunyai keadaan tubuh yang berbeda. Adalah tugas murid untuk mencari tahu lewat caranya sendiri dengan bergantung pada pikiran dan tubuhnya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenyataannya adalah, kita nyaris tidak tahu apa-apa tentang kata tingkat lanjut. Tidak ada petunjuk manual atau gulungan yang menerangkan gerakan berikut aplikasinya. Karena itulah, yang berperan lebih banyak adalah penafsiran individual. Beberapa aplikasi tertentu mungkin akan berhasil pada orang yang bertubuh tinggi daripada yang pendek, dan begitu pula sebaliknya. Hal terpenting adalah prinsipnya selalu sama. Proses gerakan memukul, menendang, dan sebagainya adalah sama untuk semua orang, tapi tidak ada seorangpun yang baik pukulan atau tendangannya sama persis dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Instruktur tidak mampu menerangkan rasanya melakukan gerakan yang benar. Hal itu hanya diketahui setelah ratusan kali mengulang hingga orang tersebut dapat mulai mengerti gerakan itu. Keseluruhan dari hal ini adalah memahami esensi karate itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kapanpun sebagian dari kami bertanya pada Master Funakoshi tentang suatu teknik, dia akan berkata, “kerjakan 1.000 kali sehingga kau akan menemukan jawabannya.” Tentu saja, hanya sedikit orang yang mempunyai waktu untuk itu, tapi cobalah sendiri. Jika kau penasaran bagaimana tubuh dapat melakukan kime (konsentrasi), sebagai contoh, pukulah makiwara berulang kali sampai kau merasakan sesuatu. Sehingga kau akan mengetahui bahwa kau pada permulaan untuk mengerjakan kime yang benar.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Arti yang lain dari prinsip ke-20 adalah setiap orang harus berusaha membawa karate ke tahap berikutnya. Ini adalah aspek mental untuk berlatih, dan tidak ada akhir untuk ini. Hanya dengan pikiran yang jernih kita dapat membuat sesuatu yang baru sekaligus terbuka untuk belajar hal yang baru. Aku tidak berkata membuat teknik baru, aku berkata bahwa saat pikiranmu jernih dan bebas dari ego, maka karate akan menjadi sangat natural.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ilmuwan mengetahui bahwa alam semesta ini semakin dalam dan dalam. Begitu pula manusia. Gunakan karate untuk memahami dirimu sendiri, dan kau tidak akan mengalami pertentangan. Saat tidak ada lagi konflik dalam pikiranmu, maka kau telah hidup dengan sebenar-benarnya. Inilah anugerah yang sebenarnya diberikan karate pada kita. Karena itu berlatihlah dengan tekun dan gunakan Niju Kun dari Master Funakoshi sebagai petunjuk baik dalam latihan dan hidupmu - Teruyuki Okazaki (Fokushotokan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel ini ditulis oleh Teruyuki Okazaki  (instruktur kepala ISKF) dengan judul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tsune ni Shinen Kufu Seyo”&lt;/span&gt;. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-7814816990334466850?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/7814816990334466850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=7814816990334466850' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7814816990334466850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7814816990334466850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/01/berpikir-mengembangkan.html' title='Berpikir &amp; Mengembangkan'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S1v2hU-i0iI/AAAAAAAAAlE/b5rv2B8XxMQ/s72-c/okazaki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-6567393762912786115</id><published>2010-01-10T18:04:00.000-08:00</published><updated>2010-03-31T07:21:54.294-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel dari Media Lain'/><title type='text'>Rahasia Panjang Umur Orang Jepang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0qIPNy4O6I/AAAAAAAAAkM/LipD5UV_NuU/s1600-h/neneky.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 131px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0qIPNy4O6I/AAAAAAAAAkM/LipD5UV_NuU/s200/neneky.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425298496103660450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Secara bergurau seorang teman mengungkapkan rahasia panjang umur orang Jepang. Katanya, di Jepang semua serba mahal, termasuk biaya penguburan ketika meninggal. Jadi orang Jepang mau menabung dulu yang banyak sampai berusia lanjut supaya bisa dikuburkan dengan layak. Saya tertawa mendengarnya. Pada suatu kesempatan, saya menanyakan kepada salah seorang professor saya tentang hal ini. Dengan sedikit menambahkan dari beberapa hal yang saya lihat sehari-hari, inilah rahasia panjang umur orang Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertama dari makanan. Orang Jepang makan dengan makanan yang bergizi dan higyenis. Tentu kita tahu orang Jepang juga suka memakan ikan mentah yang dicampur sedikit nasi (sushi) bahkan yang benar-benar ikan mentah saja (sashimi). Ikan mempunyai gizi yang tinggi serta rendah kalori. Contoh lain, makanan yang digoreng menggunakan minyak goreng seperti tempura akan dimasak dengan sangat kering dan garing sehingga seolah-olah minyak goreng tidak melekat di makanan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada hampir setiap restoran besar di Jepang, akan bisa kita lihat jumlah kalori yang terdapat pada setiap menunya. Dengan demikian orang bisa mengatur asupan jumlah kalorinya. Makanan yang dimasak juga tidak akan dihidangkan sampai lebih dari satu hari. Di banyak supermarket, setiap malam biasanya diadakan potongan harga untuk makanan yang dimasak pagi harinya karena tidak akan dijual lagi untuk keesokan harinya. Semua makanan yang menggunakan bahan pengawet tercantum jelas kapan habis masa berlakunya. Dari sisi minuman, teh Jepang juga sangat terkenal akan khasiatnya. Dan orang Jepang tidak pernah minum yang dicampur dengan gula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Faktor yang kedua adalah olah raga. Sedari kecil, warga Jepang terbiasa berolah raga. Di sekolah dasar, selain diberikan pelajaran olah raga, setiap tahun diadakan lomba olah raga bersama yang melibatkan semua muridnya tanpa terkecuali. Walaupun sifatnya lomba, namun lebih banyak ditekankan tentang kerja sama dalam kelompok, sehingga setiap murid dapat berpartisipasi. Lomba yang sama juga diadakan pada tingkat TK. Karena cinta berolah raga, walaupun sedang musim dingin dan bersalju, banyak orang yang tetap melakukan aktivitas olah raganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ditunjang faktor transportasi umum yang nyaman, warga Jepang biasa berjalan kaki atau mengendarai sepeda setelah turun dari bus/kereta untuk menyambung perjalanannya. Karena kebiasaan ini, kalau kita bertanya jarak suatu tempat, biasanya tidak akan dijawab dengan dalam berapa meter atau satuan jarak, mereka akan menjawab “Kira-kira 10 menit berjalan kaki dari sini”. Di jalan umum, biasa terlihat orang tua yang masih gagah berjalan kaki. Tanpa disadari, hal ini juga merupakan olah raga yang ringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Faktor ini masih sangat jarang dilakukan oleh masyarakat kita. Bagi mereka yang memiliki kendaraan, akan naik kendaraan dari rumah sampai ke tujuan. Bagi yang berkendaraan umum, akan memaksakan diri untuk turun sampai tempat terdekat (bahkan bukan di tempat pemberhentian) setelah itu disambung menggunakan ojek/bajaj sampai di depan rumah. Sehingga tubuh kita tidak terbiasa untuk melakukan olah raga yang ringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang ketiga adalah peran pemerintah. Di setiap kota disediakan sarana olah raga yang memadai. Minimal ada lapangan luas serta gym yang dilengkapi dengan tempat fitness serta kolam renang. Masyarakat bisa menggunakan fasilitas ini dengan biaya yang relatif murah. Pemerintah juga mewajibkan setiap warga untuk mengikuti asuransi kesehatan nasional yang disesuaikan dengan penghasilan kita. Sehingga pada saat sakit, biaya pengobatan ditanggung oleh asuransi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cukup dengan menunjukkan kartu asuransi, masyarakat dapat langsung mendapatkan potongan harga di rumah sakit atau dokter manapun. Untuk anak di bawah usia tertentu serta orang lanjut usia di atas usia tertentu biayanya akan sangat murah, bahkan ada yang gratis. Khusus untuk orang yang sudah sangat lanjut usia, bahkan pemerintah menyediakan sarana penjemputan bagi mereka yang hendak memeriksakan diri ke dokter/rumah sakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang terakhir adalah menyediakan waktu untuk bersantai guna menghindari kejenuhan. Berbagai macam cara digunakan untuk relaks. Contohnya adalah dengan menekuni suatu hobby tertentu.Bisa dengan memelihara tanaman, memelihara bonsai, menekuni fotografi, belajar kaligrafi dan lain-lain. Di rumah juga tidak sedikit yang menanam tanaman atau pohon bonsai. Selain bisa untuk melepaskan diri dari kejenuhan sehari-hari juga untuk menambah teman / kenalan untuk berbagi rasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Contoh lainnya adalah menikmati keindahan alam. Sebagai negara empat musim, warga Jepang setiap tahun sering menikmati pergantian musim. Pada saat musim semi mereka berkumpul sambil duduk menikmati bunga sakura (hanami). pergi melihat sunset di musim panas, serta menikmati indahnya dedaunan di musim gugur. Foto ilustrasi di atas adalah seorang nenek berusia sekitar 90 tahunan yang berkursi roda diantar cucunya untuk menikmati keindahan bunga tulip di musim semi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun sepertinya tidak ada hal yang baru dalam rahasia panjang umur ini, namun apabila dijalankan secara konsisten akan berdampak bagi kesehatan kita. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi kita semua.(Frans)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel ini ditulis oleh Nufransa Wira Sakti, dikutip langsung dari http://kompasiana.com. Artikel dan foto tidak mengalami editing apapun. (Fokushotokan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-6567393762912786115?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/6567393762912786115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=6567393762912786115' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/6567393762912786115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/6567393762912786115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2010/01/rahasia-panjang-umur-orang-jepang.html' title='Rahasia Panjang Umur Orang Jepang'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0qIPNy4O6I/AAAAAAAAAkM/LipD5UV_NuU/s72-c/neneky.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-2365062504630978156</id><published>2009-12-13T14:45:00.000-08:00</published><updated>2010-11-01T20:35:13.263-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Film'/><title type='text'>Si Manis yang Berbahaya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0lHY3xpA-I/AAAAAAAAAjs/toTtRU7Eeg4/s1600-h/high-kick_girl_dc07.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 141px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0lHY3xpA-I/AAAAAAAAAjs/toTtRU7Eeg4/s200/high-kick_girl_dc07.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424945718759064546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lupakan animasi dan efek grafis canggih. Nikmati aksi baku hantam tanpa peran pengganti dan kabel penolong. High Kick Girl (Hai Kikku Gâru!) siap mengobati kerinduan penggemar film genre karate yang realistis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;High Kick Girl (HKG) mengisahkan kehidupan Kei Tsuchiya (diperankan Rina Takeda), remaja SMU berusia 17 tahun yang sangat berbakat dalam olah raga. Bahkan di dojo karate tempatnya berlatih Kei sanggup mengalahkan teman laki-lakinya. Hal itulah yang membuat namanya menjadi sangat populer di kalangan teman-temannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski demikian gurunya, Matsumura (diperankan Tatsuya Naka), tidak juga memberikan sabuk hitam padanya. Kei tampaknya hanya tertarik pada kumite dan ingin mencari kemenangan semata. Matsumura mengetahui hal itu dan mencoba mengajari Kei bahwa karate lebih dari sekedar pertarungan, karena kekuatan sejati terletak pada kata (bentuk). Kei tetap merasa bahwa dirinya layak menerima sabuk hitam. Merasa marah dengan Matsumura, dirinya memutuskan keluar dari dojo gurunya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pacar Kei lalu menyarankannya untuk bergabung dengan “Kowashiya” (berarti: penghancur), sebuah geng yang berisikan pembelot dari berbagai dojo bela diri. Geng ini berisi petarung tangguh yang memperbolehkan anggotanya menggunakan bela diri demi meraup keuntungan dan uang. Kei yang “lulus audisi” akhirnya diterima dalam geng itu. Namun sayang, Kei akhirnya mengetahui bahwa tujuan sebenarnya dari Kowashiwa adalah menyerang Matsumura, gurunya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0lHt7WlPNI/AAAAAAAAAj8/ssrZlaS7dRk/s1600-h/f0180438_2182091.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0lHt7WlPNI/AAAAAAAAAj8/ssrZlaS7dRk/s200/f0180438_2182091.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424946080496565458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0lHuJ7sLII/AAAAAAAAAkE/K2dCpLxsMFk/s1600-h/f0180438_11242090.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 117px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0lHuJ7sLII/AAAAAAAAAkE/K2dCpLxsMFk/s200/f0180438_11242090.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424946084410305666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang guru tetap seorang guru. Kei ingin memperingatkan bekas gurunya, namun segalanya sudah terlambat. Anggota Kowashiwa telah menculik Kei, dan dalam waktu yang bersamaan menyerang Matsumura. Dari sinilah konflik dan pertarungan dimulai…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi penggemar aksi laga yang ingin melihat bela diri murni boleh bersorak gembira dengan film ini. Efek grafis komputer sangat minimal, bahkan boleh dibilang tidak ada. Kontras dengan film-film produksi Jepang moderen yang banyak mengandalkan animasi. Teknik karate juga benar-benar ditonjolkan, Anda akan menemukan beberapa kata Shotokan seperti Tekki Shodan dan Nijushiho diperagakan disini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun poin utama HKG adalah aksi laga tanpa peran pengganti. Dalam beberapa scene Rina Takeda sang tokoh utama harus merelakan kepalanya menerima tendangan nyasar yang cukup lumayan. Melihat HKG tak ubahnya melihat film laga yang dibintangi Jackie Chan, namun disini hanya tokoh utamanya yang beda gender.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0lHZWyc91I/AAAAAAAAAj0/XTwI78bT66M/s1600-h/rina_takeda2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0lHZWyc91I/AAAAAAAAAj0/XTwI78bT66M/s200/rina_takeda2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424945727083968338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keberanian Rina Takeda memang patut diapresiasi. Gadis manis kelahiran 15 Juni 1991 di Perfektur Kanagawa ini ternyata adalah juara karate disamping seorang idol. HKG menjadi debut pertamanya dalam dunia layar lebar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain Rina, film HKG dipenuhi oleh aktor yang memang mempunyai background bela diri yang kuat. Misalnya Tatsuya Naka yang memerankan guru Kei ternyata adalah instruktur di JKA. Bahkan Fuyuniko Nishi sebelum menjadi sutradara dan koreografer juga seorang karate profesional. Tampaknya Nishi ingin menampilkan film bergenre karate realistis yang diperankan oleh ahlinya, dan bukan aktor biasa yang butuh peran pengganti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebanyakan film aksi laga Asia telah diedit agar tampil cepat hingga terkesan dinamis. Namun HKG justru sebaliknya, karena setiap aksi dibuat dalam gerak lambat. Sehingga penonton dapat mengamati setiap teknik dengan berkelanjutan. Dalam satu scene terlihat Matsumura menghajar satu persatu anggota Kowashiwa dengan teknik kata yang diajarkannya pada Kei. Adegan yang mirip tutorial karate itu sangat bagus dan layak diulang berkali-kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karate memang jarang ditampilkan dalam film. Bahkan di Jepang sebagai negara asalnya film bergenre ini dapat dihitung jari. Sebelum HKG, tahun 2007 publik Jepang sempat disuguhi film berjudul “Kuro Obi” (Sabuk Hitam). Film besutan sutradara Shunichi Nagasaki itu mengisahkan kehidupan seorang master karate beraliran tradisional di tahun 1930-an. Namun film bertema karate terbaik masih dipegang oleh Sonny Chiba yang sukses berperan dalam trilogi Mas Oyama (1970). Bahkan di usianya sekarang yang sudah 70 tahun, Chiba yang juga pernah berperan sebagai Ninja Hattori masih diakui sebagai ahli bela diri yang tangguh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun HKG menyuguhkan aksi karate murni, namun oleh salah satu media terkemuka di Jepang film berdurasi 81 menit itu “hanya” diberi rating 2,5 dari 5 bintang. Yah, cukup standar dan tidak begitu mengecewakan. Tentu saja ini bukan penilaian mutlak bahwa HKG adalah film yang buruk, karena sebenarnya film ini layak ditonton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;HKG dirilis musim panas tahun 2009 di Jepang (sekitar Mei). Dan karena film Jepang umumnya tidak tayang di bioskop tanah air, sepertinya Anda jangan terlalu berharap banyak. Namun bagi Anda yang ingin menyambut tendangan Rina-chan, tentunya masih dapat mencarinya karena versi DVD film inipun akan dirilis. Selamat berburu…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-2365062504630978156?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/2365062504630978156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=2365062504630978156' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2365062504630978156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2365062504630978156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/12/si-manis-yang-berbahaya.html' title='Si Manis yang Berbahaya'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0lHY3xpA-I/AAAAAAAAAjs/toTtRU7Eeg4/s72-c/high-kick_girl_dc07.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-7997305889886053660</id><published>2009-10-26T18:11:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:36:16.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Translasi Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karate-do My Way of Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspiratif'/><title type='text'>Kebanggaan yang Membahayakan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0b5T7uzFTI/AAAAAAAAAik/uADULP-VbnA/s1600-h/karate+do+the+way+of+my+life.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0b5T7uzFTI/AAAAAAAAAik/uADULP-VbnA/s200/karate+do+the+way+of+my+life.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424296922061149490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu sore, saat baru saja kulewati usiaku yang ketiga puluh, aku berjalan pulang dari Naha ke Shuri. Jalan yang kulalui begitu sepi dan semakin sepi setelah melewati Kuil Sogenji. Sepanjang jalan di sebelah kiri terbentang sebuah pemakaman, dan didekatnya terdapat sebuah kolam besar yang jauh di masa lalu digunakan para pendekar untuk memberi minum kudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di samping kolam ada sebidang tanah kosong dengan sebuah panggung dari batu ditengah-tengahnya; disinilah anak-anak muda Okinawa datang untuk menguji kekuatannya dalam pertarungan gulat. Tidak seperti biasanya, saat aku lewat beberapa anak muda tengah melakukan pertarungan gulat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti yang telah kutulis sebelumnya, gulat Okinawa sangatlah berbeda dengan apa yang dikerjakan di Jepang. Aku sangat gemar dengan olah raga itu dan (harus kuakui) mempunyai cukup rasa percaya diri. Aku berdiri dan mengamati untuk sejenak. Kemudian tiba-tiba salah satu dari mereka berteriak padaku, “Hei kau! Kemari dan cobalah! Kecuali tentu saja kau takut.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Benar!” teriak yang lain. “Jangan hanya berdiri dan melihat saja. Itu sangat tidak sopan!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku benar-benar tidak ingin mencari masalah, karena itu aku berkata, “maafkan aku, tapi aku harus pergi sekarang,” dan mulai melangkah pergi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Oh tidak, kau tidak bisa pergi begitu saja!” Bersamaan dengan itu sepasang anak muda berlari mengejarku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Melarikan diri?” ejek salah satu dari mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Apa kau tidak punya sopan santun?” yang lain bertanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bersama-sama keduanya meraih bajuku dan menyeretku ke panggung batu itu. Disana tengah duduk seorang laki-laki yang tampak lebih tua yang kupikir bertindak sebagai wasit – dan mungkin pegulat yang terkuat di kelompok ini. Tentu saja aku bisa menggunakan kemampuan yang kumiliki dan melarikan diri tanpa perlu kesakitan, namun kuputuskan untuk bergabung dalam olah raga itu. Pertarungan pertamaku, dengan yang terlihat paling lemah dari semuanya. Aku menang mudah. Anak muda yang kedua juga menjadi korban yang mudah. Dan begitu pula yang ketiga, keempat dan kelima.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekarang hanya tersisa dua laki-laki, salah satunya adalah wasit, dan keduanya terlihat seperti lawan yang tangguh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Baiklah,” kata si wasit dengan sebuah anggukan pada yang lain, “sekarang tiba giliranmu. Apa kau siap bertarung dengan orang asing ini?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Aku takut tidak dapat bertarung lagi,” aku menjawab. “aku rasa sudah cukup, dan aku juga yakin tidak akan menang. Permisi.”  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun mereka mendesakku. Lawanku yang berikutnya dengan pandangan marah, mencengkeram tanganku hingga aku tidak punya pilihan untuk bertarung. Pertarungan ini juga menjadi milikku, dan dalam waktu yang cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;”Sekarang aku benar-benar harus pergi,” aku berkata. “Terima kasih. Permisi.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kali ini, tampaknya alasanku diterima. Namun saat aku mulai beranjak pergi menuju ke arah Shuri, aku mempunyai sebuah firasat akan terjadi sesuatu di tengah perjalanan. Dan ternyata aku benar, belum seberapa jauh kudengar suara dibelakangku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beruntung bagiku, sebelumnya saat meninggalkan Naha, aku sudah menyiapkan sebuah payung yang membantuku saat hujan.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekarang hujan telah berhenti, aku menggunakan payung itu sebagai tongkat untuk berjalan; ternyata payung itu juga berguna. Selanjutnya kuputuskan menggunakan payung itu sebagai senjata untuk membela diri, karena itu aku membukanya dengan cepat dan mengarahkannya kebelakang kepalaku untuk menghindari sebuah serangan dari belakang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Baiklah, aku tidak akan membuat panjang cerita ini. Sekalipun ada tujuh atau delapan orang dalam kelompok itu, aku berhasil menghindari seluruh serangan yang ditujukan padaku, sampai akhirnya kudengar suara dari laki-laki yang lebih tua berkata, “Siapa laki-laki ini? Tampaknya dia tahu karate.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seranganpun dihentikan. Mereka berdiri mengelilingiku sambil menatap dengan marah, namun tidak ada serangan lagi begitu juga usaha untuk menghentikanku untuk meneruskan perjalanan lagi. Saat berjalan kembali kubaca sebuah sajak kesukaanku sambil mendengarkan suara gerakan yang mencurigakan, namun tak ada siapapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat aku tiba di Shuri, aku dipenuhi dengan penyesalan yang dalam. Kenapa aku harus terlibat dengan pertarungan gulat itu? Aku bertanya pada diriku, apakah hal itu hanya rasa ingin tahu belaka? Namun jawaban yang sebenarnya memasuki pikiranku: hal itu terjadi karena aku begitu percaya diri dengan kekuatanku. Pendeknya, hal itu adalah kebanggaan semata. Hal itu sebuah ejekan pada semangat karate-do, dan aku merasa sangat malu. Sekalipun kuceritakan kisah itu sekarang, setelah bertahun-tahun kemudian, aku masih merasa sangat malu.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel ini dikutip dan diterjemahkan dari buku “Karate-do: My Way of Life” yang ditulis oleh Gichin Funakoshi dengan judul aslinya “The Danger Pride”. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-7997305889886053660?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/7997305889886053660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=7997305889886053660' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7997305889886053660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7997305889886053660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/10/kebanggaan-yang-membahayakan.html' title='Kebanggaan yang Membahayakan'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0b5T7uzFTI/AAAAAAAAAik/uADULP-VbnA/s72-c/karate+do+the+way+of+my+life.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-7073700266043082443</id><published>2009-09-22T18:28:00.000-07:00</published><updated>2010-01-08T01:16:46.432-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Luca Valdesi - Antara Tupai &amp; Juara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0b1Lr9TM6I/AAAAAAAAAh8/ApO3Ehvbp50/s1600-h/2004_kata_sen_mas_ind_denik_clanek_solo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0b1Lr9TM6I/AAAAAAAAAh8/ApO3Ehvbp50/s200/2004_kata_sen_mas_ind_denik_clanek_solo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424292382341542818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah tendangan meluncur deras dari kakinya menuju sasaran kepala yang segera disusul sebuah pukulan lurus dengan sebuah teriakan keras. Penonton yang sebelumnya terdiam karena menyaksikan penampilannya segera riuh bertepuk tangan. Tidak lama kemudian laki-laki ini segera menutup gerakannya dan memberikan hormat. Bendera dari wasit dan juri diangkat sebagai tanda kemenangan berpihak padanya. Luca Valdesi dari Italia yang baru saja menampilkan kata Gankaku ternyata kembali meraih gelar juara dunianya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi mereka yang berlaga di nomor kata sudah tidak asing lagi dengan nama Luca Valdesi. Dirinya diakui sebagai salah satu figur yang mampu menunjukkan karakter kata Shotokan dengan maksimal. Peringkat 1 dunia ternyata sudah berhasil diraihnya pertama kali pada tahun 2000. Namun setelah itu peringkatnya sempat melorot ke posisi 2 dan 3 dunia meski akhirnya kembali ke posisi teratas. Walaupun sempat naik turun, Valdesi berhasil memantapkan posisinya di peringkat 1 dunia sejak tahun 2006 hingga sekarang. Tidak heran jika banyak lawannya dari negara lain menganggap Valdesi sebagai kompetitor terberat baik pada nomor perorangan maupun beregu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Luca Valdesi lahir tanggal 18 Juni 1976 di Palermo, Sicilia. Awal keterlibatannya dalam karate dimulai saat usianya baru 6 tahun. Ayah dan pamannya ternyata juga memegang sabuk hitam karate, sehingga bagi Valdesi bergabung dengan tim karate tak ubahnya semacam tradisi keluarga. Di awal perkenalannya dengan karate, Andrea (ayah Valdesi) selalu membawanya di beberapa klub lokal di kota itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1995 Valdesi bergabung dengan Fiamme Gialle, sebuah tim karate bergengsi yang bernaung dibawah otoritas Kepolisian Italia. Disini Valdesi dibimbing oleh Claudio Culasso yang menjabat sebagai kepala instruktur. Tidak lama kemudian sebuah turnamen lokal berskala nasional digelar di Italia. Di turnamen itu Valdesi berhasil meraih gelar pertamanya di usianya yang masih 18 tahun. Sejak itu dirinya terus mengasah kemampuannya hingga turnamen internasional tiba. Meski awalnya tidak cukup yakin mampu berlaga di nomor bergengsi kata perorangan, Valdesi ternyata berhasil menempati posisi puncak dalam European Championships yang digelar tahun 2000 itu. Dan sejak itu gelar juara dari berbagai turnamen selalu berhasil diraihnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disela kesibukannya dalam karate, Valdesi tetap tidak melupakan kehidupan pribadinya. Tahun 2001 dirinya menikahi Ada Spinella, seorang penari sekaligus selebriti ternama. 3 tahun kemudian anak pertamanya, Andrea, lahir. Beberapa bulan kemudian dirinya lulus dari Universitas dengan meraih gelar sarjana dari jurusan ekonomi bisnis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat ini banyak organisasi karate yang sengaja mengubah kata baik pada gerakan maupun iramanya agar terlihat lebih indah dan cepat. Valdesi menyatakan akan tetap berusaha mempertahankan prinsip dasar gerakan setiap kata. Namun demikian dirinya tidak menampik dengan kenyataan bahwa seiring berjalannya waktu, karate saat ini telah banyak berubah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Di semua cabang olah raga baik metode dan penampilan telah berubah. 20 tahun lalu, rekor lari berbeda, hal itu sama dengan karate. Waktu telah merubahnya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0b2ehpiGLI/AAAAAAAAAiU/yIILOigRwW4/s1600-h/diaz_c_ksnku.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0b2ehpiGLI/AAAAAAAAAiU/yIILOigRwW4/s200/diaz_c_ksnku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424293805503420594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0b2e7BevMI/AAAAAAAAAic/KfdfXc5Q5uU/s1600-h/valdesi_gkaku_jpg.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0b2e7BevMI/AAAAAAAAAic/KfdfXc5Q5uU/s200/valdesi_gkaku_jpg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424293812314750146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Antonio Diaz (kiri) dengan Chatanyara Kushanku di final turnamen WKF 2008 di Tokyo melawan Luca Valdesi dengan Gankaku. Pertandingan itu dimenangkan Valdesi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun banyak orang yang memuji kecepatan tangan dan kaki Valdesi, namun tidak sedikit pula yang mengkritiknya. Bahkan di salah satu situs video sharing ada juga yang menyebut Valdesi sebagai si “tupai” karena saking cepatnya. Sebuah komentar negatif namun cukup menggelikan memang. Ada juga komentar miring lainnya yang menilai gaya Valdesi dianggap terlalu menonjolkan sisi sport karate daripada esensi teknik. Dengan kata lain, Valdesi hanya dianggap terlalu mementingkan keindahan gerak tak ubahnya penari dibanding menunjukkan makna bela diri. Namun karena itulah yang dituntut dari sport karate, gaya Valdesi agaknya tidak perlu diperdebatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika setiap orang yang berlatih karate mempunyai kata favorit, maka demikian pula halnya dengan Valdesi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kata favoritku adalah Unsu dan Gankaku. Yang pertama adalah sebuah kata yang sangat cepat dan spektakuler. Aku dapat menunjukkan karakterku didalamnya; yang kedua merupakan kata paling sulit di Shotokan karena membutuhkan keseimbangan dan konsentrasi yang besar….tubuh dan pikiran..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Barangkali dari sebagian banyak rival Valdesi hanya Antonio Diaz yang terbilang cukup tangguh untuk berlaga dengannya. Antonio Jose Diaz Fernandez adalah karateka Venezuela terbaik yang meraih medali perunggu dalam turnamen di tahun 2002, 2004 dan 2006 di nomor kata perorangan. Diaz yang terkenal dengan kata Chatanyara Kushanku sebagai andalannya ini juga menjadi juara pertama di turnamen Pan America di tahun 2005, 2006 dan 2007. Terakhir Diaz berhasil meraih medali emasnya di Curacao (2009). Meski pertemuan Valdesi dan Diaz cukup sering (11 kali total), penampilan mereka tidak pernah membosankan. Penonton agaknya selalu penasaran siapa pemenang antara Valdesi (Unsu – Gankaku) dengan Diaz (Superimpai – Chatanyara Kushanku)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di usianya sekarang (2009) yang sudah terbilang tua sebagai atlit, Valdesi masih saja aktif berlaga di nomor spesialisasinya yaitu kata perorangan. Di tengah persaingan yang semakin ketat dengan munculnya atlit baru yang lebih muda dan enerjik, nama Valdesi ternyata masih sulit digeser dari peringkat 1 dunia saat ini. Bicara masalah keinginannya selepas pensiun dari kompetisi karate, Valdesi begitu antusias ingin keliling dunia sambil memberikan berbagai seminar dan pelatihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Aku ingin berkeliling dunia memberikan pelajaran dan seminar dan aku menyukainya. Aku juga ingin berbagi apa yang telah kupelajari untuk membantu membimbing calon kompetitor baru dalam turnamen.” ungkapnya. (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-7073700266043082443?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/7073700266043082443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=7073700266043082443' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7073700266043082443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7073700266043082443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/09/luca-valdesi-antara-tupai-juara.html' title='Luca Valdesi - Antara Tupai &amp; Juara'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0b1Lr9TM6I/AAAAAAAAAh8/ApO3Ehvbp50/s72-c/2004_kata_sen_mas_ind_denik_clanek_solo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-6085937024722003192</id><published>2009-08-14T21:36:00.000-07:00</published><updated>2010-01-08T00:58:52.089-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata'/><title type='text'>Kata Original SKIF - Niju Hachi Ho?