Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW GAME DOUJIN #10: GENSOU TANSAKU NITROID!

Utsuho Reiuji, sang penjaga api neraka tiba-tiba menghilang dari fasilitas penelitian nuklir di bawah Gunung Youkai. Para penghuni Kuil Moriya dibuat kebingungan dan melakukan pencarian besar-besaran. Sementara itu sang teknisi Nitori Kawashiro juga mendengar kabar itu dan diam-diam ikut mencari Utsuho. Tidak hanya demi kebaikan Gunung Youkai tapi Nitori juga berharap mendapatkan barang-barang baru.

Gensou Tansaku Nitroid! yang dalam versi Inggrisnya Fantasy Explorer Nitroid! adalah sebuah game puzzle explorasi dari Desunoya. Bagi pemain game doujin mungkin sudah tidak asing lagi dengan circle yang satu ini. Tapi bagi yang belum tahu, Desunoya adalah salah satu developer indie Jepang yang banyak mengeluarkan game-game puzzle berkualitas. Sebelumnya mereka sudah merilis Marisa and Alice, Guruguru Suika dan Fortune Star Panic! Nah, Gensou Tansaku Nitroid! ini dirilis dalam even Reitaisai 8, Maret 2011 dan versi Inggrisnya sudah tersedia dalam bentuk patch update.


Gameplay dari Gensou Tansaku Nitroid! menggabungkan gaya metroidvania dan teka-teki. Sebagai Nitori pemain akan menjelajah dengan bebas area yang ada dalam format dua dimensi. Sepanjang permainan ada banyak platform yang bisa dibuka jika Nitori mampu memecahkan teka-teki yang ada. Nitori bisa mengumpulkan gadget atau tool yang akan memberinya kemampuan baru. Beberapa tool ini jika digunakan membutuhkan energi, tapi ada juga yang tidak. Di layar permainan tool ini berupa ikon persegi enam. Ada sembilan tool plus satu tool spesial yang tersebar di empat level permainan.

DaShoes
:
Ditemukan di level 1-2. Sesuai namanya item berupa sepatu ini memberi Nitori kemampuan dashing atau bergerak lebih cepat.
Drill
:
Ditemukan di level 1-4. Hancurkan batu bata jika menemukan item ini. Ketika di melayang di udara, menggunakan drill akan me-reset momentum pemain. Dengan begitu jika melompat Nitori bisa mencapai jarak yang lebih jauh.
Stinky Ball
:
Ditemukan di level di level 1-5. Sebuah senjata jarak pendek yang jika dilempar butuh aktivasi dengan menekan tombol. Bergantung jenis musuhnya, ada yang langsung mati, pusing sesaat atau bahkan kebal.
Shiriko Bombs
:
Ditemukan di level 1-6. Bom waktu yang bisa menghancurkan batu bata atau musuh. Bisa digunakan beberapa sekaligus.
Exteending Aaarm
:
Ditemukan di level 2-6. Lengan jarak panjang ala Bionic Commando. Digunakan untuk mengambil item yang jauh dari jangkauan.
Earthkeeper Nitori
:
Ditemukan di level 2-11. Akan mengubah Nitori menjadi patung dan membuatnya lebih berat. Cocok digunakan di level yang licin dan berangin kencang.
Walk-Walk Shoes
:
Ditemukan di level 3-5. Nitori bisa memanjat dinding dan berjalan vertikal.
Hyper DaShoes
:
Ditemukan di level 4-8. Sama seperti DaShoes, tapi jauh lebih cepat, bisa mengacaukan momentum dan Nitori juga bisa menggunakan item lain.
Water Jer
:
Ditemukan di level 4-Core. Nitori bisa terbang selama pemain menekan dan menahan tombol item. Menguras banyak energi, tapi tool ini cocok digunakan untuk mengambil item diluar jangkauan.
Stadust
:
Tool spesial yang membuat Nitori bisa terbang dengan hanya menekan tombol arah. Tekan tombol item untuk menembakkan bintang. Tekan dan tahan tombol lompat untuk membuat Nitori berjalan lambat tapi dengan gerakan lebih akurat dan fokus. Tool ini tidak menguras energi, tapi pemain tidak bisa membuka tool menu.



Ada empat stage dalam permainan, dimana setiap stage terdiri dari sub-stage dengan boss battle di akhir stage-nya. Ketika pemain menyelesaikan stage 1, sebuah peta akan terbuka dan begitu pula Rumah Marisa yang kini bisa diakses. Di rumah ini pemain bisa membeli item dengan jamur sebagai pengganti uang atau menyimpan permainan. Gensou Tansaku Nitroid! juga menyimpan level ekstra jika pemain berhasil memenuhi syaratnya, yaitu: menyelesaikan stage 4 dan mengumpulkan 15 UFO dari stage 1 sampai 4. Bicaralah pada Nue dan dia akan membuka extra level. Di level ini Nitori harus mengumpulkan tool-nya yang hilang di lokasi yang berbeda.

