Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

RAHASIA SUKSES JEPANG ( 1)

Bukan lagi rahasia kalau Jepang adalah negara yang sukses dalam dalam banyak bidang. Siapa yang tidak pernah bermain Playstation ? Saya yakin mayoritas orang di negara ini pasti pernah memegang stik konsol game yang disebut-sebut terlaris di dunia itu. Atau jika Anda penggemar otomotif tentu kenal dengan merek-merek terkenal seperti Honda, Suzuki, Kawasaki dll.

Menurut kebanyakan konsumen, mesin otomotif buatan Jepang sangat awet dan berumur panjang. Atau jika Anda penggemar Anime atau Tokusatsu, siapa yang tidak tahu Kenshin Himura dalam Samurai X itu. Atau dari deretan tokusatsu adalah Kamen Rider dan teman-temannya. Anda penggemar musik tentu juga tahu pengaruh J-Pop dan J-Rock (aliran musik pop dan rock Jepang) juga populer di telinga kita di tanah air ini.

Contoh yang saya sebut diatas tidak ada hubungannya dengan dunia karate ? Tunggu dulu ! Bukankah banyaknya orang yang belajar karate di Indonesia (disamping bela diri Jepang lainnya) ini juga bukti kesuksesan orang Jepang ? Walaupun harus diakui bahwa masuknya karate ke Indonesia bukan lewat orang Jepang, melainkan mahasiswa Indonesia yang belajar di negeri sakura itu lalu membawa berbagai aliran karate itu ke Indonesia.


Sebenarnya apa yang menjadikan orang Jepang menjadi demikian sukses seperti sekarang ? Bahkan sukses mereka hanya dalam beberapa dekade sejak mereka mendapat bom atom tahun 1945 itu. Kita sudah sering dengar alasannya karena orang Jepang suka bekerja keras (workaholic) dan disiplinnya tinggi . Apa hanya itu? Coba Anda simak dulu kisah-kisah ini.

Nama Akio Morita tentu tidak banyak yang kenal, tapi begitu nama Sony disebut pasti banyak telinga kita yang familiar. Akio Morita, sosok penting dibalik kesuksesan perusahaan Sony dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana. Meski sudah masuk usia kepala enam semangat kerjanya seperti anak muda dua puluh tahunan. Penggemar musik klasik dan olah raga golf ini kerap mendengarkan lagu-lagu Beethoven bahkan ketika bemain golf.

Perusahaan Sony didirikannya tahun 1947, Perusahaan ini pada awalnya hanya memasarkan transistor yang pertama, TV berwarna yang pertama dan walkman yang pertama. Karena itu jangan heran kalau kita tanya orang-orang tua di Indonesia masalah elektronik pasti Sony mereknya (bukan promosi lho). Dibalik kesuksesannya sebagai petinggi Sony, Morita ternyata masih menyempatkan sarapan pagi bersama Makoto Kikuchi (peneliti perusahannya ) dan Direktur Marketingnya. Hubungan yang sangat akrab antara pimpinan dan karyawan ini bahkan sangat jarang di negara-negara Barat.

Walaupun Morita bisa dibilang orang yang beorientasi pada budaya barat, namun kesederhanaan dan tradisi tetap terlihat begitu kental dalam hidupnya. Meski posisinya sebagai leader, Morita tetap menggunakan seragam yang sama seperti 35.000 karyawan Sony yang lainnya.

Sekarang kita coba melihat Gamo, pabrik keramik yang terletak di 50 km dari Kyoto. Perusahaan ini punya kebiasaan setiap jam 8 pagi seluruh karyawan berkumpul di sebuah ruangan besar. Kemudian ada yang meneriakkan “berdiri, bersiap, luruskan kaki dan istirahat”. Dilanjutkan dengan seorang laki-laki yang melaporkan kondisi perusahaannya bulan lalu. Setelah laporan selesai dia akan memanggil lima orang karyawannya untuk diberi hadiah karena dianggap memberikan gagasan yang memberi kontribusi lebih bagi perusahaan. Jangan dikira hadiah mereka berharga mahal, kalau Anda ingin tahu hadiah yang mereka terima paling hanya pena, medali atau kalau lebih mahal sedikit paling tiket kapal atau pesawat.

Lalu bagaimana dengan yang tidak memberi gagasan atau kontribusi apapun bagi perusahaannya ? Mereka tidak akan mendapat apa-apa, dan mereka tidak akan mendapat cap negatif. Rupanya di Jepang sangsi negatif tidak dikenal. Sekedar Anda tahu, dari gagasan yang diberikan oleh karyawannya (yang bisa sampai ratusan ribu gagasan perbaikan perusahaan dari karyawannya itu) bisa menghemat biaya produksi perusahaan sampai ratusan juta yen ! Karena itu wajar jika perusahaan memberi penghargaan lebih pada karyawan. Dan jika perusahaan meraih keuntungan, karyawan juga merasakan kebanggaan. Sepertinya ada ikatan batin antara karyawan dengan perusahaannya.

Karena itu orang Barat sering kagum, bagaimana bisa para buruh bisa bekerja sama begitu baik dengan majikannya. Apalagi para majikan Jepang yang tidak mau memecat buruhnya itu.

Tiap tahun anak-anak muda di Jepang bersaing masuk ke Universitas Tokyo. Namanya saja bersaing, pasti banyak pesertanya. Dan sudah pasti banyak pula yang gagal. Kebanyakan mereka yang gagal masuk tahun ini pasti akan mencoba lagi tahun berikutnya. Budaya bersaing di Jepang ini sudah ditanamkan sejak anak-anak. Bisa Anda bayangkan betapa beratnya persaingan di sana. Dan rasanya begitu drastis melihat perubahan Jepang ini, dari budaya samurai lalu berpindah pada matematika dan sains.

Kalau Anda penggemar olah raga (juga seni bela diri Jepang tentunya) pasti juga tahu kalau Jepang mampu bicara di pentas dunia seperti level Olimpiade dan Piala Dunia. Padahal kalau Anda lihat dari segi fisik orang Jepang tidak jauh beda dengan kita dan dibanding dengan orang barat, tubuh mereka juga kalah besar. Mengapa bisa begitu ? Rupanya di Jepang minat pada seni dan olah raga sudah dibudayakan sejak masa sekolah. Klub-klub seni dan olah raga aktif setelah pulang sekolah. Dan itu terjadi setiap hari! Bagi mereka itu suatu kebanggaan, dan bukan beban. Karena itu setiap hari mereka yang ikut latihan di klub sudah biasa pulang malam.

Dari sisi karate, saya tidak bisa membayangkan bagaimana fisik mereka berlatih setiap hari, apalagi setelah jam sekolah. Kita saja yang di tanah air seminggu latihan karate tiga kali (belum lagi mereka yang sudah bekerja) rasanya tangan dan sudah kaki mau copot saja ^_^.


Nah, setelah membaca, apa Anda sudah bisa menyimpulkan mengapa orang Jepang bisa begitu sukses ? (Indoshotokan)

0 komentar :