Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

NILAI DARI KARATE-DO

Karate-do pada pokoknya adalah sebuah seni bela diri (budo), dan dengan demikian karate-do berusaha mencapai “jalan” (do) dengan “berlatih senjata” (bu). Sebagaimana seni bela diri lainnya, karate-do benar-benar membutuhkan sebuah kedisiplinan. Tubuh harus melewati latihan yang panjang dan berat selama bertahun-tahun. Hal ini tidak hanya mengembangkan badan yang kuat, tapi juga karakter yang tangguh.

Pengendalian diri tidak hanya dibutuhkan dalam hal teknik saja, tapi juga pada emosi seperti ketakutan, sakit dan kebencian. Sebagai sebuah seni untuk bertarung, karate-do melibatkan perseteruan antara dua keinginan (admin: keinginan baik dan jahat), yang mana masing-masing berusaha ingin menang. Pengendalian diri mengembangkan sifat seperti ketabahan, tapi juga rendah hati, menghargai diri sendiri dan orang lain.

Karate-do juga merupakan alat yang tangguh untuk membela diri karena tidak membutuhkan senjata khusus. Senjata yang dibutuhkan selalu tersedia. Satu hal yang cukup menguntungkan dari karate-do untuk membela diri adalah pertahanan bisa dicocokan tepat dengan serangan. Jika kau memakai senjata api untuk membela diri, kau tidak bisa melakukan apapun kecuali menembak lawanmu. Dengan karate-do kau bisa menyingkirkan lawan tanpa melukai atau bahkan membunuhnya. Sikap membela diri juga membantu seseorang untuk menghindari penyakit dan musibah dengan pendekatan yang lebih hati-hati dalam hidup sehari-hari.

Nilai fisik dari karate-do juga unik. Ini karena melibatkan aktivitas mengembangkan semua anggota badan tanpa harus cemas ada yang kurang berkembang, atau terlalu berkembang. Latihan bisa dikerjakan dimanapun. Tidak perlu kebutuhan khusus untuk tempat latihan. Latihan bisa dikerjakan sendiri tanpa seorang rekan. Ini menjadi kelebihan yang jelas dibanding kebanyakan olah raga. Setiap orang bisa berlatih karate-do dan mengambil manfaat darinya. Selalu ada cara menyesuaikan latihanmu dengan kondisi fisik maupun tujuanmu. Karate-do sekarang telah berkembang menjadi sebuah olah raga kompetisi yang sangat populer, dan hal itu bisa memenuhi kebutuhan anak-anak muda untuk menemukan jati diri mereka. (Indoshotokan)

Artikel ini diterjemahkan dari buku “Scientific Karatedo” yang ditulis oleh Masayuki Kukan Hisataka dengan judul aslinya”The Value of Karatedo”. Editing dan alih bahasa oleh Bachtiar Effendi.

BEHIND THE STORY OF AKB48: KISAH SUKSES GRUP IDOLA JEPANG (4 - TAMAT)


Solidaritas dan kekeluargaan yang tinggi. AKB48 bagaikan keluarga kedua bagi setiap membernya. Karena itu jika ada anggota yang terkena musibah atau mengundurkan diri, maka bisa dipastikan semua member akan menangis bersama saat upacara graduate (istilah bagi anggota yang mengundurkan diri).  Sebuah konser perpisahanpun akan diberikan khusus bagi member yang akan graduate. Konser itu dihadiri semua member AKB48 beserta managemen, dan sang chairman Yasushi Akimoto. Member yang graduate juga diberi sertifikat kelulusan layaknya sebuah sekolah. Para fans juga diberi kesempatan untuk bersalaman. Benar-benar sebuah momen yang tidak terlupakan.

Sombong adalah pantangan. Banyak member AKB48 yang sudah graduate. Sebut saja Atsuko Maeda dan Yuko Ohshima. Sebagai mantan generasi pertama, mereka berdua kini berkarir di dunia akting dan sudah bermain banyak dorama dan film. Tapi walaupun jadwal syuting tengah sibuk, ketika ada konser atau jumpa fans AKB48 mereka akan mendahulukannya. Mereka tidak pernah lupa jika keberhasilan mereka berasal dari AKB48. Sebuah sikap yang patut dipuji.