Overall, Gensou Tansaku Nitroid! adalah game yang cukup mengasyikkan bagi gamer yang mau sedikit memutar otak. Grafis yang ditampilkan juga cerah dan berwarna-warni, khas ala Desunoya. Musik? Tidak terlalu istimewa, tapi juga tidak mengecewakan. Sobat bisa mengunjungi situs resmi gamenya disini atau mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)

REVIEW GAME DOUJIN #9: HANASAKI KA YOUSEI FREESIA

Edelweiss selama ini selalu terkenal dengan game-game shootingnya yang berkualitas. Tengok saja Ether Vapor yang menggunakan konsep 2.5D (baca: dua setengah dimensi) dengan gameplay terinspirasi serial Ray Force. Yang paling keren untuk saat ini adalah Astebreed, sebuah game shooting dengan fighter ala Gundam dan grafis yang luar biasa. Sebagai developer indie yang berkompeten, Edelweiss ternyata juga meluncurkan game aksi yang tidak kalah bagusnya berjudul Hanasaki Ka Yousei Freesia. Dikembangkan sejak 2008, game ini dirilis dalam even Comiket 80, 2011 lalu. Versi Inggrisnya pun sudah dirilis oleh Nyu Media setahun kemudian.

Freesia adalah seorang gadis peri muda yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga hutan suci bernama Lyta. Di tengah hutan ada sebuah pohon tua bernama Jomon yang menyembunyikan Amal Stone, sebuah batu magis dengan kekuatan misterius. Bencana mulai datang setelah manusia, monster dan golem masuk ke hutan demi merebut Amal Stone. Tidak hanya itu para pasukan dari Kerajaan Dharka juga menginginkan hal serupa. Bisakah Freesia menahan serbuan musuh seorang diri?

Untungnya jagoan kita mempunyai jurus-jurus yang tidak bisa diremehkan. Ya, Hanasaki Ka Yousei Freesia ini adalah sebuah game aksi baku hantam atau beat’em up. Freesia bisa menggunakan kombinasi pukulan dan tendangan untuk menghajar musuh-musuhnya. Tiap musuh mempunyai health points dan dengan mengalahkan mereka, Freesia bisa mendapatkan experience points dan mana points. Experience points akan meningkatkan status pemain seperti health bar dan jumlah mana yang bisa dibawa. Sedangkan mana points digunakan untuk menambah kekuatan dan jurus baru.

http://www.aeon.net.nz/wp-content/uploads/2013/02/2013-02-21_00001.jpg

Ada jenis tiga jurus yang bisa digunakan Freesia; basic, special dan optional. Ketiga jurus ini bisa dipilih sebelum masuk ke sebuah stage. Basic adalah serangan standar yang bisa dikeluarkan dengan kombinasi tombol arah dan serangan. Spesial adalah jurus khusus yang hanya bisa digunakan maksimal empat kali. Spesial harus dipilih sebelum menjalani misi. Optional adalah menu yang memungkinkan pemain mengubah statistik bagi Freesia. Misalnya memilih kekuatan serang lebih rendah, tapi sebagai gantinya health bar Freesia dibuat lebih panjang, dan sebaliknya.

Freesia juga bisa bertahan (blocking) dan menghindar (dodging). Blocking sangat berguna saat menerima serangan dan terutama ketika melawan boss. Tapi pemain tidak bisa bertahan sesuka hati, karena ada batasannya. Semakin sering bertahan, pertahanan Freesia akan tembus, atau disebut guard breaks. Freesia juga tidak bisa diserang selama melakukan dodging dan ini keuntungan bagi pemain. Sayangnya musuh tidak akan membiarkan pemain selalu menghindar. Tipsnya adalah gunakan strategi bertahan dan menghindar yang tepat.

http://www.aeon.net.nz/wp-content/uploads/2013/02/2013-01-16_00008.jpg

Desain level mirip dengan game Super Smah Bros. Tidak begitu besar dan dalam satu layar ada platform yang bisa digunakan pemain untuk berpindah tempat. Ini bisa digunakan pemain untuk menghindar dari kepungan musuh. Jika dalam sebuah stage pemain mati, maka permainan akan restart dari awal. Cukup menjengkelkan memang, tapi untungnya semua experience dan mana points tidak akan hilang. Sehingga walaupun sulit tapi jika terus mencoba pemain akan bisa melewati stage tersebut.

