Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

MELATIH BAGIAN BAWAH PERUT MEMPERBAIKI PIKIRAN

Ketika aku masih seorang pelajar, aku telah mendapatkan pengalaman sendiri tentang hara (admin: perut) dan melanjutkan penelitianku tentang hal ini. Berdasarkan pengalamanku, aku bisa memberitahu orang-orang di sekitarku bahwa melatih bagian bawah perut akan meningkatkan kecerdasan. Saat mendengar ideku itu, adikku yang baru saja menjadi seorang dokter medis berkata dengan sebuah kekhawatiran, “Kakak, sekalipun hal itu benar, orang-orang akan mentertawakanmu jika kau membuat pernyataan yang tidak didukung bukti ilmiah. Jika aku menjadi dirimu, aku tidak akan berkata pada yang lain tentang hal itu.”

Namun demikian baru-baru ini, adikku datang kembali padaku sambil menunjukkan sebuah jurnal kedokteran sambil berkata, ”Aku sungguh tidak percaya. Apa yang kau katakan dulu ternyata benar.” Dia menjelaskan padaku telah dibuktikan secara medis bahwa setelah kehidupan pertama muncul dan sepanjang evolusi manusia, sel-sel saraf usus dan sel-sel saraf otak awalnya berbagi hubungan yang sangat dekat.

Fungsi perut adalah mencerna makanan, dan usus menyerap nutrisi dari makanan yang kita makan. Usus sebagai organ imunologi terbesar di dunia, dikatakan ukurannya sekitar tujuh meter (23 kaki) dan jika diletakkan mendatar akan menutupi permukaan lapangan tenis. Ada sekitar 100 juta sel saraf di dalam usus, dan kira-kira setengah dari sel saraf berada di luar otak.

Melalui proses evolusi yang panjang manusia telah mencapai bentuknya seperti sekarang ini. Dan sel saraf di saluran usus dan batang otak (yang berfungsi mendukung kehidupan kita dan terdiri dari medulla oblongata, otak bagian tengah, penghubung medulla dan thalamus, thalamus dan hypothalamus) juga mengalami hal serupa. Sebagian sel saraf dari saluran usus bermigrasi ke atas dan berkembang lebih jauh di kepala, bergabung dengan cerebrum untuk membentuk otak yang mempermudah kecerdasan manusia.

Berkaitan dengan karate, aku telah menerima laporan yang sangat menarik dari banyak instruktur di luar negeri. Mereka memberitahuku jika para kepala sekolah di negara-negara tersebut menunjukkan ketertarikan yang besar pada karate. Alasan dibalik ini adalah kebanyakan murid dengan nilai terbaik ternyata berlatih karate.

Jauh sepuluh tahun sebelumnya, ada peningkatan yang jelas dari anak-anak yang berlatih karate. Dan tidak hanya di Jepang tapi juga di banyak negara di dunia, para pendidik penasaran mengapa anak-anak yang berlatih karate bisa mendapat nilai yang baik. Hal ini menyebabkan munculnya data yang menyoroti hubungan antara karate dan prestasi di kelas. Selama berlatih karate anak-anak belajar tentang hubungan hirarkis, sopan santun dan etika yang sesuai. Dan selama proses itu mereka belajar menghormati orang tua mereka. Yang tidak kalah pentingnya prestasi mereka di kelas juga meningkat.

Latihan karate yang berkelanjutan tidak hanya meningkatkan konsentrasi, tapi juga memperbaiki kecerdasan karena sel syaraf di saluran usus dan otak pada intinya adalah sama. Walaupun telah kudengar beberapa kepala sekolah meragukan logika ini, bagi para instruktur di luar negeri, aku menjelaskan hal ini demikian: melatih bagian bawah perut akan menghasilkan konsentrasi dan kesabaran yang lebih baik. Dan memperkuat hara juga memperkuat pikiran.

Hubungan antara Yin (negatif, gelap, wanita) dan Yang (positif, terang, pria) hadir dalam semua hal. Dan ini juga berlaku untuk hara. Kita menerima dan menyerap nutrisi dan kalori dari makanan yang kita makan yang membuat kita tumbuh. Ini adalah peran luar dari hara, aspek fisik, mewakili sisi Yang. Namun demikian di sisi sebaliknya, mewakili sisi Yin, hara menjalankan fungsi yang tidak kelihatan. Sebuah peran yang berfungsi di tahap spiritual. Adalah penting untuk mendapatkan sebuah pemahaman tentang kedua hal ini, dan berlatih yang sesuai.