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0by90PClqI/AAAAAAAAAhk/4I1otxksyIs/s1600-h/dvdkanazawa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 138px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0by90PClqI/AAAAAAAAAhk/4I1otxksyIs/s200/dvdkanazawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424289945022011042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai salah satu legenda hidup karate era moderen, nama Hirokazu Kanazawa telah diakui perannya dengan melebarkan sayap Shotokan diluar Jepang. Lewat organisasi yang didirikannya yaitu SKIF (Shotokan Karate International Federation), Kanazawa sukses membuat nama Shotokan berkibar di daratan Eropa, Amerika, Asia dan beberapa negara timur tengah. Kepopuleran SKIF bahkan bisa disandingkan dengan JKA yang sudah lebih dulu berdiri. Kini SKIF telah memiliki puluhan organisasi yang berafiliasi dibawahnya berikut jutaan anggota yang terus bertambah tiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sukses itu juga tidak lepas dari Kanazawa yang terus melakukan promosi dengan berbagai coaching clinic (seminar dan pelatihan) serta eksibisi yang terus dilakukannya diluar negeri. Nama Kanazawa sebagai salah satu praktisi karate paling berpotensi agaknya juga mempengaruhi popularitas SKIF. Tidak berlebihan, karena sejak dulu hingga sekarang Kanazawa telah diakui mempunyai kecerdasan yang berbeda dengan rekannya sesama instruktur JKA. Meski sudah tidak muda lagi, Kanazawa masih saja antusias dan inovatif dengan karate. Bahkan Kanazawa sekarang telah membuat gerakan kata baru diluar 26 kata Shotokan klasik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Niju Hachi Ho adalah salah satu kata baru yang diperkenalkan Kanazawa dalam SKIF. Meski demikian, kabarnya Kanazawa sudah pernah memperlihatkan kata ini sekitar tahun 1996 silam saat berkunjung ke Italia. Namun ketika itu Kanazawa tidak mengajarkannya karena hanya bersifat eksibisi saja. Nama Niju Hachi Ho terdengar familiar? Tentu saja, karena mirip dengan kata Shotokan lainnya yaitu Niju Shi Ho. Secara garis besar keduanya ternyata sangat berbeda. Meski begitu beberapa gerakan Niju Shi Ho juga ada pada Niju Hachi Ho. Salah satunya adalah mawashi uke (tangkisan melingkar) dipadu dua pukulan yang sama persis dengan Niju Shi Ho. Saat ini Niju Hachi Ho sangat populer dikalangan anggota SKIF yang senior. Bahkan kata ini telah diakui dan digunakan SKIF sebagai salah satu kata yang dipertandingkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika Niju Shi Ho berarti 24 langkah, maka Niju Hachi Ho berarti 28 langkah (Shi = 4, Hachi = 8). Meski menyandang nama “28”, gerakan kata ini tampil lebih panjang dan berat. Di salah satu newsletter terbitan SKIF disebutkan bahwa Niju Hachi Ho dikembangkan dari teknik Cina Bangau Putih yang juga populer di Okinawa. Selanjutnya dijelaskan juga bentuk yang dilatih dalam SKIF sedikit berbeda dengan versi Shito-ryu yang bernama Nipaipo. Sayangnya dalam newsletter itu tidak dijelaskan hubungan antara Nipaipo dan Niju Hachi Ho. Hal menarik lainnya, beberapa teknik Niju Hachi Ho juga mirip dengan kata Hakkaku. Kata yang terinspirasi langsung dari gaya burung bangau ini memang sangat jarang terdengar. Konon Kenwa Mabuni (Shito-ryu) mempelajarinya dari orang Cina bernama Go Kenki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bzco2haXI/AAAAAAAAAhs/ldpzSDv7uKg/s1600-h/nijuhachiho2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bzco2haXI/AAAAAAAAAhs/ldpzSDv7uKg/s200/nijuhachiho2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424290474542328178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bzcwJDJwI/AAAAAAAAAh0/V2WxpYz3lkc/s1600-h/nijuhachiho3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bzcwJDJwI/AAAAAAAAAh0/V2WxpYz3lkc/s200/nijuhachiho3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424290476499085058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak diragukan lagi dalam Niju Hachi Ho mayoritas tekniknya bukan berasal dari Shotokan. Anda akan menemukan gerakan dari kata Nipaipo dan Kururunfa milik Shito-ryu. Selain itu kuda-kuda mirip pegulat sumo (shiko dachi) yang banyak diaplikasikan kata Seienchin juga tampil disini. Sekedar informasi, bahwa dalam SKIF ternyata juga mengerjakan kata Seienchin dan Seipai diluar kata Shotokan yang standar. Informasi ini cukup mengejutkan memang, namun melihat gaya Kanazawa yang suka keluar masuk dojo karate aliran lain, hal ini dapat dimaklumi. Hal itu terungkap dari wawancara yang dilakukan dengannya. Dari situ Kanazawa tampaknya mengadopsi beberapa kata aliran lain dan disesuaikan dalam organisasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin sebagian dari Anda telah mengetahui bahwa Kanazawa juga sudah lama mempelajari Tai Chi. Dalam beberapa tulisan di buku dan wawancara dengannya, Kanazawa menjelaskan betapa banyak manfaat Tai Chi yang diperolehnya (terutama teknik pernapasan). Hal inilah yang kemudian diimplementasikan Kanazawa dalam Niju Hachi Ho. Gerakan tangan yang lembut dipadu dengan pernapasan akan sangat kentara di tengah-tengah kata ini. Meski terbilang unik atau aneh, bentuk gerakan seperti ini sebetulnya bukanlah hal baru. Kita ambil contoh kata Unsu Shotokan, jika Anda cukup jeli sebenarnya ada teknik “lembut” mirip Tai Chi yang ditampilkan perguruan karate yang berafiliasi dengan SKIF.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;SKIF menggolongkan Niju Hachi Ho benar-benar sebagai kata tingkat lanjut. Sebab dari tekniknya kata ini bervariasi baik kuda-kuda, perputaran tubuh, teknik bertahan dan menyerang balik ke sasaran yang berbeda. Dari segi resikonya, SKIF menyatakan Niju Hachi Ho sangat berbahaya digunakan untuk pertarungan sebenarnya. Bahkan SKIF menjelaskan kata ini sudah cukup berbahaya walau hanya digunakan dalam latihan aplikasi (bunkai). Argumen itu sebenarnya kurang tepat, karena jika dipikirkan semua kata tingkat lanjut (bukan hanya Shotokan) mayoritas memuat teknik yang berbahaya jika dipelajari pemula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 2005 Kanazawa dan Rising Sun Productions meluncurkan sebuah DVD karate. Salah satunya berjudul “Mastering Karate”, dimana dalam video itu Kanazawa melibatkan anaknya yaitu Nobuaki Kanazawa dan beberapa instruktur senior SKIF lainnya memperagakan kihon dan kumite. Selain itu gerakan kata dari SKIF termasuk Niju Hachi Ho juga ditampilkan oleh Hirokazu Kanazawa berikut aplikasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun banyak yang antusias dengan dirilisnya DVD itu, namun ada juga yang mengkritiknya. Salah satunya adalah harga yang dinilai terlalu mahal untuk sebuah DVD karate dengan isi yang tidak lebih dari sebuah upgrade yaitu kata Niju Hachi Ho. Namun bagi mereka yang mengidolakan Kanazawa (mungkin Anda juga) mempelajari kata yang diciptakan oleh sang maestro ini sebetulnya bukanlah hal buruk. Namun karena Niju Hachi Ho tidak dapat digunakan dalam turnamen resmi WKF, tentu sudah menjadi alasan cukup untuk tidak mempelajarinya.&lt;/span&gt; (Fokushotokan.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-6085937024722003192?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/6085937024722003192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=6085937024722003192' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/6085937024722003192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/6085937024722003192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/08/kata-original-skif-niju-hachi-ho.html' title='Kata Original SKIF - Niju Hachi Ho?'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0by90PClqI/AAAAAAAAAhk/4I1otxksyIs/s72-c/dvdkanazawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-2405769553362418434</id><published>2009-07-28T23:37:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:38:37.772-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Translasi Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi Karate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspiratif'/><title type='text'>Sang Master - Lelaki Tua (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bxqLDRfcI/AAAAAAAAAhc/sIPdIKAeWkI/s1600-h/ladybug.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bxqLDRfcI/AAAAAAAAAhc/sIPdIKAeWkI/s200/ladybug.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424288508037660098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam dunia serangga larva dan serangga dewasa akan berbeda baik bentuk maupun kebutuhan makanannya. Sementara manusia tidak mengalami perubahan bentuk seperti pada serangga, setiap tahap perkembangan manusia – bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan lanjut usia – kita adalah makhluk yang berbeda dan tubuh kita perlu kebutuhan yang berbeda pula.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat Master Funakoshi menyarankan untuk meninggalkan segala aktivitas yang dapat menganggu selama tahap pertumbuhan, para instruktur harus melakukan upaya khusus untuk anak-anak agar lebih berani mengikuti berbagai latihan. Dan saat bergabung dengan latihan, sangatlah penting bagi anak-anak muda untuk menentukan satu tujuan bagi dirinya sendiri, sekaligus menikmati usaha dalam mencapainya. Apalagi melihat dunia yang baru, berjumpa dengan orang-orang yang baru dan melatih pikiran sebenarnya lebih penting dari sekedar meningkatkan jumlah latihan fisik. Mempertajam perasaan tidak hanya dapat mengembangkan naluri seni bela diri di masa depan, namun juga membentuk karakter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masa remaja adalah saat awal menuju kedewasaan dan penuh dengan pergolakan. Adalah satu masa untuk senantiasa khawatir dan introspeksi saat hubungan antara pikiran dan jiwa keluar dari keseimbangannya. Pertama-tama, rasa rendah diri, lemah, takut dan kemarahan harus diatasi lewat memperkuat diri sendiri. Jalan terbaik untuk mencapai tujuan ini adalah menjalani latihan fisik sekaligus berusaha menyatu dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Master Funakoshi sangat menyukai kebersihan dan masih kuingat penampilannya yang selalu rapi. Kapanpun masalah datang, aku menemukan bahwa latihan dan membersihkan memungkinkanku menemukan sebuah jalan keluar. Sekalipun saat di universitas para mahasiswa senior akan memintaku menggosok jalan masuk asrama, aku akan melakukannya hingga aku dapat melihat apa yang kupikirkan di bayangan lantai yang mengkilap. Aku percaya bahwa pondasi karate sesungguhnya berakar dalam hidup sehari-hari. Itulah sebabnya aku melakukan kegiatan khusus (membersihkan asrama) untuk menggerakkan baik tubuh bagian kiri dan kanan, dengan begitu akan melatih seluruh anggota badanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ilmu pengetahuan sekarang membuktikan bahwa seimbang menggunakan belahan otak kiri dan kanan akan meningkatkan daya ingat. Dengan demikian latihan yang dilakukan tubuh untuk mendukung hal itu menjadi sangat penting. Sementara aku tidak dapat berbicara dari sudut pandang seorang ilmuwan, aku telah membuktikan sejak awal bahwa rutinitas dan menghargai tanggung jawab dalam hidup sehari-hari akan bermanfaat pada keseimbangan tubuh dan pikiran secara alamiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demikianlah, masa remaja adalah saat untuk meraih kekuatan dan membangun rasa percaya diri. Jika kau tidak menyukai dirimu sendiri maka mustahil untuk menyukai orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal penting dalam karate yang menghubungkan tubuh dan pikiran adalah: teriakan semangat (kiai), perut dan pinggul. Tiga komponen inilah yang akan membawa seseorang pada tahap lebih kuat untuk mencapai kedamaian dan tentu saja mampu mengendalikan diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat aku mengajar di luar negeri, dalam perjalanan tambahan sekalipun aku sebagai seorang instruktur, meski kondisi mentalku masih bertenaga ternyata fisikku sudah mencapai batas kelelahannya. Dalam kondisi seperti ini, latihan pernapasan dan kiai dapat membantuku memulihkan tenaga. Saat aku sedang bersemangat, dua latihan ini membantuku menekan perasaan tegang. Dan ketika kondisi mentalku menurun, latihan itu membantuku membangkitkan energi dari dalam tubuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat tubuh manusia telah berhasil mencapai kedamaian, maka berikutnya adalah membaginya dengan orang lain. Kita sebagai manusia mustahil bertahan hidup seorang diri. Saat berlatih kumite kita harus belajar menyesuaikan gerakan kita dengan lawan. Kita belajar “membaca” pikiran lawan dan dari sana kita belajar bagaimana menghormatinya. Ketika perasaan menghormati lawan telah ada maka rasa takutpun sirna dan kita akan menemukan bahwa kita tidak lagi mempunyai lawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Satu contoh dari jaman lama di Jepang yang mampu mengilustrasikan hal ini adalah rasa hormat seorang samurai pada lawannya yang mengakuinya sebagai “musuh terhormat.” Ada semacam bentuk keindahan yang ditunjukkan dari rasa saling hormat seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika kita belajar saling memberi kedamaian dengan orang lain, kita meningkatkan lagi dengan berusaha memberi kedamaian bagi masyarakat, alam sekitar, bumi dan akhirnya alam semesta. Satu contoh yang dapat menjelaskan hal ini adalah lewat mengenal orang lain dengan memberikan salam yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat berlatih di dalam dojo, umumnya kita akan memberi hormat tiga kali – sekali pada tempat kita saling berbagi untuk berlatih (dojo itu sendiri), sekali pada instruktur kita, dan sekali pada sesama rekan berlatih. Sebelum berlatih tanding kita membungkuk untuk memberi hormat pada lawan, dan saat mengerjakan kata tertentu kita menempatkan kedua tangan kita bersamaan untuk menandakan sebuah makna tertentu – yang menunjukkan kita tidak mempunyai maksud tersembunyi; keseimbangan yin dan yang; masa kini yang hadir diantara masa lalu (diwakili tangan kanan) dan masa depan (diwakili tangan kiri); dan harapan kita ke masa depan. Mereka yang sungguh-sungguh paham betapa menakjubkannya hal ini menunjukkan telah meraih martabat yang bersahaja. Dan saat rasa bersyukur telah diraih sebagai konsekuensi alamiah dibawah pencipta alam semesta ini, kedamaian pikiran dan sebuah wajah yang ramah akan senantiasa tampil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lebih jauh, ada bentuk salam verbal “Osu,” yang ditulis dengan huruf kanji Cina. Huruf pertama berarti “menekan”, karakter yang selalu berusaha untuk maju, dan semangat bertarung. Huruf kedua berarti “menahan” (beban, tantangan atau penderitaan) yang menekankan sebuah petunjuk bahwa hanya melalui ketekunan maka segala rintangan atau kemunduran dapat diatasi. Arti dari salam “Osu” selalu mengingatkan kita bahwa melalui usaha yang disiplin dan sungguh-sungguh maka kita akan dapat meraih apa yang kita impikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang telah kupelajari dari karate? Aku telah belajar bagaimana membuat diriku bahagia sekaligus mencapai kedamaian. Bagi umat manusia, kematian adalah hal yang tidak terelakkan dalam hidup. Karena itulah, aku ingin berbagi dengan orang lain apa yang telah kupelajari selama ini. Merasa bahagia sementara orang di sekitarku tidak demikian bukanlah kebahagiaan sejati. Itikad baik yang mampu menembus batas negara, ras dan suku menunjukkan inti sebenarnya dari seni bela diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat aku berusia dua puluhan, aku bertemu Master Funakoshi untuk pertama kalinya yang saat itu telah berusia delapan puluhan, dan saat itu aku berpikir ingin menjadi sepertinya. Dari sudut pandangku ini dirinya juga sebagai seorang contoh yang harus diikuti. Kita juga, mempunyai sebuah kewajiban untuk menjalani hidup dengan sebenar-benarnya dan menjadi contoh bagi generasi muda hari ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hidup dan proses menjalaninya adalah sebuah seni. (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel diterjemahkan dengan bebas dari Buku Karate Fighting Techniques dari sub bab "OM The Master" yang ditulis Hirokazu Kanazawa. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.com &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-2405769553362418434?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/2405769553362418434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=2405769553362418434' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2405769553362418434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2405769553362418434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/07/sang-master-lelaki-tua-2.html' title='Sang Master - Lelaki Tua (2)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bxqLDRfcI/AAAAAAAAAhc/sIPdIKAeWkI/s72-c/ladybug.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-9179979020093598412</id><published>2009-07-05T19:11:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:41:19.024-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Translasi Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi Karate'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspiratif'/><title type='text'>Sang Master - Lelaki Tua (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bwCbtRMwI/AAAAAAAAAhU/rcr4nfe1k_s/s1600-h/fightingtechniques.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bwCbtRMwI/AAAAAAAAAhU/rcr4nfe1k_s/s200/fightingtechniques.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424286725802373890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku menerima pelajaran karate dari Gichin Funakoshi saat menjadi salah satu anggota klub karate di Universitas Takushoku. Saat itu usiaku sekitar dua puluhan, sedangkan Master Funakoshi sudah berusia delapan puluhan. Dari sudut pandang mataku yang masih muda ini dia adalah seorang legenda hidup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat masih berusia tujuh belas tahun, aku sering merenung kelak diriku akan mengikuti pelajaran karate dari Master Funakoshi. Saat begitu bersemangat mengingat sosok seperti apakah dia, aku ingin turut berbagi beberapa pelajaran yang telah kuperoleh saat bersamanya. Selain itu juga karate dari sudut pandangku secara pribadi selama aku menghabiskan waktu bersama Master Funakoshi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gichin Funakoshi dilahirkan tahun 1868 di Shuri, Okinawa. Sebagai anak yang bertubuh kecil dan lemah, dia mulai berlatih karate, belajar dibawah Yasutsune Itosu dan Yasutsune Azato (dan sesekali Sokon Matsumura). Funakoshi menjalani latihannya di malam hari, setelah menyelesaikan pekerjaannya mengajar di sekolah pada hari itu. Adalah sudah biasa baginya melihat fajar yang baru setiap usai latihan. Dia tumbuh menjadi seorang ahli kaligrafi (tulisan kanji) dan seorang pendidik yang terlibat mengajar anak-anak muda di kotanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Titik balik untuk Funakoshi tiba tahun 1922 saat dirinya diundang ke Tokyo sebagai wakil Prefektur Okinawa untuk mendemonstrasikan karate di acara Eksibisi Tahunan Atletik yang pertama. Sebuah acara untuk anak muda Jepang yang didukung oleh Menteri Pendidikan. Demonstrasi itu menuai sukses dan setelah itu Funakoshi menerima permohonan yang terhitung jumlahnya untuk mengajar karate. Dia memutuskan untuk tinggal di Tokyo dan tetap disana hingga kematiannya, menyebarkan karate sebagai ilmu untuk melatih fisik dan mental, terutama dengan mengajar para mahasiswa di Universitas. Saat itu Funakoshi sudah berusia lima puluhan, yang membuatnya lalu dianugerahi gelar “Bapak Karate Moderen.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat itu di Jepang orang-orang dengan usia lima puluhan umumnya telah memasuki masa pensiun. Namun tidak demikian halnya dengan Master Funakoshi, disamping sedikitnya dukungan ekonomi, dia memutuskan untuk memulai hidup yang baru di Tokyo. Sejak itu dan selanjutnya menjadi sebuah episode yang sangat populer dalam hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena kesulitan ekonomi, Prefektur Okinawa tidak mampu menyediakan dukungan finansial dalam bentuk apapun pada Funakoshi. Karena itulah Master Funakoshi diijinkan tinggal di Meisei Juku, sebuah asrama bagi pelajar Okinawa dengan sebagai gantinya mengerjakan bermacam-macam pekerjaan di asrama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu hari seorang wartawan datang ke asrama untuk mewawancarai Funakoshi. Setibanya disana, dia melihat seorang pembantu yang tengah menyapu di kebun. Diapun bertanya dengan nada bicara yang angkuh,”Master Funakoshi ada?” Pembantu itu dengan sopan mengajak wartawan itu ke ruang lukis dan memintanya untuk menunggu sebentar. Sesaat kemudian pembantu di kebun itu muncul kembali, namun kali ini dengan mengenakan busana yang lebih rapi. Saat itulah wartawan itu sadar bahwa pembantu dan Master Funakoshi adalah orang yang sama. Terlihat terkejut, wartawan itu membungkuk dalam-dalam pada Funakoshi, benar-benar meminta maaf atas ketidaksopanannya. Namun demikian, Funakoshi telah melupakan kejadian itu dan selalu tersenyum selama wawancara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di tahun-tahun berikutnya Master Funakoshi tidak akan melupakan sebuah masa dalam hidupnya, dimana sang Master hidup dalam serba kekurangan. “Aku tidak pernah menganggapnya sebagai sebuah kesulitan” dia menjelaskan. “Lebih dari itu, aku berterima kasih pada segala aspirasi dan mimpiku untuk menyebarkan karate. Aku sudah cukup merasa bahagia.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku telah belajar dari Master Funakoshi bahwa kau selalu bisa memulai jalan yang baru, tidak masalah berapa usiamu, dan hatimulah yang akan menentukan kebahagiaanmu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada juga sebuah kisah lucu diantara kami para murid saat itu tentang rasa penasaran pada sebuah pertanyaan: Apakah Sensei Funakoshi masih benar-benar tangguh di usianya yang sudah delapan puluhan? Satu insiden yang terjadi dikemudian hari menyadarkanku bahwa diluar usia yang masih muda, kami bukanlah tandingan untuk sang Master.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat itu aku pergi menjemput Master Funakoshi dan bermaksud mengantarkannya kembali ke dojo universitas kami dengan menumpang sebuah taksi. Duduk disampingnya dan menghadap ke depan, terlintaslah sebuah pikiran di benakku: apa yang akan terjadi jika sekarang aku mencoba kebolehan Sensei Funakoshi? Tiba-tiba Funakoshi menjawab dengan suara yang perlahan,”Kanazawa, apa yang baru saja kau pikirkan?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Tidak ada,” aku menjawabnya dengan gugup, menyadari bahwa dia telah membaca pikiranku. “Tidak ada sama sekali.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada kesempatan lain aku begitu terkejut saat mendengar Master Funakoshi mengakui bahwa ada beberapa hal yang tidak mampu dilakukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat itu kami sedang berlatih kata Kanku Dai. Aku mengamati dengan cermat setiap gerakan Sensei Funakoshi, dan mengerjakan setiap gerakan persis seperti yang telah ditunjukkannya pada kami. Namun meski demikian, dia datang menghampiriku dan berkata,”Kanazawa, kau harus melebarkan kedua kakimu lebih jauh dan merendahkan pinggulmu lebih rendah lagi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Ya, Pak,” aku segera menjawabnya. Tapi karena masih kebingungan dengan perkataannya, aku masih saja berdiri dalam posisi yang telah dicontohkan oleh Sensei Funakoshi sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Aku sudah tua, aku tidak mampu melakukan hal ini,” sang Master menambahkan. “Tapi kau masih muda. Masa muda adalah waktunya memperkuat kedua kakimu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat berlatih kata yang sama di kesempatan yang lain, aku membentangkan kedua tanganku dalam gerakan pembuka secara perlahan mirip dengan apa yang kulihat dari Master Funakoshi. Saat melihat hal ini sang Master berkata,”aku melakukannya karena usiaku. Saat kau masih muda, irama sangatlah penting.” Dia lalu memerintahkanku untuk mengerjakan gerakan itu dengan lebih baik dalam dua langkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" class="fullpost"&gt;(Catatan Admin: yang dimaksud dua langkah adalah gerakan pembuka Kanku Dai. Setelah kedua tangan mengarah perlahan keatas – melihat langit –, dengan cepat terbuka dan mengarah kebawah lagi dengan perlahan. Funakoshi tidak mampu melakukan gerakan yang cepat itu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masa muda dan pengalaman tidak mungkin dikuasai secara bersamaan. Sejak perjumpaanku dengan Master Funakoshi, konsep yang satu harus dikorbankan demi meraih yang lain telah menjadi bagian hidupku. (bersambung) (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;Artikel diterjemahkan dengan bebas dari Buku Karate Fighting Techniques dari sub bab "OM The Master" yang ditulis Hirokazu Kanazawa. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.com &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-9179979020093598412?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/9179979020093598412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=9179979020093598412' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/9179979020093598412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/9179979020093598412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/07/sang-master-lelaki-tua-1.html' title='Sang Master - Lelaki Tua (1)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bwCbtRMwI/AAAAAAAAAhU/rcr4nfe1k_s/s72-c/fightingtechniques.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-4028333263450392283</id><published>2009-05-23T18:06:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:43:08.347-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bela Diri Lain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Legenda'/><title type='text'>Ledakan Kungfu Ba Ji (3 - Final)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bnJZgFeEI/AAAAAAAAAg8/xFeKavbLq3k/s1600-h/liu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bnJZgFeEI/AAAAAAAAAg8/xFeKavbLq3k/s200/liu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424276949864642626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu setelah kejadian itu Li Shu Wen bersama muridnya yang bernama Liu Yun Qiao (dalam manga Kenji disebut Liu Gekkyu) berkunjung ke Shan Dong. Keluarga Shu Wen masih mempunyai koneksi dengan beberapa pejabat militer di Cina utara. Saat itu selain ingin mengunjungi temannya, Shu Wen ingin menguji kemampuan Liu Yun Qiao dalam pertarungan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selama itu mereka berdiam di rumah Jenderal Zhang Xiang Wu yang juga murid Shu Wen sekaligus gubernur propinsi Shan Dong. Saat itu beredar kisah bahwa Shu Wen mampu memakan ayam berikut tulangnya. Yang lebih menakjubkan adalah Shu Wen sanggup mengangkat batu-batuan kemudian menghancurkannya dengan jalan mengunyah di mulut dan lalu dimuntahkannya lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Liu Yun Qiao (1909-1992) sebagai murid terakhirnya menjelaskan bahwa teknik Shu Wen terlalu tinggi hingga tidak ada orang yang mau berlatih bersamanya. Namun di sisi lain Shu Wen ingin menyalurkan energinya yang sangat besar. Bahkan karena ditinggal Yun Qiao saat menjalani pelatihan militer, Shu Wen menjadi mudah marah dan mengusir rasa sepinya dengan berlatih seorang diri. Saat itu kota Huang mempunyai kebanggaan karena mempunyai dua pohon beringin yang sangat besar dan bagus. Namun akibat dipukul sekuat-kuatnya oleh Shu Wen, pohon besar itu rontok daunnya dan lalu mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sepanjang hidupnya Shu Wen telah bertarung dengan banyak pendekar. Kebanyakan lawannya pasti tewas atau jika hidup tentu cedera parah. Meski setelah menjadi guru Liu Yun Qiao dirinya jarang bertarung lagi, namun musuhnya sudah tersebar dimana-mana. Shu Wen sebenarnya bukanlah orang jahat, namun baginya tewasnya lawan dalam pertarungan hanyalah resiko, hingga tidak perlu dirisaukan. Akibatnya banyak keluarga dari pendekar yang telah dibunuhnya lalu menyimpan dendam dan kebencian padanya. Namun karena tidak mampu mengalahkan Shu Wen yang tangguh, mereka mencari jalan lain untuk membunuhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Shu Wen sadar banyak orang yang menginginkan kematiannya. Karena itulah setiap saat dirinya merasa tidak tenang karena takut ada orang yang akan membunuhnya. Setiap hari tidak banyak orang yang berada di dekatnya. Jika ada, Shu Wen akan memukulnya meski di depan orang banyak. Setiap hari Shu Wen hanya makan di tempat muridnya yang bisa dipercaya. Saat berjalan di keramaian, seringkali Shu Wen tiba-tiba merubah arah langkahnya hingga muridnya kebingungan. Bahkan masuk ke rumahnya sendiripun Shu Wen harus menyelinap masuk lewat jendela seperti pencuri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1937 dalam suatu perjalanan kembali ke kampung halamannya, di sebuah penginapan di Tan Fang akhirnya Shu Wen mati setelah diberi racun. Apa yang terjadi pada Li Shu Wen seakan mengingatkan pada ungkapan lama bela diri Cina, bahwa;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Orang yang memegang pedang (ilmu bela diri) juga harus memegang gagangnya (hati dan rasa kemanusiaan), karena jika tidak, pedang itu akan melukai diri sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sepanjang hidupnya Li Shu Wen mempunyai banyak murid yang juga menjadi pendekar tangguh. Perbedaan terbesar Ba Ji milik Shu Wen dengan yang lain adalah pada metode latihannya yang menekankan pada teknik dasar. Ada satu kisah dimana Li Shu Wen tidak memberikan teknik apapun pada muridnya dalam waktu hampir setengah tahun kecuali satu sikap kuda-kuda. Hal ini agaknya dipengaruhi masa Shu Wen yang berhasil menjadi pendekar tangguh dengan hanya melatih gerakan dasar berulang-ulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sederhana dan mematikan, namun tetap elegan menjadi karakter kungfu Ba Ji. Teknik dilancarkan dalam arah yang linear namun solid ke arah tiga bagian vital manusia yaitu atas, tengah dan bawah (disebut San Pan Lian Ji). Dibanding kungfu lain, Ba Ji minim gerak tipu, sehingga serangan akan bersifat frontal. Selain itu serangan yang dilancarkan umumnya lebih efektif pada jarak dekat. Hal ini sebenarnya berhubungan dengan tujuan kungfu ini memang untuk pertarungan yang berusaha merobohkan lawan dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kungfu Ba Ji terkenal karena gerakan menghentak tanah yang keras yang dipadukan dengan kekuatan bahu dan pinggul. Ketiga komponen ini adalah cara untuk menghasilkan tenaga atau disebut “jin”. Khusus untuk gerakan menghentak itu diperlukan latihan intensif dan kehati-hatian agar tidak menimbukan cedera. Setelah itu jika seseorang mampu menggunakan ketiga teknik itu dengan “qi” (baca: chi) maka tenaga peledak luar biasa yang disebut “fajin” akan mampu membuat kerusakan besar meski dengan serangan sederhana sekalipun. “Qi” atau yang dalam bahasa Jepang disebut “ki”, adalah tenaga internal yang dihasilkan tubuh dengan mengkoordinasikan pernapasan, konsentrasi dan semangat yang bertujuan menambah daya perusak suatu teknik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di Jepang sendiri kungfu Ba Ji sangat populer karena gerakannya yang efektif hingga banyak peminatnya. Namun ketenaran kungfu Ba Ji tidak hanya berhenti sampai di manga Kenji saja. SEGA sebagai developer game yang inovatif mentranslasikan semangat kungfu Ba Ji dalam game mereka yang berjudul Virtua Fighter. Game yang dirilis pertama kali tahun 1992 ini menjadi pioner genre fighting 3D yang realistis karena tidak ada teknik bola api seperti dalam game semacam Dragon Ball Z atau Street Fighter. Semua karakter dalam game itu menggunakan bela diri realistis yang diadaptasi dari versi aslinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0boxVFomBI/AAAAAAAAAhE/bezST1VzkS0/s1600-h/virtua-fighter-5fly.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0boxVFomBI/AAAAAAAAAhE/bezST1VzkS0/s200/virtua-fighter-5fly.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424278735386351634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Virtua Fighter yang berarti Pendekar Sejati mengisahkan seorang pemuda Jepang bernama Akira Yuki yang belajar kungfu Ba Ji (Hakkyokuken) dari kakeknya. Akira berpetualang untuk mencari 7 bintang (baca: 7 pendekar tanggguh) untuk menjadi pendekar sejati. Teknik Ba Ji milik Akira kebanyakan sama dalam manga Kenji. Selain Akira, semua karakter dalam game itu juga mempunyai background cerita yang kuat. Game itu menjadi sangat populer hingga banyak developer game lain yang membuat genre sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Virtua Fighter adalah storyline dipadu dengan gameplay yang kuat, sehingga pemainnya tidak bisa hanya asal pukul dan tendang untuk menang. Hingga artikel ini ditulis (2009) sekuel Virtua Fighter telah masuk seri kelima untuk konsol Playstation 3 dan XBOX 360. Bagi penggemar game fighting tentu wajib memainkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai kungfu yang terus berkembang selama lebih dari 300 tahun lamanya, Ba Ji telah meraih reputasi tinggi di Cina. Saat ini selain di kota Cang sebagai asalnya, kungfu Ba Ji juga ada di sebelah timur laut Cina dengan mayoritas gaya dari Huo Dian Ge (juga murid Li Shu Wen), sebelah barat laut Cina yang berkembang gaya dari Mang Fe Tu, dan di Taiwan adalah Liu Yun Qiao. Setelah Cina membuka perdagangan untuk negara lain, kung fu Ba Ji mulai menyebar ke Jepang, Korea dan Amerika Serikat. Meski mempunyai banyak cabang, pada pokoknya perbedaan antar kung fu Ba Ji adalah pada metode latihannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai salah satu aliran kungfu lama, saat ini telah banyak kungfu lain yang mengadaptasi teknik Ba Ji yang cepat, frontal dan kuat. Ada pula yang mencampurnya dengan teknik Shao Lin hingga muncul aliran kungfu baru. Tentu saja makin memperkaya ragam bela diri Cina, namun kedahsyatan kungfu Ba Ji yang orisinil tetap melegenda.&lt;/span&gt; (Fokushotokan.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-4028333263450392283?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/4028333263450392283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=4028333263450392283' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/4028333263450392283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/4028333263450392283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/05/ledakan-kungfu-ba-ji-3-final.html' title='Ledakan Kungfu Ba Ji (3 - Final)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bnJZgFeEI/AAAAAAAAAg8/xFeKavbLq3k/s72-c/liu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-5289102034820838328</id><published>2009-05-02T16:51:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:44:08.980-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bela Diri Lain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Legenda'/><title type='text'>Ledakan Kungfu Ba Ji (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0blbAjWAsI/AAAAAAAAAgs/Rk8i0Eh9bPY/s1600-h/jkenji3_00.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0blbAjWAsI/AAAAAAAAAgs/Rk8i0Eh9bPY/s200/jkenji3_00.