IMPRESI AKHIR

Ketika berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu, Yasushi Akimoto mengatakan tidak ada member yang sempurna di AKB48. Dengan bijak Akimoto menambahkan jika semua prestasi dicapai lewat kerja keras, keringat, semangat, kemauan belajar dan air mata. Apa yang dikatakan Akimoto bukan sekedar omong kosong. Melihat member AKB48 bisa menari dengan kompak, atau mendengar lagu-lagunya yang enak di telinga, banyak fans yang tidak tahu bagaimana beratnya proses yang mereka jalani di balik panggung. Jika sobat pernah membaca atau melihat bagaimana latihan member JKT48 tentu akan paham hal ini.

JKT48 dalam sebuah konser di salah satu acara televisi.

Kebanyakan mereka yang mendaftar audisi mempunyai impian yang tinggi. Ingin terkenal, ingin punya banyak penggemar, ingin jadi artis, dsb. Tidak salah kok kalau punya impian, tapi sebelum mendaftar audisi pastikan perbaiki dulu mindset kamu. Apa itu? JKT48 adalah sebuah grup idola dan bukan selebriti. Apa sih bedanya? Selebriti adalah orang yang menghibur untuk alasan uang dan popularitas. That’s it. Tidak jarang untuk itu mereka mengumbar sensasi. Tidak peduli karya mereka jelek atau bahkan miskin karya sama sekali. Grup idola seperti JKT48 mirip dengan pekerja seni yang bergerak di entertainment. Mereka berdedikasi tinggi pada pekerjaannya sebagai entertainer, menghibur fans semata-mata karena mencintai pekerjaannya dan fans. Mereka mencari prestasi dan bukan sensasi.

Menjadi idola juga tidak semudah yang dibayangkan. Saat audisi awal saja pendaftar sudah harus bersaing dengan peserta lain yang pastinya berbakat. Pada audisi final, juri penguji adalah sang chairman sendiri, Yasushi Akimoto. Dialah yang menentukan peserta berhak menjadi trainee atau tidak. Ketika sudah masuk dan diterima di akademi, peserta juga harus melewati latihan yang berat setiap harinya. Sit-up ratusan kali sehari sudah menjadi hal biasa. Belum lagi latihan menari dan menyanyi berjam-jam dari sore hingga malam. Selain itu ada sebuah golden rule dimana seorang member dilarang untuk naksir apalagi sampai pacaran. Hmm.... Para cowok siap-siap gigit jari deh.

Tapi semua kerja keras itu sepadan dengan hasilnya. Itulah yang kini dirasakan JKT48, yang mengikuti kesuksesan AKB48. Selain iklan, beberapa membernya bahkan sudah ada yang merambah ke dunia film. Ingin mendaftar audisi? Well, mengapa tidak? Jika kamu adalah gadis remaja berusia 13 sampai 18 tahun, mempunyai niat kuat dan selalu optimis, maka siapa tahu akan beruntung. Jika tidak ada perubahan, audisi dibuka setiap tahunnya. Pastikan siapkan diri kamu, baca ketentuannya dan ikuti terus beritanya di situs resminya disini. (Tamat – Indoshotokan)

BEHIND THE STORY OF AKB48: KISAH SUKSES GRUP IDOLA JEPANG (3)


Popularitas AKB48 kian menanjak setelah mereka rajin merilis single-single barunya. Sering tampil di layar kaca dan live show, AKB48 kemudian juga mengadakan show di luar negeri. Tahun 2009 Tim A diundang sebagai tamu pada acara Japan Expo di Paris dan menyanyikan versi Inggris dari Ogoe Diamond. Masih di bulan yang sama Tim A melakoni debut mereka di Amerika. Setahun kemudian AKB48 menyanyi di Korea, Rusia dan Singapura. Tidak hanya itu, ketika Jepang dilanda gempa hebat tahun 2011 AKB48 memberikan sumbangan tidak hanya berupa uang. Sebagai kepedulian, seluruh show di teater dibatalkan dan mereka mulai menggalang dana. Para member juga pergi ke lokasi bencana dan menyanyi di sekolah dan teater mereka di sana. Keren. 