Pelajar, pegawai kantoran, dan kebanyakan masyarakat moderen, dari waktu ke waktu setiap hari memenuhi kepala mereka dengan begitu banyak informasi. Mereka menghabiskan waktunya memandangi layar komputer, dan biasanya terkena beragam masalah. Akibatnya mereka merasakan kaku di bahunya yang berujung pada gaya hidup penuh stress. Untuk orang-orang seperti ini, berlatih karate memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki postur, meregangkan tangan dan kaki, meredakan tegang di bahu mereka, dan mengkonsentrasikan kekuatan di perut, yang membantu menghindari penyakit dan mengurangi stress.

Ketika orang lelah secara mental, mereka menjadi mudah marah dan tidak punya kemampuan untuk mengelola stress dengan efektif. Sementara peran perut untuk mencerna makanan, salah satu fungsi usus adalah mencerna semua stress emosional. Inilah sebabnya tidak mengejutkan jika berlatih karate membantu mengatasi penyakit. (Indoshotokan)

Artikel ini diterjemahkan dari buku “Black Belt Karate – The Intensive Course” yang ditulis oleh Hirokazu Kanazawa dengan judul aslinya”Training the Lower Abdomen Improves the Mind”. Editing dan alih bahasa oleh Bachtiar Effendi.

REVIEW J-GAMES: YS: THE ARK OF NAPISHTIM


Serial Ys dari Nihon Falcom selalu terkenal karena menawarkan hal-hal unik dibanding RPG standar pada umumnya. Sejak muncul pertama kali tahun 1987 silam, Ys sudah mengalami banyak perubahan, salah satunya perubahan grafis dari 2D ke 3D. Ys: The Ark of Napishtim adalah game pertama dari serialnya yang mengalami perubahan itu. Dirilis pertama kali tahun 2003 di Windows, dan diikuti versi konsol sesudahnya, The Ark of Napishtim menjadi salah satu RPG terlaris di Jepang. Wajar jika Nihon Falcom kemudian merilis versi Limited Edition. Tetapi lagi-lagi versi ini juga habis di pasaran. Hingga sang developer merilis kembali di Steam tahun 2015 dengan beberapa upgrade dan fitur tambahan.

Kisah The Ark of Napishtim diawali setelah kapal bajak laut yang ditumpangi Adol Christin, sang tokoh utama, diserang armada kerajaan Romun. Kapal mereka dipaksa menepi ke sebuah wilayah yang asing. Tidak disangka di tengah perjalanan itu mereka dihadang badai besar. Adol tersapu dari kapal saat berusaha menyelamatkan pelaut yang lain. Akibat ganasnya pusaran laut Adol lalu terdampar di Pulau Canaan, sebuah pulau terpencil yang dihuni suku Rehda. Suku Rehda mirip bangsa elf, dari luar tubuhnya terlihat sama seperti manusia tapi mereka mempunyai ekor dan telinga seperti binatang. 

Adol ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri oleh Olha dan Isha, putri dari kepala suku Rehda. Mereka membawa dan membaringkan Adol di rumah paman mereka. Penduduk desa tidak menyukai kedatangan Adol karena manusia dianggap hanya membawa bencana. Sebelumnya penduduk desa melawan manusia dan banyak yang tewas termasuk saudara Olha dan Isha. Setelah mengumpulkan kekuatannya kembali, Adol memeriksa pulau itu dan menemukan kenyataan ada manusia lain selain dirinya. Dari sanalah petualangannya dimulai...


The Ark of Napishtim adalah game “hack and slash action RPG” dimana Adol akan berlari di sepanjang level sambil menebaskan pedangnya ke musuh. Adol juga bisa mengeluarkan serangan magic sesuai elemen dalam pedangnya. Ada tiga elemen yaitu api, angin dan petir. Tiap magic mempunyai jenis serangan, combo dan efek yang berbeda. Pedang Adol dibuat dari material bernama Emel, dan dengan mengumpulkan material yang cukup maka Adol bisa mengupgrade pedangnya. Adol bisa mengumpulkan material dari musuh-musuh yang dikalahkannya. Semakin kuat musuh maka material yang diperoleh juga semakin banyak. Jika ditanya bagian apa yang paling seru dari permainan? Jawabannya tentu saja ketika Adol berduel melawan boss. Benar-benar intense dan full action.  