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424275053381812930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah Wu Zhong ada beberapa generasi pendekar Ba Ji yang juga ternama. Namun sejarah kungfu Ba Ji tidak akan melupakan nama Li Shu Wen (1864-1937) sebagai yang terbaik. Li Shu Wen yang dalam manga Kenji disebut dengan Lie Syo Bun, terkenal karena keahliannya yang luar biasa (atau lebih layak disebut menakutkan). Begitu hebatnya kungfu Ba Ji dan ilmu tombaknya hingga banyak yang menganggap Li Shu Wen sebagai reinkarnasi Wu Zhong.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Li Shu Wen lahir di desa Chang Sha dalam keluarga yang miskin. Karena kondisi itulah keluarganya menjual anak mereka pada kelompok opera Peking Wu Sheng yang mayoritas anggotanya adalah laki-laki. Orang tua Shu Wen berharap anak mereka akan mendapat hidup yang lebih baik. Kelompok ini menampilkan atraksi akrobat yang anggotanya mempunyai bela diri sebagai dasarnya. Namun demikian opera Cina agaknya bukanlah jalan hidup untuk Shu Wen. Akibat cedera dalam satu latihan, membuatnya terpaksa harus kembali pada keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun Shu Wen yang malang masih beruntung karena berjumpa dengan Jin Dian Sheng dari desa Meng yang mahir ilmu pengobatan. Kebanyakan teori menyebutkan bahwa Jin Dian Sheng adalah penyebab mengapa Li Shu Wen kemudian belajar kungfu Ba Ji dan ilmu tombak. Li Shu Wen kemudian juga belajar dari Huang Si Hai yang terkenal karena berhasil menang saaat perang di sungai Qing hingga mendapat medali kehormatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Takdir Li Shu Wen memang berubah setelah dirinya belajar kungfu Ba Ji. Legenda mengatakan bahwa Shu Wen tidak segan-segan menantang pendekar Ba Ji dari keluarga lain hanya untuk mendapat jurus pamungkasnya. Bertarung dengan pendekar lain yang lebih hebat tentu saja beresiko kematian, namun Shu Wen tidak takut demi mendapatkan jurus andalannya. Kabarnya hal itu dilakukan setelah dirinya dihajar dan dipermalukan pendekar dari perguruan lain. Shu Wen lalu merasa kungfu Ba Ji miliknya tidak cukup ampuh dalam pertarungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masa kanak-kanak yang menyakitkan ditambah kekalahan itu membuat harga dirinya terusik. Sejak itulah wataknya berubah menjadi dingin dan sedikit tertawa. Hal ini terus berlanjut hingga sepanjang hidupnya. Setiap hari dilewatinya dengan latihan kungfu Ba Ji dari pagi hingga malam. Teknik yang dilatih Shu Wen kebanyakan adalah gerakan dasar yang sederhana. Cara berlatihnya ini akan terus berlanjut di kemudian hari saat diajarkan pada murid-muridnya. Dengan keinginan dan usaha keras telah membuatnya maju pesat, sekaligus membentuk karakter dan kung fu Ba Ji miliknya sangat berbeda dengan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bly7JDooI/AAAAAAAAAg0/al1_ScP8cOY/s1600-h/2949915438_32086698b9_o.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 262px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bly7JDooI/AAAAAAAAAg0/al1_ScP8cOY/s320/2949915438_32086698b9_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424275464246239874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Li Shu Wen. Dalam manga Kenji disebut dengan Lie Syo Bun. Ini adalah satu-satunya lukisan yang diakui yang menggambarkan sosoknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain kung fu Baji, teknik tombaknya juga makin tajam dan terasah. Dengan menaburkan madu diatas kertas untuk menarik lalat, Shu Wen menusukkan tombaknya hanya satu serangan setiap ekor lalat setelah binatang itu berkerumun. Yang luar biasa serangan tombak Shu Wen berhasil membunuh semua lalat itu dengan sama sekali tidak meninggalkan bekas di kertas. Teknik itu menunjukkan kekuatan dan ketepatan serangan tombaknya sangat luar biasa. Karena itulah Shu Wen dijuluki “Li sang Dewa Tombak.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Shu Wen kemudian mencoba ketangguhan ilmunya dengan menantang banyak pendekar terkemuka. Hasilnya mereka dikalahkan dengan mudah dengan teknik Ba Ji miliknya yang terkesan sederhana. Makin banyak yang menantang, makin terkenal pula nama Shu Wen hingga Jenderal pasukan Dong Bei bernama Xu Lan Shou menjadi muridnya. Sejak itu pula banyak prajurit dan komandan pasukan yang tertarik berguru padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena dikenal banyak tokoh militer, nama Shu Wen didengar pula oleh Li Jing Lin yang saat itu mengawasi propinsi Hei Bei. Saat itu Li Jing Lin mengundang Shu Wen agar menjadi instruktur di Tian Jin. Namun Shu Wen ternyata bukanlah satu-satunya orang akan menjadi instruktur, karena Li Jing Lin juga mengundang dua ahli kungfu lainnya. Shu Wen kemudian mengatakan dengan terang-terangan pada Li Jing Lin bahwa kedua orang yang diundangnya tidak layak menjadi instruktur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu ketika Li Jing Lin mengadakan jamuan makan malam dengan mengundang banyak tamu terhormat termasuk Li Shu Wen. Setelah acara usai, Li Jing Lin mengijinkan tiga orang pendekar yang telah diundangnya membandingkan teknik masing-masing. Setelah memperagakan tekniknya, Shu Wen menyatakan di depan dua pesaingnya bahwa dirinya hanya akan menggunakan satu teknik saja untuk mengatasi kedua lawannya itu. Hal itu tentu saja tidak dapat diterima dua lawannya, apalagi teknik yang diperagakan Shu Wen sangat sederhana dan tidak tampak berbahaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merasa diremehkan, salah satu dari pendekar itu segera menyerang Shu Wen. Serangan itu dengan mudah dielakkan oleh Shu Wen dan segera disusul sebuah serangan berupa telapak tangan ke arah wajah penyerangnya. Hasilnya sungguh mengerikan karena bukan hanya berhasil mematahkan tulang leher, namun serangan Shu Wen juga membuat bola mata lawannya sampai terlontar keluar. Lawannya tewas seketika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melihat rekannya tewas, pendekar kedua segera menyerang Shu Wen. Dengan tenang Shu Wen menggunakan teknik telapak yang sama ke kepala lawan. Melihat hal itu lawan segera menghindarkan kepalanya kesamping. Namun telapak Shu Wen masih berhasil mengenai bahu lawan dan berakibat tulang bahunya keluar dari persendian. Tidak hanya itu, serangan yang meleset itu juga mematahkan tulang selangka lawannya. Namun pendekar yang satu ini beruntung karena masih hidup meskipun cederanya sangat parah. Kisah ini adalah kisah nyata yang menggambarkan betapa seramnya kungfu Ba Ji aliran Li Shu Wen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Li Jing Lin merasa sakit hati sekaligus marah karena Shu Wen membunuh dan mencederai pendekar yang telah diundangnya. Dendam dalam hati Li Jing Lin membuat hubungan keduanya memburuk. Merasa sangat kecewa, Shu Wen akhirnya kembali ke kampung halamannya di Cang beberapa tahun kemudian. (bersambung) (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-5289102034820838328?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/5289102034820838328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=5289102034820838328' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/5289102034820838328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/5289102034820838328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/05/ledakan-kungfu-ba-ji-2.html' title='Ledakan Kungfu Ba Ji (2)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0blbAjWAsI/AAAAAAAAAgs/Rk8i0Eh9bPY/s72-c/jkenji3_00.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-2707495601270033017</id><published>2009-04-13T05:08:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:47:49.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bela Diri Lain'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Legenda'/><title type='text'>Ledakan Kungfu Ba Ji (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bq_uqdkXI/AAAAAAAAAhM/GhVXBhaaNa8/s1600-h/kenji.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bq_uqdkXI/AAAAAAAAAhM/GhVXBhaaNa8/s200/kenji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424281181793128818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar tahun 90-an silam sebuah manga (komik Jepang) berjudul Kenji terbitan Elex Media Komputindo beredar di tanah air. Dibanding dengan manga seangkatannya, Kenji mampu menarik minat kalangan pecinta bela diri khususnya kungfu Cina. Manga garapan Ryuichi Matsuda dan Yoshihide Fujiwara ini memang tidak seheboh manga bergenre sejenis seperti Tekken Chinmi (Indonesia:Kungfu Boy) karya Takeshi Maekawa atau bahkan Dragon Ball Z karya mangaka besar Akira Toriyama. Manga Kenji tampil dengan sisi bela diri dan filosofi yang lebih realistis dibalut dengan nuansa historis Cina. Bagi penikmat manga veteran tentu pernah membaca yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenji menceritakan seorang remaja bernama Kenji Goh yang belajar kung fu delapan mata angin sejak kecil dari kakeknya. Antusias Kenji Goh pada latihan kungfu kemudian membawanya pada petualangan di Cina daratan demi mencari kakeknya yang hilang. Tidak sekedar kungfu Cina, dalam manga itu juga disinggung aliran bela Jepang lain yang mengadaptasi tokoh sebenarnya. Bagi praktisi Shotokan yang kebetulan membacanya tentu tidak asing dengan Hirokazu Kanazawa yang di manga itu disebut Sohachi Takayama. Selain postur fisik yang diilustrasikan persis seperti aslinya, karir karate Sohachi Takayama juga diceritakan sama dengan figur Kanazawa yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun ulasan kali ini bukanlah membahas manga Kenji yang sudah lewat lebih dari 15 tahun itu. Adalah kungfu delapan mata angin yang sangat menarik untuk diulas lebih dalam. Teknik dan filosofi kungfu ini ternyata ada kemiripan dengan karate Shotokan. Tidak bermaksud membandingkan, karena keduanya juga mempunyai perbedaan. Apalagi antara karate Shotokan dan kungfu delapan mata angin tentu saja tidak ada hubungannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kungfu delapan mata angin nama aslinya adalah Ba Ji Quan (diucapkan Ba Ji Chuan). Nama Ba Ji mengambil dari kitab kuno I Ching yang artinya mengarah ke semua penjuru, mencakup semua hal, dan alam semesta. Disamping delapan mata angin, kungfu ini disebut juga delapan kepalan ekstrim. Di Jepang kungfu Ba Ji disebut dengan Hakkyokuken. Arti angka “delapan” adalah menggambarkan terjadinya suatu ledakan yang mengarah ke segala penjuru. Karakter kungfu ini memang tenaga yang luar biasa mirip ledakan dipadu hentakan kaki dan siku tangan sebagai senjata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain itu makna angka 8 dalam kungfu Ba Ji juga berarti usaha untuk mengoptimalkan delapan anggota tubuh (kepala, bahu, siku, tangan, pantat, pinggul, lutut, kaki) sebagai senjata hingga batas maksimal. Karena itulah sebab lain mengapa diberikan nama kungfu Ba Ji adalah mengingatkan praktisinya agar senantiasa waspada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bgPgjlFkI/AAAAAAAAAgk/ajGD5bFC3W8/s1600-h/bajiquan_8.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 155px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bgPgjlFkI/AAAAAAAAAgk/ajGD5bFC3W8/s200/bajiquan_8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424269358256166466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bgPPI7yTI/AAAAAAAAAgc/wTUVysJl0vI/s1600-h/bajiquan_6.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 155px; height: 127px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bgPPI7yTI/AAAAAAAAAgc/wTUVysJl0vI/s200/bajiquan_6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424269353581005106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bgOQPMeWI/AAAAAAAAAgE/bmXwTJj91uA/s1600-h/bajiquan_1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 155px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bgOQPMeWI/AAAAAAAAAgE/bmXwTJj91uA/s200/bajiquan_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424269336695830882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kungfu Ba Ji berasal dari kota Dong Nan daerah Cang yang masuk dalam propinsi Hei Bei di Cina utara. Di masa lalu daerah Cang adalah wilayah yang miskin di Cina. Tanah yang kering dan tandus banyak ditemui hingga tidak begitu baik untuk bercocok tanam. Meski jumlah pendekarnya tidak sebanyak wilayah Cina lainnya, daerah ini disebut kampung halamannya kungfu Baji dan Pi Gua Quan yang dianggap pasangan kungfu Ba Ji. Di masa lalu orang asing yang melewati wilayah Cang, pasti akan menurunkan bendera, panji-panji atau simbol apapun untuk menghormati pendekar di kota itu. Ungkapan lama menyatakan,”jika kau datang ke Cang hanya untuk mencari pertikaian sedang semua laki-laki bekerja di ladang, maka wanita disana dengan senang hati akan melawanmu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kungfu Ba Ji yang dianggap sebagai kungfu tangguh bukanlah isapan jempol belaka. Meski Cina kaya dengan bela diri, kungfu Ba Ji sangat berbeda karena disebut mempunyai karakter sebagai pemimpin. Di masa lalu banyak pejabat dan tokoh politik Cina yang mempekerjakan pendekar Ba Ji sebagai pengawal. Sejarah mencatat pendekar Ba Ji bernama Huo Dian Ge menjadi pengawal Kaisar Pu Yi sebagai Kaisar Cina yang terakhir. Ada pula Li Chen Wu yang menjadi pengawal Mao Zedong, dan Liu Yun Qiao yang menjadi pengawal untuk faksi nasionalis Cina yaitu Kuo Min Tang. Selain itu Liu Yun Qiao juga menjadi instruktur bela diri bagi Chiang Kai Shek, tokoh nasionalis Cina yang kemudian hijrah ke pulau Formosa (sekarang Taiwan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski tidak diketahui pasti siapa orang yang menciptakan kungfu ini, ada banyak nama yang mempopulerkan kungfu Ba Ji. Menurut sejarah yang paling awal adalah Wu Zhong (disebut juga Tong Yin), seorang muslim dari desa Meng, kota Dong Nan wilayah Cang. Menurut legenda suatu malam Wu Zhong sedang berlatih teknik pedangnya, tiba-tiba seseorang yang berpenampilan mirip pendeta Tao melompat dari atap rumahnya. Saat ditanya pendeta itu menolak menyebutkan namanya. Namun sejak itu mereka bertukar pikiran dalam ilmu bela diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika Wu Zhong mengetahui teknik pendeta itu sangat asing, dirinya tertarik untuk belajar padanya. Begitulah, Wu Zhong belajar kungfu Ba Ji hingga tak terasa sepuluh tahun telah berlalu. Saat pelajaran dirasa telah cukup, pendeta Tao itu pamit pada Wu Zhong demi meneruskan perjalanan. Mengetahui gurunya akan pergi, Wu Zhong berlutut dan menangis karena selama itu dirinya berguru namun belum juga tahu nama gurunya. Pendeta itu menjawab,”siapapun yang mengenal Lai adalah muridku.” Sesaat kemudian pendeta itu segera melompat dan menghilang dari pandangan Wu Zhong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kira-kira 2 tahun kemudian seorang pendeta lain datang menemui Wu Zhong. Pendeta yang menurut legenda bernama Pi itu mengaku murid dari Lai, dan menyerahkan kitab rahasia kungfu Ba Ji pada Wu Zhong. Selain itu pendeta Pi juga mengajarkan ilmu tombak. Setelah pelajarannya selesai, pendeta Pi meminta Wu Zhong ke kuil Hang Zhou untuk mencoba ilmunya dengan menantang biksu kepala yang mahir bela diri Shao Lin. Wu Zhong berhasil mengalahkan biksu Shao Lin hingga membuat sang biksu terkesan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah itu Wu Zhong meneruskan perjalanannya ke Beijing demi mencari lawan tangguh sekaligus menguji ilmu tombaknya. Kesempatan itu datang setelah King Xun Qin (putra kesebelas Kaisar Kan Xi) menantangnya. Yang menarik, Wu Zhong tidak menggunakan tombak dan hanya menggunakan bambu yang ujungnya diberi kapur putih. Begitu pertandingan akan dimulai, saat keduanya saling berhadapan, tiba-tiba Wu Zhong meminta lawan memeriksa alisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Betapa terkejutnya King Xun Qin karena alisnya telah putih karena serbuk kapur. Tentu saja King Xun Qin tidak terima dan menganggap Wu Zhong telah melakukan sihir. Untuk meyakinkan lawan, Wu Zhong memberi kesempatan sekali lagi. Namun ternyata hasilnya sama saja. Sadarlah King Xun Qin bahwa gerakan bambu Wu Zhong sangat cepat hingga tidak bisa ditangkap mata. Merasa kagum, diapun mulai belajar teknik tombak dari Wu Zhong. Sejak itulah nama Wu Zhong terkenal di Beijing dan mendapat julukan “Wu Zhong Si Raja Tombak”. (bersambung) (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-2707495601270033017?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/2707495601270033017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=2707495601270033017' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2707495601270033017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2707495601270033017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/04/ledakan-kungfu-ba-ji-1.html' title='Ledakan Kungfu Ba Ji (1)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bq_uqdkXI/AAAAAAAAAhM/GhVXBhaaNa8/s72-c/kenji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-5252438752409694319</id><published>2009-03-23T04:40:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:49:37.176-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Translasi Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspiratif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karate-do Nyumon'/><title type='text'>Kisah Pemabuk dan Pedagang Tua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bc3cBdArI/AAAAAAAAAf0/LPVnJ4VfAL0/s1600-h/nyumon.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bc3cBdArI/AAAAAAAAAf0/LPVnJ4VfAL0/s200/nyumon.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424265646187545266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di masa lalu adalah wajar jika sejarah dihiasi dengan kisah tentang bela diri, meskipun akhirnya cerita-cerita itu hanya berakhir menjadi sebuah mitos belaka. Sebagai contohnya, sebuah kejadian yang terjadi di Cina di masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di sebuah festival yang dipadati banyak pengunjung, saat itu orang-orang sibuk memadati tenda-tenda pedagang yang berwarna-warni. Mereka asyik melihat barang-barang yang tengah dijajakan pedagang seperti makanan, pakaian, mainan, perhiasan dan kembang api. Tiba-tiba sebuah teriakan memecah di tengah keramaian,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Perkelahian! Ada orang akan berkelahi!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Tidak! pasti pertarungan antara orang-orang kenpo itu lagi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang segera berkumpul demi menyaksikan perkelahian itu. Anak-anak muda yang penasaran menerobos kerumunan agar bisa melihat keributan itu dari dekat. Sebaliknya, wanita dan anak-anak yang menangis ketakutan berusaha menjauh dari tempat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di tengah kerumunan berdiri satu sosok menakutkan, jenggotnya yang tebal dan hitam berkilauan diterpa sinar matahari. Wajahnya memancarkan amarah karena pengaruh minuman arak. Master Yang yang terkenal rupanya sedang mabuk dan membuat masalah lagi. Dengan amarah yang mendidih, dia tengah mendorong dan menyudutkan seorang pedagang tua berambut putih yang sedang menjual bawang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Khawatir dengan nyawa orang tua itu, orang-orang menunggu dan berharap agar ada seseorang untuk maju dan menyelamatkannya. Namun semua orang sudah tahu jika Master Yang adalah pemarah yang menutup telinga untuk alasan apapun. Karena itulah tidak ada seorangpun yang berani maju mendekat. Sambil menonton mereka hanya bisa berbisik-bisik satu sama lain. Sebagian dari mereka merasa kasihan dengan orang tua itu, sementara yang lain penasaran apa yang bakal terjadi pada pria tua malang itu. Namun anehnya pedagang tua itu tampak benar-benar tenang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan sedikit terhuyung-huyung dan terbatuk-batuk karena sakit asmanya, dia menyeringai dan berkata,” jika kau merobohkanku sekarang, hal itu tak akan menyelesaikan apapun. Jika bertarung adalah yang kau inginkan, aku juga tak keberatan. Kau benar-benar bermulut besar, namun kalau banyak omong saja siapapun juga pandai. Nah, bisakah kita mulai?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pria tua itu terbatuk-batuk sambil meregangkan badannya, menunjukkan kesiapannya menghadapi lawan yang bertubuh jauh lebih besar. Para penonton hanya terpaku menyaksikannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mereka berbisik-bisik, “orang tua itu pasti sudah tidak waras! Tidakkah dia tahu tengah menghadapi Master Yang?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kelihatannya tidak begitu, apalagi dia sudah dengan jelas mengatakan apa yang akan dilakukannya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Orang tua itu pastilah orang asing dari sekitar sini, setidaknya aku belum pernah melihatnya sebelum ini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disamping reputasi Master Yang memang buruk, dia sudah terkenal sebagai ahli kenpo yang juga mahir senjata tongkat dan tombak. Dia mempunyai lebih dari seratus murid, dan menjadi tokoh utama dalam banyak kisah yang menceritakan kekuatannya. Beberapa diantaranya mengisahkan bahwa Master Yang pernah merobohkan seekor kuda yang tengah berlari kencang dengan memberikan pukulan pada hidungnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sementara yang lain menceritakan Master Yang mampu menebas dan mengayunkan sebilah pedang besar yang beratnya tidak kurang dari 20 kilogram seolah tidak memegang apapun. Dia juga mampu meremukkan 10 tumpuk genting dengan tangan kosong. Kesombongan dan kegemarannya minum-minum membuat namanya menjadi buruk, namun kekuatannya yang besar serta kemahirannya dalam pertarungan membuatnya ditakuti sekaligus dihormati di seluruh kota.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang yang memadati tempat itu benar-benar terkesan dengan reaksi berani dari pedagang bawang yang sudah tua itu. Master Yang sendiri merasa terkejut, namun sesaat kemudian kemarahan sudah menguasainya lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Dasar orang tua bodoh! sebelumnya aku berpikir akan mengampuni nyawamu, namun pikiranku telah berubah. Persiapkan dirimu. Aku, Master Yang akan mengirimkan mayatmu ke kuburan!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan sebuah kiai (teriakan) yang sangat keras, dia segera melayangkan tinjunya ke kepala orang tua itu. Tenaga dan kemarahan serangannya mirip dengan amukan Raja Deva yang bertubuh raksasa. Orang-orang yang berkerumun hanya bisa menahan napas, menunggu hancurnya tulang kepala orang tua itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan gerakan yang perlahan, orang tua itu menghindar ke kiri, berdiri dengan tenang dan sedikit menyeringai seolah tidak terjadi apa-apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Master Yang kehilangan keseimbangan karena serangannya sendiri dan jatuh terjerembab dengan wajahnya mendarat lebih dulu di tanah. Dia segera bangkit dengan kebingungan dan wajah yang menakutkan. Dia kembali melayangkan tinju yang mampu menghancurkan rumah dengan perut lawan sebagai sasarannya. Beberapa penonton menutupi matanya, hingga tidak mampu melihat pemandangan didepannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun wajah pria tua itu seakan tak peduli seiring diterimanya pukulan yang penuh tenaga itu. Ini terlihat dari mimik mukanya yang sama sekali tidak berubah walaupun sejenak. Dia tetap berdiri di tempatnya, tetap menyeringai dan tersenyum lebar di mulutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Master Yang ketakutan melihat tinjunya masih tertahan di perut lawannya. Akibat tidak mampu memukul lebih dalam atau menarik kembali tinjunya, dia terlihat mirip dengan seekor lalat yang terperangkap di perekat. Mengepakkan sayapnya demi berusaha melepaskan diri. Penonton yang menyaksikan hal itu hanya memandang dengan kagum. Mereka tidak pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika dilihat lebih dekat, terlihatlah tinju Master Yang yang besar itu dijepit dalam lipatan perut orang tua itu. Master Yang dengan kekuatan yang tidak terkalahkan, berdiri dengan keringat bercucuran. Tinjunya ditangkap, wajahnya berubah merah dibakar amarah, dia berusaha melawan dan meronta-ronta demi mencari kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sampai akhirnya, Master Yang si pemabuk yang terkenal angkuh berhasil ditundukkan dalam rasa malunya. Terjatuh pada kedua lututnya, dia bersujud berkali-kali sambil berkata,” Master! aku telah gagal menyadari ada seorang ahli seperti Anda, hingga aku bertindak begitu bodoh. Mulai sekarang aku akan lebih berhati-hati dan menghormati orang lain. Aku sungguh-sungguh memohon ampun padamu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melihat lawannya penuh penyesalan, orang tua itu berkata,”baiklah jika kau sudah benar-benar mengerti. Kau sudah terkenal sebagai seorang yang sombong dan pembual. Jangan lupa dunia ini begitu luas. Berhati-hatilah dengan dirimu, berhati-hati dalam ucapan dan tindakanmu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang tua itu meregangkan kembali otot-otot perutnya dan Master Yang terduduk di tanah dengan beratnya. Orang tua itu lalu melangkah dan mengambil karungnya yang berisi bawah putih. Sambil terbatuk-batuk diapun pergi meninggalkan lingkaran penonton yang mengerumuninya. (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Ditulis oleh Gichin Funakoshi, diterjemahkan dengan bebas dari buku Karate-do Nyumon – The Master Introductory Text – pada bab Karate Power. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.com.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-5252438752409694319?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/5252438752409694319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=5252438752409694319' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/5252438752409694319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/5252438752409694319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/03/kisah-pemabuk-dan-pedagang-tua.html' title='Kisah Pemabuk dan Pedagang Tua'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bc3cBdArI/AAAAAAAAAf0/LPVnJ4VfAL0/s72-c/nyumon.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-2621616872970567465</id><published>2009-01-31T16:23:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T23:17:52.140-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Berlatih Karate yang Ideal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bb5s9zOdI/AAAAAAAAAfs/DV3_MsrNUU0/s1600-h/blackbeltkaratekover.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 146px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bb5s9zOdI/AAAAAAAAAfs/DV3_MsrNUU0/s200/blackbeltkaratekover.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424264585583737298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum mulai berlatih karate adalah sangat penting menentukan tujuan yang ingin kau raih. Barangkali keputusanmu mulai berlatih karate adalah demi mengejar kekuatan, atau keindahan–dalam beberapa hal kau harus menentukan sasaranmu.Bagi mereka yang ingin meraih sabuk hitam dalam setahun, sangatlah perlu untuk benar-benar memfokuskan tenaga dan melakukan usaha yang penuh dengan komitmen, menyisihkan satu atau dua jam sehari untuk berlatih hari ini dan keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bila tujuanmu untuk memperoleh pikiran yang tenang dan damai lewat latihan karate, maka aku tidak akan menganjurkan pendekatan yang terburu-buru, cukup menggunakan waktu dua kali seminggu untuk berlatih. Melalui tujuan meraih ketenangan jiwa, kau akan mampu (di kemudian hari) menyadari telah berhasil meraih kekuatan, dan hasilnya dapat memberikan kasih sayang pada sesama dengan porsi yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun apapun alasannya, hal yang penting adalah bagaimana kau sanggup berlatih berulang kali, dengan menggunakan jadwal rutin yang sesuai dengan irama fisik dan kepribadianmu. Apalagi, kekuatan yang sejati dari manusia memang terletak pada semangat dan ketekunan yang sungguh-sungguh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada banyak orang yang begitu tekun berlatih karate saat di dalam dojo, namun saat memasuki kehidupan orang dewasa mereka menyerah sebab merasa menjadi terlalu sibuk. Meski demikian, jika kau sudah mempersiapkan diri menata pikiranmu sejak awal berlatih, bukan mustahil menyingkirkan halangan semacam itu. Pertama dan yang paling penting, adalah perlunya mempercayai bahwa berlatih karate dengan berkelanjutan akan memberikan kehidupan dan kesehatan untuk waktu yang lebih lama, dan jelas memberikan pengaruh yang positif dalam hidupmu. Dengan demikian sangatlah penting kau membuat komitmen untuk terus berlatih sepanjang waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diantara banyak orang yang berlatih di dojo pusatku – Shotokan Karate International (SKI) – ada sebagian peserta dengan usia separuh baya yang tentunya seumur dengan instruktur senior yang telah berlatih karate dalam waktu yang lama. Bahkan beberapa dari mereka 30 sampai 40 tahun silam pernah menjadi anggota klub karate di dojo universitas. Mereka datang dan berlatih di dojoku sebab sebagai seorang instruktur, tentunya tidak layak bagi mereka jika berlatih di dojonya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada juga ibu rumah tangga yang hadir di dojoku. Awalnya para ibu ini hanya mendaftarkan anak-anak mereka yang dirasakan terlalu bandel. Mereka tidak cukup mampu dan merasa puas dalam mendidik anak-anaknya. Namun saat mereka melihat peningkatan dan perubahan yang dialami pada anak-anak mereka, para ibu ini menjadi penasaran dengan alasan dibalik perbaikan tingkah laku anak-anak mereka. Dan selanjutnya mereka memutuskan untuk mencoba merasakan sendiri berlatih karate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Satu kenyataan yang membuat diriku merasa bangga dan bersyukur adalah para instruktur SKI, baik di dalam dalam luar Jepang, masih tetap aktif dan sehat meskipun usia mereka sudah memasuki 60 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umumnya orang menilai bahwa karate adalah aktivitas yang melelahkan. Mereka juga percaya bahwa seiring usia yang bertambah tua maka karate tidak akan mungkin lagi dikerjakan. Namun mereka tidak menyadari bahwa latihan karate sebenarnya tidak menuntut alasan yang rumit dan tidak masuk akal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lebih jauh, bagi orang-orang yang mengetahui bahwa fisik mereka mudah lelah, berlatih dua kali seminggu memberikan tingkat yang ideal untuk memulihkan kelelahan. Jika kau menekan dirimu sendiri dengan berlatih 3 – 4 kali seminggu hanya demi meningkatkan kekuatan, usaha ekstra itu jelas akan menyebabkan kelelahan. Walaupun hal itu bisa diredakan dengan kebiasaan, metode pernapasan dan gerak badan untuk menghilangkan kelelahan yang berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan porsi latihan karate yang sesuai, adalah mungkin menghilangkan semua bentuk rasa lelah, termasuk lelah badan, otot yang tegang, pikiran yang lelah dan kelesuan mental dan fisik. Latihan yang ideal adalah dua kali seminggu. Jika tujuanmu demi meningkatkan kesehatanmu, maka dua kali seminggu adalah jumlah yang sesuai. Karena latihan karate satu minggu satu kali tentu saja tidak cukup. (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Diterjemahkan dengan bebas dari buku Hirokazu Kanazawa berjudul Black Belt Karate – The Intensive Course pada pendahuluan dengan judul "Training Twice a Week is the Ideal Schedule." Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-2621616872970567465?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/2621616872970567465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=2621616872970567465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2621616872970567465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2621616872970567465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/01/berlatih-karate-yang-ideal.html' title='Berlatih Karate yang Ideal'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bb5s9zOdI/AAAAAAAAAfs/DV3_MsrNUU0/s72-c/blackbeltkaratekover.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-8755059908627965452</id><published>2009-01-09T04:20:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T23:03:11.699-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Legenda'/><title type='text'>Legenda 47 Ronin (3 - Final)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bWt3Hky0I/AAAAAAAAAfM/yYCx3cOLoL8/s1600-h/3711783287_2f0d6cf657.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bWt3Hky0I/AAAAAAAAAfM/yYCx3cOLoL8/s200/3711783287_2f0d6cf657.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424258884592520002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oishi kemudian segera bergegas menuju kamar Kira dan memeriksa tempat tidurnya. Ternyata kasur itu masih hangat hingga Oishi dapat menyimpulkan bahwa Kira tentu bersembunyi di sebuah tempat yang tidak jauh dari istana. Dengan segera Oishi memerintahkan seluruh ronin agar kembali memeriksa setiap sudut istana dengan lebih teliti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam sebuah pencarian akhirnya ditemukanlah sebuah jalan rahasia yang menuju ke satu sudut halaman istana. Jalan itu ternyata tersembunyi dibalik sebuah gulungan lukisan besar di salah satu dinding. Penyusuran jalan itu berakhir di sebuah bangunan kecil mirip gudang yang digunakan menyimpan kayu bakar dan arang. Setelah berhasil mengatasi dua penjaga, para ronin segera merangsek ke dalam gudang kecil itu dan segera mendapati sesosok pria yang tengah bersembunyi dalam kegelapan. Sadar telah diusik, pria itu mendadak menyerang dengan sebilah pedang pendek, namun dengan mudah digagalkan para ronin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pria itu menolak mengatakan siapa dirinya, namun para ronin yakin bahwa dialah Kira yang menjadi buruan mereka selama ini. Salah satu ronin lalu membunyikan peluit yang menandakan pencarian telah berakhir. Setelah semua ronin berkumpul, dengan diterangi sebuah lentera, Oishi dapat memastikan pria itu adalah Kira. Luka bekas sayatan pedang di wajah Kira adalah sebagai buktinya yang sekaligus menjadi pesan kematian dari Asano.