BUKAN GIRL BAND TAPI IDOL GROUP

Bagi kebanyakan orang awam, AKB48 sering disamakan dengan girl band. “Ah, mereka khan menyanyi, berkelompok, anggotanya cewek-cewek, menari di panggung....dst”. Beberapa waktu yang lalu Minami Takahashi, salah satu kapten AKB48, berkunjung ke Jakarta dan menjawab hal ini. Menurut keterangan Takahashi, AKB48 adalah sebuah idol group dan bukan girl band. Hmm... lantas dari mana ya, membedakannya? Ini dia jawabannya:

Jumlah member yang sangat banyak. Sebuah girl band biasanya terdiri antara 5 sampai 10 orang. Tapi AKB48 tercatat dalam Guinnes Book of Record sebagai idol group dengan member terbanyak yaitu 48 orang. Bagaimana cara Akimoto mengatur gadis-gadis remaja dengan kepribadian berbeda sebanyak itu? Ternyata cukup simpel. Akimoto hanya menekankan semangat, terus belajar dan pantang menyerah. Hanya dengan ketiga hal itu Akimoto bisa menyatukan semua membernya.

AKB48 dekat dengan fansnya. AKB48 berbeda dengan selebriti pada umumnya yang serba eksklusif, tertutup, sulit dijamah penggemar, gaya hidupnya mewah, dsb. Dengan konsep “Idol You Can Meet Everyday”, penggemar bisa bertemu langsung dengan idola mereka di teater. Bahkan penggemar juga bisa bercakap-cakap, berjabat tangan atau berfoto bersama. Dari sini munculah hubungan baik antara idola dan penggemar. Sudah menjadi hal biasa jika member AKB48 menyalami penggemar sebelum konser. Mereka juga tidak lupa berterima kasih pada fans yang mau datang ke teater mereka. Bahkan tidak jarang member AKB48 menjaga pintu masuk dan merobek tiket fans yang mau nonton. Mereka benar-benar membuktikan slogan “tanpa fans mereka bukan apa-apa.”

Member AKB48 paling senior Atsuko Maeda mengumumkan niatnya untuk graduate dari grup di bulan Mei 2012.

Penggemarnya sopan. Mungkin kita pernah melihat fans yang antri di bandara, berdesak-desakan, menjerit histeris dan berusaha memegang idolanya ketika muncul. Ini tidak terjadi pada Wota AKB48 (sebutan bagi fans AKB48) yang seluruhnya sopan, terpelajar, bersikap dewasa dan tertib. Mereka tidak berusaha menarik-narik apalagi sampai menyakiti idolanya ketika lewat. Inilah efek “idola yang bisa kamu temui setiap hari” yang membuat penggemar tidak sulit menemui idola mereka. Sebuah konsep yang jenius menurut saya.

Kompak dan bertalenta. Inilah ciri utama dari sebuah idol group. Semua member AKB48 biasanya mempunyai bakat yang berhubungan dengan entertainment. Tidak hanya menyanyi atau menari saja, ada member yang pernah main film atau dorama. Ada yang menjadi model majalah, bintang iklan, model video clip dan MC dalam live show atau acara TV. Dan yang luar biasa, setiap member saling mendukung satu sama lain. Ibaratnya sebuah tim sepak bola yang mustahil mengandalkan skill individu, kekurangan satu member AKB48 akan didukung member lainnya. Tidak ada yang saling menjatuhkan. Oh, ya.. di AKB48 setiap member juga dibekali kemampuan public speaking, sehingga siapapun bisa menjadi pembawa acara di panggung. 