Indoshotokan merekomendasikan Hanasaki Ka Yousei Freesia sebagai sebuah game yang wajib untuk dimainkan. Grafis yang indah, artwork yang keren dan musik yang sesuai tema juga menjadi poin lebih. Permainan mendukung keyboard, tapi agar lebih nyaman dalam bermain sebuah joypad masih lebih baik. Sobat bisa mengunjungi situs resmi gamenya disini atau mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)

PROFIL ORGANISASI KARATE: KARATENOMICHI WORLD FEDERATION (1)


Perpecahan yang terjadi dalam Japan Karate Association (JKA) di tahun 1970-an memunculkan banyak organisasi Shotokan yang baru. Hampir dari seluruh organisasi pecahan itu sukses dan bisa bersaing dengan JKA sendiri. Salah satunya adalah Karatenomichi World Federation (KWF). Bagi publik karate tanah air nama KWF mungkin terdengar asing. Ini karena kebanyakan perguruan karate Shotokan di Indonesia berafiliasi pada JKA atau SKIF (Shotokan Karate-do International Federation). Padahal KWF saat ini memiliki lebih dari 40 cabang di seluruh dunia. Keberhasilan ini tidak lepas dari reputasi Mikio Yahara, mantan instruktur JKA yang tangguh, mematikan tapi juga kharismatik.



KISAH SANG PEMANGSA
 

Anda pasti bertanya-tanya siapa Mikio Yahara? Jika kebetulan pernah melihat video kata lawas keluaran JKA, Anda bisa melihatnya melakukan kata Unsu dan Kanku Sho. Mikio Yahara lahir pada 4 April 1947 di Prefektur Ehime. Yahara dibesarkan dalam keluarga yang gemar bela diri. Kakaknya pandai karate, sementara pamannya mahir kendo. Yang mengejutkan, ternyata ibu Yahara masih keturunan salah satu kelompok perompak. Tidak mengherankan jika ini membentuk watak Yahara menjadi pemberani.

Ketika masih anak-anak Yahara adalah anak yang aktif dan enerjik. Di waktu luang dia sering memukuli pilar batu di kuil dekat rumahnya. Lambat laun kebiasaan itu membentuk pukulannya menjadi keras. Sifatnya juga lebih percaya diri dibanding anak seusianya. Ketika baru menginjak 13 tahun Yahara sudah sering terlibat dalam perkelahian jalanan. Bahkan tanpa rasa takut Yahara berkelahi dengan sekelompok mahasiswa yang bertubuh lebih besar darinya.

Perkenalan Yahara dengan karate baru dimulai setelah dia lulus dari SMU. Di usia 18 tahun Yahara memilih meneruskan pendidikannya ke Universitas Kokushinkan. Tapi sekolah ini tidak menawarkan sesuatu yang menarik untuknya. Nama besar JKA berhasil mengalihkan minatnya. Tanpa ragu-ragu dia mengemasi barangnya dan berangkat ke Tokyo untuk masuk ke JKA. Disana dia bertemu dengan Masatoshi Nakayama yang kemudian menjadi instrukturnya.

Antusias yang besar pada karate membuat Yahara menempuh program Kenshusei JKA (pelatihan instruktur). Tidak berapa lama kemudian dia berhasil lulus dari universitas dan diikuti program Kenshuseinya. Sejak itu Yahara resmi menjadi instruktur profesional yang bekerja full time untuk JKA. Melihat Yahara yang lulus dengan cepat sebetulnya tidak begitu mengherankan, karena pada dasarnya dia pekerja keras dan didukung oleh bakatnya. Nakayama mengatakan jika Yahara mempunyai teknik yang luar biasa hingga membuat penonton terdiam menahan napas.

Kebanyakan instruktur JKA terkenal karena pernah menjadi juara dalam turnamen. Ini juga berlaku bagi Yahara yang menjadi tenar karena menjadi juara di kompetisi lokal maupun internasional. Dimulai tahun 1974 dimana Yahara menjuarai kumite beregu piala asia di Singapura. Diikuti dengan juara kumite beregu All Japan Championships. Masih di tahun yang sama Yahara menjadi juara umum dalam IKAF World Championships di Los Angeles. Dalam even itu Yahara menjadi juara di dua nomor sekaligus kumite beregu dan kata beregu.

Sejak saat itu sampai tahun 1984 Yahara rajin memborong gelar bergengsi setiap tahunnya. Yang paling mengagumkan darinya adalah penampilan kata Unsu dengan gaya lompatan yang sulit ditiru. Tidak seperti gerakan kata saat ini yang lebih menjurus pada sport semata, gerakan Yahara lebih bertenaga, ortodok dan lebih kental aspek bela dirinya. Bahkan hingga kini kata Unsu Yahara masih banyak dibicarakan. Karena gayanya yang berbeda itulah Yahara dipilih oleh Masatoshi Nakayama sebagai model peraga kata Unsu dalam video produksi JKA.