Versi Steam sebetulnya tidak jauh berbeda dengan originalnya. Hanya saja Adol kini bisa melakukan warp atau berpindah tempat antar checkpoint. Yang kedua adalah mode Catastrophe yang mirip dengan mode standar tapi pemain tidak bisa membeli atau menyimpan healing potion. Dengan begitu pemain tidak bisa menyembuhkan diri menggunakan item dan hanya mengandalkan patung-patung dewi di checkpoint. Mode Catasthrope ditujukan bagi pemain hardcore yang ingin menantang dunia Ys dengan kemampuan ekstra.


Musik bisa membuat atmosfer permainan menjadi menarik atau bahkan sebaliknya. The Ark of Napishtim mempunyai musik khas J-RPG yang enak didengar dan memotivasi mood pemain. Grafis permainan juga indah dengan warna-warna yang cantik dan pas di mata. Walau terbilang game lama, grafis dalam The Ark of Napishtim tidak ketinggalan jaman. Bahkan pada even tertentu pemain juga disuguhi CG yang apik ala visual novel. Walaupun jumlahnya tidak banyak, CG itu membuat momen permainan menjadi lebih menyenangkan dan hidup. Dengan kualitas gambar dan suara yang menawan, menambah daya tarik game ini secara keseluruhan. 

Dengan formula yang orisinil, serial Ys bisa disejajarkan dengan RPG buatan Square Enix. Jika sobat mencari J-RPG yang berkualitas maka The Ark of Napishtim wajib dimainkan. Game ini masih akan berlanjut dalam Ys Origin dan Ys: The Oath in Felghana. Keduanya juga game yang sangat bagus dan pastinya akan diulas disini. Mahir Bahasa Jepang? Dapatkan informasi gamenya disini. Ingin langsung menjelajahi dunia The Ark of Napishtim? Silahkan mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)

TOUHOU PROJECT: JELAJAH DUNIA GENSOKYO YANG FENOMENAL (2)


Perlahan-lahan nama Touhou kian terkenal. Setelah ZUN merilis game kedelapannya, para fans kemudian sepakat menggelar sebuah even khusus untuk Touhou. Even itu disebut dengan Hakurei Jinja Reitaisai – sering disingkat Reitaisai – yang digelar pertama kali di bulan April 2004. Pengunjung bisa menemukan merchandise Touhou kesukaan mereka seperti game, novel, musik, komik, poster, artbook dan lain-lain. Sejak itu hingga kini even Reitaisai selalu digelar tiap tahunnya di bulan Mei. Selain Tokyo Game Show, Comiket dan Reitaisai menjadi dua even besar yang ditunggu anak muda Jepang tiap tahunnya. Ingin berkunjung kesana? Siapkan air minum yang cukup karena disana penuh sesak dengan pengunjung.

Sobat Indoshotokan tentu penasaran apa sih yang membuat game karya ZUN begitu istimewa? Pada intinya ada dua hal. Pertama, ZUN hanya menggunakan tokoh gadis remaja di semua gamenya. Lho, kok bisa? ZUN mengakui jika dia paling tidak bisa menggambar karakter laki-laki. Hal ini lalu menjadi ciri Touhou yang menggeser image game shooting yang biasanya menggunakan pesawat atau robot. Tapi ide ZUN ini bukan hal baru karena sebelumnya ada developer lain yang sudah melakukannya. Sebut saja CAVE dengan ESP Ra.De (1988) atau Psikyo dengan Sengoku Ace (1993).

Alasan kedua game ZUN sangat populer adalah danmaku. Oops, apalagi ini? Danmaku (artinya tirai peluru) adalah gaya game shooting dimana peluru-peluru musuh bertebaran memenuhi layar. Berbeda dengan game shooting klasik, dalam danmaku peluru musuh hanya mengurung dan tidak ditujukan membunuh pemain. Peluru musuh bertebaran membentuk pola tertentu yang indah, rapat dan menuntut pemain untuk ekstra hati-hati. Danmaku sendiri dipopulerkan oleh CAVE di era tahun 1990-an. ZUN kemudian mengadopsi gaya danmaku pada setiap karakter buatannya. Dalam game Touhou tiap karakter musuh mempunyai pola tertentu yang akan berubah di setiap rondenya.