Adil dan setara. Tiap member AKB48 punya kesempatan yang sama untuk tampil di panggung. Nah, karena jumlah personilnya sangat banyak, maka dilakukan polling dari penggemar untuk menentukan siapa yang tampil. Sejak 2009 dilakukan kompetisi Jankenpon untuk menentukan siapa yang menjadi center dalam single berikutnya. Siapa yang menang maka namanya dimasukkan dalam single itu. Misalnya yang menang adalah Shinoda Mariko, maka single terbaru mereka akan berjudul “Ue Kara Mariko.” Selain itu fans juga bisa turut serta dalam Senbatsu, atau pemilihan anggota terfavorit untuk dimasukkan dalam single atau video klip. (Bersambung – Indoshotokan)

BEHIND THE STORY OF AKB48: KISAH SUKSES GRUP IDOLA JEPANG (2)


Demi mendapatkan penonton, para member AKB48 rela turun ke jalan. Mereka membagikan tiket pada pejalan kaki yang lalu lalang di Akihabara. Tapi orang hanya mengambil, melihat dan kemudian membuang tiket seharga 1.000 yen itu. Bahkan tidak sedikit yang membuang tiket di depan mata mereka. Ini jelas sebuah pukulan pahit bagi member AKB48. Tapi perjuangan mereka tidak hanya berhenti sampai disitu. Ketika natal tiba, mereka kembali turun ke jalan demi membagikan flyer pada pejalan kaki. Dengan wajah yang ceria para member AKB48 berusaha mendapatkan penonton. Tapi lagi-lagi mereka mendapat perlakuan yang menyakitkan. Para pejalan kaki tidak berminat dan bahkan tidak sedikit yang membuang flyer itu.

Kenyataan itu sontak membuat jiwa member AKB48 saat itu tertekan. Bahkan ada beberapa member yang menderita depresi. Ada yang kadang menangis atau berteriak di ruang make-up. Dalam kehidupan sekolah banyak teman mengejek dan kemudian menjauhi mereka. Karena tidak kuat lagi, ada beberapa member yang mengundurkan diri. Tapi itu semua bisa dimaklumi karena mereka masih remaja, pendatang baru yang mulai dari nol. Belum ada yang mengenal mereka. Ditambah lagi pasar entertainment Jepang adalah industri penuh persaingan ketat yang sulit ditembus.


SURAT DARI FANS: SEBUAH MOTIVASI

Belakangan ada beberapa fans yang tersentuh dengan kegigihan member AKB48 dan mengirim surat kepada mereka. Satu demi satu fans berdatangan ke teater dan lama kelamaan mereka mendapat pengunjung setia. Tapi hanya terkenal di teater saja jelas tidak cukup. Manajemen AKB48 lalu mempromosikan mereka di beberapa stasiun TV Jepang. Tapi semuanya tidak ada yang mau menerima mereka. Alasannya popularitas mereka belum cukup dan sulit mendapat rating yang bagus. Pil pahit ini membuat harapan para member kembali pupus. Di tengah kesulitan itu, berita bahagia datang di bulan Februari 2006 dimana tiket pertunjukan teater mereka habis terjual untuk pertama kalinya. Inilah momen awal yang merubah nasib mereka selanjutnya.

Masih di bulan yang sama AKB48 merilis single debut mereka yang berjudul “Sakura no Hanabiratachi”. Single itu berhasil menembus peringkat 10 Oricon dan terjual 22.011 keping dalam minggu pertama. Jumlah sebanyak itu sangat mengejutkan untuk artis di jalur indie. Sekitar dua minggu kemudian Akimoto berniat mengadakan audisi kedua untuk member baru. Para member lama sempat berpikir mereka telah gagal dan bakal diganti orang baru. Padahal tidak demikian. Akimoto ingin membentuk tim baru agar mereka dapat perform di tempat berbeda dalam waktu yang bersamaan.

 AKB48 dalam sebuah konser di acara Japan Expo 2009.

Sekitar 11.000 gadis remaja mendaftar untuk audisi kedua itu. Hanya 19 orang yang lolos dan mereka kemudian menjadi Tim K. Mereka mulai debut pertunjukan tanggal 1 April 2006 dengan teater yang dipenuhi oleh penonton. Tapi setelah itu pertunjukan mereka tidak seramai hari pertama. Ternyata banyak fans yang masih loyal dengan Tim A dan tidak tertarik dengan wajah baru. Walau kecewa, Tim K tidak putus asa dan berusaha lebih baik. Dengan masuknya generasi kedua, jumlah member AKB48 saat itu adalah 38 orang. Komplain muncul dari para fans yang tidak hafal dengan member-member baru. Akimoto lalu berpikir tentang seorang leader, seseorang yang menjadi ikon dari AKB48, dan yang terpilih adalah Atsuko Maeda.