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski kemarahan Oishi dan para ronin pada Kira amatlah dalam, namun Oishi sadar bagaimanapun jahatnya Kira tetap saja mempunyai peringkat sebagai samurai yang lebih tinggi dari mereka. Oishi lalu berlutut dan menjelaskan pada Kira bahwa mereka adalah bekas pengikut Asano yang ingin menuntut balas atas kematian tuan mereka, sebuah hal yang selayaknya dilakukan seorang samurai. Dengan sopan dan penuh hormat Oishi lalu memohon pada Kira untuk mati sebagai samurai sejati dengan melakukan seppuku. Oishi tampak benar-benar menunjukkan diri sebagai seorang samurai loyal yang menyerahkan sebilah pedang pendek kepada Kira dengan penuh hormat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diminta segera melakukan seppuku membuat wajah Kira pucat pasi dan gemetar. Dengan kepala tertunduk Kira hanya terdiam dalam ketakutannya. Oishi yang menunggu jawaban Kira beberapa saat lalu memerintahkan salah satu ronin untuk menundukkan kepala Kira. Tampaknya sia-sia saja memberi pilihan bagi Kira untuk mati terhormat. Dengan sebuah tebasan yang sangat cepat, kepala Kira terpisah dari badannya. Akhirnya, di sebuah malam tanggal 14 Desember 1702 Kira tewas di ujung pedang yang sama dengan yang digunakan untuk seppuku Asano. Dengan demikian misi Oishi dan para ronin telah selesai. Mereka lalu merapikan seisi istana dan mematikan api yang dapat membakar istana dan membahayakan rumah tetangga sekitar. Setelah selesai mereka lalu memberi hormat pada penghuni rumah yang tersisa dan segera meninggalkan istana seolah tidak pernah terjadi apa-apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Para ronin kemudian kembali ke kuil Sengakuji dengan membawa potongan kepala Kira. Oishi lalu memerintahkan salah satu roninnya yaitu Terasaka Kichiemon untuk melaporkan kejadian itu pada Shogun di Edo. Hanya berselang sehari saja kabar kematian Kira sudah merebak dimana-mana. Sepanjang perjalanan banyak orang yang memuji keberanian para ronin yang berhasil menyelesaikan sebuah misi terhormat. Bahkan tidak jarang perjalanan Oishi dan para ronin terhambat di tengah jalan karena banyak orang yang menawari mereka untuk singgah dan melepas lelah sejenak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setibanya di kuil Sengakuji Oishi bersama 45 ronin yang tersisa mencuci kepala Kira berikut pedang yang digunakan untuk menebasnya di sebuah sumur. Setelah itu baik kepala dan pedang itu lalu diletakkan di depan kuburan Asano sebagai bukti kesetiaan sekaligus terpenuhinya kewajiban mereka. Mereka lalu berdoa di kuil dan selanjutnya menyerahkan seluruh uang dan harta yang mereka punya kepada pengurus kuil agar dikuburkan. Setelah itu mereka membagi kelompoknya menjadi 4 bagian dan menyerahkan diri dibawah pengawasan 4 daimyo yang berbeda. Para ronin memilih menunggu keputusan dari Shogun dan tidak ingin melarikan diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Adapun Shogun Tsunayoshi yang mendengar berita kematian Kira tentu saja marah bukan main. Namun Shogun juga bingung karena para ronin juga telah mengikuti kode bushido sebagaimana mestinya. Di sisi lain mereka juga dianggap telah menentang shogun dengan melakukan aksi balas dendam. Shogun lalu banyak menerima saran dan petisi dari pejabat lain untuk menentukan nasib para ronin selanjutnya. Walaupun sebagian petisi menyatakan bahwa para ronin bersalah dan layak untuk mati, Shogun akhrnya mengambil keputusan yang bijaksana. Para ronin tetap dihukum untuk melakukan seppuku sebagai samurai terhormat dan bukan dipandang sebagai pembunuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanggal 4 Februari 1703 satu-persatu dari 46 ronin melakukan seppuku dengan penuh keyakinan, kebanggaan dan tanpa penyesalan. Hari itu sekaligus menjadi salah satu ritual seppuku terbanyak dalam sejarah samurai Jepang. Setelah kematian mereka seluruh senjata, baju perang berikut genderang dan peluit yang digunakan saat menyerang istana Kira dikumpulkan di kuil Sengakuji. Hingga sekarang seluruhnya masih tersimpan dan terawat dengan rapi. Adapun ronin ke-47 yaitu Terasaka Kichiemon yang mengirimkan pesan ke Edo akhirnya kembali. Namun oleh Shogun dipisahkan dari hukuman karena usianya yang masih muda. Ada yang menyatakan Kichiemon hidup sampai usia 78 tahun dan setelah meninggal jasadnya dikuburkan bersama 46 ronin lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa waktu kemudian seorang samurai dari klan Satsuma yang terlibat insiden dengan Oishi setahun sebelumnya datang ke kuil Sengakuji. Pria itu berdoa dan memohon maaf karena telah sangka sangka pada seluruh ronin terutama pada Oishi. Untuk menebus rasa malunya karena telah menuduh Oishi bukan samurai terhormat, pria Satsuma itu kemudian melakukan seppuku di kuil Sengakuji. Jasadnya kemudian dikuburkan bersama-sama seluruh ronin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bX00GS3MI/AAAAAAAAAfk/x2sbEG6sqx8/s1600-h/ronin_grave.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bX00GS3MI/AAAAAAAAAfk/x2sbEG6sqx8/s320/ronin_grave.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424260103552556226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Sebuah foto dari kuburan 47 ronin di Kuil Sengakuji yang ramai dikunjungi peziarah setiap tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebelum kematian Kira banyak samurai bekas pengikut Asano yang kehilangan pekerjaan. Kebanyakan dari mereka lalu bekerja sebagai petani dan pengrajin untuk bertahan hidup. Karena tidak mungkin bagi mereka melayani keluarga Asano yang dianggap telah melakukan aib. Namun setelah 47 ronin melakukan seppuku dan dianggap mati terhormat, nama baik mereka dan keluarga Asano akhirnya pulih kembali. Meski dikurangi sepersepuluhnya, harta benda berikut istana dan wilayah akhirnya dikembalikan pada adik laki-laki Asano sebagai penerusnya. Begitu pula dengan mantan samurai Asano yang kemudian mendapatkan pekerjaannya kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski melegenda, aksi kepahlawanan para ronin tidak urung mendapat kritikan. Beberapa sastrawan ternama mengkritik tindakan para ronin yang harus menunggu sekian tahun untuk memuluskan rencana mereka. Belum lagi Oishi yang harus rela menyamar sebagai pemabuk yang tentu mempertaruhkan nama baik keluarga dan majikannya. Tidak heran banyak yang menganggap Oishi begitu terobsesi membunuh Kira hingga harus mengorbankan semua yang berharga dalam hidupnya. Dapat dibayangkan jika seandainya Kira tewas (karena penyakit misalnya) sebelum para ronin mengeksekusinya, tentu orang banyak terlanjur menilai pengikut Asano tidak lebih dari pemabuk dan samurai tidak terhormat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apapun kritikan yang muncul, legenda 47 ronin diakui sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah Jepang. Usaha keras dan sungguh-sungguh dari para ronin dalam mencapai tujuannya telah menunjukkan spirit sejati kode etik bushido. Apalagi dalam bushido suatu proses atau usaha untuk mencapai tujuan dipandang lebih penting ketimbang menang atau kalah yang dianggap hasil perjuangan. Tidak heran banyak kabuki (opera tradisional Jepang) dan bunraku (drama boneka) yang mengangkat kisah legendaris itu. Bahkan semasa Perang Dunia II dibuat pula film bertema 47 ronin dalam dua episode untuk menggelorakan semangat perang. Sayangnya film itu kurang begitu sukses karena ceritanya yang dianggap terlalu serius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hingga kini Sengakuji yang berarti kuil di musim gugur selalu ramai dikunjungi masyarakat Jepang setiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka tidak hanya menyaksikan kuburan 47 ronin namun juga berdoa dengan khusyuk. Hal ini membuktikan bahwa legenda itu telah menginspirasi dan hidup dalam hati setiap masyarakat Jepang yang tidak ingin melupakannya begitu saja. (tamat)&lt;/span&gt; (Fokushotokan.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-8755059908627965452?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/8755059908627965452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=8755059908627965452' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8755059908627965452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8755059908627965452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2009/01/legenda-47-ronin-3-final.html' title='Legenda 47 Ronin (3 - Final)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bWt3Hky0I/AAAAAAAAAfM/yYCx3cOLoL8/s72-c/3711783287_2f0d6cf657.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-2315515086607889470</id><published>2008-12-19T16:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T22:46:45.960-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Legenda'/><title type='text'>Legenda 47 Ronin (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bUHJd-yLI/AAAAAAAAAe0/gh22IB6F_Zg/s1600-h/oishi_kuronasuke.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bUHJd-yLI/AAAAAAAAAe0/gh22IB6F_Zg/s200/oishi_kuronasuke.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424256020480182450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oishi kemudian pindah ke Kyoto dan mulai bertingkah aneh. Tiada hari dilewati Oishi tanpa bermabuk-mabukan dengan ditemani wanita penghibur di kedai sake. Apa yang dikerjakan Oishi lebih fmirip dengan orang yang sudah putus asa. Tidak keinginan untuk melanjutkan hidup, apalagi rencana balas dendam. Namun demikian Kira yang menjadi sasaran balas dendam masih merasa terancam dan belum mengendurkan penjagaan. Kira juga masih menyebar banyak mata-mata untuk mengawasi semua bekas pengikut Asano.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam satu insiden, Oishi yang saat itu baru pulang dari kedai sake langganannya terjatuh dan tertidur di jalanan dalam keadaan mabuk berat. Orang-orang yang melintasi jalan itu lalu menertawainya. Ulah Oishi itu kemudian diketahui seorang samurai dari klan Satsuma yang kebetulan juga melewati jalan itu. Merasa gusar dengan perbuatan yang memalukan itu, samurai Satsuma yang tidak diketahui namanya itu mendekatinya dan melontarkan berbagai cercaan. Samurai itu merasa malu karena Oishi tidak bertindak sebagai layaknya samurai terhormat dengan memilih mabuk dan bermain wanita daripada membalas kematian tuannya. Oishi yang tertidur tidak menghiraukan umpatan itu, hingga akhirnya membuat samurai Satsuma itu marah. Pria Satsuma itu kemudian menendang wajah pemabuk yang menyedihkan itu sambil terus mengumpatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak lama setelah kejadian itu Oishi menceraikan istrinya yang telah setia menemani selama 20 tahun lamanya. Tampaknya Oishi tidak ingin melibatkan keluarganya dalam rencana balas dendamnya itu. Oishi kemudian mengembalikan istrinya berikut anak-anak mereka ke rumah orang tua istrinya. Chikara, yang merupakan anak tertua Oishi mengambil keputusan yang mulia sekaligus berani dengan menyatakan tetap ingin menemani ayahnya menyerang istana Kira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang dilakukan Oishi dan pengikut Asano lainnya ini kemudian diketahui oleh mata-mata Kira. Mereka kemudian kembali pada tuannya dan menyampaikan hasil pengintaiannya selama ini bahwa seluruh pengikut Asano telah berubah menjadi samurai jahat yang tidak perlu ditakuti. Mereka juga tidak ada keinginan untuk membalas dendam kematian tuannya. Apalagi mereka juga tidak punya uang sejak berhenti menjadi bawahan Asano. Kenyataan ini membuat Kira merasa aman dan merasa tidak perlu lagi memperketat penjagaan di istananya. Hal ini lalu diketahui oleh Oishi dari pengikutnya yang sebelumnya menyamar sebagai pedagang dan biksu. Kebanyakan dari mereka sudah masuk ke istana Kira dan benar-benar mengetahui seluk beluk istana itu. Mereka bahkan juga sudah hafal dengan karakter setiap penghuni rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanggal 12 Desember 1702 seluruh ronin bekas pengikut Asano yang berjumlah 59 orang mengadakan sebuah pertemuan rahasia. Mereka berkumpul kembali di sebuah rumah di Edo untuk mengadakan makan malam bersama yang terakhir sekaligus mengingatkan kembali sumpah yang telah mereka buat setahun sebelumnya, yaitu membalas kematian Asano. Malam itu Oishi mengingatkan pengikutnya agar tidak membunuh wanita, anak-anak dan orang yang tidak bersalah dalam penyerbuannya. Mereka semua berharap berhasil memenggal kepala Kira untuk selanjutnya dibawa ke makam tuan mereka. Oishi sebagai pemimpin lalu memilih 46 orang samurai terbaik sedangkan 13 orang sisanya dipulangkan kembali pada keluarganya masing-masing. Mereka yang terpilih kemudian mengambil senjata dan baju perang yang sempat disembunyikan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bUbi2FBvI/AAAAAAAAAe8/KgqrmZw5e8c/s1600-h/800px-HokusaiChushingura.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bUbi2FBvI/AAAAAAAAAe8/KgqrmZw5e8c/s320/800px-HokusaiChushingura.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424256370889524978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Satu lukisan yang menggambarkan penyerangan para ronin di istana Kira di Edo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tanggal 14 Desember 1702 aksi penyeranganpun dimulai. Oishi mengirimkan empat samurai untuk menyamar sebagai pedagang yang menyusup ke istana Kira. Setelah berhasil masuk mereka lalu menyekap penjaga pintu gerbang dan mengikatnya. Oishi juga mengirimkan orang-orangnya untuk memberitahu pada penghuni rumah di sekitar istana Kira dan menjelaskan bahwa mereka bukanlah perampok, melainkan hanya ingin membalas dendam atas kematian majikan mereka. Utusan Oishi berpesan bahwa seluruh tetangga Kira tidak perlu khawatir akan disakiti karena keselamatan mereka akan dijamin. Tetangga Kira yang semuanya membenci pejabat sombong itu menyatakan tidak akan menghalangi aksi penyerbuan itu. Mereka mempersilahkan Oishi beserta pengikutnya meneruskan rencananya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oishi kemudian menempatkan beberapa pemanah di sekitar atap istana untuk mencegah penghuni istana meminta bantuan. Setelah semua persiapan matang, Oishi menabuh genderang sebagai tanda penyerbuan telah dimulai. Pasukan dibagi dalam dua kelompok, pertama yang dipimpin Oishi berusaha menyerang dari depan istana dengan berusaha menjebol gerbang. Sedangkan pasukan kedua dipimpin Chikara yang menyerbu lewat gerbang belakang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kira yang saat itu tengah asyik minum teh kaget bukan kepalang mendengar keributan di pintu gerbang. Sadar bahwa pengikut Asano benar-benar telah datang, Kira yang panik segera melarikan diri bersama istri dan beberapa pelayan wanita. Pengawal Kira yang saat itu tengah tidur di barak segera berlarian masuk ke dalam istana untuk menolong tuan mereka. Oishi yang berhasil menjebol gerbang depan akhirnya menerobos masuk dan segera disambut pertarungan sengit melawan pengawal Kira. Begitu pula dengan Chikara yang berhasil menerobos gerbang belakang harus menghadapi sejumlah penjaga. Akibatnya pertarungan berdarahpun tidak terelakkan lagi di dalam istana. Malam yang bersalju dan dingin semakin menambah mencekamnya drama balas dendam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Api yang berkobar disertai jeritan kematian dari pengawal yang tewas membuat wanita dan anak-anak di dalam istana itu menangis histeris. Namun Oishi dan para ronin benar-benar menepati janji mereka dengan tidak menyakiti orang yang tidak bersalah dan hanya membantai pengawal yang bersenjata. Akhirnya setelah kurang lebih satu setengah jam pertempuran itupun berakhir. Oishi dan para ronin berhasil membunuh seluruh pengawal Kira yang berjumlah 61 orang tanpa kehilangan satu orangpun di pihaknya. Tanpa membuang waktu mereka segera menggeledah seisi istana untuk mencari buruan mereka. Namun selain wanita dan anak-anak yang menangis ketakutan, sosok Kira tidak ditemukan di manapun. Para ronin mulai resah karena takut telah gagal dalam usahanya kali ini. (bersambung) (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-2315515086607889470?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/2315515086607889470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=2315515086607889470' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2315515086607889470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2315515086607889470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/12/legenda-47-ronin-2.html' title='Legenda 47 Ronin (2)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bUHJd-yLI/AAAAAAAAAe0/gh22IB6F_Zg/s72-c/oishi_kuronasuke.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-3453632203418933354</id><published>2008-11-30T22:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T22:33:58.230-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Legenda'/><title type='text'>Legenda 47 Ronin (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bRhS3eOmI/AAAAAAAAAes/Z62fc37wQlc/s1600-h/ronin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bRhS3eOmI/AAAAAAAAAes/Z62fc37wQlc/s200/ronin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424253171144735330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kisah 47 Ronin (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shiju Shichi-shi&lt;/span&gt;) diakui sebagai salah satu legenda terbaik dalam sejarah samurai Jepang. Sebuah epik berdasarkan kisah nyata pada abad ke-18 yang menunjukkan spirit bushido sejati. Kepahlawanan, pengorbanan dan kesetiaan yang terjadi saat itu bahkan masih hidup sampai kini dalam keseharian masyarakat Jepang. Ada yang menyebut legenda itu dengan “balas dendam dari Ako” (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Genroku Ako Jiken&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kisah bermula tahun 1701 dimana saat itu Shogun Tsunayoshi yang berdiam di Edo ingin memberikan hadiah pada kaisar di Kyoto sebagai rasa hormat. Untuk memenuhi tujuan itu Tsunayoshi memilih dua daimyo (setara gubernur), yaitu Naganori Asano dan Kamei sebagai wakilnya. Usia keduanya yang terbilang masih muda membuat Tsunayoshi merasa perlu membimbing dalam hal etika dan sopan santun penyambutan. Tsunayoshi kemudian menunjuk salah satu petinggi Istana Edo yang cukup berpengaruh, yaitu Yoshinaka Kira (1641-1702) untuk mengajari kedua daimyo itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kira ternyata seorang pejabat yang rakus dan sombong, karena selalu meminta hadiah mahal sebagai balas jasa dan tanda hormat. Kira juga mengeluhkan uang dan hadiah yang diberikan Asano dan Kamei terlalu sedikit. Saat itu sebuah upeti umumnya memang diberikan pada senior sebagai ungkapan balas jasa dan terima kasih. Sayangnya sifat Kira yang tidak mampu menahan diri membuatnya selalu menghina dan mengejek kedua muridnya itu. Tentu saja Asano geram sering mendengar umpatan yang memerahkan telinga itu. Namun mengingat misi penting dari Shogun Tsunayoshi membuatnya terus bersabar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berbeda dengan Asano yang mampu bersabar, Kamei justru tidak mampu menahan amarahnya dan ingin segera menghabisi nyawa Kira. Namun tanpa sepengetahuan Kamei, salah satu orang bawahannya memberikan semacam uang sogokan pada Kira dalam jumlah yang tidak sedikit. Tujuannya tidak lain agar Kira tidak menghina tuannya, dan lebih jauh agar Kamei mengurungkan niatnya membunuh Kira yang tentu saja memicu masalah besar. Mendapat upeti sebanyak itu tentu saja Kira sangat gembira, sejak itulah Kira bersikap sangat akrab dengan Kamei seolah sebelumnya tidak terjadi apa-apa. Kamei yang mengetahui perubahan sikap Kira segera mereda amarahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebaliknya, Asano yang tidak memberikan upeti lebih banyak harus menerima cercaan yang menyakitkan. Kira yang rakus berdalih seharusnya Asano berterima kasih padanya yang akan membuat namanya terkenal di depan kaisar. Dua bulan menerima umpatan agaknya membuat Asano tidak mampu lagi menahan kesabarannya. Setelah suatu insiden, Kira menyebut Asano sebagai orang tidak tahu adapt dan sopan santun. Saat itulah Asano diikuasai emosi dan segera mencabut sebilah wakizashi (pedang pendek) dan segera menyerang Kira. Sayangnya usaha itu gagal dan hanya melukai wajah Kira. Masih belum puas, Asano kembali menyerang Kira. Namun serangannya berhasil dihindari dan menghantam pilar. Penjaga yang mendengar ada keributan segera meringkus Asano yang dianggap bersalah karena mengacungkan pedang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hanya mengacungkan senjata di dalam istana Shogun adalah kejahatan besar, apalagi menyerang orang di istana sama saja menggali kubur sendiri, karena hukumannya sangatlah berat. Shogun Tsunayoshi yang mengetahui keributan itu kemudian menghukum Asano atas perbuatannya dengan segera menyuruhnya melakukan seppuku (ritual bunuh diri). Asano yang tidak mampu membela diri dianggap telah menghina perintah Shogun. Tidak ada banyak pilihan bagi Asano untuk lolos dari hukuman. Akhirnya dengan sebuah tusukan pisau ke perutnya Asano mengakhiri hidupnya. Sebaliknya, Kira sebagai penyebab insiden itu justru lolos dari hukuman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat itu berlaku hukum bahwa jika seorang daimyo tewas akibat seppuku, maka seluruh harta benda berikut istananya akan dikembalikan pada Shogun. Selain itu keluarganya akan kehilangan hak waris dan seluruh samurai yang menjadi pengikutnya akan dibubarkan dan otomatis menjadi ronin (samurai tak bertuan). Berita itu kemudian disampaikan pada Oishi Kuronasuke, penasihat yang bekerja di istana Asano.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengikut Asano kebingungan menghadapi masalah yang tiba-tiba ini. Oishi yang bertindak sebagai pemimpin dengan sabar mendengarkan pendapat dari seluruh pengikut Asano. Dari seluruh pengikut Asano yang berjumlah sekitar 300 orang, 47 diantaranya (termasuk Oishi) sebenarnya tidak setuju dengan penyitaan istana itu. Tidak hanya itu, mereka juga ingin membalas kematian tuan mereka yang telah diperlakukan tidak adil. Sementara itu sebagian besar lainnya setuju dengan penyerahan istana milik Asano kepada Shogun. Sedangkan yang lain ingin menghormati hukum dan menyerah secara damai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya Oishi mengusulkan mengirim sebuah petisi pada Shogun yang meminta pergantian kekuasaan istana milik Asano agar diserahkan pada saudara laki-lakinya yaitu Daigaku. Jika petisi itu ditolak, Oishi dan para pengikut Asano akan menolak penyitaan istana itu dan memilih mempertahankannya sampai mati. Namun demikian Oishi dan seluruh pengikut Asano sadar bahwa upaya tidak akan membuahkan hasil dan hanya mengulur waktu saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa hari kemudian utusan shogun berangkat untuk menyita istana itu. Sebelum sampainya utusan itu, Oishi dan para pengikut Asano telah mengosongkan istana. Daigaku yang tidak ingin lagi melihat pertumpahan darah kemudian mengirimkan surat pada Oishi agar tidak menyerang utusan Shogun. Dengan patuh Oishi dan pengikut Asano menjalankan isi surat Daigaku dengan menganggapnya sebagai perintah yang sama dari tuannya yang telah mati. Meski demikian niat Oishi dan seluruh samurai Asano yang berniat membalas dendam pada Kira belumlah surut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kira yang menjadi incaran pengikut Asano sadar bahwa dirinya dalam bahaya. Karena itulah di sekitar istananya yang luas itu Kira menempatkan banyak penjaga dan samurai pengawal. Oishi dan pengikut Asano sadar bahwa menyerang Kira untuk saat ini hanya tindakan bunuh diri. Mereka kemudian menunda rencana itu dan mengumpulkan seluruh senjata yang dimiliki untuk selanjutnya disembunyikan di satu tempat. Sambil terus menyusun rencana, mereka menyamar sebagai pedagang keliling dan biksu demi mengorek informasi. Apapun mereka lakukan agar dapat selangkah lebih dekat ke istana Kira. (bersambung) (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-3453632203418933354?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/3453632203418933354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=3453632203418933354' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/3453632203418933354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/3453632203418933354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/11/legenda-47-ronin-1.html' title='Legenda 47 Ronin (1)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0bRhS3eOmI/AAAAAAAAAes/Z62fc37wQlc/s72-c/ronin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-7206372974848558219</id><published>2008-10-28T23:51:00.000-07:00</published><updated>2010-01-07T19:26:23.273-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Nakayama - Antara Legenda &amp; Kontroversi (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0alXXV4KxI/AAAAAAAAAeM/MbNlpRKV1mg/s1600-h/nakayama200.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0alXXV4KxI/AAAAAAAAAeM/MbNlpRKV1mg/s320/nakayama200.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424204622035692306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bicara tentang pandangannya tentang karate, Nakayama mempunyai konsep yang lebih luas. Jika sebagian orang menyatakan manfaat karate adalah untuk meningkatkan kondisi fisik, maka Nakayama menjabarkannya dengan lebih luas. Menurut Nakayama karate adalah sebuah latihan fisik yang menggerakkan seluruh anggota tubuh ke segala arah baik berurutan dan bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan didukung tekad yang kuat, hanya berbekal tangan kosong saja seseorang mampu melancarkan teknik yang terkontrol baik ke sasaran. Dengan demikian teknik karate yang dilakukan dengan benar seharusnya efektif meski menghadapi lawan seperti apapun. Meski Nakayama membenarkan fungsi karate sebagai bela diri, ditegaskan olehnya bahwa tujuan karate sejak dulu hingga kini masih sama. Hal itu adalah sebagai dasar yang kuat untuk mengembangkan setiap individu baik secara emosi, fisik dan spiritual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam beberapa tulisan dan wawancara dengannya, Nakayama menegaskan bahwa karate lebih dari sekedar menang atau kalah. Karate adalah “alat” untuk mengatasi tantangan tidak hanya dalam berlatih, namun juga dalam hidup ini. Keyakinan ini masih berhubungan dengan konsep “do” (jalan, arah) yang pernah diutarakan Funakoshi. Bagi Nakayama konsep “do” menjadikan seni karate digunakan sebagai cara untuk mencapai kebajikan dan kesempurnaan karakter. Dimana untuk mencapainya butuh proses sepanjang hidup karena di dunia ini tiada seorangpun yang sempurna. Diutarakan olehnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;”Kemajuan seseorang dalam seni karate-do mirip dengan menaiki sebuah tangga atau melangkah di jalan yang curam. Seiring tubuh dan pikiran yang tumbuh bersamaan, seseorang akan terus melangkah ke depan dan naik, satu langkah dalam satu waktu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Barangkali sudah bukan rahasia lagi jika Nakayama dituding sebagai tokoh yang bertanggung jawab atas munculnya kompetisi karate (sport karate). Akibat tindakan itu banyak orang memujinya meski tidak sedikit pula yang mencelanya. Mereka yang memuji umumnya berasal dari generasi baru karate Jepang yaitu pasca Perang Dunia II. Saat itu banyak anak muda Jepang yang ingin melihat karate dapat dipertandingkan seperti baseball atau basket. Mereka berharap kompetisi karate dapat menjadi semacam obat bagi Jepang yang telah kalah perang. Selain itu anak muda Jepang juga ingin melanjutkan kumite yang sempat diperkenalkan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nakayama melihat hal itu sebagai kesempatan untuk mempopulerkan karate yang sempat terhenti akibat krisis perang. Dengan melakukan berbagai riset, Nakayama mulai membandingkan karate dengan peraturan cabang olah raga lain. Dengan latar belakangnya sebagai profesor bidang olah raga, Nakayama tidak menemui kesulitan yang berarti. Hasilnya adalah turnamen karate JKA pertama yang digelar tahun 1957 di Tokyo. Acara itu sukses besar hingga publik Jepang rela berdesakan di dalam gedung menyaksikan momen yang diakui bersejarah sekaligus revolusioner. Begitu hebohnya hingga negara barat juga kagum dengan keberhasilan Jepang menggelar acara semegah itu. Peristiwa itu seakan menghapus memori buruk akibat serangan bom atom yang masih menyisakan trauma hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun ternyata tidak semua pihak turut gembira dengan kesuksesan Nakayama dan JKA. Dibelakang gemerlap kompetisi karate yang pertama itu terbersit penyesalan dan kekecewaan dari murid-murid senior Funakoshi. Mereka seakan tidak percaya JKA berani melanggar larangan Funakoshi dengan terang-terangan. Bahkan tidak sedikit yang kemudian menganggap Nakayama dan JKA telah mengkhianati cita-cita Funakoshi. Namun mereka yang kecewa dengan hal itu memilih untuk tidak mengumbar konfrontasi terbuka. Mereka lebih memilih menyatukan mengumpulkan rekan-rekannya yang masih mempunyai tujuan sejalan dengan prinsip Funakoshi. Dengan tegas mereka menyatakan menarik diri dari segala turnamen, komersialisasi karate dan berharap para antusias karate di dunia akan mengetahui perbedaan antar dua kelompok itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0alkzrIOiI/AAAAAAAAAeU/CTFhxNE81bc/s1600-h/nakayama%26funakoshi.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0alkzrIOiI/AAAAAAAAAeU/CTFhxNE81bc/s400/nakayama%26funakoshi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424204852979317282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Gichin Funakoshi &amp;amp; Masatoshi Nakayama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun banyak yang menuduhnya sebagai otak dibalik munculnya kompetisi karate, Nakayama tampaknya sangat berhati-hati menanggapi masalah ini. Nakayama sadar bahwa esensi karate yang berubah akibat kompetisi adalah pertanyaan yang sangat sensitif dan sulit dijawab. Sehingga hingga kini memang sulit dibuktikan apa tujuan sebenarnya Nakayama menggelar acara itu. Murid-murid Nakayama yang paling awal seperti Hirokazu Kanazawa (SKIF), Keigo Abe (JSKA) dan Tetsuhiko Asai (JKS) bahkan tidak mengetahui motif Nakayama. Orang terdekat Nakayama yaitu Teruyuki Okazaki (ISKF) yang membantunya meriset peraturan kompetisi juga tidak mampu berkomentar banyak. Satu-satunya argumentasi Nakayama berkaitan dengan hal ini adalah, dirinya menambahkan peraturan olah raga dalam karate untuk menghindari resiko cedera akibat teknik yang tidak terkontrol. Hal itu dilakukan setelah Nakayama mengamati kumite yang terjadi tahun 1930-an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Harus diakui pernyataan itu tidaklah cukup menjawab alasan sebenarnya Nakayama berani menggelar kompetisi karate. Akibatnya munculah pernyataan yang serba spekulatif dari publik karate dunia. Misalnya kompetisi sebenarnya tidak lebih dari upaya Nakayama untuk mempopulerkan karate JKA keluar negeri. Seperti telah diketahui bahwa orang barat sulit menerima karate karena filosofinya yang rumit dan dinilai tidak masuk akal. Gegap gempita kompetisi karate seakan telah melupakan pandangan orang barat tentang filosofi karate. Bagi mereka karate mirip dengan olah raga seperti basket yang berusaha mencuri poin sebanyak mungkin. Sehingga jika melihat cabang JKA yang kini tersebar di luar negeri, tidak heran banyak yang mengidolakan sosok Nakayama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nakayama percaya bahwa dirinya tidak pernah ingin atau telah melanggar prinsip Funakoshi meski menyebarkan semangat karate dengan jalan yang berbeda. Keyakinannya senada dengan yang pernah diungkapkan Funakoshi bahwa karate sebenarnya seni bela diri yang tidak pernah selesai. Artinya, di masa depan karate akan terus berkembang dan berubah karena dipengaruhi oleh banyak orang dan banyak hal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Saat aku mati kelak, aku berharap master Funakoshi tidak akan memarahiku karena memperkenalkan karate sebagai kompetisi olah raga (sport karate). Namun kukira dia tidak akan terlalu kecewa. Dia ingin aku menyebarkan karate-do ke penjuru dunia, dan kompetisi karate telah berhasil mewujudkannya." - Masatoshi Nakayama -. (Fokushotokan.com) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-7206372974848558219?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/7206372974848558219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=7206372974848558219' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7206372974848558219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7206372974848558219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/10/nakayama-antara-legenda-kontroversi-2.html' title='Nakayama - Antara Legenda &amp; Kontroversi (2)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0alXXV4KxI/AAAAAAAAAeM/MbNlpRKV1mg/s72-c/nakayama200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-861338518082654304</id><published>2008-10-11T18:05:00.000-07:00</published><updated>2010-01-07T19:32:25.373-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Nakayama - Antara Legenda &amp; Kontroversi (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0am9-eFbQI/AAAAAAAAAec/LpgneaeWzHw/s1600-h/nakayama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0am9-eFbQI/AAAAAAAAAec/LpgneaeWzHw/s320/nakayama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424206384885755138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Posturnya terlihat tegap dan kuat. Sorot matanya tajam, kadangkala terkesan dingin bagi beberapa orang. Sebagian mengaguminya sebagai figur yang berwibawa dengan keahlian karate yang tidak diragukan lagi. Sebagian membencinya karena tindakannya yang dianggap melanggar larangan sang guru. Kontroversial, adalah kata yang sering melekat padanya. Namun tidak diragukan lagi, dia juga salah satu loyalis dari Bapak Karate Moderen. Jika Funakoshi menyebarkan karate di Jepang, maka dirinya telah menyebarkan karate ke penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masatoshi Nakayama adalah salah satu tokoh awal karate Shotokan. Namanya terkenal karena merubah fungsi karate sebagai kompetisi olah raga, sebuah cita-cita yang tidak pernah diinginkan oleh Funakoshi yang menggunakan karate sebagai “do”. Dilahirkan di Prefektur Yamaguchi tanggal 13 April 1913, Nakayama masih mempunyai hubungan dengan klan Sanada yang legendaris. Keluarga Nakayama secara turun-temurun menguasai bela diri tradisional Jepang. Naotoshi (ayahnya) belajar judo sedangkan Naomichi (kakeknya) terkenal sebagai instruktur kendo ternama. Antusias pada bela diri agaknya mengalir dalam darah Nakayama yang juga berlatih kendo dan judo sejak anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat usianya beranjak remaja, Nakayama pindah ke Taiwan untuk meneruskan sekolahnya. Sebagai anak muda yang bersemangat, Nakayama terlibat dalam banyak kegiatan klub seperti atletik, renang, tennis dan ski. Meski sangat sibuk Nakayama tidak melupakan latihan kendonya. Sang kakek sangat gembira melihat cucunya menggeluti bela diri yang sama dengannya. Dirinya berharap agar kelak Nakayama akan mengikuti jejaknya sebagai instruktur kendo. Namun ternyata hal lain justru ada dalam benak Nakayama. Belajar di Taiwan agaknya menimbulkan rasa penasaran sekaligus keinginan untuk pergi Cina. Namun saat itu tidak mudah mencapainya karena dibutuhkan biaya yang tinggi. Nakayama kemudian memilih Universitas Takushoku untuk mewujudkan impiannya. Saat itu lulusan Takushoku memang banyak dikirim ke negara Asia untuk bekerja atau sebagai wakil Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1932 diam-diam Nakayama mengikui tes masuk di Universitas Takushoku dan berhasil lulus. Nakayama sangat beruntung karena Takushoku terkenal sebagai universitas dengan koleksi bela diri tradisional Jepang yang lengkap. Dengan demikian dirinya tidak perlu susah-susah melanjutkan latihan kendonya. Saat jadwal latihan untuk seluruh kegiatan klub akhirnya diterbitkan, Nakayama ternyata keliru membaca jadwal latihan kendo yang terbalik dengan karate. Begitu datang ke dojo, Nakayama baru menyadari bahwa dirinya hadir di hari yang salah. Meski kecewa, Nakayama tidak langsung pulang, melainkan ingin melihat latihan karate dari dekat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“…Di surat kabar aku telah membaca tentang karate, namun aku tidak begitu banyak mengetahuinya, karena itu kuputuskan untuk duduk dan melihatnya sebentar. Tidak lama, seorang laki-laki tua datang ke dojo dan mulai memberi aba-aba pada para murid. Dia benar-benar sangat ramah dan tersenyum pada siapapun, tapi tidak diragukan lagi bahwa dia adalah instruktur kepala. Hari itu, aku melihat Master Funakoshi dan karate untuk pertama kalinya. Aku menyukainya dan karena itu aku ingin mencoba karate pada latihan berikutnya, karena dengan pengalamanku di kendo seharusnya karate akan lebih mudah. Pada latihan berikutnya, dua hal yang terjadi telah mengubah hidupku; Pertama, aku benar-benar telah lupa dengan kendo, dan kedua, aku menemukan bahwa seluruh teknik karate ternyata tidak mudah dikerjakan. Sejak hari itu hingga sekarang, aku tidak pernah kehilangan semangat untuk berusaha menguasai teknik karate-do.