 Pola danmaku dalam game Touhou Koumakyou - The Embodiment of Scarlet Devil

Tapi ZUN tidak hanya berhenti di game shooting saja. Di bulan Desember 2004 ZUN bekerja sama dengan Twilight Frontier untuk membuat game fighting berjudul Touhou Suimusou – Immaterial and Missing Power. Twilight Frontier adalah salah satu developer indie terbaik di Jepang yang sebelumnya sukses dengan Eternal Fighter Zero. Dalam game fightingnya ZUN meniru gaya Street Fighter tapi masih mempertahankan elemen game shooting dengan peluru danmaku. Game ini cukup sukses dan masih banyak dimainkan gamer dalam kompetisi online. Hingga kini ZUN dan Twilight Frontier masih menjalin kerjasama. Karya terbaru mereka adalah Urban Legend in Limbo yang dirilis pada even Reitaisai 12, bulan Mei 2015 lalu.

Nama Touhou tidak akan menjadi besar jika tidak didukung developer lain dan fans. Sejak ZUN merilis Touhou, banyak developer indie lain yang merilis game menggunakan karakter Touhou. Game itu ada yang meniru milik ZUN yaitu shooting, tapi ada juga yang ber-genre lain. Kualitasnya bahkan banyak yang diatas karya milik ZUN sendiri. Misalnya Koumajou Densetsu yang menggabungkan Castlevania dan Touhou. Ada pula Mai Hana Ao Makyou, game shooting 3D berdasarkan game keenam ZUN. Mai Hana adalah game yang sangat indah dan sobat sebaiknya memainkannya.   

Tidak hanya game, karena Touhou juga berkembang ke produk lain yaitu doujinshi. Doujinshi adalah produk turunan dari Touhou yang dibuat fans. Yang paling banyak adalah musik. Banyak sekali CD musik indie yang dibuat fans berdasarkan game Touhou. Mereka meng-aransemen ulang dan menjualnya dalam even. Sekedar informasi, dalam sebuah even ada ratusan album musik Touhou yang dijual. Jika ditotal, sampai sekarang sudah ada ribuan album musik indie Touhou. Sebuah angka yang fenomenal karena bisa mengalahkan industri musik mainstream. Kualitasnya tidak bisa diremehkan karena bisa menyaingi lagu-lagu komersial. Selain musik, Touhou juga berkembang ke pop-culture lainnya yaitu cosplay dan animasi. 

Para pengunjung memadati Tokyo Big Sight

Melihat banyak orang membuat game berdasarkan Touhou, ZUN tidak mempersoalkannya. Namun ZUN melarang game-game yang menggunakan Touhou dirilis di luar Jepang. Alasannya ini akan berlawanan dengan nama Touhou yang berarti “Timur”. ZUN juga memilih agar Touhou tetap di jalur indie dan tidak masuk ke jalur mainstream alias komersial. Menurut ZUN game komersial biasanya mengikuti keinginan pasar. Dengan tetap di jalur doujin atau indie, ZUN bisa berkarya sesuai keinginannya. Inilah sebab mengapa tidak ada game Touhou yang berbahasa Inggris. Jikapun ada, itu adalah hasil fans yang membuatkan patch. Hingga artikel ini ditulis (2015) hanya ada tiga game Touhou buatan fans yang dirilis di konsol Playstation 4.

Yap, dengan jutaan penggemar di seluruh dunia Touhou memang fenomenal. Tapi di luar itu semua Indoshotokan berharap suatu saat negara kita juga bisa menggelar even sejenis Comiket atau Reitaisai. Pasti seru melihat komikus, cosplayer dan developer indie berkumpul di sana. Semoga saja. (Tamat - Indoshotokan)

TOUHOU PROJECT: JELAJAH DUNIA GENSOKYO YANG FENOMENAL (1)


Beberapa waktu yang lalu Indoshotokan me-review game doujin bertema Touhou. Bagi penggemar J-culture istilah Touhou pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Tapi mungkin masih ada sobat Indoshotokan yang masih bingung apa sih Touhou itu? Mengapa Touhou begitu fenomenal? Mengapa harus Touhou? Dimana sih menariknya Touhou? Nah, untuk menjawab rasa penasaran, silakan simak terus artikel berikut ini.