Masih di tahun yang sama, tepatnya bulan Oktober 2006, Akimoto mengadakan audisi untuk generasi ketiga. Sebanyak 13 member baru akhirnya terpilih menjadi Tim B setelah menyisihkan lebih dari 12.800 peserta audisi. Dan semenjak itu Akimoto juga membentuk sister group dari AKB48. Mereka adalah SKE48 yang berbasis di Sakae, Nagoya; SDN48 sebuah group di Akihabara yang hanya tampil Sabtu dan Minggu, tapi grup ini sudah dibubarkan; NMB48 yang berbasis di Minami, Osaka; HKT48 yang berbasis di Fukuoka, Kyushu; dan yang paling membanggakan adalah JKT48 sebagai sister group pertama di luar Jepang yang berbasis di Jakarta. (Bersambung – Indoshotokan)

BEHIND THE STORY OF AKB48: KISAH SUKSES GRUP IDOLA JEPANG (1)


Tahun 2011 lalu di salah satu TV swasta lokal muncul iklan softdrink Pocari Sweat, dimana beberapa gadis remaja ala Japanese-style tengah menari di pantai. Melihat sekilas dari wajahnya saya sempat mengira mereka ini benar-benar dari negeri sakura. Apalagi background musiknya juga lagu Jepang yang kurang familiar tapi enak didengar. Sejak itu di TV lokal kadang-kadang para gadis manis itu kembali namun dengan iklan yang berbeda. Hmmmm....siapa ya, mereka? Oo...ternyata mereka adalah idol group baru bernama JKT48. Sebagai group yang sekilas mirip girl band, JKT48 adalah sister group dari AKB48 yang sudah lebih dulu populer di Jepang.

AKB48 adalah sebuah grup idola asal Jepang yang diproduseri Yasushi Akimoto. Nama AKB48 diambil dari Akihabara, sebuah lokasi di Tokyo dimana teater mereka berada. Sedangkan 48 menunjukkan jumlah membernya. Saat ini AKB48 sudah menjadi salah satu grup papan atas di Jepang dengan penjualan album yang fantastis. Tahun 2013 mereka membukukan keuntungan 128 juta dolar dan di bulan Mei 2014, grup idola ini telah menjual tidak kurang dari 28 juta keping single. Prestasi ini dimulai sejak 2010 setelah single “Beginner” dan “Heavy Rotation” masuk di urutan pertama dan kedua Oricon. Sejak saat itu single mereka berturut-turut selalu masuk daftar urutan lagu terbaik di Jepang. Beberapa single bahkan ada yang meraih penghargaan seperti “Manatsu no Sounds Good” yang memenangkan Japan Record Award.

Dengan member yang sangat banyak dan “kawaii”, lagu yang enak didengar dan fans (disebut “Wota”) yang jumlahnya ribuan, membuat AKB48 layak dinobatkan sebagai grup idola yang fenomenal. Tapi tidak banyak yang tahu jika grup ini sudah lama berdiri dan banyak melalui suka dan duka. Nah, catatan singkat ini akan mengajak pembaca menelusuri kembali semangat dan kerja keras mereka hingga menjadi idola di Jepang.


PERJALANAN MENGGAPAI MIMPI DIMULAI


Semuanya dimulai bulan Juli 2005. Saat itu Yasushi Akimoto, seorang produser rekaman dan sutradara terkenal di Jepang mempunyai sebuah proyek unik “idola yang bisa kamu temui setiap hari.” Akimoto kemudian meminta bantuan Tomonobu Togasaki (sekarang General Manager teater AKB48) untuk mencari lokasi yang cocok untuk audisi. Setelah mencari kesana kemari Togasaki akhirnya menemukan tempat yang cocok di lantai 8 gedung Don Quijote yang berlokasi di Akihabara Tokyo. Tidak lama kemudian poster undangan audisi pun disebar yang ditujukan untuk para gadis remaja di Jepang.

“Aku ingin bertemu kalian yang berkepribadian kuat.”