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitulah, Nakayama kemudian mulai menjalani latihan karate di Takushoku yang terkenal paling berat dan melelahkan. Saat itu hanya ada dua macam latihan karate, yaitu memukul makiwara sekitar 1000 kali dan mengerjakan satu macam kata 50-60 kali. Latihan yang membosankan namun menuntut fisik dan semangat yang prima itu berlangsung selama 5 jam. Akibatnya tidak banyak murid yang mampu bertahan, hingga dalam waktu 6 bulan hanya tersisa sedikit saja. Nakayama terus bertahan dan mengerjakan seluruhnya tanpa mengeluh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setahun setelah Nakayama bergabung dengan klub karate, latihan kumite mulai diperkenalkan. Tahun 1933 berturut-turut gohon kumite (5 teknik), sanbon kumite (3 teknik) dan ippon kumite (1 teknik) mulai diajarkan. Nakayama yang sebelumnya telah belajar kendo tidak begitu kesulitan dengan latihan model baru ini. Tahun 1934 kumite setengah bebas (jiyu ippon kumite) diajarkan dan ternyata mendapat respon yang positif dari kalangan mahasiswa. Model kumite ini adalah inovasi dari Yoshitaka Funakoshi yang terinspirasi dari latihan kendo. Sayangnya Nakayama saat itu telah pergi ke Cina hingga tidak begitu lama merasakan jiyu ippon kumite. Saat itu latihan kumite dianggap sebagai pengusir kebosanan dengan latihan Funakoshi yang hanya fokus pada kihon dan kata saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0am-TVu_lI/AAAAAAAAAek/Z_EydmNxBqU/s1600-h/nakayama2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 187px; height: 186px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0am-TVu_lI/AAAAAAAAAek/Z_EydmNxBqU/s320/nakayama2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424206390487875154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1937 menjadi tahun yang melelahkan namun menggembirakan bagi Nakayama. Saat itu Nakayama berhasil lulus dari Takushoku namun harus pergi ke Cina sebagai wakil pertukaran pelajar dengan Universitas Peking. Nakayama dipilih karena termasuk pemuda yang pandai, apalagi sebelumnya telah belajar bahasa Cina di sela kesibukan karatenya. Saat akan kembali ke Jepang, Nakayama ternyata harus menundanya karena bekerja untuk pemerintah Cina selama beberapa waktu. Tahun 1946 Nakayama baru kembali ke Jepang, setahun setelah negara itu mendapat mimpi buruk akibat kalah perang. Saat itulah Nakayama mendapati kenyataan pahit dengan banyak rekannya di dojo telah tewas. Meski sulit, Nakayama berusaha mengumpulkan mereka yang pernah aktif berlatih karate dan mencoba mengorganisir latihan seperti sebelum perang. Tahun 1947 Nakayama menjadi instruktur kepala di Takushoku menggantikan Funakoshi. Upaya Nakayama berhasil mengembalikan reputasi Takushoku sebagai yang paling aktif dalam karate sesama dojo universitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Angin perubahan dunia karate Jepang terjadi tahun 1949 saat dibentuk Japan Karate Association (JKA). Organisasi ini muncul setelah beberapa murid senior Funakoshi menginginkan satu wadah yang resmi karate. Lebih jauh untuk menyatukan seluruh praktisi karate Jepang yang tercerai berai pasca perang. Meskipun dalam JKA Funakoshi bertindak sebagai guru besar kehormatan, namun usia yang telah lebih dari 80 tahun membuatnya tidak mungkin bertindak sebagai instruktur. Karena itulah Nakayama dipilih sebagai instruktur kepala mewakili Funakoshi. Tidak lama sesudahnya, tahun 1952 bagian pendidikan jasmani di Takushoku meminta bantuannya sebagai staf pengajar. Posisi itu adalah awal karirnya, karena di masa mendatang Nakayama menjadi kepala di divisi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah Funakoshi meninggal dunia, Nakayama berperan besar dalam proses awal JKA hingga menjadi besar seperti sekarang. Selain sebagai instruktur kepala, Nakayama melakukan banyak riset dalam karate. Agaknya posisi yang dekat dengan dunia akademis membuat Nakayama tidak kesulitan dengan hal itu. Hasilnya adalah apa yang terlihat dalam JKA moderen saat ini tampil sebagai organisasi karate yang terbesar di dunia. Ada tiga hal utama yang dianggap sebagai inovasi terbaik dari Nakayama, yaitu: menyebarkan karate ke penjuru dunia, program pelatihan calon instruktur JKA dan kompetisi karate. Meski banyak mendapat repon positif, seluruhnya program itu masih menyisakan pro dan kontra bahkan hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk mendukung promosi Shotokan JKA, Nakayama menerbitkan banyak buku karate. Diantaranya adalah “Dynamic Karate” (1965, 2 volume), Best Karate (1977, 11 volume), “Katas of Karate” (5 volume) dan “Superior Karate” (11 volume).(Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-861338518082654304?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/861338518082654304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=861338518082654304' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/861338518082654304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/861338518082654304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/10/nakayama-antara-legenda-kontroversi.html' title='Nakayama - Antara Legenda &amp; Kontroversi (1)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0am9-eFbQI/AAAAAAAAAec/LpgneaeWzHw/s72-c/nakayama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-1507886688837010062</id><published>2008-09-26T07:12:00.000-07:00</published><updated>2010-01-07T19:19:40.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Karate'/><title type='text'>Antara Kobudo &amp; Karate</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aj7kbqUAI/AAAAAAAAAd8/jpIXmKlUd1I/s1600-h/akimine-taira.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 282px; height: 159px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aj7kbqUAI/AAAAAAAAAd8/jpIXmKlUd1I/s320/akimine-taira.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424203045001646082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Harus diakui bahwa Okinawa (Ryukyu) mempunyai keindahan baik alam dan budaya. Tidak mengherankan jika Okinawa menjadi aset unggulan Jepang yang terus dipelihara. Jika ingin berkunjung ke Jepang tidak salah jika Okinawa dijadikan prioritas. Sebagai tempat asal karate, Okinawa ternyata juga mempunyai sisi lain dalam dunia bela diri. Dari pulau kecil itu ternyata ada bela diri lain disamping karate yaitu kobudo (atau sebelumnya kobutsu). Kobudo berlawanan dengan karate karena menggunakan beragam senjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Istilah “kobu” dapat ditafsirkan kuno atau lama. Tidak mengherankan karena kobudo memang mempunyai sejarah yang justru lebih tua daripada karate. Meskipun menyandang makna “kuno” bukan berarti kobudo ketinggalan jaman. Sebaliknya, kobudo tetap dipertahankan hingga kini sebagai warisan leluhur. Sayangnya sejarah pasti kobudo sulit diungkap karena banyak fakta yang hilang. Apalagi banyak dokumen yang berhubungan telah hancur dalam Perang Dunia II. Meskipun dari arti namanya saling bertolak belakang, antara kobudo dan karate ternyata masih berhubungan erat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekitar abad ke-12 penguasa lokal yang disebut Aji menjalankan kekuasaannya dari benteng yang berdiri di atas tanah kekuasaan mereka (gusuku). Di kemudian hari pemerintahannya ternyata mengalami perpecahan hingga Ryukyu terbagi menjadi tiga kerajaan yang independen. Ketiganya ingin menunjukkan dominasinya dengan saling menyerang dan berusaha menaklukkan satu sama lain. Saat itu mereka menggunakan senjata dan bela diri meski dengan gaya teknik yang tidak sekompleks sekarang. Dalam persenjataan mereka telah menggunakan senjata tradisional seperti bo (tongkat) dan alat pertanian dari logam yang telah dimodifikasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1429 Ryukyu memasuki pemerintahan Raja Sho Hashi dan mengalami perubahan besar. Raja Sho merasa bahwa perang lagi tidak berguna dan hanya berakibat perpecahan. Selanjutnya muncul inisiatif darinya untuk menyatukan ketiga kerajaan itu dalam satu pemerintahan yang independen (unifikasi). Tentu saja upaya itu tidak mudah karena Raja Sho harus memerangi kedua penguasa lainnya yang jelas-jelas menolak. Setelah berhasil mengalahkan kedua pesaingnya, Raja Sho akhirnya berhasil menyatukan seluruh wilayah Ryukyu. Setelah kekuasaan Raja Sho Hashi berakhir, cita-cita itu diteruskan oleh keturunannya yaitu Sho Shin. Sebagai dukungan unifikasi dibuatlah kebijakan anti perang berupa undang-undang. Pada pokoknya kebijakan itu melarang penduduk untuk menyimpan dan menggunakan senjata untuk perang. Sebagai realisasinya seluruh senjata kemudian disita dari penduduk setempat dan dikumpulkan di satu gudang yang konon bersebelahan dengan istana Shuri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berakhirnya perang dan adanya undang-undang membuat Ryukyu memasuki masa damai. Banyak penduduk yang kemudian beralih pekerjaan menjadi pedagang karena Dinasti Sho membuka pintu lebar-lebar untuk pendatang dari luar. Hasilnya terjadilah pertukaran kebudayaan yang dipercaya mempengaruhi cikal bakal kemunculan karate dan kobudo dengan teknik yang lebih sistematis. Karena menggunakan kapal sebagai media transportasi, penduduk Ryukyu harus mempersenjatai diri dari serangan perompak Jepang. Meski dilarang Dinasti Sho, banyak yang percaya bahwa kobudo sebenarnya masih dilatih meski tidak dalam dojo resmi. Pendapat itu berasal dari teknik dan senjata tradisional Cina yang kemudian diadaptasi oleh masyarakat setempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejarah mencatat perubahan besar dalam kobudo dan karate terjadi setelah Ryukyu dijajah oleh kelompok Satsuma tahun 1609. Akibat tidak mempunyai senjata yang memadai lagi, penduduk Ryukyu hanya mengandalkan peralatan seadanya yaitu alat pertanian dan tempurung kura-kura sebagai perisai. Tentu saja benda-benda itu tidak cukup melawan pasukan samurai berkuda yang dipersenjatai pedang. Akhirnya Ryukyu berhasil dikuasai samurai penjajah itu dan aturan larangan menggunakan senjata kembali dilanjutkan. Penduduk setempat kemudian mulai mengembangkan bela diri tangan kosong yang berguna sebagai upaya pertahanan diri. Sejak saat itulah awal karate sebagai bela diri alternatif mulai dikembangkan. Meski demikian seluruh latihan bela diri baik tangan kosong atau senjata sebenarnya masih dilatih meski rahasia. Selama 300 tahun penduduk Ryukyu masih mewariskan ke generasi berikutnya meski tanpa ada dokumen atau keterangan yang menjelaskannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karate dan kobudo akhirnya berhasil muncul ke permukaan setelah Jepang memasuki Restorasi Meiji. Kedua bela diri itu akhirnya dimasukkan dalam salah satu pelajaran di sekolah. Pemerintah Ryukyu menganggapnya sebagai aset penting yang harus dipertahankan. Melalui latihan yang melelahkan, ternyata kedua bela diri tradisional itu mampu memberikan kontribusi besar baik fisik dan mental seseorang. Lebih jauh pemerintah Ryukyu yakin bahwa bela diri dapat membentuk karakter seseorang hingga mereka dapat memberikan tanggung jawab sosial yang baik. Tidak heran jika karate dan kobudo dianggap memberikan inspirasi besar ke seluruh dunia hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah Ryukyu menjadi bagian Jepang dan berganti nama menjadi Prefektur Okinawa, makin membuka jalan untuk karate dan kobudo memasuki Jepang. Hal itu baru terjadi setelah tahun 1917 pemerintah Jepang mengundang wakil Okinawa untuk memberikan sumbangan demonstrasi bela diri di Kyoto. Pemerintah Okinawa menanggapi hal itu dengan positif dan mencari orang terbaik untuk pantas sebagai wakilnya. Setelah melalui berbagai pertimbangan, ditunjuk dua orang dari disiplin bela diri yang berbeda, yaitu Gichin Funakoshi (karate) dan Shinko Matayoshi (kobudo). Funakoshi dipilih sebagai wakil karena selain mahir karate juga terpelajar. Sedangkan Matayoshi dipilih karena menguasai banyak teknik senjata hasil berlatih di Cina. Keduanya dianggap sebagai dua nama terbaik dalam bela diri Okinawa era moderen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0akDpwYNWI/AAAAAAAAAeE/Mp0I3bUxDJs/s1600-h/figur.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 177px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0akDpwYNWI/AAAAAAAAAeE/Mp0I3bUxDJs/s320/figur.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424203183869670754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Shinko Matayoshi (1888-1947) dianggap sebagai salah satu nama terbaik dalam dunia kobudo Okinawa moderen. Matayoshi lahir di Naha dalam keluarga yang terpandang dan telah berlatih kobujutsu sejak usia remaja. Saat usianya menginjak 22 tahun, dirinya pergi ke Manchuria melalui utara Jepang dan bergabung dengan gerombolan penjahat berkuda hanya untuk belajar teknik senjata mereka. Hasilnya teknik berkuda dan memanah Matayoshi berbeda dengan gaya Okinawa umumnya. Setelah itu Matayoshi melanjutkan perjalanannya ke Fuchow dan Shanghai untuk belajar tinju Shaolin, akupuntur dan pengobatan herbal. Setelah belajar pada banyak ahli, Matayoshi kemudian menggabungkan seluruh teknik dan pengalamannya dalam satu silabus. Adalah Shinpo Matayoshi (1922-1997) yang kemudian mendirikan Zen Okinawa Kobudo Renmei tahun 1970. Organisasi ini dianggap sebagai salah satu organisasi pioner dalam kobudo Okinawa, karena bermaksud menyatukan seluruh praktisi kobudo dan menjaga tradisi di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kobudo moderen menggunakan kuda-kuda dan pergerakan yang mirip dengan karate. Selain itu beberapa teknik kobudo juga ada dalam karate seperti tai sabaki (pergeseran badan), gerak tipu diikuti serangan dan gerakan menyerang bertahan yang bergantian. Kobudo juga menggunakan metode latihan satu macam senjata hingga berulang kali (bahkan ratusan hingga ribuan) sehingga mirip dengan latihan kihon atau kata dalam karate. Sebelum masuk ke Jepang kobudo hanya menggunakan senjata tradisional Okinawa dan beberapa diantaranya juga adaptasi dari Cina. Setelah kobudo diperkenalkan di Jepang beberapa senjata tradisional samurai seperti katana, naginata, yari (tombak), yumi dan ya (busur dan panah) juga dimasukkan. Agar tidak membingungkan, sistemnya kemudian disebut dengan Ryukyu Kobudo atau Okinawa Kobudo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat ini kebanyakan aliran karate di Okinawa masih mempertahankan kobudo disamping latihan kihon, kumite dan kata. Diantaranya adalah Shorin-ryu yang menjadi salah satu gaya karate yang dipelajari Funakoshi. Sebaliknya, 4 besar karate Jepang (kecuali Shito-ryu) tampaknya sudah banyak yang meninggalkannya. Meski demikian, ada juga praktisi karate Jepang moderen yang berlatih kobudo meski hanya pilihan yang tidak wajib. Contohnya adalah Hirokazu Kanazawa (pendiri SKIF) yang mengajari senjata (semisal nunchaku) pada beberapa muridnya yang senior.&lt;/span&gt; (Fokushotokan.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-1507886688837010062?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/1507886688837010062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=1507886688837010062' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/1507886688837010062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/1507886688837010062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/09/antara-kobudo-karate.html' title='Antara Kobudo &amp; Karate'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aj7kbqUAI/AAAAAAAAAd8/jpIXmKlUd1I/s72-c/akimine-taira.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-5734750535999830110</id><published>2008-09-02T18:05:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:50:30.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspiratif'/><title type='text'>Sang Aktor (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0ahb3iXtkI/AAAAAAAAAdk/OJdGq77R9ck/s1600-h/220px-SonnyChibaSamuraiReincarnationScreenShot.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0ahb3iXtkI/AAAAAAAAAdk/OJdGq77R9ck/s320/220px-SonnyChibaSamuraiReincarnationScreenShot.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424200301350991426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mengumbar wajah sangar tanpa senyum dan sedikit bicara. Takuma Tsurugi, seorang "tukang pukul bayaran" dan pembuat onar sangat ditakuti oleh lawan-lawannya. Aksi baku hantam yang ultra keras dan tanpa ampun menjadi gayanya. Berjalan kesana kemari, Takuma lebih mirip mesin ganas yang ingin membunuh semua lawannya. Meski tidak sekeren Bruce Lee dalam Enter The Dragon, aksi Sonny Chiba sebagai Takuma Tsurugi dalam The Street Fighter mendapat acungan jempol.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sonny Chiba lahir tahun 1939 di prefektur Fukuoka dengan nama Sadao Maeda. Sebagai anak kedua dari lima bersaudara, tidak ada yang istimewa dalam kehidupan awalnya. Ayahnya bekerja sebagai pilot uji pesawat dalam kemiliteran dan harus menghidupi keluarga besar itu. Sejak kecil Chiba sangat gemar dengan olah raga senam dan teater. Keseriusannya dalam senam berlanjut hingga bangku universitas. Saat itu Chiba aktif dalam sebuah klub senam di Universitas Nippon Taiiku. Kemampuan Chiba dalam senam sebenarnya cukup layak untuk masuk dalam tim olimpiade. Sayangnya cedera pinggul yang didapat dari bekerja sambilan sebagai buruh bangunan membuatnya harus mengubur impian itu. Setelah kegagalan itu Chiba mulai aktif berlatih dalam banyak bela diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perkenalan Chiba dengan karate dimulai setelah dirinya berjumpa dengan salah satu nama besar dalam dunia karate yaitu Masutatsu Oyama. Chiba seakan menemukan semangat baru setelah kegagalannya masuk dalam tim olimpiade. Sejak itulah Chiba berlatih bersama Oyama dibawah bendera Kyokushinkai. Minat Chiba dalam bela diri ternyata sangat besar terbukti dari banyaknya bela diri tradisional Jepang yang diikutinya. Selain peringkat shodan dalam Kyokushinkai, Chiba juga belajar bela diri lain yaitu judo (nidan), kendo (shodan), ninjutsu (yondan), Goju-ryu karate (nidan) dan Shorinji Kempo (shodan). Terlatih dalam banyak bela diri sebenarnya sudah menjadi modal awal bagi Chiba untuk masuk ke akting. Namun saat itu belum ada pikiran dalam benak Chiba untuk menekuni dunia senia peran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1960-an Toei Studios tengah mencari aktor untuk film mereka. Dalam ajang pencarian bakat yang disebut “Wajah Baru” itu Toei kemudian menemukan Chiba. Chiba kemudian menerima tawaran Toei untuk membintangi film sains fiksi berjudul “Uchu Kaisoku-ken” (Invasi Makhluk Neptune). Film itu menjadi film layar lebarnya yang pertama dan lumayan sukses. Sebelum itu aksi Chiba sebagai aktor sebenarnya sudah dimulai di beberapa tokusatsu (superhero gaya Jepang) yang diputar di stasiun TV lokal. Setelah berkarir dalam film, Chiba mengganti namanya yang semula Sadao Maeda menjadi Sonny Chiba. Nama itu diambil setelah hubungan Chiba yang mengiklankan mobil bernama “Sunny S” produksi Toyota. Namun kadang-kadang Chiba juga menggunakan nama Shinichi Chiba sebagai nama panggungnya. Bisa jadi pertemuan Chiba dengan Toei Studios hanyalah kebetulan saja, namun sejak itu Chiba sangat sibuk berakting dalam banyak film. Film yang dibintangi Chiba umumnya bergenre kisah kriminal gaya Jepang semacam yakuza.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1970 Chiba mendirikan Japan Action Club (JAC), semacam sekolah pelatihan bagi calon aktor untuk film laga atau aktor pengganti. Sekitar tahun 1973 masyarakat dunia sedang menggandrungi film laga yang dibintangi Bruce Lee. Chiba yang sibuk dengan JAC memutuskan kembali ke layar lebar dengan membintangi film The Street Fighter (1974). Film itu meraup sukses, hingga dalam tahun itu saja telah dibuatkan 3 sekuelnya: Return of The Street Fighter (1974), Sister Street Fighter (1974) dan The Street Fighter Last Revenge (1974). Film itu mempertahankan gaya khas Chiba yang anti hero, orang bayaran yang mau melakukan apapun demi hadiah, sedikit bicara dan aksi langsung dengan kekerasan. Meski berlawanan dengan gaya Bruce Lee yang “clean hero”, sejak film itu sukses nama Chiba menjadi diperhitungkan dalam kancah film internasional hingga 20 tahun berikutnya. Bahkan Chiba sebenarnya sempat akan beradu akting dengan Bruce Lee. Sayangnya kematian Bruce Lee yang mendadak membuat produser membatalkan proyek itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski “langganan” dengan model karakter berandalan, Chiba sempat berakting sebagai jagoan dalam film bergenre karate. Film karate pertama yang dibintanginya adalah Champion of Death (Karate Bull Fighter) yang tayang tahun 1975. Film yang mengisahkan perjalan hidup pendiri Karate Kyokushinkai itu sukses hingga dibuatkan sekuelnya yaitu Karate Bearfighter (1975) dan Karate for Life (1977). Di ketiga film itu Chiba berperan sebagai tokoh utamanya yaitu Masutatsu Oyama. Melihat background Chiba dari Kyokushinkai, tidak mengherankan jika dirinya tidak kesulitan mengadaptasi karakter tokoh utamanya. Selain berperan sebagai Masutatsu Oyama masih ada pula film bertema karate dari Chiba yaitu Karate Kiba (The Bodyguard) dan Karate Warriors yang keduanya diproduksi tahun 1976.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0ah1xIUcVI/AAAAAAAAAd0/K0xtOzZaHdg/s1600-h/51SZG8qNCoL.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 229px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0ah1xIUcVI/AAAAAAAAAd0/K0xtOzZaHdg/s320/51SZG8qNCoL.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424200746307711314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Salah satu cover video Sonny Chiba sebagai Masutatsu Oyama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sukses film The Street Fighter agaknya menginspirasi sutradara terkenal Quentin Tarantino. Tahun 1993 Tarantino yang saat itu masih menjadi sutradara film indie memproduksi True Romance. Dalam film itu Tarantino banyak menggunakan image dan referensi dari film The Street Fighter. Namun kesempatan Tarantino berkolaborasi dengan Chiba baru terjadi tahun 2003 dalam Kill Bill: Vol. 1. Dalam film yang sedikit sadis (kalau tidak disensor) itu Chiba kebagian peran sebagai pembuat pedang Jepang bernama Hanzo Hattori. Film itu meraup untung besar hingga dibuatkan sekuelnya. Sebelum itu Chiba sebenarnya pernah berperan sebagai ninja Hattori dalam Kage no Gundan (1982) yang pernah diputar di Indonesia. Sosok Chiba dalam Kage no Gundan kemudian digunakan oleh produser mainan elektronik SEGA sebagai opening dalam game berjudul The Revenge of Shinobi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski saat ini dunia perfilman di Jepang sekarang banyak dihiasi wajah-wajah baru, nama Chiba sebagai aktor senior tidak terpinggirkan. Bahkan Hollywood masih mempercayakan film mereka untuk dibintangi Chiba. Kesempatan yang sangat langka karena belum tentu aktor Jepang mendapat kesempatan itu. Bagi penggemar film aksi balap jalanan tentu akan melihat akting Chiba dalam The Fast and The Furious: Tokyo Drift (2006). Film itu adalah sekuel dari The Fast and Furious yang dibintangi oleh Vin Diesel. Tidak berhenti sampai disitu, Chiba yang usianya hampir 70 tahun masih mampu menunjukkan kualitas aktingnya dalam film berjudul Oyaji (2007). Luar biasa memang, Chiba telah membintangi tidak kurang dari 152 judul film sepanjang karirnya. Jumlah itu belum termasuk J-dorama (drama TV Jepang) yang dibintanginya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan kesuksesannya sebagai aktor, Chibapun turut membagi rahasianya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Tubuh seorang seharusnya penuh dengan emosi, apakah itu gembira atau sedih, suka atau duka, marah atau sabar. Kau harus mengekspresikan diri dengan seluruh tubuhmu. Aktor Jepang biasanya tidak melakukan ini. Apa yang kulakukan sebagai aktor laga adalah apa yang harus dilakukan setiap aktor. Akting adalah drama. Jika kita tidak mampu membuat penonton tertawa, tersenyum atau menangis bersama kita, kita bukanlah aktor. Barangkali terdengar idealis – namun itu benar”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Boleh saja orang tidak setuju dengan pendapat Chiba, namun harus diakui Chiba adalah salah satu legenda film Jepang. Lebih jauh, Chiba adalah satu contoh orang Jepang yang senantiasa bersikap profesional dalam pekerjaannya. Tidak berlebih-lebihan jika totalitasnya dalam berkarya menjadi inspirasi bagi aktor muda Jepang. (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-5734750535999830110?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/5734750535999830110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=5734750535999830110' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/5734750535999830110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/5734750535999830110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/09/sang-aktor-2.html' title='Sang Aktor (2)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0ahb3iXtkI/AAAAAAAAAdk/OJdGq77R9ck/s72-c/220px-SonnyChibaSamuraiReincarnationScreenShot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-8602877389268084361</id><published>2008-07-26T05:33:00.000-07:00</published><updated>2010-01-07T19:05:03.215-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspiratif'/><title type='text'>Kisah Nakayama &amp; Ular Berbisa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0afrr5PoKI/AAAAAAAAAdM/uPiG5N3h8Kk/s1600-h/teruyuki-okazaki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0afrr5PoKI/AAAAAAAAAdM/uPiG5N3h8Kk/s320/teruyuki-okazaki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424198374080356514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum JKA mempunyai dojo sendiri, sejak aku lulus dari universitas tidak ada tempat bagi kami untuk berlatih karate. Satu-satunya tempat hanyalah dojo-dojo di universitas. Disamping itu aku sibuk bekerja, tujuh hari seminggu di sebuah rumah makan yang ramai. Sebelumnya aku ingin membuka usaha sendiri sebab kupikir dengan itu akan cukup waktu untuk berlatih karate. Ternyata hal itu tidak mungkin karena aku harus bekerja sepanjang waktu hingga aku tidak punya waktu untuk orang lain. Untunglah tidak lama kemudian aku bekerja pada seorang teman yang sangat baik. Dia mengijinkanku beristirahat kapanpun saat aku ingin berlatih karate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu hari Sensei Nakayama mengajakku menemaninya berkunjung ke Thailand untuk memperkenalkan seni karate. Sebelumnya sebuah undangan untuk mengajar telah sampai, karena itu kami berencana pergi selama dua bulan untuk mengajar, bersantai sambil mempelajari tentang negara itu .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di Thailand kami melihat banyak hal, dan kami sangat menikmatinya. Salah satu pertunjukan jalanan yang terkenal di Thailand adalah pertarungan antara ular kobra melawan musang. Tontonan itu tersedia setiap hari, dan bagi penduduk lokal sangatlah menarik. Tentu saja Sensei Nakayama takut dengan ular, awalnya dia tidak berani melihat tontonan itu dari dekat. Namun kukatakan padanya,”Sensei, kita disini hanya sebentar. Kita harus mengambil beberapa gambar dari tontonan ini karena kita tidak akan melihat Thailand lagi”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aghh-fONI/AAAAAAAAAdc/bTWUFOVJvAI/s1600-h/617469728_5586f1273e.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aghh-fONI/AAAAAAAAAdc/bTWUFOVJvAI/s200/617469728_5586f1273e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424199299130931410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitulah, akhirnya dia merogoh kameranya dan mendekati pertunjukan yang sedang berlangsung. Dia berdiri sejauh-jauhnya dari ular itu sambil sedikit membungkuk untuk mengambil gambar. Sementara itu, disisinya ada sebuah keranjang yang berisi ular. Tanpa diketahui oleh Sensei Nakayama seekor ular muncul dan merayap mendekatinya. Dirinya saat itu benar-benar fokus mengambil gambar hingga tidak menyadari ular lain tengah mendekatinya. Aku berkata,”Sensei, hati-hati dengan ular itu, dia sedang menuju kearahmu. Dengan terlihat sedikit kesal dia hanya melambaikan tangannya padaku agar sabar menunggu. Aku berkata lagi,”tidak Sensei, ada ular sedang mendekatimu”. Tiba-tiba dia melihat kebawah dan terlihat olehnya seekor ular kobra besar nyaris saja mematuknya. Sensei Nakayama langsung melompat ke belakang dengan ketakutan, dan kemudian melarikan diri. Selanjutnya seharian itu aku tidak melihatnya dimanapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat itu Thai boxing sangat populer di Thailand, dan surat kabar lokal telah mendengar kedatangan kami. Di pemberitaan dimuat bagaimana jadinya jika seorang juara Thai boxing akan melawan praktisi karate dalam sebuah pertandingan. Orang Thailand sangat bangga mempunyai olah raga ini. Beberapa surat kabar ada yang menceritakan tentang kami, bahkan membandingkan karate dengan Thai boxing. Sejak itu hampir setiap hari aku pergi menyaksikan beberapa pertandingan Thai boxing untuk melihat seperti apa bentuknya. Aku sangat percaya diri mampu mengalahkan mereka (saat itu aku juga masih muda). Aku berkata pada Sensei Nakayama,” Sensei aku bisa saja mengalahkan mereka, aku tahu aku mampu”. Saat itu tradisi di Thailand si penantang harus melawan asisten senior lebih dulu. Jika si penantang berhasil mengalahkan si asisten, maka dia baru berhak menantang seniornya. Karena itu aku ingin sekali menantang petarung Thai boxing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0agheq3M7I/AAAAAAAAAdU/O2RBoSqtEko/s1600-h/IMG_8720.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0agheq3M7I/AAAAAAAAAdU/O2RBoSqtEko/s200/IMG_8720.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424199298243310514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun demikian si juara Thai boxing ternyata juga hadir menyaksikan demonstrasi karate kami. Sensei Nakayama kemudian menampilkan teknik dasar karate seperti pukulan, tendangan, tangkisan, pergerakan badan dan berbagai variasi teknik lainnya. Sang juara Thai Boxing akhirnya menyadari bahwa karate mempunyai lebih banyak teknik daripada Thai Boxing. Dia berpendapat pertandingan apapun antara kedua bela diri ini akan menjadi tidak adil. Keduanya terlalu berbeda. Karena itulah kami tidak pernah mengadakan sebuah pertandingan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Masyarakat lokal tampaknya tidak begitu gembira dengan keputusan kami, dan kami mendapat pemberitaan buruk dari media karenanya. Suatu hari ketika kami sedang berjalan bersama, tiba-tiba seorang anak menghampiri kami. Selanjutnya dengan terang-terangan dia menantang kami untuk berkelahi dengannya. Sensei Nakayama hanya menjawab,”tidak”, dan kami mencoba meneruskan perjalanan. Saat mencoba menghindar, tiba-tiba anak itu melayangkan tendangan ke kepala Sensei Nakayama. Kemudian anak itu telah terbujur pingsan di tanah. Sensei Nakayama telah melakukan sesuatu yang sangat cepat, dan hingga kini aku masih belum tahu apa yang terjadi. Kemudian Sensei Nakayama mengatakan, “lari !”, dan kami segera menyingkir dari tempat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sensei Nakayama merasa sangat malu dengan perbuatannya telah menyerang anak yang menantangnya tempo hari, karena Master Funakoshi telah melarangnya terlibat dalam perkelahian. Tubuhnya hanya bereaksi ketika tendangan itu mengarah padanya. Dia berpesan padaku agar tidak mengatakan pada siapapun tentang kejadian hari itu, karena Master Funakoshi akan sangat marah padanya. Tentu saja sekarang beliau telah meninggal, sehingga tidak apa-apa jika aku menceritakan kisah ini pada kalian. Apalagi hal itu telah menunjukkan kebesaran dan kerendahan hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kejadian lain adalah saat aku dan Sensei Yaguchi membantu Sensei Nakayama di akademi militer Jepang. Setiap tahun ada akademi militer dan Sensei Nakayama diminta mengajar bela diri sebagai bagian program pelatihan. Tentu saja di Jepang ada budaya memberi hadiah pada instruktur, karena itulah beberapa murid bertanya padaku dan Sensei Yaguchi hadiah apa yang disukai Sensei Nakayama. Sensei Yaguchi menjawab (bergurau),”Oh, dia suka dengan ular”. Murid-murid melihat padaku dan akupun mengangguk.,”Ya benar, dia sangat menyukai ular”. Kemudian aku dan Sensei Yaguchi tertawa dengan hal itu. Kami kira murid-murid juga menyadari bahwa kami hanya bercanda dan kamipun melupakannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak lama sesudah itu beberapa murid membawa sebuah hadiah yang dibungkus dengan cantik kepada Sensei Nakayama. Saat itu aku dan Sensei Yaguchi juga sedang di kantor bersama Sensei Nakayama. Murid-murid meletakkan hadiah itu diatas meja sambil mengucapkan terima kasih pada Sensei Nakayama atas segala latihan yang telah diberikan. Sensei Yaguchi dan aku samar-samar mendengar suara berdesis berasal dari dalam kotak, dan dengan sangat terkejut kami saling melihat satu sama lain. Kami tidak dapat berkata apapun selain menyadari murid-murid telah menganggap serius perkataan kami tempo hari. Ternyata mereka telah mendaki ke gunung dan menghabiskan banyak waktu berburu sepasang ular yang bagus sebagai hadiah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tentu saja, setelah Sensei Nakayama membuka hadiah itu dia segera melemparkannya dan melarikan diri dari ruangan. Sepanjang hari itu kami tidak melihatnya. Karena bingung apa yang harus dilakukan, kami menuju ke rumahnya dan berbicara dengan istrinya. Kami menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan ketidaktahuan kami bahwa murid-murid ternyata percaya tentang ular itu. Dia hanya tertawa dan berkata tidak perlu khawatir, dia akan berusaha menjelaskan pada suaminya apa yang sebenarnya terjadi. Namun demikian, hal itu tampaknya tidak begitu berhasil. Dia terlanjur sangat marah dan enggan berbicara dengan kami dalam waktu yang lama.