Mikio Yahara melakukan senpu tobi geri (tendangan lompat memutar) dari kata Unsu dalam pertandingan di Jepang tahun 1980-an.

Bicara kontroversi, agaknya tidak pernah lepas dari figur Yahara. Namanya menjadi terkenal karena aksi gilanya menghajar 34 orang chimpira (yakuza lokal) seorang diri. Kisah menegangkan bermula ketika berandalan itu mengganggu klien Yahara di Shizuoka. Sadar kliennya dalam bahaya dan tidak ada pilihan lain, Yahara berkelahi dengan kelompok mafia itu. Walaupun menderita beberapa luka, Yahara berhasil membuat pengeroyoknya lari tunggang langgang.

Selesai begitu saja? Tidak juga. Buntut dari perkelahian itu Yahara didatangi oleh si ketua yakuza yang tidak terima dengan perbuatannya. Dia meminta Yahara bertanggung jawab dan membayar biaya rumah sakit anak buahnya. Meski diancam dengan sebuah pistol, Yahara tidak gentar dan lebih memilih berduel. Tapi untunglah tidak berapa lama kemudian polisi datang setelah mendengar ada keributan.

Banyak kalangan menilai Yahara sebagai predator yang tidak hanya ganas di jalanan tapi juga di turnamen. Konon Yahara pernah mengikuti pertandingan dengan luka bekas tusukan pisau yang belum sembuh. Di tahun 2006 Yahara lagi-lagi membuat kontroversi. Saat itu Yahara yang dipromosikan ke tingkat hachidan (dan delapan) sukses mematahkan tulang rusuk ketiga lawannya dalam ujian kumite. Padahal saat itu usianya sudah menginjak 59 tahun. (bersambung – Indoshotokan)

REVIEW GAME DOUJIN #8: KOUMAJOU DENSETSU II: YOUGEN NO CHINGONKA

Beberapa waktu setelah event dalam game pertamanya, Sakuya Izayoi sang kepala pelayan di Scarlet Devil Mansion kembali untuk memberikan sebuah buku pada majikannya. Sakuya mendapati rumah besar itu telah kosong dan Remilia tidak ada disana. Di tengah kebingungannya tiba-tiba Yukari Yakumo muncul dan mengatakan keberadaan Remilia. Mengikuti petunjuk Yukari, pencarian Sakuya dimulai dari sebuah reruntuhan istana. Lagi-lagi Remilia tidak berhasil ditemukan. Tapi Sakuya mendapatkan petunjuk lain. Tidak hanya tentang Remilia yang hilang, tapi juga rencana tersembunyi Yukari yang melibatkan Saigyou Ayakashi, sebuah pohon sakura yang terbesar di Hakyugokurou.

Koumajou Densetsu II: Yougen no Chingonka, atau yang dalam versi Inggrisnya disebut Legend of Scarlet Devil Castle II: Stranger's Requiem, adalah sekuel dari Scarlet Symphony. Game doujin berdasarkan serial Castlevania ini dirilis dalam even Comiket 79, Desember 2010 dan memberikan lebih banyak upgrade dibanding prekuelnya. Selain grafis dan artwork yang lebih bagus, Stranger’s Requiem menampilkan voice acting dari para seiyuu (pengisi suara) ternama. Ini jelas sebuah lompatan besar untuk sebuah game indie. Saat ini versi Inggris dan Perancis sudah tersedia berupa patch update untuk versi 1.02 keatas.

http://i.imgur.com/X15A1.jpg

Stranger's Requiem juga berisi banyak even yang terinspirasi dari beberapa seri Castlevania. Misalnya Komachi yang menjadi wanita pendayung perahu sama dengan pria tua di Simon's Quest, Rondo of Blood dan Symphony of the Night. Kemudian senjata spesial yang dikeluarkan para boss juga selalu ada di game aslinya; kapak (Meiling), Injil (Patchouli), air suci (Alice) dan bumerang (Reimu). Di final stage Remilia meniru mimik pose dari drakula dalam Symphony of the Night dan Aria of Sorrow. Selain itu itu masih banyak contoh lainnya dan fans sejati Castlevania mungkin bisa mengingatnya.