Touhou Project, atau sering disingkat Touhou, awalnya adalah impian masa kecil seorang anak muda Jepang bernama Jun’ya Ota alias ZUN. Semuanya kembali ke tahun 1996. Ketika itu ZUN sudah jenuh dengan game di pasaran yang itu-itu saja sehingga dia ingin membuat game sendiri. Dengan beberapa temannya di klub komputer Universitas Tokyo Denki, ZUN membentuk sebuah developer game independen bernama Amusement Makers. Mereka berhasil membuat sebuah game shooting untuk komputer MS-DOS berjudul Touhou Reiiden – Highly Responsive to Prayers. Game paling awal dari Touhou itu grafisnya sangat sederhana dan lebih cocok disebut plesetan dari Arkanoid ketimbang game shooting.

Karakter utama dari game pertama itu adalah Hakurei Reimu, seorang gadis penjaga kuil di Jepang. Bukan tanpa alasan ZUN memilih Reimu karena sejak awal dia berpikir tentang sosok gadis penjaga kuil yang jarang diangkat ke dunia game. Hingga tahun 1998 serial Touhou dilanjutkan Zun dengan empat judul berikutnya yaitu; Story of Eastern Wonderland, Phantasmagoria of Dim Dream, Lotus Land Story, dan Mystic Square. Untuk memperkenalkan gamenya, ZUN memilih even Comic Market (Comiket), sebuah even khusus bagi developer independen untuk game, manga, musik dan merchandise lainnya. Karena teknologi belum semaju sekarang, semua game ZUN hanya beredar di Jepang.

Kuil Hakurei

Dunia Touhou adalah Gensokyo, sebuah dunia fantasi yang dihuni oleh manusia dan makhluk-makhluk dalam mitos kuno Jepang. Di Gensokyo makhluk apapun yang bukan manusia disebut dengan Youkai, dan mereka bisa berupa hantu, roh, vampir, peri, penyihir, dsb. Dan seperti halnya manusia, mereka ini ada yang baik tapi ada juga yang jahat. Berabad-abad lalu Gensokyo adalah wilayah yang angker karena banyak youkai yang meneror manusia. Beberapa manusia yang berani kemudian dikirim kesana untuk mengusir dan memusnahkan mereka. Setelah perang yang panjang manusia berhasil mengalahkan Youkai. Gensokyo kemudian ditutup dari dunia luar dengan diberi pelindung pembatas yang tidak kelihatan oleh mata.

Manusia yang terlanjur tinggal di Gensokyo tidak akan bisa meninggalkan wilayah itu. Jika mencoba keluar, saat melalui pembatas mereka akan melihat rute yang sama terus-menerus. Begitu juga sebaliknya, manusia dari luar juga tidak akan bisa masuk ke Gensokyo. Sebagai penjaga batas antara dunia manusia dengan Gensokyo adalah Kuil Hakurei. Selama ratusan tahun kuil itu dijaga gadis suci yang tugasnya memusnahkan Youkai pengganggu. Yang paling populer adalah Hakurei Reimu. Sebagai tokoh utama sejak game pertamanya, Reimu digambarkan sebagai gadis periang, optimis dan sedikit punya rasa ingin tahu. Karena mahir ilmu mantra, Reimu sering memecahkan masalah di Gensokyo. Reimu adalah tokoh Touhou yang paling banyak disukai. Terbukti dari banyak polling yang selalu menempatkannya di posisi pertama.

Hakurei Reimu dalam cosplay diperagakan oleh Arisa Mizuhara 

Tahun 2002 ZUN keluar dari Amusement Makers dan mendirikan studionya sendiri yaitu Team Shanghai Alice. Uniknya, disini hanya ZUN seorang diri anggotanya. Era baru dunia digital dengan sistem operasi Windows membuat ZUN ingin mengembangkan Touhou. Masih di tahun yang sama ZUN merilis game keenamnya yakni Touhou Koumakyou – The Embodiment of Scarlet Devil. Game yang disebut sebagai perintis generasi kedua itu tampil lebih baik dalam hal grafis dan suara. Walau sudah klasik, diantara seri lainnya Touhou Koumakyou tetap dianggap yang paling fenomenal. Banyak developer lain yang membuat game Touhou berdasarkan cerita atau karakter didalamnya.