&lt;/span&gt; (Fokushotokan.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Kisah ini diceritakan Oleh Teruyuki Okazaki, pendiri ISKF (International Shotokan Karate Federation). Cerita diambil dari sebagian wawancara antara Okazaki dengan Catherine Pinch yang dimuat dalam ISKF Alaska Newsletter September 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-8602877389268084361?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/8602877389268084361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=8602877389268084361' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8602877389268084361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8602877389268084361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/07/kisah-nakayama-ular-berbisa.html' title='Kisah Nakayama &amp; Ular Berbisa'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0afrr5PoKI/AAAAAAAAAdM/uPiG5N3h8Kk/s72-c/teruyuki-okazaki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-2464461731562764652</id><published>2008-07-04T22:54:00.000-07:00</published><updated>2010-01-07T18:53:52.318-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran Karate'/><title type='text'>Shotokan atau Shotokai ? (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aeECQ6I9I/AAAAAAAAAdE/zM2uMs94Hz0/s1600-h/shotokaiboys.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aeECQ6I9I/AAAAAAAAAdE/zM2uMs94Hz0/s200/shotokaiboys.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424196593378796498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam Shotokai berprinsip bahwa karate adalah seni dari sopan santun sebagaimana telah dikatakan sebelumnya bahwa karate dimulai dan diakhiri dengan memberi hormat. Dengan berlatih karate seorang praktisi Shotokai dapat membangkitkan keberanian, mencapai semangat Budo dan mencapai kedisplinan diri dan juga watak kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti halnya aliran karate lainnya, Shotokai juga melatih tiga materi utama dalam karate yaitu kihon, kumite dan kata. Kata dalam Shotokai dapat dilatih oleh praktisinya dari berbagai usia baik laki-laki atau perempuan, dan tentu saja anak-anak. Walaupun nama Shotokai hampir mirip dengan Shotokan, kata yang dilatih dalam Shotokai sedikit berbeda dengan milik Shotokan. Ada 19 kata yang dilatih dalam Shotokai, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Taikyoku Shodan, Nidan, Sandan&lt;br /&gt;Heian Shodan, Nidan, Sandan, Yondan, Godan&lt;br /&gt;Bassai&lt;br /&gt;Kanku&lt;br /&gt;Enpi&lt;br /&gt;Gankaku&lt;br /&gt;Jutte&lt;br /&gt;Hangetsu&lt;br /&gt;Jion&lt;br /&gt;Tekki Shodan, Nidan, Sandan&lt;br /&gt;Ten-no-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Taikyoku adalah kata yang sangat mirip dengan Kata Heian. Menurut legenda kata ini Gichin Funakoshi yang mengajarkan pertama kali. Kata Taikyoku diajarkan untuk pengenalan pemula pada karate. Teknik – tekniknya juga lebih sederhana daripada kelima Kata Heian. Jika ingin melihat bagaimana bentuk kata Taikyoku ini - sejak Shotokai kurang begitu populer di tanah air - kurang lebihnya Anda dapat melihat di Kyokushinkai. Karena Masutatsu Oyama yang merupakan pendiri Kyokushinkai sebelum mendirikan alirannya sendiri juga pernah belajar pada Gichin Funakoshi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ten-no-kata menurut cerita – cerita sebelumnya adalah kata yang diajarkan oleh Yoshitaka Funakoshi (anak Funakoshi), namun ada juga yang menyatakan Gichin Funakoshi yang mengajarkan kata ini pertama kali. Ten-no-kata terdiri dari dua versi, Ten-no-kata Omote yang berupa metode latihan kumite tanpa pasangan. Ten-no-kata Omote terdiri dari gerakan tangkisan bawah ditambah serangan, tangkisan tengah ditambah serangan dan tangkisan atas ditambah serangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Versi kedua dari Ten-no-kata adalah Ten-no-kata Ura. Pada versi kedua Ten-no-kata ini adalah metode latihan yang dilakukan dengan berpasangan. Terdiri dari enam gerakan pada sasaran tengah dan atas, dimana satu orang menyerang dan lawannya akan menangkis dengan bergerak maju dan mundur secara bergantian. Baik Ten-no-kata Omote dan Ura adalah latihan awal untuk kumite.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam Shotokai seorang praktisi kata belajar tiga elemen penting dalam karate ; aplikasi kuat dan lemah dalam kekuatan, cepat dan lambat gerakan, peregangan dan pengerutan otot-otot tubuh. Selain itu praktisi karate Shotokai juga belajar irama, ketepatan waktu, jarak, pernapasan dan aliran tenaga yang menjadi esensi dari karate. Memahami makna setiap teknik Dalam hal ini tujuan dan aplikasi kata Shotokai sama dengan aliran lain. Yang membedakan dalam Shotokai gerakan terlihat lebih natural mengalir alami. Cukup dimaklumi sejak hal ini dipengaruhi filosofi Shotokai yang melakukan gerakan harus rileks dan menjauhi gerakan yang cenderung kasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana dengan kumitenya ? Sebelum masuk tahap kumite, praktisi Shotokai wajib belajar Ten no kata (Omote dan Ura) yang berisi rangkaian teknik-teknik kihon yang sudah ditentukan. Dalam Shotokai, seorang karateka tidak akan bisa masuk tahap Jiyu Kumite (kumite dengan teknik yang bebas / tidak ditentukan lagi) kecuali telah berlatih minimal setahun (intensif).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alasan dibalik ini kumite sangat berbahaya jika dilancarkan oleh murid pemula atau tingkat lanjut yang belum bisa mengontrol tekniknya dengan baik, sehingga resiko cedera juga semakin meningkat. Bahkan Shigeru Egami melarang keras seorang praktisi Shotokai melakukan jiyu kumite kecuali sudah mencapai tingkatan minimal sabuk hitam sandan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedangkan untuk peringkat sabuknya, saat ini Shotokai di Jepang membedakan untuk kelas anak-anak dan dewasa. Kelas anak-anak akan dimulai dari usia minimal sebelum masuk sekolah dasar sampai dengan sekolah mengah pertama. Peringkat sabuk untuk kelas anak-anak dimulai dari kyu 18 – 16 dengan sabuk berwarna putih sampai dengan tingkat shodan dengan sabuk hitam bergaris putih. Sedangkan untuk kelas dewasa dimulai dari usia minimal setingkat SMU sampai yang lebih tua. Peringkat sabuk untuk kelas dewasa dimulai dari kyu 8 – 7 dengan sabuk putih hingga maksimal tingkat yang dapat dicapai adalah godan (dan V sabuk hitam).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat ini Shotokai di Jepang mengadakan ujian kenaikan tingkat dua kali setahun, sekitar bulan Juni dan November. Tidak seperti aliran karate lain yang memungkinkan praktisinya mencapai tingkat judan (dan sepuluh sabuk hitam) sebagai peringkat yang paling tinggi, di Shotokai praktisinya akan mencapai tingkat maksimal hanya sampai godan. Praktisi Shotokai yang telah memegang sabuk hitam godan akan menyandang gelar Shihan sebagaimana Gichin Funakoshi telah menentukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengapa bisa berbeda ? hal ini karena pada awal Funakoshi datang ke Jepang sekitar tahun 1932 karate tidak mengenal sistem peringkat seperti yang terlihat saat ini. Funakoshi melakukan standarisasi peringkat sabuk (kyu &amp;amp; dan) diinspirasi oleh Judo dan juga sebagai bentuk modernisasi karate. Saat itu Funakoshi memberikan sabuk hitam pada murid-muridnya yang lebih senior. Dalam pandangan Shotokai sabuk hitam adalah awal yang sesungguhnya dari seorang praktisi karate dalam berlatih seni bela diri ini. (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-2464461731562764652?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/2464461731562764652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=2464461731562764652' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2464461731562764652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2464461731562764652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/07/shotokan-atau-shotokai-2.html' title='Shotokan atau Shotokai ? (2)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aeECQ6I9I/AAAAAAAAAdE/zM2uMs94Hz0/s72-c/shotokaiboys.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-124321482983680311</id><published>2008-06-24T18:23:00.000-07:00</published><updated>2010-01-07T18:50:21.412-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliran Karate'/><title type='text'>Shotokan atau Shotokai ? (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0adOFZGAqI/AAAAAAAAAc8/7ueTNCBukPY/s1600-h/hombudojo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 173px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0adOFZGAqI/AAAAAAAAAc8/7ueTNCBukPY/s320/hombudojo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424195666505499298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gichin Funakoshi (1868 – 1957) karena luas pengetahuannya baik budaya dan teknik yang dimilikinya diberikan kepercayaan oleh para ahli bela diri Okinawa untuk melakukan demonstrasi karate di luar Okinawa untuk pertama kalinya tahun sekitar 1916 di Butokukai. Selanjutnya Funakoshi diundang ke Jepang sekitar tahun 1921 memenuhi undangan calon Kaisar Jepang untuk mengadakan demonstrasi karate. Sebagai hasilnya, demonstrasi itu menarik banyak kalangan - termasuk Jigaro Kano pendiri Judo - dan sejak saat itu Funakoshi tinggal di Jepang untuk terus mempromosikan karate. Sejak saat itu klub-klub karate bermunculan di Jepang baik di sekolah, universitas dan lembaga-lembaga lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejak awal masuknya ke Jepang sebenarnya tidak ada aliran dalam karate. Dengan kata lain hanya satu karate yang diajarkan oleh Funakoshi, dan itupun tidak ada namanya. Sebagaimana juga telah diulas dalam artikel sebelumnya, Funakoshi tidak pernah menyebut alirannya dengan nama Shotokan atau apapun. Dan sebenarnya Funakoshipun tidak setuju dengan perpecahan atau pemberian nama aliran – temasuk pada karate yang diajarkannya. Nama Shotokan adalah nama dojo yang didirikan tahun 1936 di Tokyo. Nama itu diajukan oleh murid-muridnya sebagai penghormatan pada Funakoshi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun antusias masyarakat Jepang pada karate begitu besar, perkembangan karate bukan lantas mudah begitu saja namun tetap penuh perjuangan yang melelahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kembali ke tahun 1935 setahun sebelum didirikannya dojo Shotokan di Tokyo, saat itu Funakoshi membutuhkan begitu banyak dana &amp;amp; bantuan untuk mendirikan dojo. Kemudian Funakoshi membentuk Shotokai, sebuah organisasi yang khusus menangani masalah ini. Dengan demikian saat itu Funakoshi menjabat dua posisi : instruktur kepala di dojo cikal bakal Shotokan dan kepala Shotokai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari huruf kanjinya, Shotokai terbentuk dari tiga huruf kanji : Sho berarti pohon cemara, To berarti gelombang, Kai berarti organisasi atau perkumpulan. Shotokai berarti Organisasi Shoto atau Organisasi yang didirikan Gichin Funakoshi. Sedangkan Shotokan terbentuk dari tiga huruf kanji Sho berarti pohon cemara, To berarti gelombang, Kan berarti ruang atau balai utama tempat berlatih. Jadi perbedaan nama hanya terletak pada huruf kanji terakhirnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1936 akhirnya dojo tersebut berhasil didirikan di Tokyo, menjadi gedung utama saat itu bagi Funakoshi dan murid-muridnya dan nama Shotokan diusulkan oleh pengikut Funakoshi. Pada tahun yang sama menggunaan nama ”karate-do” sebagai seni bela dirinya, dan seluruh ahli bela diri Okinawa setuju dengan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada perkembangan selanjutnya, tahun 1951 Shotokai bersatu kembali. Organisasi ini selanjutnya memperkuat eksistensinya tahun 1956. Tujuannya adalah mewujudkan tujuan karate yang sejati, sebagai seni jalan hidup dan bukan untuk olah raga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1957 Gichin Funakoshi meninggal dunia. Keluarga Funakoshi menyerahkan seluruh aset, dokumen berikut simbol harimau kepada Shotokai sebagaimana permintaan terakhir Funakoshi. Setelah Funakoshi meninggal para pengikut Funakoshi terpecah menjadi dua kelompok. Satu kelompok di pihak yang saat ini dikenal dengan Japan Karate Association (JKA) yang kemudian lebih dikenal dengan nama Shotokan. Sementara kelompok yang lain adalah Shotokai yang yang masih sangat setia dengan ajaran dari Funakoshi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun berpegang pada filosofi yang sama, satu-satunya penghalang antara dua kelompok ini adalah turnamen, kompetisi dan yang semacamnya harus diperkenalkan dan diadakan. Cukup dimaklumi sejak Funakoshi melarang adanya kompetisi yang selalu diusulkan oleh beberapa pengikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selanjutnya, setelah Funakoshi meninggal Shigeru Egami dan Genshin Hironishi berbagi tanggung jawab untuk memimpin Shotokai.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Shigeru Egami adalah salah satu murid Funakoshi yang paling awal sekaligus paling setia. Setelah bertahun-tahun berlatih, Egami menemukan cara yang lebih efisien dalam melancarkan suatu teknik. Teknik dilancarkan dengan pikiran dan tubuh yang rileks. Setelah menemukan metode ini Egami menyarankan metode ini untuk digunakan dalam latihan-latihan selanjutnya. Inilah yang menjadi dasar dari Shotokai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terlihat saat ini gerakan dalam Shotokai terlihat mengalir lebih natural, penuh tenaga namun dilakukan sejalan dengan prinsip harmonis dan relaksasi menghindari gerakan yang cenderung kasar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena itulah sejak Egami menyarankan metode latihan yang baru, sekalipun Shotokai adalah nama perkumpulan/organisasi maka banyak pihak yang beranggapan Shotokai telah menjadi suatu aliran karate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tujuan seseorang berlatih karate sangat beragam. Ada yang berlatih karate demi tujuan membela diri, ada pula yang demi mencapai kondisi fisik yang lebih baik, sementara ada pula yang demi meraih medali dan penghargaan. Jika Anda termasuk orang yang memilih salah satu dari ketiga alasan diatas, maka Anda tidak cocok berlatih di Shotokai. Shotokai lebih cenderung melatih karate sebagai filosofi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Shigeru Egami selalu menjaga Shotokai tidak mengikuti turnamen atau kompetisi dan semacamnya bahkan hingga saat ini. Tampaknya inilah yang benar-benar membedakan Shotokai dengan Shotokan. Dalam salah satu tulisannya Egami menyatakan, ” Pertama-tama kita belajar karate sebagai sebuah teknik bertarung, kemudian dengan berlalunya waktu dan pengalaman kita akan memahami hakikat jiwa dan mampu membuka diri kita untuk bersatu dengan orang lain yang ingin bertarung dengan kita. Ini adalah prinsip yang mengajak kita untuk hidup bersama-sama dalam kedamaian.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selain Shigeru Egami ada pula Genshin Hironishi (1913 – 1999) yang berlatih karate dibawah Gichin Funakoshi dan Yoshitaka Funakoshi (anak Funakoshi). Hironishi mengambil alih posisi Presiden Shotokai dari Egami setelah meninggal akibat penyakit cerebral embolia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai aliran yang tidak berorientasi pada kompetisi dan turnamen, Shotokai lebih memfokuskan pada pengembangan karakter pengikutnya melalui berlatih karate-do sebagai jalan hidup, filosofi hidup dan pengembangan energi internal (ki). Hal ini tentu saja terlihat sangat kontras dengan kenyataan berbagai aliran / perguruan karate di dunia saat ini mayoritas menggunakan karate sebagai olah raga yang bersifat kompetisi. Dimana terlihat mereka (umumnya yang berusia muda) akan terlihat lebih mendominasi dengan kondisi fisik yang prima. (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-124321482983680311?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/124321482983680311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=124321482983680311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/124321482983680311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/124321482983680311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/06/shotokan-atau-shotokai-1.html' title='Shotokan atau Shotokai ? (1)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0adOFZGAqI/AAAAAAAAAc8/7ueTNCBukPY/s72-c/hombudojo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-7296757492813776205</id><published>2008-05-27T18:46:00.001-07:00</published><updated>2010-01-07T18:44:23.761-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi Karate'/><title type='text'>Bun bu ryo do</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0abwwoXFPI/AAAAAAAAAc0/qEG74evLqHM/s1600-h/martialbooks.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0abwwoXFPI/AAAAAAAAAc0/qEG74evLqHM/s200/martialbooks.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424194063204553970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membaca judul diatas pasti banyak dari Anda yang mengernyitkan dahi. Bun bu ryo do terdengar asing karena lebih populer saat karate belum masuk ke Jepang. Bun bu ryo do berarti seorang ahli (dalam hal ini karate) yang tidak hanya mahir bela diri namun juga menguasai ilmu yang lain. Masyarakat Okinawa memberikan julukan ini pada orang yang tidak hanya mahir teknik bela diri namun juga terpelajar. Karena saat itu hanya sedikit saja orang yang mendapat julukan ini. Di masa lalu hanya segelintir orang Okinawa yang punya kesempatan mengenyam pendidikan. Penduduk Okinawa mayoritas hidup sebagai petani dan nelayan sehingga praktis yang bisa merasakan pendidikan layak adalah golongan terpandang dan bangsawan. Bun bu ryo do mengisyaratkan pentingnya seorang praktisi bela diri mempunyai intelektualitas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dibanding dengan sekarang minat ahli bela diri jaman dulu untuk mencari ilmu memang luar biasa. Mereka seakan tidak pernah puas dengan ilmu yang pernah dimilikinya. Tidak jarang mereka harus keluar dari daerah sendiri menyeberang ke negeri seberang untuk mencari ilmu baru. Mereka seakan menghargai ilmu lebih tinggi dari segunung emas. Karena saat itu Okinawa mendapat pengaruh kuat dari Cina dalam hal budaya, maka kebanyakan ahli bela diri Okinawa memperdalam teknik bela dirinya di sana. Beberapa dari mereka tidak sekedar mengejar bela diri, ada juga yang belajar ilmu Cina yang lain. Sebagai contoh Kanryo Higashionna (pendiri Naha-te) selain belajar bela diri juga belajar ilmu pengobatan tradisional Cina. Dengan hanya mengandalkan transportasi laut mereka berani bolak-balik Cina – Okinawa. Seperti peribahasa “tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina” sangat populer di negeri kita ini. Namun yang terjadi di Okinawa bukan sekedar peribahasa namun kenyataan sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ahli bela diri Okinawa saat itu mampu pergi ke Cina karena mempunyai kelebihan baik dari jabatan atau finansial. Sokon Matsumura yang terkenal berulang kali ke Cina bertindak sebagai wakil raja Okinawa. Matsumura kemudian memanfaatkan untuk terus mengasah ilmu bela dirinya. Belakangan setelah kembali ke Okinawa, Matsumura membuktikan bahwa intelektualitas mutlak diperlukan seorang praktisi bela diri. Bukan demi menyombongkan diri, bukan sekedar omong kosong, Matsumura telah membuktikannya dalam duel melawan lembu jantan. Meski kisah itu hanya legenda, konon Matsumura berhasil mengalahkan lembu ganas itu tanpa melancarkan satu teknikpun. Tentu bukan begitu saja Matsumura melakukannya. Matsumura telah memikirkan caranya hingga akhirnya lembu jantan itu ketakutan hanya dengan mencium baunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umumnya ahli bela diri Okinawa yang terkenal menguasai lebih dari satu ilmu. Selain Matsumura ada pula Azato yang menjadi guru Funakoshi sering terlibat dalam duel antar pendekar. Yang menakjubkan Azato tidak pernah terkalahkan, padahal dirinya belum pernah bertemu dengan lawannya. Selain memang berbakat, Azato mempunyai minat belajar yang luar biasa. Tidak cukup tode, Azato menguasai teknik berkuda, memanah dan seni pedang. Masih belum puas dengan ilmunya, Azato juga belajar seni sastra dan filosofi Cina. Di luar itu Azato memang dari keluarga terpandang hingga keluarganya mampu memberi pendidikan yang layak. Satu kelebihan Azato adalah dirinya pejabat terpelajar namun jiwanya sungguh merakyat. Kalau ada orang penting Okinawa yang rela “blusukan” (keluar masuk) ke pedalaman Okinawa, dialah Azato. Semua itu dilakukan untuk melihat kondisi masyarakatnya dari dekat. Tidak heran jika Azato sangat dihormati masyarakat Okinawa. Ketika sudah tua orang sehebat Azato merasa masih harus banyak belajar dan belajar. Mengagumkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Matsumura dan Azato adalah sebagian dari master karate masa lalu yang menghargai ilmu lebih bernilai daripada emas. Di jaman moderen seperti sekarang (untungnya) ada juga yang masih mampu melakukan hal itu. Nama Hirokazu Kanazawa barangkali tidak asing bagi praktisi Shotokan. Bagi Anda yang belum tahu Kanazawa adalah lulusan program kenshusei (pelatihan instruktur JKA) yang pertama. Kanazawa termasuk orang yang berpengaruh dalam karate Shotokan karena sukses mendirikan organisasi SKIF (Shotokan Karate-do Internasional Federation) setelah dirinya keluar dari JKA. Belakangan Kanazawa juga sukses dari segi finansial setelah mendirikan SKIF. Bahkan terbilang sangat sukses untuk ukuran praktisi bela diri yang umumnya tidak demikian. SKIF sangat banyak pengikutnya di Eropa dan Amerika. Hingga artikel ini ditulis mereka mengklaim telah memiliki anggota lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia. Cukup fantastis memang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kanazawa bisa dibilang orang kreatif karena banyak memodifikasi teknik Shotokan dengan bela diri lain. Yang sempat memancing kontroversi adalah saat Kanazawa mencampur beberapa elemen Tai chi dalam teknik orisinil JKA. Kanazawa juga sering keluar masuk dojo karate aliran lain demi mencari ilmu yang baru. Kadang dojo karate lain mengundangnya menjadi instruktur tamu dan begitu pula sebaliknya. Bagi Kanazawa hal seperti itu adalah positif selama kedua pihak dapat mengambil manfaatnya. Namun Kanazawa tidak begitu menyarankan hal itu, karena sebagian dojo karate masih ada yang menganggap kunjungan instruktur aliran lain dapat diartikan sebagai tantangan pada dojo yang bersangkutan. Saat ini meski sudah berhasil meraih peringkat Judan (dan sepuluh) dengan rendah hati Kanazawa menyatakan bahwa dirinya masih harus terus belajar dan belajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana dengan kita? Adakah semangat untuk terus belajar dalam hidup ini? Apakah sudah merasa cukup, atau barangkali masih ingin terus belajar hal yang baru? Tidak perlu diperdebatkan karena pilihan ada di tangan Anda masing-masing. Hidup di Indonesia yang masyarakatnya lebih sibuk dengan urusan mengisi perut daripada mengisi otak agaknya menjadikan urusan yang satu ini terpinggirkan. Padahal saat ini kita hidup di jaman teknologi informasi serba canggih yang batas jarak dan waktu seakan tidak ada lagi. Tinggal klik sana-sini dan Anda sudah keliling dunia. Karena itu bersyukurkah bagi mereka yang masih mampu meyisihkan waktu (dan uangnya) untuk mencari hal-hal baru. Meski benar bahwa di negeri ini orang pandai belum tentu menjadi orang kaya, namun menjadi orang dengan banyak ilmu adalah tujuan yang layak diusahakan bukan? (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-7296757492813776205?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/7296757492813776205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=7296757492813776205' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7296757492813776205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7296757492813776205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/05/bun-bu-ryo-do.html' title='Bun bu ryo do'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0abwwoXFPI/AAAAAAAAAc0/qEG74evLqHM/s72-c/martialbooks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-8135047273239071389</id><published>2008-05-01T07:05:00.000-07:00</published><updated>2010-01-07T06:17:44.353-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Legenda'/><title type='text'>Ninja Legendaris - Hattori</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0Xq6Y7UAAI/AAAAAAAAAZE/9WBK6aFSqJ0/s1600-h/hattori_hanzo_iga_clan_02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0Xq6Y7UAAI/AAAAAAAAAZE/9WBK6aFSqJ0/s200/hattori_hanzo_iga_clan_02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423999615082168322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ninja terkenal sebagai “silent assassin” di masa keshogunan Jepang. Pasukan khusus yang terlibat dalam tugas-tugas spionase. Meski tidak menggunakan persenjataan moderen, keahlian dan reputasi mereka tetap dibicarakan hingga kini. Salah satu ninja legendaris yang sering disebut namanya adalah Hanzo Hattori&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada awalnya saya mengira Hanzo Hattori hanyalah tokoh fiksi dalam sejarah Jepang. Namun saya begitu terkejut saat mengetahui nama Hanzo Hattori bukan sekedar rekaan semata. Yang lebih mengesankan lagi, namanya begitu harum dan sangat dihormati oleh masyarakat Jepang. Figurnya sangat berpengaruh dalam perjalanan sejarah Jepang. Sebagai bukti makamnya saat ini masih terawat dengan baik di kuil Sainen-ji yang terletak di Shinjuku Tokyo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di masa lalu ada dua kelompok ninja yang terkenal yaitu ninja dari Iga dan Koga. Daerah Iga di masa lalu sempat melepaskan diri dari kekuasaan para daimyo. Kemudian daerah ini menjadi semacam wilayah yang bebas tidak dikuasai oleh siapapun. Daerah Iga terkenal sebagai tempat asal para ninja yang tangguh. Ninja Iga yang dalam bahasa Jepang disebut Iga-mono, terkenal dengan keahliannya dalam menyusup, bersembunyi, ilmu peledak, ilmu racun dan pengobatan tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perguruan Iga, atau Iga-ryu terbagi atas tiga kelas ninja, yaitu ninja kelas atas (jounin), ninja kelas menengah (chunnin) dan ninja kelas bawah (gennin). Ninja diperkirakan muncul pertama kali sekitar tahun 1487. Saat itu Shogun Yoshihisa Ashikaga menyerang Takayori Rokkaku yang menjadi daimyo (gubernur) di daerah Omi. Ninja Iga dan Koga bersatu membantu Takayori Rokkaku hingga akhirnya serangan itu berhasil digagalkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0XrXA1ETEI/AAAAAAAAAZU/v8epYGB03lQ/s1600-h/hanzotomb.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0XrXA1ETEI/AAAAAAAAAZU/v8epYGB03lQ/s200/hanzotomb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424000106829728834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0XrW-FYu4I/AAAAAAAAAZM/MZjYcr5GYa4/s1600-h/2432466116_5eb6d383b7.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0XrW-FYu4I/AAAAAAAAAZM/MZjYcr5GYa4/s200/2432466116_5eb6d383b7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424000106092870530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Makam Hattori (foto kiri) dan gerbang Hanzo (foto kanan). Di makam ini Anda dapat menyaksikan baju perang dan senjata tombak Hattori. Semuanya masih terawat dengan sangat baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hanzo Hattori (1542 – 1596) adalah anak dari Yasunaga Hattori seorang samurai terkenal. Yasunaga Hattori juga kepala dari kelompok Iga. Lahir dan dibesarkan di Propinsi Mikawa, Hattori adalah ninja dari Iga yang paling terkenal. Meski demikian Hattori sering kembali ke Iga untuk mengunjungi keluarganya. Hattori terkenal sebagai orang yang ahli senjata terutama pedang dan tombak. Kepiawaiannya bisa jadi tidak kalah dari samurai legendaris Miyamoto Musashi. Kemasyhurannya telah terdengar dimana-mana. Selain teknik senjata Hattori juga terkenal sebagai ahli strategi yang handal. Kemahiran dan keberaniannya sudah terlihat sejak remaja. Konon Hattori telah menjalani pertarungan pertamanya dalam usia 16 tahun. Hattori juga telah terlibat dalam perang besar di Anegawa (1570) dan Mikatagahara (1572).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Peran terbesar Hattori adalah tahun 1582 saat itu dirinya menunjukkan jalan bagi Ieyasu Tokugawa untuk meloloskan diri dari serangan Oda Nobunaga. Jalan yang ditunjukkan Hattori melewati wilayah Iga dan Koga hingga akhirnya Ieyasu berhasil selamat sampai di Propinsi Mikawa. Oda Nobunaga yang dijuluki sebagai “the evil king of sengoku” akhirnya tewas dalam kerusuhan itu. Menghargai jasa Hattori, Ieyasu yang dikemudian hari menjadi shogun mempekerjakan sekitar 200 ninja Iga menjaga istana di Yotsuya. Para ninja menjaga gerbang yang menjadi kunci masuk ke Yotsuya. Sebagai penghargaan bagi Hattori, salah satu gerbang diberi nama Gerbang Hattori karena kediaman Hattori berdekatan dengan pintu masuk itu. Ketika Yoshimune Tokugawa (1719-1745) berkuasa, ninja dari Iga diberhentikan dan diganti pengawal lokal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hanzo Hattori meninggal dalam usia 55 tahun. Ada rumor menyatakan kematian Hattori karena terbunuh dalam suatu pertarungan dengan Kotaro Fuma yang juga seorang ninja dari Koga. Namun hal ini sulit dibuktikan. Setelah kematiannya, Hanzo Hattori diteruskan oleh anak laki-lakinya yang tertua yaitu Masanari Hattori. Peran penting Masanari telah diperhitungkan oleh Ieyasu Tokugawa. Saat itu Ieyasu memasukkannya sebagai komandan pasukan saat Perang Sekigahara tahun 1600. Masanari diberi kepercayaan oleh Ieyasu untuk menjaga Istana Edo. Konon karena tindakan yang kasar pada kelompoknya, Masanari kemudian dicoret dari daftar pasukan oleh Ieyasu. Demi membersihkan nama baiknya dan keluarga Hattori atas tindakan memalukan itu, Masanari kemudian berperang dengan berani di Osaka tahun 1614. Dalam perang itu Masanari terbunuh dan digantikan oleh saudaranya yaitu Masashige Hattori.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski telah lebih dari 400 tahun sejak kematiannya, legenda Hanzo Hattori seakan tidak pernah mati. Dalam cerita komik, novel, anime dan game yang bertema samurai atau tradisional Jepang nama Hanzo Hattori sepertinya tidak boleh dilewatkan. Tampaknya inilah cara orang Jepang mengingat figur pahlawan mereka. Begitu populernya figur Hanzo Hattori hingga menarik minat Hollywood untuk menggunakan namanya. Kalau pernah menonton film Kill Bill 2 Anda tentu masih ingat pembuat pedang bernama Hanzo Hattori yang diperankan dengan sangat apik oleh aktor senior Jepang Sonny Chiba. Walau terlibat dalam Kill Bill 2, sebenarnya Sonny Chiba juga pernah memerankan ninja Hanzo Hattori dalam film “Kage no Gundan” (1980). Film ini pernah ditayangkan SCTV sekitar tahun 1994 silam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0XsfA-lW6I/AAAAAAAAAZc/mNZZptwjOys/s1600-h/chiba_hanzo.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0XsfA-lW6I/AAAAAAAAAZc/mNZZptwjOys/s200/chiba_hanzo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424001343820225442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sonny Chiba sebagai Hanzo Hattori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kage no Gundan” berkisah tentang kehidupan ninja Iga yang dipimpin Hattori dalam melayani pemerintahan Ieyasu Tokugawa berikut misi yang harus mereka jalani. Film ini juga menyajikan intrik-intrik politik dipadu dengan sejarah Jepang. Aksi laga yang bagus juga dapat disaksikan karena menyajikan pertarungan ala Jepang saat ninja Iga berkonfrontasi dengan ninja lain. Musik digarap dengan serius karena tidak kurang dari 70 musik didalamnya. Adegan ninja Iga yang melompat keatap misalnya, dapat ditampilkan sangat baik tanpa terlihat ditarik tali seperti film laga umumnya. Karena bobot cerita yang realistis dan serius, film ini termasuk “kelas berat” yang butuh waktu untuk memahaminya. Namun secara keseluruhan “Kage no Gundan” masih termasuk film genre ninja terbaik hingga saat ini. Semoga saja ada stasiun TV yang bersedia memutar ulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat ini daerah Iga telah menjadi bagian Prefektur Mie. Anda masih dapat melihat bekas-bekas keberadaan ninja di prefektur ini. Wilayah yang dulunya tempat asal ninja Iga ini terletak di lembah pegunungan. Sehingga untuk menuju kesana butuh kerja keras karena kondisi jalan yang buruk. Iga dekat dengan daerah Nara dan Kyoto serta dapat dicapai dari Tokyo, Osaka dan Nagoya&lt;/span&gt; (Fokushotokan.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-8135047273239071389?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/8135047273239071389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=8135047273239071389' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8135047273239071389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8135047273239071389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/05/ninja-terkenal-sebagai-silent-assassin.html' title='Ninja Legendaris - Hattori'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0Xq6Y7UAAI/AAAAAAAAAZE/9WBK6aFSqJ0/s72-c/hattori_hanzo_iga_clan_02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-6548714504929779869</id><published>2008-04-22T19:51:00.000-07:00</published><updated>2010-01-07T18:40:17.