Gameplay Stranger's Requiem pada intinya sama dengan Castlevania klasik, hanya saja kali ini karakter utama adalah Sakuya dan bukan lagi Reimu. Gaya Sakuya hampir sama seperti Alucard dalam Castlevania: Symphony of the Night. Senjata utama Sakuya adalah pisau, dan dengan menekan tombol arah dan serangan, maka akan menghasilkan efek yang berbeda. Misalnya dengan menekan panah atas+serang, Sakuya otomatis akan menebaskan pisaunya berkali-kali (menguras ¼ MP). Dengan menekan panah bawah+serang saat di udara, maka Sakuya akan melakukan tendangan diagonal.

http://i.imgur.com/Uv7pG.jpg

Sakuya juga bisa melayang seperti Reimu di game sebelumnya, hanya saja waktunya kini lebih terbatas. Gerakan baru lainnya adalah backflip atau melompat ke belakang dengan cepat. Pada saat backflip serangan lawan tidak akan bisa mengenai Sakuya dan ini sangat berguna untuk menghindari peluru atau proyektil. Selain pisau Sakuya juga bisa membawa item spesial seperti stopwatch untuk menghentikan waktu. Sama dengan sebelumnya, para boss yang berhasil dikalahkan otomatis akan membantu Sakuya dan bisa dipanggil sewaktu-waktu jika Sakuya mempunyai soul yang cukup. Namun begitu hanya tiga item spesial yang bisa dibawa Sakuya di setiap stagenya.

Magic Points atau MP dibutuhkan pemain untuk mengeluarkan item spesial atau memanggil bantuan. MP akan berkurang setiap kali digunakan, namun dapat diisi dengan menghancurkan lilin atau membunuh musuh. Dari situ akan ada soul yang bisa dikumpulkan. Soul ini bertindak seperti kristal merah pada game pertamanya, atau hati pada serial Castlevania. Semakin kuat musuh, maka soul yang didapat juga semakin banyak. Begitu juga sebaliknya, semakin hebat item spesial, maka butuh soul semakin banyak pula. Jumlah maksimum soul yang bisa dibawa di setiap levelnya adalah 999.
  
http://i.imgur.com/m89nc.jpg

Karena tingkat kesulitan lebih tinggi, ada beberapa checkpoint di setiap stagenya. Pemain akan mengulang dari checkpoint terakhir jika Sakuya mati ditambah minimal 50 soul. Pemain juga bisa mengulang kembali stage yang sudah mereka lewati dengan memilih continue pada menu option. Jika pemain berhasil menyelesaikan permainan, maka dua mode baru yaitu Omake dan Phantasm tersedia di menu awal. Omake hanya berisi dialog singkat antar karakter dalam permainan ini. Sedangkan Phantasm sama dengan New Game Extra di game sebelumnya dimana musuh baru dan kesulitan yang lebih tinggi siap menantang pemain.
  
Untuk urusan soundtrack, Eiichiro Yanagi masih diberi kepercayaan oleh Frontier Aja. Pada game kedua ini soundtrack terdengar lebih rock dari sebelumnya, tapi tetap enak untuk didengarkan. Nah, itulah review singkat tentang Koumajou Densetsu II: Yougen no Chingonka. Indoshotokan sudah menyelesaikan game ini dan harus diakui memang kualitasnya jauh diatas game doujin rata-rata. Sobat bisa mengunjungi situs resmi gamenya disini, atau mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)

REVIEW GAME DOUJIN #7: KOUMAJOU DENSETSU: AKEIRO NO KOUKYOUKYOKU

Sekali lagi Gensokyo diselimuti oleh kabut merah misterius yang entah berasal dari mana. Seperti yang pernah terjadi sebelumnya, pasti ada yang tidak beres di luar sana. Reimu Hakurei, sang penjaga kuil Hakurei bergegas menuju Scarlet Devil Mansion untuk menemukan jawaban dari insiden ini. Dia tidak sendiri karena Marisa Kirisame, sang penyihir dan juga teman terbaiknya bersedia membantunya.

Koumajou Densetsu: Akeiro no Koukyoukyoku, yang dalam versi Inggrisnya berarti Legend of Scarlet Devil Castle: Scarlet Symphony, adalah sebuah game doujin yang mengadaptasi serial Castlevania dengan karakter Touhou didalamnya. Game yang dikembangkan oleh Frontier Aja ini dirilis tahun 2009 dalam Comiket 76, yang diikuti oleh versi Inggris dan Perancis berupa patch khusus untuk versi 1.03 keatas. Dengan Reimu Hakurei sebagai satu-satunya karakter yang bisa dimainkan, Scarlet Symphony dipuji karena bisa mengobati kerinduan gamer PC pada Castlevania yang tidak pernah hadir di konsol mereka.