Touhou Koumakyou tetap mempertahankan Hakurei Reimu yang kini ditemani seorang penyihir yaitu Marisa Kirisame. Karakter baru juga diperkenalkan diantaranya Cirno si peri es yang bodoh, Patchouli si kutu buku, Sakuya si kepala pelayan yang mahir mengendalikan pisau, dan tentu saja Remilia sang vampir sekaligus pemilik Scarlet Devil Mansion. Untuk pertama kalinya Touhou Koumakyou menggunakan Spell Card System yang terus digunakan hingga kini. Sukses itu kemudian diikuti dengan game berikutnya yaitu Touhou Youyoumu – Perfect Cherry Blossom. Dengan karakter baru dan scoring mechanic yang unik, membuat Touhou Youyoumu tidak hanya disukai gamer Jepang, namun juga gamer barat yang membicarakannya di forum-forum internet. (Bersambung – Indoshotokan)

SANG PANGLIMA MELAWAN SEEKOR LEMBU JANTAN (3)

Matsumura melangkah ke singgasana raja. Dia memeriksa para penjaga. Semuanya siap. Ketika Matsumura akan meninggalkan tempat itu sang raja melihat dan memanggilnya. Matsumura membungkuk dengan hormat. Sambil mengunyah buah pir yang menjadi camilannya, sang raja berkata,”Kukira kau sudah siap menghadapi lembu itu?”

“Tentu saja Yang Mulia.” Jawab Matsumura.

“Aku tahu kau pasti akan melakukannya.” Raja berkata sambil memetik anggur dari mangkuk. “Kau belum pernah mengecewakanku.”

“Semoga ini bukan menjadi yang pertama.” Matsumura bicara pada dirinya sendiri seiring dia memberi hormat dan meninggalkan tempat itu. Raja yang kecewa adalah sebuah kabar buruk untuk bawahannya.

Matsumura mendengar namanya dipanggil. Dia melangkah ke tengah arena disambut sorak sorai para penonton. Dia merasa ketakutan muncul dalam dirinya. Dia mengambil napas dalam-dalam dan membuang jauh-jauh ketakutan dari pikirannya. Dia ingin melawan lembu itu dengan emosi dan pikiran yang tenang. Dia sudah mendengar suara ribut dari lembu yang merasa bosan di dalam kandang, berusaha menggedor kurungan dengan bahunya. Matsumura melihat lembu jantan itu sambil berharap rencananya akan berjalan mulus. Jika gagal, maka dia akan menanggung malu seumur hidup. 

Matsumura mengangguk pada penjaga kandang, yang kemudian membuka ikatan tali yang menahan pintunya agar tertutup. Lembu itu seolah melemparkan badannya keluar dan menyeruak tiba-tiba yang membuat para penonton terkesiap. Matsumura mengambil posisi kuda-kuda bertarung. Lembu itu melihatnya dan mulai mendekatinya. Matsumura menunggu. Lembu jantan itu berderap mengambil ancang-ancang. Matsumura tetap menunggu. Lembu itu berjalan mendekat sambil mengawasi Matsumura.

Matsumura minggir dengan cepat untuk membiarkan binatang itu lewat. Ketika bergerak, Matsumura tiba-tiba berteriak. Kiai Matsumura bergema ke udara seperti suara petir yang mengagetkan. Penonton mendadak terdiam. Lembu jantan itu memutar badannya melihat Matsumura. Untuk sesaat tidak terjadi apapun. Para penonton menahan napas. Matsumura dan lembu jantan itu saling memandang satu sama lain. Matsumura kembali mengeluarkan kiai. Wajah binatang itu menunjukkan dia kenal suara itu. Lembu itu berlari menjauh ke sisi arena. Matsumura mengikutinya. Dia kiai dan binatang itu kembali melarikan diri. Matsumurapun mengejarnya. Sorak-sorai penontonpun memecah. “Bushi! Bushi! Bushi!” Mereka berteriak. “Sang pendekar! Sang pendekar! Sang pendekar!”

Sang raja akhirnya berdiri. Dia mengangkat tangannya dan penonton perlahan kembali tenang.
“Matsumura,” sang raja berteriak. “Berdirilah di hadapanku.

Matsumura berjalan menjauh dari lembu jantan itu bersamaan dengan penjaga kandang dan pembantunya mengulurkan tali untuk mengembalikan binatang itu ke kandang. Dia berjalan ke seberang arena dimana sang raja berdiri dan diikuti dengan memberi hormat padanya.