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata'/><title type='text'>Seperti Bulan Separuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aa8PzkjvI/AAAAAAAAAcs/wwCHbKe7lcE/s1600-h/hangetsu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 117px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aa8PzkjvI/AAAAAAAAAcs/wwCHbKe7lcE/s200/hangetsu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424193161040006898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anda pernah berlatih Hangetsu ? Kata ini dalam Shotokan tampaknya tidak begitu populer dibandingkan kata yang lain. Paling tidak (hingga saat ini) kecuali saat latihan di dojo, sangat jarang dari praktisi Shotokan yang menampilkannya dalam turnamen. Namun Hangetsu bisa dibilang kata yang cukup unik baik dari sisi historis maupun tekniknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hangetsu adalah salah satu dari 15 kata yang dibawa oleh Gichin Funakoshi saat memperkenalkan karate ke Jepang. Hangetsu adalah kata yang sangat tua bahkan ketika di Okinawa. Nama Hangetsu sendiri berarti bulan separuh, dimana nama ini berasal dari dua huruf kanji yang membentuknya. Huruf kanji “han” berarti setengah atau separuh sedangkan huruf kanji “getsu” berarti bulan. Nama Hangetsu diberikan Funakoshi setelah dirinya melihat teknik tangan setengah melingkar pada kata ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut legenda kata ini berasal dari tarian tradisional Cina, namun ada pula yang menyebutkan kata ini murni dari teknik bela diri Cina. Hangetsu nama aslinya adalah Seisan/Seishan yang berarti 13. Sampai kini masih ada yang tetap mempertahankan nama Seisan seperti Goju-ryu dan Seishan seperti Wado-ryu. Terkesan tidak ada bedanya bukan ? Namun itulah kenyataannya. Funakoshi dalam buku Renten Goshin Karate Jutsu bahkan menyebutnya dengan Sehshan. Mungkinkah Funakoshi keliru lafal dan tulisannya ? Tidak bisa dipastikan, namun banyak yang menduga Funakoshi merujuk pada nama yang digunakan Wado-ryu yaitu Seishan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada pula teori yang menyebutkan asal Hangetsu setelah seorang ahli bela diri Cina bernama Seisan/Seishan menunjukkan kebolehannya di Okinawa. Namun karena tidak didukung bukti literatur yang kuat, maka teori ini tidak banyak yang menerima. Diduga awal kemunculannya kata ini di daerah Naha. Namun tahun 1867 Arakaki Seisho pernah mendemonstrasikan kata ini di hadapan sekelompok prajurit Cina. Seperti umumnya teknik dari Naha, Seisan/Seishan tampil dengan berbagai teknik pernapasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dibandingkan kata Shotokan lainnya yang didominasi teknik cepat dan variasi lompatan, Hangetsu tampil sebaliknya. Variasi pernapasan disertai gerakan yang lambat pada awal kata ini adalah teknik yang sangat jarang dalam kata Shotokan. Tampaknya latihan hara (perut) sangat diutamakan dalam kata ini. Sekilas sangat mirip dengan kata Sanchin dari Goju-ryu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dapat disimpulkan adanya teknik pernapasan ini menunjukkan bahwa kata ini bukan kata Shotokan yang orisinil. Contoh lainnya adalah Nijushiho dan Unsu yang didalamnya juga memuat teknik pernapasan walaupun hanya dua atau tiga gerakan. Dan memang benar keduanya bukan milik Shotokan, melainkan Shito-ryu yang memegang versi asli kata ini. Versi milik Shotokan tampaknya telah mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan teknik-teknik dalam aliran ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Walau banyak perdebatan disana – sini (bahkan hingga saat ini) berkaitan sumber kata ini, tidak dapat dipungkiri bahwa Hangetsu telah menjadi salah satu kata dalam Shotokan. (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-6548714504929779869?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/6548714504929779869/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=6548714504929779869' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/6548714504929779869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/6548714504929779869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/04/seperti-bulan-separuh.html' title='Seperti Bulan Separuh'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aa8PzkjvI/AAAAAAAAAcs/wwCHbKe7lcE/s72-c/hangetsu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-7120499239959569684</id><published>2008-04-16T20:02:00.000-07:00</published><updated>2010-01-07T18:37:00.486-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Serba-serbi'/><title type='text'>Rahasia Sukses Orang Jepang (4)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aZ008O4qI/AAAAAAAAAcc/QNtqg84N5cI/s1600-h/ohmicho-kanazawa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aZ008O4qI/AAAAAAAAAcc/QNtqg84N5cI/s200/ohmicho-kanazawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424191934057865890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lebih baik ambil untung sedikit daripada kehilangan pelanggan selamanya. Agaknya pendapat itu benar-benar dipegang oleh orang-orang Jepang. Para pedagang di Jepang sangat terkenal karena keramahannya pada pembeli. Pedagang negeri sakura itu sangat menghormati konsumennya dan berusaha melayani sebaik-baiknya dengan kejujuran dan keramahan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Omong kosong ? tidak juga. Seorang rekan saya yang hidup di Jepang karena harus kuliah disana pernah menceritakan pengalaman uniknya. Suatu ketika dia membeli buah dengan harga murah yang bisa ketahuan dari labelnya. Maklum, sudah bukan rahasia lagi kalau harga kebutuhan di Jepang memang kelewat mahal terutama untuk kantong mahasiswa pendatang. Sehingga hidup ekstra hemat harus menjadi prioritas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika si pedagang tahu teman saya akan membeli buah berharga murah itu dia dengan sigap menerangkan kondisi buah yang dibelinya itu. Dia mengingatkan teman saya itu dengan bahasa yang sangat sopan kalau buah yang dibelinya itu sudah cacat dan ada goresan dibeberapa permukaannya. Dan diapun kembali mengingatkan teman saya apakah tetap membeli buah itu. Dengan kagum bercampur heran teman saya tetap mengiyakan untuk membeli buah itu dan diberitahunya si pedagang kalau dirinya tidak keberatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang lebih mengejutkan ternyata sikap demikian dimiliki oleh seluruh pedagang di Jepang. Mereka menempatkan dirinya sebagai konsumen dan bukan sebagai pedagang. Kenyataan ini sangat berbeda dengan kebanyakan pedagang baik di Eropa dan (tentu saja) Indonesia yang menempatkan dirinya sebagai penjual. Kalau penjual sudah jelas mereka pasti akan cari untung. Dengan memposisikan sebagai konsumen dan bukan penjual mereka akan berusaha memahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen. Kalau Anda seorang konsumen tentu ingin barang yang murah, kualitas yang bagus plus pelayanan yang menyenangkan dari si empunya toko khan ? nah seperti itulah kira-kira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anda pernah menerima kembalian berupa permen ? Jangan khawatir karena bukan Anda saja yang mengalaminya. Sering saya mengalami ketika harus membayar dan kurang sekian ratus perak si kasir akan menggantinya dengan permen. Sepertinya ini sudah jadi “tradisi” di tanah air. Mungkin bagi beberapa orang ini hanya masalah kecil, namun sebenarnya harus diakui ini bukanlah perilaku yang terpuji karena kurang jujur dan ujung-ujungnya ada rasa tidak ikhas dari pembeli (maaf ya para pedagang).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di Jepang Anda tidak perlu khawatir akan menerima uang kembalian yang kurang. Disana ada mesin penjual otomatis (vending machine) yang sanggup menyediakan uang recehan untuk para pedagang. Masih belum cukup sampai disitu, sistem perbankan di negeri itu juga mendukung untuk masalah uang receh ini. Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan kurang menerima uang kembalian meski hanya satu yen pun. Yang lebih menggembirakan Anda tidak perlu “dipaksa” menerima permen pengganti kembalian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aaF9C7toI/AAAAAAAAAck/5EkXWFAjMKg/s1600-h/omicho+market.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aaF9C7toI/AAAAAAAAAck/5EkXWFAjMKg/s400/omicho+market.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424192228291229314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;Sebuah sudut pasar tradisional Jepang di Omicho Prefektur Kanazawa. Pasar yang terdiri dari banyak stan dan toko ini sangat tua dan telah ada sejak masa Edo. Sangat layak dikunjungi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau suatu saat Anda pergi ke Jepang coba sempatkan mampir ke supermarketnya. Disana akan Anda temukan pelayanan yang luar biasa dari pelayan tokonya. Ketika masuk supermarket Anda akan disambut ucapan selamat datang ditambah dengan senyuman ramah. Mereka dengan sigap mengantarkan pada apa yang Anda cari. Tidak cukup sampai disitu, si pelayan toko akan terus mengikuti sampai Anda sudah menemukan apa yang sedang Anda cari. Pendeknya semua demi kepuasan konsumen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang mengejutkan, ternyata si penjaga toko juga merangkap sebagai kasir sekaligus petugas yang membungkus barang yang akan dibeli. Sehingga penjaga toko disana dituntut mengetahui benar-benar barang dagangannya. Pemandangan penjaga toko yang menerangkan panjang lebar pada calon pembeli tentang produk yang dijualnya telah menjadi hal lumrah, bahkan sepertinya sudah menjadi standar pelayanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau di Indonesia Anda tidak sengaja merusakkan barang di toko tentu Anda sudah wajib mengganti. Istilahnya memecahkan berarti membeli begitulah kira-kira. Namun jangan harap yang beginian akan terjadi di Jepang. Paling tidak rekan saya pernah mengalaminya. Suatu hari ketika sedang berbelanja rekan saya membawa serta anak-anaknya. Karena terlalu gembira, anak-anak mereka menyenggol beberapa barang di etalase. Akibatnya, beberapa kotak telurpun meluncur dan pecah dilantai. Saat berniat akan mengganti telur yang pecah itu sambil menjelaskan duduk permasalahannya, rekan saya ini begitu terkejut ketika penjaga toko menolaknya dan hanya berkata “daijobu yo” (tidak apa-apa).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak perlu untung besar kalo toh harus kehilangan pelanggan selamanya. Keramahan dan kejujuran menjadi hal wajib jika ingin sukses berdagang. Prinsip mereka yang sangat mengesankan ini tampaknya perlu dicontoh oleh para pedagang di tanah air. Betul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khan&lt;/span&gt; ? (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-7120499239959569684?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/7120499239959569684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=7120499239959569684' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7120499239959569684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/7120499239959569684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/04/rahasia-sukses-orang-jepang-4.html' title='Rahasia Sukses Orang Jepang (4)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aZ008O4qI/AAAAAAAAAcc/QNtqg84N5cI/s72-c/ohmicho-kanazawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-903383360016199269</id><published>2008-03-31T05:35:00.000-07:00</published><updated>2010-01-07T18:31:39.435-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jelajah Jepang'/><title type='text'>Jelajah Kyoto : Menikmati Festival Jion</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aXK8TMv3I/AAAAAAAAAb0/64DhBRUJJEg/s1600-h/yamahoko_+junko.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aXK8TMv3I/AAAAAAAAAb0/64DhBRUJJEg/s200/yamahoko_+junko.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424189015455481714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jepang adalah negara yang moderen dengan banyak budaya tradisional. Meski dalam ilmu dan teknologi mereka terdepan diantara negara lain, namun budaya warisan nenek moyang tidak mereka tinggalkan. Karena itu jangan heran jika ditengah padat dan majunya kota Tokyo yang disebut salah satu kota tersibuk di dunia, masih ada ruang untuk kuil yang berusia ratusan tahun. Bangunan tradisional itu seakan tidak tergerus oleh arus modernisasi. Inilah salah satu poin lebih dari bangsa Jepang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salah satu kekayaan bangsa Jepang adalah beragam festival (matsuri) yang umumnya digelar setiap tahun. Perayaan itu umumnya digelar untuk memperingati momen khusus seperti musim panas, musim panen, ritual keagamaan, dan masih banyak lagi. Salah satu festival terbesar yang rutin digelar tiap tahun adalah festival Jion (ada yang menyebut Gion). Jadi ingat dengan salah satu kata Shotokan ? Anda tidak perlu heran karena masih ada hubungan dengan kata wajib Shotokan itu, meski hubungannya hanya sekedar persamaan nama. Sebenarnya ada pula biksu Budha bernama Jion, namun sangat sulit melacak kebenarannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Arti Jion dalam kata Shotokan sendiri bermacam-macam. Ada yang mengartikannya dengan pengampunan – lihat pada gerakan awalnya – namun ada juga yang menganggap nama kata ini berasal dari nama biksu Budha yang datang ke Okinawa. Kemudian biksu tadi mengajarkan ilmu bela dirinya pada orang-orang Okinawa, selanjutnya nama biksu tadi dijadikan sebagai nama kata. Ada juga yang menyatakan nama Jion diambil berasal dari nama kuil Budha. Dan memang, Jion adalah kata yang sarat dengan nuansa Budhisme. Bahkan dari salah satu sumber ada yang menyatakan kalau dilihat dari atas embusen (arah gerakan) kata Jion ini membentuk huruf Budha. Serba misterius memang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Festival Jion pertama kali terjadi tahun 869 Masehi ketika bencana dan wabah penyakit melanda Kyoto. Masyarakat saat itu percaya musibah terjadi karena kemarahan dewa. Karena itu kepala pendeta Kuil Yasaka memerintahkan masyarakat untuk membuat semacam rakit kayu. Tidak sekedar membuat dan mengusung rakit kayu, masyarakat saat itu juga berdoa agar kemarahan dewa-dewa Shinto mereda. Setelah bencana berakhir, ritual itu tetap dipertahankan hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aYJfO1PnI/AAAAAAAAAcM/3JsII_Wg2Xo/s1600-h/yasaka_shrine.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aYJfO1PnI/AAAAAAAAAcM/3JsII_Wg2Xo/s200/yasaka_shrine.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424190089984294514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kuil Yasaka yang sebelumnya bernama Jion san (atau kuil Jion) menjadi pusat festival tahunan ini. Kuil Yasaka terletak di Kyoto yang terkenal dangan banyaknya kuil tradisional. Tidak kurang dari 1800 kuil kuno tersebar di kota kecil ini. Jika di Indonesia Kyoto kurang lebih sama seperti Jogja. Jika tertarik sejarah Jepang dan ingin melihat Jepang di masa lalu, lebih baik mengunjungi Kyoto. Kota ini terletak sekitar 200 mil arah barat dari Tokyo. Butuh waktu sekitar tiga jam perjalanan menggunakan Tokaido Shinkansen (kereta super cepat Jepang). Momen yang sangat tepat adalah saat festival Jion yang diadakan setiap bulan Juli dari tanggal 1 sampai tanggal 31.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat festival Jion masyarakat akan mengenakan yukata dan geta (pakaian tradisional Jepang yang umumnya dipakai saat festival). Mereka memadati jalanan kota Kyoto menyaksikan yama dan hoko yang diarak keliling kota. Yama adalah rakit kayu yang beratnya sekitar 1.200 s/d 1.600 kg (cukup berat!) dan didorong sekitar 12 s/d 14 orang. Sedang hoko adalah rakit kayu yang beratnya sekitar 12.000 kg (sangat berat!) setinggi kira-kira 6 meter dan diusung oleh sekitar 30 s/d 40 orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Festival ini mencapai puncaknya pada tanggal 17 yang disebut dengan Yamahoko Junko. Saat itu tidak kurang dari 25 yama dan 7 hoko dengan berbagai hiasan dan ornamen tradisional nan eksotik ditampilkan. Konon hiasan berwarna-warni itu diperoleh di abad ke 15 tidak hanya dari Jepang namun juga negara lain yaitu Turki, India, Belgia dan Persia. Masing-masing rakit didorong oleh pemuda Jepang yang mengenakan pakaian tradional. Mereka mendorong rakit dengan meneriakkan yel-yel yang khas. Diatas yama dan hoko ada sekelompok orang yang memainkan musik tradisional Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang paling menarik dari festival Jion ? Tentu saja Yama dan hoko super berat yang diarak keliling Kyoto. Momen yang sangat sayang untuk dilewatkan hingga masyarakat dan turis akan berdesakan di tepi jalan menyaksikannya. Walaupun sudah membayar tiket yang lumayan mahal (tidak kurang dari 3.000 yen), Anda tetap harus berangkat pagi-pagi agar mendapat tempat. Setelah Yamahoko Junko selesai kota Kyoto tidak akan sepi begitu saja. Masih banyak hal-hal unik lainnya seperti pasar tradional di Takashimaya dan Nishiki-Koji. Tempat-tempat ini menjual berbagai barang dan jajanan khas festival yang layak dibeli.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yah&lt;/span&gt;, Kyoto benar-benar kota yang menarik. Dibanding Tokyo dan Osaka yang penduduknya super sibuk dan berjalan cepat karena dikejar waktu, Kyoto justru sebaliknya. Anda akan sering melihat penduduk setempat yang berjalan santai, padahal soal sibuk dengan Tokyo tidaklah berbeda. Disamping itu ada banyak kuil yang layak dikunjungi. Anda tidak perlu khawatir karena jarak tiap kuil umumnya tidak begitu jauh dan cukup ditempuh dengan berjalan kaki. Jika Anda lelah, tenaga dapat dipulihkan dengan mampir ke tachigui (warung tradisional ala Kyoto) yang menawarkan semangkuk soba atau udon (semacam mie) dengan cita rasa yang yang menggoda plus harga yang tidak mahal. Benar-benar pengalaman yang sangat sayang dilewatkan.&lt;/span&gt; (Fokushotokan.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-903383360016199269?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/903383360016199269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=903383360016199269' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/903383360016199269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/903383360016199269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/03/jelajah-kyoto-menikmati-festival-jion.html' title='Jelajah Kyoto : Menikmati Festival Jion'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aXK8TMv3I/AAAAAAAAAb0/64DhBRUJJEg/s72-c/yamahoko_+junko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-45349131769701485</id><published>2008-03-26T08:00:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T20:51:29.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Translasi Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karate-do Nyumon'/><title type='text'>Menyadari Sebuah Omong Kosong</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aWjAibJJI/AAAAAAAAAbs/QVvLxHzMzqI/s1600-h/nyumon.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aWjAibJJI/AAAAAAAAAbs/QVvLxHzMzqI/s200/nyumon.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424188329398314130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku merasa perlu disini sejak awal, untuk memberikan sebuah ulasan singkat tentang apakah sesuatu itu adalah karate atau bukan, sejak begitu banyaknya tulisan omong kosong tentang hal ini sekarang. Kemudian, bersamaan ketika kesempatan itu datang aku bermaksud memperjelas apakah karate itu pada kenyataannya. Namun sebelum menjelaskan lebih jauh, aku hanya dibenarkan untuk menyingkirkan beberapa konsep keliru yang terus mengaburkan esensi dari seni ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu ketika, sebagai contoh, aku mendengar seseorang yang berprofesi sebagai seorang ahli (bela diri) bercerita pada pendengarnya yang terkesima,”Dalam karate kita memiliki kata yang disebut nukite. Hanya menggunakan lima jari dari satu tangan, seseorang dapat menembus kedalam tulang rusuk lawannya, memegang tulang-tulangnya dan menarik keluar dari tubuhnya. Ini, tentu saja,” orang yang disebut sang ahli melanjutkan,”sebuah kata yang amat sulit untuk dikuasai. Seseorang harus berlatih untuk itu dengan menusukkan jari-jari kedalam satu bejana penuh berisi kacang setiap hari selama berjam-jam, hingga ratusan kali. Awalnya jari-jari akan terluka karena latihan, dan tangan akan berdarah. Kemudian, lama-lama darah membeku, bentuk jari-jari akan berubah aneh.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Umumnya rasa sakit akan menghilang. Kemudian kacang didalam bejana harus diganti dengan pasir. Untuk pasir tentu saja lebih keras dan jari-jari akan menghadapi tantangan yang lebih keras. Meski begitu, sejalan dengan proses latihan, jari-jari biasanya menembus pasir dan mencapai dasar bejana. Setelah berlatih dengan pasir, latihan dilanjutkan dengan batu kerikil. Sampai disini setelah latihan yang lama barulah keberhasilan dicapai. Akhirnya berlatih dengan butir logam. Pada akhirnya dengan latihan yang lama dan keras, jari-jari akan menjadi cukup kuat tidak hanya untuk menghancurkan papan kayu yang tebal namun juga menghancurkan sebuah batu keras atau meremukkan tubuh seekor kuda.”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak diragukan lagi kebanyakan dari mereka mendengar akan hal ini menjadi percaya begitu saja. Banyak dari mereka yang berlatih karate masih saja memilih, untuk satu atau alasan yang lain, percaya pada mitos semacam itu. Sebagai contoh, seseorang yang tidak begitu paham dengan seni karate berkata pada seorang yang mahir,” aku tahu kau berlatih karate. Tunjukkan padaku, apakah kau benar-benar bisa menghancurkan sebuah batu besar dengan jari-jarimu? Bisakah kau benar-benar melubangi perut orang dengan tanganmu ?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Haruskah sang ahli menjawab apakah salah satu atau kedua-duanya dari aksi itu benar-benar mungkin, dia akan mengatakan tidak lebih dari kebenaran yang sesungguhnya. Namun ada beberapa ahli atau orang yang menganggap dirinya ahli mengangkat bahu dengan entengnya dan berkata,” Yah, kadang-kadang aku bisa melakukannya”. Hasilnya, orang awam akan salah paham dan benar-benar terpengaruh tentang seni karate. Mereka akan penasaran antara takut dan takjub, mungkinkah si ahli telah mendapatkan kekuatan diluar batas manusia biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenyataannya para antusias karate yang begitu berlebihan dan benar-benar menyesatkan tentang seni bela diri ini adalah orang yang pandai bicara, cukup benar, dan dia akan benar-benar berhasil memberi takjub pendengarnya dan meyakinkan mereka bahwa karate adalah sesuatu yang menakutkan. Namun apa yang dikatakannya adalah benar-benar keliru, dan lebih jauh dia mengetahuinya. Sebagaimana mengapa dia melakukannya – terdengar menarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Barangkali, jauh dimasa lampau, ada seorang ahli karate yang mampu melakukan aksi menakjubkan seperti itu. Tentang hal itu aku tidak mampu membuktikan, namun aku dapat meyakinkan para pembaca sejauh pengetahuanku. Tidak ada manusia yang pernah hidup dimana, sekalipun dia mungkin saja telah berlatih dan terlatih, mampu melampaui kekuatan manusia secara alami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada juga ahli yang selalu mengatakan,”Dalam karate,” mereka berkata, “Sebuah pegangan yang kuat adalah penting. Untuk mencapainya seseorang harus berlatih selama berjam-jam. Cara terbaiknya adalah menggunakan ujung-ujung jari dan kedua tangan, untuk mengangkat dua ember timba yang berat, lebih baik jika berisi penuh dengan sesuatu seperti pasir, dan mengayunkan memutar berulangkali. Seseorang yang yang telah memperkuat pegangannya sekuat mungkin dengan cara ini mampu menarik daging lawan keluar dengan mudah dari tulangnya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Benar-benar omong kosong! Suatu hari orang seperti ini datang ke dojoku dan menawarkan untuk mengajariku bagaimana menarik daging keluar dari tulangnya. Aku memohon padanya untuk menunjukkannya padaku, akan tetapi meledaklah tawaku ketika dia setidaknya berhasil mencubit sedikit kulitku bahkan tanpa meninggalkan bekas biru atau kehitaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekarang, sudah tidak diragukan lagi bahwa pegangan yang kuat adalah keuntungan besar bagi para praktisi karate. Aku ingat dengan seorang laki-laki yang sanggup memutari rumahnya di Okinawa dengan bergantung di sepanjang atap. Tidak bermaksud melebih-lebihkan, sejak orang-orang menyadari bagaimana bentuk rumah-rumah di Okinawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku telah melihat sendiri bagaimana Master Itosu meremukkan batang bambu tebal dengan tangan kosongnya. Ini mungkin saja tampak sebagai atraksi yang luar biasa, tapi adalah keyakinanku jika pegangannya yang luar biasa kuat adalah anugerah yang sudah alami, tidak hanya diperoleh lewat latihan, untuk memperoleh kekuatan yang luar biasa, dia hanya dapat sekuat itu dan tidak akan lebih jauh lagi. Ada batas kekuatan fisik manusia yang tidak seorangpun mampu melampauinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sementara benar bahwa ada seorang ahli karate yang mempunyai tenaga untuk memecahkan sebuah papan yang tebal, atau beberapa lapis genteng dengan sekali serangan tangannya, Aku menjamin pada para pembacaku bahwa setiap orang mampu melakukan hal yang sama setelah melalui latihan yang cukup. Tidak ada yang luar biasa dari hal semacam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesuatu yang juga tidak menunjukkan dari semangat karate sejati ; adalah sekedar demonstrasi dari kekuatan seseorang yang didapat melalui berlatih. Tidak ada yang misterius tentang itu. Sering aku ditanya oleh orang-orang yang tidak tahu dengan karate, apakah peringkat yang didapat orang yang berlatih bergantung dari jumlah genteng atau papan yang berhasil dihancurkannya dalam sekali serangan tangannya. Tentu saja, dalam hal ini tidak ada hubungan antara keduanya. Sejak karate sebagai salah satu seni bela diri yang telah diperbaiki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa orang yang berlatih karate yang bermulut besar tentang berapa banyak papan atau genteng yang bisa dipecahkannya dengan tangan kosong, atau menyatakan mampu menarik daging dari tulangnya atau menarik tulang dari tubuh, adalah orang yang tahu sedikit saja tentang apakah karate itu sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel ini diterjemahkan dari buku Gichin Funakoshi berjudul "Karate-do Nyumon" pada bagian Karate Power. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-45349131769701485?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/45349131769701485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=45349131769701485' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/45349131769701485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/45349131769701485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/03/menyadari-sebuah-omong-kosong.html' title='Menyadari Sebuah Omong Kosong'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aWjAibJJI/AAAAAAAAAbs/QVvLxHzMzqI/s72-c/nyumon.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-4915030028670329230</id><published>2008-03-18T19:11:00.000-07:00</published><updated>2010-01-07T18:16:45.777-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Karate'/><title type='text'>Misteri Tora no Maki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aVXamFFSI/AAAAAAAAAbk/hCsXge2JZCU/s1600-h/tigerChinaDollLake.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aVXamFFSI/AAAAAAAAAbk/hCsXge2JZCU/s200/tigerChinaDollLake.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424187030722909474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain berlatih karate pada Azato dan Itosu, Funakoshi juga belajar seni sastra pada gurunya ini. Tampaknya hal ini berpengaruh besar pada munculnya simbol harimau yang kemudian lazim dikenal dengan Tora no Maki yang digunakan oleh Shotokan dan Shotokai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika Funakoshi masih muda, dia gemar berjalan-jalan dalam kesunyian diantara pohon-pohon cemara yang mengelilingi rumahnya di Shuri, Okinawa. Setelah sehari yang berat diisi dengan mengajar di beberapa sekolah di daerahnya ditambah beberapa jam lebih diisi dengan latihan karate yang giat, dia kerap kali akan mendaki Gunung Torao dan kemudian bermeditasi diantara pepohonan cemara dibawah bintang-bintang dan bulan yang terang. Gunung Torao amatlah dekat, gunung ini ditumbuhi pepohonan hingga begitu lebatnya yang apabila diamati dari kejauhan menyerupai ekor seekor harimau. Dalam kenyataannya nama Torao memang berarti ekor harimau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada waktu-waktu berikutnya, Funakoshi menerangkan bahwa angin dingin yang berdesir diantara pepohonan cemara di Gunung Torao membuat pohon-pohon tersebut bergerak seperti layaknya gelombang yang memecah di pantai. Demikianlah, sejak didapatkannya inspirasi itu dia memilih nama Shoto yang selalu dibubuhkannya sebagai tanda tangan di akhir karya tulisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Shoto” sebagai nama yang ditulis oleh Funakoshi memiliki arti pohon cemara yang bergerak laksana gelombang. Sedangkan “kan” berarti ruang atau balai utama (yang kemungkinan besar tempat murid-muridnya berlatih. Nama ini kemudian dianugerahkan oleh murid-muridnya sebagai penghormatan pada Funakoshi dengan ditulis pada papan nama dojo yang dibangun di Tokyo tahun 1936.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Munculnya simbol harimau yang dikerjakan oleh Hoan Kosugi ini tidak begitu jelas. Sumber pertama menyebutkan ketika Funakoshi berniat kembali ke Okinawa dirinya didatangi oleh Hoan Kosugi. Seorang pelukis ternama saat itu yang meminta pelajaran karate bagi dirinya dan teman-temannya di Kelompok Tabata. Perkumpulan ini adalah wadah berkumpulnya para seniman yang terbaik di masa itu. Kosugi meminta pelajaran dari Funakoshi karena saat itu dia tidak menemukan guru karate yang lebih pantas dari Funakoshi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika itu Funakoshi berniat menulis buku Ryukyu Kempo Karate, Kosugi mengatakan pada Funakoshi kalau dirinya bersedia melukis sampul depannya. Kosugi kemudian melukis gambar harimau yang disebutnya Tora no Maki. Di Jepang istilah Tora no Maki merupakan istilah resmi bagi karya tulis untuk suatu seni atau suatu sistem. Kosugi menjelaskan pada Funakoshi bahwa buku yang akan ditulisnya akan menjadi “Tora no Maki” nya karate. Dan sejak kata “tora” berarti harimau, Kosugi melukis gambar harimau sebagai simbolnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber lain mengatakan kalau Kosugi sangat terkesan dengan latihan karate yang diterimanya dari Funakoshi. Kemudian ketika didengarnya Funakoshi akan menulis buku dengan segera dia mengusulkan diri untuk melukis sampulnya. Dikatakan bahwa Kosugi mengambil ide harimau karena menurut kepada filosofi tradisional Cina yang mempunyai makna bahwa ’’harimau tidak pernah tidur’’. Harimau mempunyai sifat yang tenang namun tetap waspada. Perasaan ini dirasakan oleh Kosugi ketika berlatih dibawah Funakoshi. Tampaknya makna ini dikemudian menjadi sangat populer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Funakoshi sangat terkesan ketika diterimanya hasil karya Kosugi ini. Mengingatkannya akan kenangan masa mudanya ketika masih mendaki gunung Torao. Funakoshi berniat membayar hasil karya ini, namun Kosugi menolaknya. Kosugi hanya meminta Funakoshi mengajarinya karate berikut filosofi besar yang terkandung didalamnya. Terharu mendengar jawaban ini, Funakoshi menerima tawaran itu dan merekapun terus menjalin persahabatan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada juga sumber yang mengatakan bahwa Funakoshi sendiri yang meminta pada Kosugi untuk melukis simbol harimau itu baginya. Setelah diketahuinya Kosugi adalah seorang pelukis yang pandai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak dapat dipastikan mana yang pasti dari kisah-kisah itu. Barangkali diantara kisah-kisah itu ada yang benar. Namun yang pasti Funakoshi kemudian menggunakan lukisan harimau itu sebagai sampul depan bukunya Ryukyu Kempo Karate yang terbit tahun 1922.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah meninggalnya Funakoshi seluruh aset, dokumen berikut lukisan harimau diserahkan kepada Shigeru Egami oleh keluarga Funakoshi. Egami sendiri di kemudian hari tetap pada Shotokai sebagai organisasinya. (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-4915030028670329230?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/4915030028670329230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=4915030028670329230' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/4915030028670329230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/4915030028670329230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/03/misteri-tora-no-maki.html' title='Misteri Tora no Maki'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aVXamFFSI/AAAAAAAAAbk/hCsXge2JZCU/s72-c/tigerChinaDollLake.