Begitulah kira-kira isi kalimat yang tertera di poster itu. Akimoto yang sukses mengorbitkan artis berbakat menjadi daya tarik bagi para gadis mengikuti audisi itu. Di hari terakhir pendaftaran audisi terkumpul hampir 8.000 gadis yang ingin mencoba peruntungannya. Kebanyakan dari mereka bahkan tidak punya latar belakang menyanyi atau menari. Setelah melalui seleksi yang sangat ketat, terpilih 24 orang yang akan menjadi anggota AKB48. Akan tetapi 4 orang dari mereka keluar dan satu orang lagi dikeluarkan lantaran satu kali datang terlambat. Akhirnya 20 orang sisanya menjadi generasi pertama AKB48 yang disebut Tim A. Termasuk diantaranya Atsuko Maeda, Haruna Kojima dan Minami Takahashi yang pastinya sudah tidak asing lagi di telinga para penggemar.

Para member kemudian belajar menyanyi dan menari. Mereka hanya diberi waktu satu bulan berlatih sebelum tampil di hari pembukaan teater tanggal 1 Desember 2005. Tapi karena menurut pelatih tari kemampuan mereka masih belum cukup, penampilan merekapun diundur seminggu kemudian. Tanggal 8 Desember 2005 AKB48 akhirnya diperkenalkan secara resmi di sebuah teater kecil berkapasitas 250 orang di Akihabara. Hanya ada sedikit orang yang menonton pertunjukan perdana itu. Penonton sesungguhnya hanya ada 7 orang sementara sisanya adalah staf dan manajemen. Walau sepi mereka tetap memberikan pertunjukan setiap hari di teater. Hingga ada saat dimana tidak satupun penonton yang mau menonton pertunjukan mereka. (Bersambung – Indoshotokan)

MELATIH BAGIAN BAWAH PERUT MEMPERBAIKI PIKIRAN

Ketika aku masih seorang pelajar, aku telah mendapatkan pengalaman sendiri tentang hara (admin: perut) dan melanjutkan penelitianku tentang hal ini. Berdasarkan pengalamanku, aku bisa memberitahu orang-orang di sekitarku bahwa melatih bagian bawah perut akan meningkatkan kecerdasan. Saat mendengar ideku itu, adikku yang baru saja menjadi seorang dokter medis berkata dengan sebuah kekhawatiran, “Kakak, sekalipun hal itu benar, orang-orang akan mentertawakanmu jika kau membuat pernyataan yang tidak didukung bukti ilmiah. Jika aku menjadi dirimu, aku tidak akan berkata pada yang lain tentang hal itu.”

Namun demikian baru-baru ini, adikku datang kembali padaku sambil menunjukkan sebuah jurnal kedokteran sambil berkata, ”Aku sungguh tidak percaya. Apa yang kau katakan dulu ternyata benar.” Dia menjelaskan padaku telah dibuktikan secara medis bahwa setelah kehidupan pertama muncul dan sepanjang evolusi manusia, sel-sel saraf usus dan sel-sel saraf otak awalnya berbagi hubungan yang sangat dekat.

Fungsi perut adalah mencerna makanan, dan usus menyerap nutrisi dari makanan yang kita makan. Usus sebagai organ imunologi terbesar di dunia, dikatakan ukurannya sekitar tujuh meter (23 kaki) dan jika diletakkan mendatar akan menutupi permukaan lapangan tenis. Ada sekitar 100 juta sel saraf di dalam usus, dan kira-kira setengah dari sel saraf berada di luar otak.

Melalui proses evolusi yang panjang manusia telah mencapai bentuknya seperti sekarang ini. Dan sel saraf di saluran usus dan batang otak (yang berfungsi mendukung kehidupan kita dan terdiri dari medulla oblongata, otak bagian tengah, penghubung medulla dan thalamus, thalamus dan hypothalamus) juga mengalami hal serupa. Sebagian sel saraf dari saluran usus bermigrasi ke atas dan berkembang lebih jauh di kepala, bergabung dengan cerebrum untuk membentuk otak yang mempermudah kecerdasan manusia.