Scarlet Symphony benar-benar mengembalikan aura Castlevania klasik ke akarnya. Para fans akan langsung mengenali kostum Reimu yang mirip dengan Richter Belmont dari Castlevania III. Begitu juga dengan cambuk legendaris vampire killer yang dalam game ini digantikan dengan jimat mantra, ayunannya terasa begitu pas. Desain level juga terinspirasi game aslinya dimana ada jurang tanpa ujung dan jebakan berduri. Karena menggunakan karakter Touhou, praktis musuh-musuh dalam game ini adalah para peri nakal. Tapi musuh seperti hantu, tengkorak, roh dan minotaur juga tidak ketinggalan.
   
http://i.imgur.com/ngEGG3r.jpg

Gameplay dalam Scarlet Symphony mirip dengan serial klasik Castlevania di konsol NES atau SNES. Pemain menjelajahi sebuah stage dalam dua dimensi, menghindari jebakan, menghancurkan musuh dan melawan boss di akhir level. Yang berbeda adalah jika boss berhasil dikalahkan, mereka akan mengikuti dan meminjamkan kekuatannya pada Reimu. Jika terjebak dalam kesulitan pemain bisa memanggil mereka sewaktu-waktu, tapi ini membutuhkan sepuluh kristal. Dalam Castlevania kristal-kristal ini adalah pengganti heart atau hati yang bisa dikumpulkan dari menghancurkan lilin atau musuh.

Selain cambuk mantra dan serangan bantuan dari para boss musuh, Reimu bisa melayang dalam waktu yang tidak terbatas. Ini menggantikan double jump atau backflip seperti yang biasa ada di game aslinya. Walau terlihat keren, ini membuat permainan menjadi tidak seimbang karena Reimu nyaris tidak terkalahkan karena sulit disentuh musuh. Tapi untuk menghindari peluru danmaku yang berhamburan, kemampuan terbang Reimu sangat berguna. Saat terbang Reimu tidak menggunakan cambuknya, tapi serangan peluru-peluru kecil ber-damage rendah.
  
http://i.imgur.com/Et2d1CT.jpg

Jika pemain berhasil menyelesaikan gamenya, maka New Game Extra akan terbuka. Rute yang dilalui pemain masih sama, tapi musuh yang ada akan lebih kuat dan bahkan ada juga musuh baru. Musuh-musuh ini juga memberikan kristal yang lebih sedikit dari biasanya. Sehingga pemain tidak bisa sembarangan menggunakan serangan spesial. Untuk penggemar game action tantangan seperti ini jelas tidak dilewatkan.

Serial Castlevania terkenal dengan soundtracknya yang megah, artistik, bergaya gothic dan klasik. Nah, Scarlet Symphony juga mempunyai soundtrack yang beraliran sama yang digarap oleh Eiichiro Yanagi. Bagi sobat gamer yang belum tahu, Yanagi adalah komposer profesional yang sudah menggarap puluhan soundtrack untuk anime dan game. Memang soundtrack dari Scarlet Symphony ini tidak semegah Castlevania, tapi aura gothic-nya masih terasa. Sobat bisa mengunjungi situs resmi gamenya disini, atau mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)

SANG BANGAU DI ATAS BATU

Diterangi sinar bulan purnama, di sebuah pulau yang nyaris terlupakan, seorang laki-laki duduk sendiri. Teringat kembali olehnya masa-masa berlatih karate yang begitu keras dan melelahkan bersama gurunya Sakugawa. Sendiri dalam kebisuan, matanya yang tajam mengawasi setiap sudut berharap bisa menemukan buruannya. Ah, rupanya Sokon Matsumura sang kepala pasukan tengah mengemban tugas dari raja Ryukyu.

Beberapa hari yang lalu, ganasnya ombak dan badai Ryukyu yang tersohor itu memakan korban. Kabarnya seorang pelaut dari Tiongkok selatan terdampar di pesisir pantai. Kapalnya yang karam dan upayanya untuk bertahan hidup membuatnya harus mencuri makanan dari rumah penduduk di malam hari. Demi memperbaiki kapalnya, sang pelaut malang itu juga mencuri kayu dan bahan material lainnya. Para penduduk dibuat resah dan mereka berusaha menangkapnya, tapi selalu gagal. Rupanya dia bukan pelaut biasa. Untuk menyelesaikan urusan yang satu ini Matsumura adalah orang yang tepat.

Pagi memecah dan bayangan seorang laki-laki tergambar jelas di kejauhan. Dengan keyakinan di kepalanya, Matsumura melangkah maju mendekati sang laki-laki Tiongkok itu. Dia memang target buruannya. Seperti rumor yang sudah-sudah, aura kekuatannya bahkan bisa membuat udara terasa menyesakkan. Takdir akhirnya mempertemukan mereka berdua; Matsumura dan Chinto. Berhadapan satu sama lain, keduanya bersiap untuk berduel. Sebuah pertarungan yang akan membuat sejarah karate berubah selamanya.