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-8642942699754006977</id><published>2008-02-12T05:13:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T18:13:28.103-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filosofi Karate'/><title type='text'>Ikken Hissatsu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aUcVFUrEI/AAAAAAAAAbc/o3E2cXjlZp8/s1600-h/katana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aUcVFUrEI/AAAAAAAAAbc/o3E2cXjlZp8/s200/katana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424186015631060034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anda pernah mendengar istilah “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ikken hissatsu&lt;/span&gt;” ? Bagi praktisi Shotokan tentu tidak asing dengan istilah ini. Ikken Hissatsu adalah salah satu dari sekian banyak filosofi Shotokan yang berkaitan dengan pertarungan (c&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ombat oriented)&lt;/span&gt;. “Ikken” berarti tunggal, sedang “hissatsu” berarti serangan. Ikken Hissatsu berarti bertujuan membunuh dengan satu serangan. Dalam literatur lain istilah ini ada yang menyebut dengan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ippon ieatsu&lt;/span&gt;”. Banyak yang salah kaprah dengan dengan istilah ikken hissatsu ini. Sebagian praktisi karate menganggap bahwa membunuh lawan diperbolehkan. Tentu saja ini salah besar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski terdengar seram, makna hakiki dari ikken hissatsu tidak sesimpel itu. Untuk memahami istilah ini Anda cukup membayangkan sedang dikepung oleh lawan lebih dari satu. Masing-masing dari lawan memegang senjata yang siap memotong leher Anda kapan saja. Masing-masing mempunyai teknik yang Anda sendiri tidak mengetahui. Singkatnya, Anda dalam posisi yang terjepit. Bagaimana Anda akan menghadapi situasi yang serba sulit ini ?. Dalam kondisi seperti inilah konsep ikken hissatsu benar-benar diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Filosofi ini mengisyaratkan penggunaan teknik yang efektif (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;waza- ari&lt;/span&gt;) dalam mengatasi lawan terutama dalam jumlah besar. Dengan demikian teknik yang dilancarkan hanya membutuhkan usaha atau gerakan minimal namun menghasilkan kerusakan besar pada lawan. Sehingga tidak ada tenaga sia-sia yang dikeluarkan. Hasilnya akan membuat si penyerang berpikir dua kali untuk menyerang lagi. Teknik kihon umunya sangat efektif mengatasi lawan yang banyak. Prinsip ikken hissatsu sangat sederhana : satu serangan dan selesai. Mengapa hanya satu serangan ? karena dengan satu teknik yang Anda lancarkan, ada cukup waktu untuk mengatasi penyerang yang lain. Lawan yang lain tentu tidak akan menunggu, bukan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Konsep ikken hissatsu sebenarnya telah ada sejak karate belum masuk ke Jepang. Bahkan diduga sebelum berkembangnya karate di Okinawa konsep ini telah ada. Tentu saja dengan penyebutan yang berbeda. Terbukti ketika karate masih dirahasiakan di Okinawa, duel antar ahli bela diri sudah biasa terjadi. Di akhir duel tentu ada yang hidup dan ada yang mati. Hal ini sudah lazim terjadi. Ketika samurai sedang berjaya di Jepang, filosofi ikken hissatsu benar-benar dilakukan. Sejak pertarungan hidup mati demi kehormatan seakan sudah menjadi hal biasa. Uniknya, mereka tidak dendam dengan lawannya. Bagi golongan samurai pertarungan pedang lebih dari sekedar kehormatan namun keyakinan. Setelah Restorasi Meiji budaya ini telah ditinggalkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diduga Shotokan mendapat pengaruh konsep ikken hissatsu ini dari guru Funakoshi yaitu Anko Azato dan Itosu. Sudah menjadi legenda bahwa keduanya tidak pernah terkalahkan dalam pertarungan apapun. Entah melawan orang dalam jumlah besar atau bahkan lembu jantan liar seperti yang dihadapi Itosu. Umumnya mereka tidak butuh serangan kedua untuk menyelesaikan duel. Namun yang lebih menakjubkan, mereka tidak sampai membunuh lawannya. Ini mengisyaratkan bahwa karate bukan ilmu pembunuh yang bisa digunakan sesuka hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Shotokan saat ini masih mempertahankan konsep ikken hissatsu ini. Di beberapa organisasi besar Shotokan (seperti KWF) mereka masih mempertahankan latihan kata dasar seperti Heian dan Tekki. Pemandangan ini sering ditemui pada mereka yang telah sabuk hitam. Tentu saja ini kontras dengan kenyataan bahwa seharusnya untuk tingkat sabuk hitam mereka telah berlatih kata tingkat lanjut. Umumnya mereka dituntut berlatih kihon berulang-ulang disamping kata dasar. Bagi mereka dasar diperlukan untuk meraih hasil yang lebih baik. Hasilnya, dalam turnamen meski teknik yang dilancarkan terkesan “miskin” (sebatas oi tsuki atau chudan geri) mereka tidak terkalahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kesimpulannya, ikken hissatsu mensyaratkan kita mengalahkan lawan dengan teknik yang efektif. Untuk melancarkannya butuh tenaga yang umumnya besar. Tenaga yang besar adalah hasil dari berlatih. Ketika lawan telah roboh, Anda tidak dibenarkan mengakhiri hidupnya. Hargai hidup lawan seperti Anda menghargai nyawa Anda sendiri. (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-8642942699754006977?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/8642942699754006977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=8642942699754006977' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8642942699754006977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/8642942699754006977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/02/ikken-hissatsu.html' title='Ikken Hissatsu'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aUcVFUrEI/AAAAAAAAAbc/o3E2cXjlZp8/s72-c/katana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-2795732040556048279</id><published>2008-02-07T04:58:00.001-08:00</published><updated>2010-11-01T20:53:22.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspiratif'/><title type='text'>Sang Aktor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aShrUxm-I/AAAAAAAAAbM/8Z3lFAFTRPs/s1600-h/chan_0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 127px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aShrUxm-I/AAAAAAAAAbM/8Z3lFAFTRPs/s200/chan_0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424183908477541346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nama aktor laga seperti Jet Li, Sammo Hung dan Donnie Yen tentu sudah akrab di telinga para penggemar film laga Mandarin. Begitu pula Jackie Chan tentu sudah tidak asing lagi. Jackie Chan terkenal sebagai aktor laga serba bisa. Bagaimana tidak, selain mahir bela diri, Chan mampu mengkombinasikan antara aksi humor dan aksi nekat berbahaya plus akrobatik yang dilakoninya sendiri. Belakangan ciri khas ini menjadi ikon sekaligus imagenya yang mampu mengantarnya hingga menembus Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jackie Chan tercatat dalam Guinnes World Record sebagai aktor yang paling banyak melakukan aksi berbahaya tanpa peran pengganti. Yang jelas, karena aksi nekatnya di setiap filmnya tidak ada satupun perusahaan asuransi jiwa yang mau menandatangani kontrak dengan film-film Chan. Disamping terkenal sebagai aktor laga, Chan juga mampu berolah vokal. Dari tahun 1984 sampai sekarang kurang lebih ada 10 album Chan. Jumlah ini tidak termasuk album kompilasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jackie Chan mungkin merupakan aktor paling potensial setelah era Bruce Lee sejak gaya aktingnya yang orisinil. Seperti ditulis dalam biografinya Chan menyatakan gaya aktingnya yang seperti saat ini sebetulnya juga reaksi karena banyaknya orang-orang yang mengeksploitasi gaya Bruce Lee baik sebagian atau seluruhnya. Jika Bruce Lee tampil sebagai model karakter pahlawan pembela kebenaran yang selalu tampil gagah dan kharismatik, maka Chan tampil dengan karakter yang apa adanya. Konyol, terlihat bodoh, tipikal orang biasa yang mudah dipengaruhi dan kadang-kadang menggelikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lahir tanggal 7 April 1954, Chan lahir dengan nama Chan Kong Sang di Victoria Peak Hongkong. Keluarga Chan adalah pengungsi perang sipil di Cina yang kemudian bekerja di Kedutaan Perancis di Hongkong sebagai koki dan urusan rumah tangga, walaupun akhirnya mereka berimigrasi ke Australia. Nama Chan Kong Sang sendiri berarti “lahir di Hongkong”. Nama Jackie Chan diperolehnya ketika bekerja sebagai pekerja bangunan di Canberra Australia. Saat itu seorang rekannya bernama Jack membantunya, dan Chan selanjutnya Chan dipanggil “Little Jack”. Nama ini kemudian hari disingkat dengan “Jackie”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam urusan sekolah, Chan (ketika anak-anak dijuluki Pao-Pao yang berarti “bola meriam” karena kebiasaannya yang suka keluyuran kesana kemari) bukanlah termasuk anak yang pintar, bahkan tidak naik kelaspun pernah dialaminya hingga dua kali. Karena itu ayahnya membawanya kembali Hongkong. Perkenalan Chan dengan Master Yu Jan Yuen menjadikannya terlibat dalam suatu pertunjukan opera tradisional Cina. Pekerjaan ini menuntut Chan selalu berlatih keras bela diri dan gerakan akrobat. Dari sini pula Chan kemudian berkenalan dengan Yuen Wah dan Corey Yuen (terkenal sebagai koreografer berbagai film laga) dan Chan juga berkawan dekat dengan Sammo Hung dan Yuen Biao, mereka dijuluki sebagai “Tiga Naga”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Chan berlatih begitu banyak bela diri. Mulai dari gaya Wing Tsun dari Master Leung Ting, Tong Long (belalang sembah) dan gaya Bak Mei yang dipelajarinya selama di opera Cina. Tidak hanya itu, Chan juga belajar Hapkido, tinju, Judo, Taekwondo dan gaya Hei Long untuk mendukung aksi filmnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karirnya dalam dunia film diawali tahun 1971 ketika dirinya berperan sebagai aktor pengganti dalam film Fist of Fury dengan Bruce Lee sebagai aktor utamanya. Tahun 1976 Chan ditawari Lo Wei, seorang sutradara yang saat itu sedang menggarap film bertemakan Bruce Lee yang berjudul New Fist of Fury. Chan diminta Lo Wei menjadi model Bruce Lee. Namun film ini gagal sejak karena Chan dianggap tidak mempunyai gaya bela diri yang mirip dengan Bruce Lee. Sejak saat itu Chan aktif terlibat dalam dunia akting dengan menampilkan gaya bela dirinya. Adalah Drunken Master yang diproduksi tahun 1979 yang sukses pada saat itu dan melambungkan namanya, disamping karena Chan mendapat dukungan akting bersama rekannya di opera Cina dulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tahun 1980 Chan bergabung dibawah Golden Harvest. Sejak tahun ini pula Chan berakting bersama Sammo Hung dan Yuen Biao – “Tiga Naga” – dalam film Project A. Film ini sukses besar dan mendapat penghargaan dengan berhasil meraih posisi ke-3 dalam ajang Hongkong Movie Awards. Setelah film ini Chan membentuk Jackie Chan Stunt Team, sekelompok orang yang mahir bela diri dimana Chan melatih mereka untuk dipergunakan dalam filmnya. Kebersamaan akting Tiga Naga dilanjutkan dalam film trilogi Lucky Stars (1983 – 1985), Heart of Dragon (1988) dan Dragons Forever (1988). Dan film-film inipun juga meraih sukses.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aSv8qdKhI/AAAAAAAAAbU/ydUmCalQSMo/s1600-h/chan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 186px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aSv8qdKhI/AAAAAAAAAbU/ydUmCalQSMo/s200/chan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424184153650047506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aksi Chan menembus Hollwood adalah lewat film Rumble in the Bronx. Dari sini Chan mulai beradu akting dengan aktor-aktor Hollwood seperti Chris Tucker dalam Rush Hour (1998) yang meraup sukses besar. Dilanjutkan dengan Shanghai Noon yang diikuti sekuelnya Shanghai Nights serta Rush Hour 2. Semuanya juga meraih sukses. Kesuksesannya ini menjadikan Chan disejajarkan dengan aktor Hongkong sepeti Chow Yun Fat dan Michelle Yeoh yang juga berhasil menembus Hollywood.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rupanya ketenaran Chan tidak hanya berhenti di akting dan tarik suara. Bahkan video games pun dijajakinya dengan dibuatnya judul games Jackie Chan Stunt Master untuk konsol Playstation. Untuk versi animasi dibuatkan Jackie Chan Adventures dimana dikisahkan Chan konflik dengan anggota mafia memperebutkan artifak. Di akhir film animasi ini juga ada sedikit cuplikan interview dengan Chan. Tampaknya Chan tidak hanya ingin akrab dalam segmen orang dewasa saja namun juga anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bicara masalah aksi nekat dalam film barangkali sudah menjadi imagenya. Hampir dalam setiap filmnya Chan selalu mendapat “hadiah” luka-luka atau patah tulang. Tampaknya ini sudah menjadi hal lumrah bagi Chan. Dari cedera ringan, serius bahkan beresiko kematianpun sudah dialaminya. Dalam film Dragon Lord misalnya, Chan mendapat cedera serius yang tampak pada scene yang gagal di akhir film ini. Dalam film Armour of God yang mengambil syuting di Yugoslavia, Chan mendapat cedera karena akibat jatuh dari pohon yang menyebabkan tulang kepalanya retak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari kecelakaan itu beberapa diantaranya mengharuskan Chan masuk rumah sakit. Bahkan akibat seringnya cedera, Chan tidak mampu melompat dengan kaki kirinya karena mata kaki kirinya yang telah rusak. Akibatnya Chan harus mengandalkan kaki kanannya untuk melompat. Tentu saja masih banyak sederet daftar cedera fisik yang diderita Chan akibat penggunaan tubuhnya yang gila-gilaan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saat ini Chan lebih mengurangi akting dengan tipikal karakter pahlawan dan lebih memilih akting yang mengandalkan karakter. Aktingnya yang menonjolkan karakter tampak dalam film Gorgeous (1999), disini Chan tidak melakukan adegan berbahaya seperti biasanya dan lebih mengandalkan sisi romantisme dan drama. Di tahun-tahun berikutnya Chan juga berakting dalam film yang (lagi-lagi) tidak menonjolkan aksi laganya. New Police Story (2004) berkisah tentang Chan sebagai seorang kepala polisi yang dirundung masalah akibat kematian bawahannya. Diikuti dengan Rob-B-Hood (2007) mengisahkan Chan yang berperan sebagai seorang kriminal yang menculik bayi. Mungkin juga karena fisiknya yang tidak sekuat dulu sehingga Chan memilih akting drama. Bahkan kabarnya Chan sedang pencari aktor pengganti dirinya. Anda tertarik ? (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-2795732040556048279?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/2795732040556048279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=2795732040556048279' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2795732040556048279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2795732040556048279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/02/sang-aktor_07.html' title='Sang Aktor'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aShrUxm-I/AAAAAAAAAbM/8Z3lFAFTRPs/s72-c/chan_0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-2076798024998489311</id><published>2008-02-01T19:46:00.000-08:00</published><updated>2010-11-01T21:00:28.594-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Translasi Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karate-do Kyohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspiratif'/><title type='text'>Memasuki Jalan - Kehilangan Seikat Rambut (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aQYNnUXaI/AAAAAAAAAbE/GX4EULdopNk/s1600-h/kyohan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aQYNnUXaI/AAAAAAAAAbE/GX4EULdopNk/s200/kyohan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424181546860174754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada masa itu berlatih karate dilarang oleh pemerintah, karena itu latihan dilakukan di tempat yang rahasia, dan murid-murid dilarang keras oleh gurunya untuk berkata-kata pada siapapun bahwa mereka sedang berlatih karate. Aku akan membahas ini lebih lanjut berikutnya; untuk sekarang cukup diketahui bahwa latihan karate hanya bisa dilakukan malam hari dan rahasia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rumah Azato jaraknya cukup jauh dari rumah kakekku, tempat dimana aku tinggal. Namun sejak antusiasku pada seni ini, tidak pernah kurasakan berjalan di malam hari terasa begitu lama. Setelah beberapa tahun berlatih kurasakan kesehatanku meningkat dengan pesat, dan sejak itu aku tidak lagi menjadi anak yang sakit-sakitan seperti sebelumnya. Aku menikmati karate, namun – lebih dari itu – aku merasa berhutang budi pada seni bela diri ini karena meningkatkan kesehatanku, dan sejak saat itu aku memutuskan untuk lebih sungguh-sungguh menjadikan karate-do sebagai sebuah jalan hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun demikian, tidak terlintas pikiran dalam benakku bahwa karate mungkin akan menjadi sebuah pekerjaan, dan sejak kontroversi pelarangan rambut ikat telah menjadikan pekerjaan di bidang kedokteran menjadi pilihan yang mustahil bagiku. Sekarang aku mulai memutuskan jalan yang lain. Sejak kupelajari ajaran klasik Cina dari kakekku ketika masih kecil, kuputuskan menggunakan pengetahuan itu untuk menjadi seorang guru. Selanjutnya, Aku mengikuti ujian dan diberikan posisi sebagai asisten guru di sebuah sekolah dasar. Pengalaman pertamaku mengajar di kelas terjadi tahun 1888, ketika aku berumur 21 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi rambut ikat masih saja dipermasalahkan, sebelum aku dijinkan menjalankan tugasku sebagai guru aku sudah harus keluar meninggalkannya. Hal ini bagiku sebenarnya masuk akal. Jepang saat itu masih menjadi negara yang penuh gejolak; perubahan besar terjadi dimana-mana dalam berbagai segi kehidupan. Aku merasa sebagai seorang guru berkewajiban untuk menolong generasi yang lebih muda, yang suatu hari akan menentukan takdir negara kita, untuk menjembatani jarak yang lebar yang memisahkan antara Jepang yang lama dan yang baru. Aku harus bisa menjadi orang yang “mengumumkan” rambut ikat tradisional kita sudah menjadi bagian dari masa lalu. Namun demikian, aku tergetar saat berpikir tentang apa yang akan dikatakan anggota keluargaku yang lebih tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada masa itu, para guru mengenakan seragam resmi (bukan seperti yang dipakai oleh murid-murid sebelum akhir masa perang), sebuah jaket berwarna gelap yang dikancingkan sampai dengan leher, kancing diberi hiasan timbul sebuah bunga ceri mekar. Tidak lama setelah memakai seragam ini, aku memotong rambut ikatku, selanjutnya aku mengunjungi orang tuaku untuk memberitahukan bahwa aku sudah dipekerjakan sebagai asisten guru di sebuah sekolah dasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ayahku benar-benar tidak dapat mempercayai penglihatannya,” Apa yang telah kau lakukan pada dirimu ?” dia benar-benar marah. “Kau anak seorang samurai !”. Ibuku bahkan lebih marah daripada ayah, menolak untuk bicara denganku. Dia pergi meninggalkan rumah lewat pintu belakang, dan pergi menuju rumah orang tuanya. Aku membayangkan semua keributan ini pasti menimpa anak-anak muda saat ini sebagai sebuah tindakan yang paling konyol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam beberapa hal, walaupun orang tuaku sangat keberatan, aku memasuki pekerjaan yang telah kuikuti untuk tiga puluh tahun berikutnya. Tapi aku tidak ingin melupakan cinta sejatiku. Aku mengajar di sekolah selama siang hari, kemudian sejak karate masih dilarang, dengan sembunyi-sembunyi di malam hari menuju ke rumah Master Azato dengan membawa sebuah lentera yang redup dimana saat itu tidak ada bulan. Setiap malam aku akan berada kembali di rumah sebelum fajar. Para tetangga mengira-ngira darimana saja aku dan apa saja yang telah kulakukan. Banyak yang mengira jawaban yang mungkin dari pertanyaan itu adalah rumah bordil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kenyataannya tentu saja berbeda. Setiap malam di belakang rumah Azato sambil sang guru mengamati, aku berlatih sebuah kata (bentuk resmi) berulang kali, berminggu-minggu, kadang kala sampai berbulan-bulan sampai aku berhasil menguasainya sampai memuaskan guruku. Mengulang satu kata dengan berulang kali sangatlah melelahkan, bahkan kerap kali menjengkelkan dan kadang kala terkesan merendahkan. Berulang kali aku harus menjilat debu di lantai dojo atau di belakang rumah Azato. Namun latihan begitu ketat, dan tidak pernah aku dijinkan untuk berpindah ke kata yang lain hingga Azato percaya aku sudah benar-benar paham dengan apa yang telah kukerjakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun sudah tergolong berumur, dia selalu duduk tegak kokoh di beranda ketika kami sedang berlatih, mengenakan sebuah hakama, dengan sebuah lentera redup disampingnya. Sangat sering, aku tidak mampu melanjutkan (latihan) bahkan sampai lentera itu mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesudah mengerjakan suatu kata, aku akan menunggu keputusan langsungnya. Keputusannya selalu saja singkat. Jika dia masih tidak puas dengan teknikku, dia akan berkata,” kerjakan lagi”, atau ,”sedikit lagi!”. Sedikit lagi, sedikit lagi, begitu seringnya sedikit lagi, sampai keringatku bercucuran dan aku hampir roboh; Mengerjakan kata berulang kali adalah cara Azato untuk memberitahuku bahwa masih ada yang harus dipelajari, untuk dikuasai. Kemudian jika dia mengetahui apa yang aku kerjakan sudah memuaskan, keputusannya hanya ditunjukkan dengan satu kata, “ bagus !” Satu kata itu adalah pujian yang paling tinggi darinya. Sampai aku bisa mendengar kata-kata itu terucap darinya berulang kali, namun begitu aku tidak pernah berani memintanya untuk mulai mengajariku kata yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun setelah waktu latihan selesai, biasanya beberapa saat sebelum fajar, dia akan menjadi seorang guru yang berbeda. Dia akan menjelaskan esensi dari karate, atau mirip dengan orang tua yang ramah, bertanya tentang hidupku sebagai seorang guru di sekolah. Ketika malam hampir berakhir, aku akan mengambil lenteraku dan pulang ke rumah, perjalananku berakhir bersamaan dengan pandangan curiga dari para tetangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak bisa kuabaikan keadaanku saat ini sebagai teman baik dari Azato, seorang laki-laki yang djuga dilahirkan dalam sebuah keluarga shizoku di Okinawa dan juga dikenal pandai dalam karate itu sendiri. Kadang-kadang aku berlatih dibawah pengawasan dua master, Azato dan Itosu pada waktu yang bersamaan. Dalam keadaan ini, aku akan lebih mendengarkan pada diskusi keduanya, dengan begitu akan kupelajari hal yang besar tentang seni ini dalam aspek spiritual yang sama dengan aspek fisiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jika bukan karena dua master besar ini, aku akan menjadi orang sangat berbeda hari ini. Sangat tidak mungkin bagiku untuk menunjukkan rasa penghargaanku untuk mereka yang telah mengarahkanku pada jalan yang menjadi sumber kebahagiaanku sepanjang hidup selama delapan dekade. (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel ini berasal dari buku yang ditulis Gichin Funakoshi yaitu Karate-do Kyohan. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-2076798024998489311?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/2076798024998489311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=2076798024998489311' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2076798024998489311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2076798024998489311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/02/memasuki-jalan-kehilangan-seikat-rambut_01.html' title='Memasuki Jalan - Kehilangan Seikat Rambut (2)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aQYNnUXaI/AAAAAAAAAbE/GX4EULdopNk/s72-c/kyohan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-2890631839591185639</id><published>2008-02-01T19:33:00.000-08:00</published><updated>2010-11-01T21:03:06.525-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Translasi Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karate-do Kyohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Inspiratif'/><title type='text'>Memasuki jalan - Kehilangan Seikat Rambut (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aPPsJXr7I/AAAAAAAAAa8/a9cEvqPV1eU/s1600-h/kyohan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aPPsJXr7I/AAAAAAAAAa8/a9cEvqPV1eU/s200/kyohan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424180300925611954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kelahiranku dan Restorasi Meiji terjadi pada tahun yang sama, 1868. Para pendahulu telah melihat hari yang “bercahaya” di Edo, ibu kota Shogun yang sebelumnya, yang di kemudian hari dikenal dengan Tokyo. Aku dilahirkan di distrik Yamakawa-cho, di ibu kota kerajaan di Shuri. Jika orang-orang kesulitan dengan catatan resminya, dia pastilah mengira aku dilahirkan di tahun ketiga Meiji (1870), namun kenyataan sebenarnya kelahiranku terjadi di tahun pertama pemerintahan Meiji, dan aku harus memalsukan catatan resmi kelahiranku agar diloloskan duduk mengikuti ujian sebuah sekolah kedokteran di Tokyo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di masa itu ada sebuah peraturan hanya bagi mereka yang lahir di tahun 1870 atau sesudahnya yang diperbolehkan untuk mengikuti ujian. Karena itu aku tidak memiliki pilihan lain kecuali memalsukan catatan resmi.karena lebih mudah dilakukan. Aneh, tidak pernah pendaftaran sampai seketat seperti hari ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah mengubah tanggal kelahiranku, aku membayangkan duduk melakukan ujian dan selanjutnya lulus, namun (tentu saja) aku masih belum masuk ke sekolah kedokteran Tokyo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diantara berbagai perubahan yang dilakukan oleh Pemerintahan Meiji yang baru selama 20 tahun pertamanya adalah penghapusan rambut ikat, sebuah gaya rambut kaum laki-laki yang sudah menjadi bagian dari kehidupan tradisional Jepang yang bahkan lebih lama dari ingatan siapapun. Di Okinawa, rambut ikat tidak hanya simbol dari kedewasaan dan kejantanan tapi juga keberanian itu sendiri. Sejak adanya pengumuman resmi pelarangan rambut ikat di seluruh negeri, protespun bermunculan dari seluruh pelosok negeri tanpa kecuali. Aku merasa ada sebuah garis sejarah yang begitu kuat seperti halnya di Okinawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Disinilah mereka yang percaya bahwa takdir masa depan Jepang dibutuhkan untuk mengadopsi nilai-nilai barat, dengan mereka yang percaya pada pihak yang sebaliknya selalu berselisih dalam segala perubahan yang sudah ditetapkan pemerintah. Tidak (terasa langsung di Okinawa), namun tampaknya hal “gila” penghapusan rambut ikat itu menimbulkan kegemparan orang-orang Okinawa. Umumnya, orang-orang golongan shizoku (yang mempunyai hak khusus) pasti dengan keras menentang, sementara penghapusan rambut ikat yang disebut sebagai penghapusan pajak mendapat dukungan datang dari mereka yang termasuk golongan heimin (orang biasa). Di kemudian hari kelompok ini dikenal dengan Kaika-to (kelompok pencerahan) yang menjadi pendahulu Ganko-to (dibaca ; “Kelompok Keras”)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keluargaku selama generasinya turun temurun telah bekerja pada seorang pejabat golongan bawah, dan seluruh klan tanpa ragu dan sudah jelas menentang penghapusan rambut ikat. Seperti sebuah tindakan sangat dibenci oleh setiap anggota keluargaku, sekalipun demikian aku tidak merasakan suatu perubahan atau suatu hal yang lain. Akibat tradisi seperti keluargaku, sekolah menolak murid-murid yang masih bergaya tradisional. Dan demikianlah, masa depan hidupku begitu dipengaruhi oleh sebuah rambut ikat yang begitu merepotkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umumnya, tentu saja, seperti halnya yang lain, aku harus menyesuaikan, tapi sebelum kuceritakan bagaimana kisahnya, aku harus kembali ke beberapa tahun sebelumnya. Ayahku Gisu adalah pejabat kecil, dan aku hanyalah satu-satunya anaknya. Lahir prematur, aku hanyalah bayi yang sakit-sakitan, dan karena itu baik ayah dan keluarga orang tuaku sadar aku tidak akan berumur panjang. Mereka memberikan perhatian lebih padaku. Kenyataannya aku dimanjakan dan disayangi oleh kakek dan nenekku. Benar, tidak lama setelah kelahiranku aku kemudian tinggal bersama orang tua ibu, dan disana kakekku mengajarkan empat dan lima ajaran klasik tradisi Konfusianis – pelajaran penting bagi anak dari golongan Shizoku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Selama tinggal di rumah kakekku, aku mulai masuk sekolah dasar, dan setelah suatu waktu aku menjadi teman dekat salah seorang teman sekelasku. Dan akan menjadi suatu takdir yang akan mempengaruhi seluruh hidupku (dan jauh lebih mendasar daripada rambut ikat) dimana teman sekelasku adalah anak dari Yasutsune Azato, seorang laki-laki yang paling menakjubkan di Okinawa sebagai ahli seni karate terbesar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Master Azato termasuk salah satu dari dua golongan atas keluarga Shizoku Okinawa : Udon, yang merupakan golongan tertinggi dan sama dengan daimyo (gubernur) jika di luar Okinawa ; Tonochi yang merupakan keturunan dari pemimpin suatu kota atau desa. Azato termasuk golongan ini, keluarganya menempati posisi yang dihormati di desanya yang terletak antara Naha dan Shuri. Begitu besar pengaruh mereka hingga bahkan gubernur Okinawa tidak menganggap mereka sebagai pengikutnya melainkan sebagai teman dekat yang mempunyai derajat yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Master Azato tidak hanya menguasai seluruh seni karate seluruh Okinawa tapi juga mahir menunggang kuda, seni pedang Jepang (kendo) dan juga memanah. Lebih dari itu dia juga seorang terpelajar yang pandai. Adalah keberuntunganku berhadapan dengannya dan kemudian menerima pelajaran karateku yang pertama lewat tangannya yang luar biasa. (bersambung) (Fokushotokan.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="fullpost"&gt;Artikel ini berasal dari buku yang ditulis Gichin Funakoshi yaitu Karate-do Kyohan. Editing dan alih bahasa oleh Fokushotokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4119548003196285825-2890631839591185639?l=indoshotokan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://indoshotokan.blogspot.com/feeds/2890631839591185639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4119548003196285825&amp;postID=2890631839591185639' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2890631839591185639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4119548003196285825/posts/default/2890631839591185639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://indoshotokan.blogspot.com/2008/02/memasuki-jalan-kehilangan-seikat-rambut.html' title='Memasuki jalan - Kehilangan Seikat Rambut (1)'/><author><name>Indoshotokan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15749502386154977545</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_L3kVRMYpW2A/R6sJaG8XpEI/AAAAAAAAAIE/a-RpkcqJ_tA/S220/me.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aPPsJXr7I/AAAAAAAAAa8/a9cEvqPV1eU/s72-c/kyohan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4119548003196285825.post-3066597956944373328</id><published>2008-01-11T18:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-07T17:39:54.281-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Karate'/><title type='text'>Evolusi Karate</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aMzXNBvEI/AAAAAAAAAa0/rN4-NbCI-EA/s1600-h/20685900_e23b5669e1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_L3kVRMYpW2A/S0aMzXNBvEI/AAAAAAAAAa0/rN4-NbCI-EA/s200/20685900_e23b5669e1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424177615244213314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karate sebagai seni bela diri adalah ungkapan klise yang telah kita ketahui. Namun seiring jaman yang berubah, karate juga berevolusi dalam fungsinya. Ketika diperkenalkan pertama kali di Okinawa fungsinya semula bela diri yang murni. Karena murni bela diri, maka membunuh dan terbunuh adalah lumrah. Pada masa itu karate sangat dirahasiakan, bahkan untuk membicarakan saja orang tidak berani. Walau Jepang sudah masuk masa Restorasi Meiji, budaya merahasiakan ini baru benar-benar berakhir tahun 1901. Ketika itu Itosu berhasil mengangkat karate ke permukaan dengan menunjukkan manfaat fisik dan mental dalam karate.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Evolusi berikutnya ketika karate masuk ke Jepang berubah menjadi seni bela diri dengan filsafat “jalan”. Konsep yang dipopulerkan oleh Funakoshi ini tidak hanya merubah ideogram karate, namun juga filosofinya. Karate berubah istilah menjadi karate-do bukan lagi karate jutsu. Hingga saat ini ada yang tetap memegang fungsi karate sebagai filosofi seperti Shotokai. Mereka dengan tegas menarik diri menggunakan karate untuk hal-hal yang berbau kompetisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Evolusi ketiga dari karate adalah pada era perang. Dimana saat Jepang menginvasi negara-negara Asia tahun (1930-1936) dan Perang Dunia II (1945-1949) karate digunakan sebagai materi wajib bagi prajurit. Karena digunakan untuk perang tentu ada perbedaan dengan latihan karate yang biasa. Seorang praktisi karate dibolehkan menyerang lawan sekuat-kuatnya. Alhasil, banyak prajurit yang cedera selama masa latihan itu. Barangkali ini adalah evolusi terburuk dalam sejarah karate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Evolusi terakhir karate terjadi di masa moderen ini. Saat ini karate telah dipergunakan sebagai media kompetisi. Disini setiap aliran karate diijinkan mengikuti dua jenis turnamen yaitu kumite dan kata. Evolusi yang terakhir ini dipopulerkan pertama kali tahun 1957 dengan turnamen yang digelar oleh JKA (Japan Karate Association). Masatoshi Nakayama disebut-sebut sebagai orang yang bertanggung jawab (atau berjasa ?) memperkenalkan konsep ini. Anda juga bisa menengok pasal-pasal dalam WKF, disitu akan tertulis dengan jelas aturan pertandingan kata dan kumite. Mengisyaratkan bahwa induk organisasi karate dunia ini mendukung kompetisi dalam karate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagaimana dengan image masyarakat Indonesia pada karate ? Ternyata mereka memandang karate sebagai “olah raga keras” bukan “seni bela diri keras”. Agaknya maraknya kompetisi karate yang sering digelar telah mengubah cara pandang masyarakat kita. Apalagi fakta didunia saat ini hampir seluruh organisasi (dari berbagai aliran) karate dengan terang-terangan menyatakan bahwa mereka mendukung karate sebagai olah raga yang bersifat kompetisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setiap tahun di tanah air bila digelar even pertandingan pasti akan banyak sekali peserta baik dari anak-anak atau dewasa (jika umurnya masih memenuhi syarat), baik laki-laki atau perempuan. Apakah ini menyedihkan ? tentu saja tidak. Minimal yang menggembirakan ternyata minat masyarakat kepada karate yang telah diklaim sebagai “olah raga” keras ini masih besar. Tidak peduli mereka yang terjun di pertandingan itu menampilkan kualitas teknik yang baik atau buruk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bisa juga dibilang menyedihkan (Anda boleh tidak setuju), karena karate hanya akan menjadi milik mereka yang kuat, lincah, cepat dan berstamina prima. Funakoshi secara tegas melarang berbagai turnamen dan kompetisi. Dirinya sadar bahwa teknik karate sangat berbahaya walaupun digunakan dengan serangan yang lemah sekalipun. Funakoshi lebih memilih kata sebagai latihan inti dalam karate, karena baginya dalam kata tersembunyi rahasia karate. Anda mungkin tidak tahu kalau Funakoshi tidak pernah kalah dengan lawannya meskipun usianya telah lanjut. Funakoshi memiliki pertahanan yang kuat, dan ini hanya diketahui dari mereka yang pernah bertanding dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tulisan ini tidak dibuat untuk memperdebatkan pendapat Funakoshi, apalagi sudah jelas Funakoshi memang orang yang tidak mendukung apapun yang berbau kompetisi karate. Juga tidak bermaksud meny