Berkaitan dengan karate, aku telah menerima laporan yang sangat menarik dari banyak instruktur di luar negeri. Mereka memberitahuku jika para kepala sekolah di negara-negara tersebut menunjukkan ketertarikan yang besar pada karate. Alasan dibalik ini adalah kebanyakan murid dengan nilai terbaik ternyata berlatih karate.

Jauh sepuluh tahun sebelumnya, ada peningkatan yang jelas dari anak-anak yang berlatih karate. Dan tidak hanya di Jepang tapi juga di banyak negara di dunia, para pendidik penasaran mengapa anak-anak yang berlatih karate bisa mendapat nilai yang baik. Hal ini menyebabkan munculnya data yang menyoroti hubungan antara karate dan prestasi di kelas. Selama berlatih karate anak-anak belajar tentang hubungan hirarkis, sopan santun dan etika yang sesuai. Dan selama proses itu mereka belajar menghormati orang tua mereka. Yang tidak kalah pentingnya prestasi mereka di kelas juga meningkat.

Latihan karate yang berkelanjutan tidak hanya meningkatkan konsentrasi, tapi juga memperbaiki kecerdasan karena sel syaraf di saluran usus dan otak pada intinya adalah sama. Walaupun telah kudengar beberapa kepala sekolah meragukan logika ini, bagi para instruktur di luar negeri, aku menjelaskan hal ini demikian: melatih bagian bawah perut akan menghasilkan konsentrasi dan kesabaran yang lebih baik. Dan memperkuat hara juga memperkuat pikiran.

Hubungan antara Yin (negatif, gelap, wanita) dan Yang (positif, terang, pria) hadir dalam semua hal. Dan ini juga berlaku untuk hara. Kita menerima dan menyerap nutrisi dan kalori dari makanan yang kita makan yang membuat kita tumbuh. Ini adalah peran luar dari hara, aspek fisik, mewakili sisi Yang. Namun demikian di sisi sebaliknya, mewakili sisi Yin, hara menjalankan fungsi yang tidak kelihatan. Sebuah peran yang berfungsi di tahap spiritual. Adalah penting untuk mendapatkan sebuah pemahaman tentang kedua hal ini, dan berlatih yang sesuai.

Pelajar, pegawai kantoran, dan kebanyakan masyarakat moderen, dari waktu ke waktu setiap hari memenuhi kepala mereka dengan begitu banyak informasi. Mereka menghabiskan waktunya memandangi layar komputer, dan biasanya terkena beragam masalah. Akibatnya mereka merasakan kaku di bahunya yang berujung pada gaya hidup penuh stress. Untuk orang-orang seperti ini, berlatih karate memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki postur, meregangkan tangan dan kaki, meredakan tegang di bahu mereka, dan mengkonsentrasikan kekuatan di perut, yang membantu menghindari penyakit dan mengurangi stress.

Ketika orang lelah secara mental, mereka menjadi mudah marah dan tidak punya kemampuan untuk mengelola stress dengan efektif. Sementara peran perut untuk mencerna makanan, salah satu fungsi usus adalah mencerna semua stress emosional. Inilah sebabnya tidak mengejutkan jika berlatih karate membantu mengatasi penyakit. (Indoshotokan)

Artikel ini diterjemahkan dari buku “Black Belt Karate – The Intensive Course” yang ditulis oleh Hirokazu Kanazawa dengan judul aslinya”Training the Lower Abdomen Improves the Mind”. Editing dan alih bahasa oleh Bachtiar Effendi.

REVIEW J-GAMES: YS: THE ARK OF NAPISHTIM


Serial Ys dari Nihon Falcom selalu terkenal karena menawarkan hal-hal unik dibanding RPG standar pada umumnya. Sejak muncul pertama kali tahun 1987 silam, Ys sudah mengalami banyak perubahan, salah satunya perubahan grafis dari 2D ke 3D. Ys: The Ark of Napishtim adalah game pertama dari serialnya yang mengalami perubahan itu. Dirilis pertama kali tahun 2003 di Windows, dan diikuti versi konsol sesudahnya, The Ark of Napishtim menjadi salah satu RPG terlaris di Jepang. Wajar jika Nihon Falcom kemudian merilis versi Limited Edition. Tetapi lagi-lagi versi ini juga habis di pasaran. Hingga sang developer merilis kembali di Steam tahun 2015 dengan beberapa upgrade dan fitur tambahan.