Matsumura menyerang lebih dulu, namun dengan mudahnya Chinto mengelak. Tidak apa-apa, hanya kebetulan, karena serangan berikutnya akan membalik keadaan. Matsumura menyerang lagi, lagi dan lagi. Tapi sebanyak itu Matsumura menyerang, sebanyak itu pula dia menelan pil pahit. Chinto sungguh licin dan mengelak dengan cara yang tidak biasa. Akhirnya, setelah sebuah serangan membuat Chinto terpojok. Berpikir akan menang, Matsumura mendaratkan pukulan terakhirnya. Sungguh ajaib, Chinto menghindar dengan memutar satu kakinya, dan sebuah tendangan sukses membuat Matsumura terjerembab mencium pasir.

Menyapu pasir yang menutupi wajahnya, Matsumura melihat si pelaut Tiongkok itu hanya tertawa terkekeh-kekeh sambil menikmati kue berasnya. Melupakan pertarungan yang sudah lewat, Chinto menceritakan kisahnya pada Matsumura. Dia juga bercerita gerakan rahasianya; yang memutar, berbalik dan rumit. Gerakan tipuan yang berasal dari satu kaki terangkat itu memang sungguh asing bagi Matsumura. Tidak menyia-nyiakan kesempatan langka itu, Matsumura belajar gerakan barunya. Kini jurus rahasia Chinto diabadikan Matsumura dalam kata milik Shorin-ryu yang bernama Chinto.
 
Di masa lalu baik Tomari-te dan Shuri-te menggunakan Chinto sebagai salah satu kata dalam silabus mereka. Nama Chinto sendiri diartikan sebagai “Pertempuran Fajar” yang merujuk pada legenda duel Matsumura dengan sang pelaut Tiongkok di pagi hari. Tapi ada juga yang beranggapan bahwa Chinto adalah nama si pelaut (meskipun sumber lain menyebutnya dengan Chin Tao atau Chin Ji). Sekali lagi, semua ini hanyalah legenda dan pembaca Indoshotokan tidak perlu menyerapnya terlalu serius. Sebagai kata yang sangat tua, Chinto masih dipertahankan oleh kebanyakan karate moderen.

Dari Matsumura kata ini diajarkan pada Yasutsune Itosu yang kemudian memberikan sedikit modifikasi. Gichin Funakoshi sebagai murid dari Itosu membawa Chinto bersama 14 kata lainnya ke Jepang. Karena saat itu sentimen anti Cina sedang ramai di Jepang, Funakoshi mengubah nama Chinto menjadi Gankaku, yang berarti “Bangau di Atas Batu”. Tidak sekedar mengubah namanya, Funakoshi juga melakukan sedikit perubahan pada gerakan berikut arah embusennya sehingga tampil lebih linear. Sedangkan versi Shotokan yang terlihat sekarang ini adalah hasil modifikasi JKA dengan Yoshitaka Funakoshi.


Walaupun dalam silabus Shotokan kata ini diperkenalkan pada level shodan, Gankaku adalah kata yang sangat sulit. Agar tampil baik, seorang praktisi Shotokan bisa jadi butuh waktu yang tidak sedikit. Menjaga keseimbangan, kontrol dan koordinasi tubuh yang baik saat memutar, serangan dalam Gankaku ringan namun tajam. Dengan berdiri pada satu kaki (tsuruashi dachi), akan memberikan sebuah tantangan pada praktisinya untuk meniru seekor bangau yang berdiri pada satu kakinya.

Ada yang bilang Gankaku dibuat hanya untuk orang yang berpostur tinggi. Pendapat ini tentu saja tidak benar. Lebih tepat jika dikatakan Gankaku cocok untuk praktisi karate dengan keseimbangan yang baik, mempunyai ketenangan, kelincahan dan mampu mengeksekusi serangan dengan ringan dan cepat. Gerakan dalam Gankaku juga mengajarkan praktisinya untuk bertahan dan dalam saat bersamaan menangkis serangan lawan. Yang terakhir, Gankaku juga praktis untuk menyerang lawan dengan serangan yang menjebak disertai elakan yang unik. (Indoshotokan)

REVIEW GAME DOUJIN #6: CHERRY TREE HIGH COMEDY CLUB

Miley Verisse kini berada di tahun terakhirnya di SMU Cherry Tree High. Mimpi Miley adalah menjadi komedian ternama dan untuk itu dia ingin memulai dari sekolahnya dengan membentuk sebuah klub. Sayangnya, keinginan itu tidak berjalan mulus karena Octavia Richmond, sang ketua dewan murid, tidak mendukungnya. Octavia setuju jika setidaknya ada lima orang teman yang bersedia menjadi anggota klub. Sementara itu hanya ada Harriet, teman satu asrama Miley, yang menjadi anggota klub. Musim semi telah tiba, hanya ada waktu dua bulan bagi Miley untuk mewujudkan mimpinya. Berhasilkah usahanya?