Kisah The Ark of Napishtim diawali setelah kapal bajak laut yang ditumpangi Adol Christin, sang tokoh utama, diserang armada kerajaan Romun. Kapal mereka dipaksa menepi ke sebuah wilayah yang asing. Tidak disangka di tengah perjalanan itu mereka dihadang badai besar. Adol tersapu dari kapal saat berusaha menyelamatkan pelaut yang lain. Akibat ganasnya pusaran laut Adol lalu terdampar di Pulau Canaan, sebuah pulau terpencil yang dihuni suku Rehda. Suku Rehda mirip bangsa elf, dari luar tubuhnya terlihat sama seperti manusia tapi mereka mempunyai ekor dan telinga seperti binatang. 

Adol ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri oleh Olha dan Isha, putri dari kepala suku Rehda. Mereka membawa dan membaringkan Adol di rumah paman mereka. Penduduk desa tidak menyukai kedatangan Adol karena manusia dianggap hanya membawa bencana. Sebelumnya penduduk desa melawan manusia dan banyak yang tewas termasuk saudara Olha dan Isha. Setelah mengumpulkan kekuatannya kembali, Adol memeriksa pulau itu dan menemukan kenyataan ada manusia lain selain dirinya. Dari sanalah petualangannya dimulai...


The Ark of Napishtim adalah game “hack and slash action RPG” dimana Adol akan berlari di sepanjang level sambil menebaskan pedangnya ke musuh. Adol juga bisa mengeluarkan serangan magic sesuai elemen dalam pedangnya. Ada tiga elemen yaitu api, angin dan petir. Tiap magic mempunyai jenis serangan, combo dan efek yang berbeda. Pedang Adol dibuat dari material bernama Emel, dan dengan mengumpulkan material yang cukup maka Adol bisa mengupgrade pedangnya. Adol bisa mengumpulkan material dari musuh-musuh yang dikalahkannya. Semakin kuat musuh maka material yang diperoleh juga semakin banyak. Jika ditanya bagian apa yang paling seru dari permainan? Jawabannya tentu saja ketika Adol berduel melawan boss. Benar-benar intense dan full action.  

Versi Steam sebetulnya tidak jauh berbeda dengan originalnya. Hanya saja Adol kini bisa melakukan warp atau berpindah tempat antar checkpoint. Yang kedua adalah mode Catastrophe yang mirip dengan mode standar tapi pemain tidak bisa membeli atau menyimpan healing potion. Dengan begitu pemain tidak bisa menyembuhkan diri menggunakan item dan hanya mengandalkan patung-patung dewi di checkpoint. Mode Catasthrope ditujukan bagi pemain hardcore yang ingin menantang dunia Ys dengan kemampuan ekstra.


Musik bisa membuat atmosfer permainan menjadi menarik atau bahkan sebaliknya. The Ark of Napishtim mempunyai musik khas J-RPG yang enak didengar dan memotivasi mood pemain. Grafis permainan juga indah dengan warna-warna yang cantik dan pas di mata. Walau terbilang game lama, grafis dalam The Ark of Napishtim tidak ketinggalan jaman. Bahkan pada even tertentu pemain juga disuguhi CG yang apik ala visual novel. Walaupun jumlahnya tidak banyak, CG itu membuat momen permainan menjadi lebih menyenangkan dan hidup. Dengan kualitas gambar dan suara yang menawan, menambah daya tarik game ini secara keseluruhan. 

Dengan formula yang orisinil, serial Ys bisa disejajarkan dengan RPG buatan Square Enix. Jika sobat mencari J-RPG yang berkualitas maka The Ark of Napishtim wajib dimainkan. Game ini masih akan berlanjut dalam Ys Origin dan Ys: The Oath in Felghana. Keduanya juga game yang sangat bagus dan pastinya akan diulas disini. Mahir Bahasa Jepang? Dapatkan informasi gamenya disini. Ingin langsung menjelajahi dunia The Ark of Napishtim? Silahkan mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)