Cherry Tree High Comedy Club (CTHCC) adalah versi Inggris dari game doujin yang berjudul “Manzai Kenkyuubu” (berarti klub pencinta komedi) atau sering disingkat “Manken”. CTHCC adalah sebuah game simulasi dengan sedikit elemen visual novel yang dikembangkan oleh seorang programmer bernama Hizume dan dipublikasikan oleh 773 (dibaca nanami) di tahun 2010. Dua tahun kemudian CTHCC diterbitkan versi Inggrisnya oleh Nyu Media dengan bantuan Capcom dan Tezuka Production sebagai penerjemahnya. Selain bahasa, tidak ada perbedaan antara kedua versinya.

Permainan dimulai tanggal 22 Maret dan berakhir 30 Mei. Satu hari dibagi dalam tiga waktu yaitu pagi, sore dan malam. Miley bisa melakukan beragam aktivitas seperti menjelajahi kota, berinteraksi dengan orang-orang, mengerjakan pekerjaan rumah, bekerja sambilan, dsb. Miley mempunyai fatigue bar sebagai indikator kelelahan. Semakin sering Miley bekerja atau mengerjakan tugas sekolahnya, maka fatigue bar ini juga akan naik. Semakin tinggi fatigue bar, maka uang yang didapat Miley juga semakin sedikit. Jika fatigue bar lebih dari 4 points, di hari itu Miley tidak akan melakukan aktivitas apapun.

http://i.imgur.com/P8WxtLe.png

Miley harus menjalin pertemanan dengan enam orang yang potensial untuk menjadi anggota klubnya. Tiap orang mempunyai hobi dan barang yang disukai atau tidak disukai. Pemain harus mengetahuinya agar sukses menjalin pertemanan. Semakin akrab Miley dengan targetnya, maka peluang mereka menjadi anggota klub juga semakin besar. Jika hubungan pertemanan mencapai level 2, maka Miley bisa mendapatkan nomor teleponnya. Jika mencapai level 5, maka mereka akan menjadi anggota klub. Nah, sebagai bocoran, inilah keenam target Miley berikut hobinya:

Target
Huge Fan
Likes
Dislikes
Neutral
Sara Croft
Pets
Video Games, Whodunits, Romance
Sports, Travel
Music, Art, History, Politics, Fashion, Cooking
Tyler Perez
Romance
Music, Video Games
Whodunits, Art
History, Politics, Fashion, Sports, Travel, cooking, Pets
Curtis Campbell
Politics, Cooking
Whodunits,
Video Games, Music, Fashion
History, Art, Romance, Sports, Travel, Pets
Vivian Bergman
History
Art, Sports
Whodunits, Politics
Music, Romance, Cooking, Pets, Travel, Video Games, Fashion
May Bonbon
Sports
Travel, Pets, History
Romance, Music
Video Games, Whodunits, Art, Politics, Fashion, Cooking
Cindy Smith
Music, Fashion
Video Games
History, Romance, Cooking



CTHCC juga mempunyai banyak lokasi yang bisa didatangi oleh Miley dimana dia bisa melakukan beragam aktivitas. Yang harus diingat pemain adalah keenam target Miley juga mempunyai lokasi favorit dan mereka biasanya selalu ada di waktu tertentu. Misalnya di Orchard Shopping Precinct Miley bisa memesan makanan (untuk memulihkan fatigue bar) dan membeli majalah. Sara dan Harriet ada disini setiap pagi sedangkan May selalu ada di sore harinya. Total ada sembilan lokasi berbeda yang bisa dikunjungi.

http://i.imgur.com/jSIS89f.png

Ada 3 ending berbeda yang bergantung dari jumlah teman yang berhasil direkrut oleh Miley. Bad ending (0-2), normal ending (3-5) dan good ending (6). Jika ingin mendapatkan ending terbaik, pemain sebetulnya cukup mengingat dan bila perlu mencatat kesukaan dan tempat favorit dari target Miley. Jika pemain berhasil menyelesaikan permainan, sebuah mode baru bernama New Game Plus. Disini pemain bisa membawa seluruh skill yang sudah ditingkatkan levelnya, repertoire dan data dari target yang akan direkrut (like, dislikes, neutral), sehingga pemain tidak perlu mengulang dari awal.

Overall, CTHCC adalah sebuah game yang fun dan pas bagi penggemar simulasi bergaya anime. Sobat Indoshotokan bisa mengunjungi situs resmi developernya disini atau mendownload game disini. Selamat bermain. (Indoshotokan)