“Matsumura,” sang raja berkata, “Kekuatanmu sungguh luar biasa. Bahkan lembu paling tangguh di negeri ini takut bertarung melawanmu. Sejak hari ini dan seterusnya kau akan dikenal sebagai ‘Bushi Matsumura.’ Sebagai penghargaan karena kau benar-benar pendekar yang tangguh.” (Indoshotokan)

Artikel ini diterjemahkan dari buku “Legend of the Martial Arts Master” yang ditulis oleh Susan Lynn Peterson dengan judul aslinya”The General Fights a Bull”. Editing dan alih bahasa oleh Bachtiar Effendi.

REVIEW GAME DOUJIN #35: 100% ORANGE JUICE

Sebuah video game kadang bisa menarik perhatian karena judulnya. Nah, ini terjadi pada 100% Orange Juice, yang awalnya Indoshotokan mengira sebuah merek minuman. Atau paling tidak, sebuah game yang berhubungan dengan makanan. Ternyata tidak, karena 100% Orange Juice adalah game yang “lebih segar” dari segelas jus jeruk. Awalnya pemain akan menghabiskan waktu untuk mempelajarinya, tapi setelah itu akan menikmatinya.

100% Orange Juice menceritakan Kai, seorang anak yang tiba-tiba masuk ke sebuah dunia fantasi dimana makhluk hidup dan mesin bisa terbang. Mengapa Kai bisa terdampar di dunia antah berantah itu? Tidak ada seorangpun yang tahu. Tapi seorang gadis bernama Marie Poppo yang membimbing Kai kesana. Di dunia yang asing itu kegelapan sedikit demi sedikit mulai menyelimuti. Kai tidak akan sendirian mengungkap misteri itu karena ada beberapa karakter lain yang juga terjebak didalamnya.

Sobat pasti penasaran, permainan seperti apa sih 100% Orange Juice ini? Pada dasarnya ini adalah gabungan antara permainan papan dan kartu. Mengapa judulnya Orange Juice? Ini karena semua tokohnya diambil dari game-game buatan developer Orange Juice seperti Acceleration of Suguri, Flying Red Barrel, QP Shu, ChristmaShu dan Sora. Setelah memilih satu dari empat karakter yang ada dan deck kartunya, pemain akan dibawa pada sebuah papan permainan ala ular tangga. Pemain harus mengumpulkan objektif tertentu sebanyak lima kali. Jika berhasil, maka pemain dinobatkan sebagai pemenang.  


Lantas apa sih objektif permainannya? Hanya ada dua macam; pertama adalah mengumpulkan bintang sebanyak yang diminta, dan yang kedua adalah mengalahkan musuh. Objektif kedua terbilang mudah karena di kotak tertentu ada musuh yang menjaga, dan pemain bisa menyerangnya jika kebetulan mendarat disana. Lalu bagaimana cara mengumpulkan bintang? Cara pertama dengan mengalahkan musuh, karena jika menang pemain akan mencuri separuh bintang milik mereka. Sebaliknya, jika pemain sering kalah dari musuh, maka separuh bintang yang dimiliki akan diambil. Cara kedua untuk mengumpulkan bintang adalah jika pemain mendarat di kotak spesial.

100% Orange Juice menggunakan dadu untuk bergerak, menyerang, bertahan dan menghindar. Di permainan papan biasanya pemain dengan mata dadu lebih besar sering diuntungkan. Tapi disini tidak selalu begitu. Setiap karakter punya statistik yang berbeda, dan dadu bisa mengurangi atau menambah angka statistik tadi. Sehingga ketika menyerang musuh angka yang keluar sering berbeda dengan mata dadu yang dihasilkan pemain. Jika baru bermain pasti akan kebingungan. Tidak begitu rumit kok sebenarnya. 

Setiap pemain juga mempunyai setumpuk deck kartu. Ada 12 kartu yang bisa dibawa ke permainan. Bergantung pilihan pemain, setiap kartu memberikan efek yang berbeda dan bisa menolong saat menyerang musuh. Misalnya beberapa kartu bisa menambah atau mengurangi attack dan defense. Pemain juga harus berhati-hati karena ada trap card alias kartu jebakan yang bisa mengurangi life points baik pada musuh atau pemain sendiri. Mulanya hanya 15% kartu yang terbuka, tapi seiring permainan kartu tambahan bisa diperoleh dengan jalan membeli di toko.


Satu-satunya nilai minus dari 100% Orange Juice adalah game ini tidak disertai petunjuk manual. Padahal peraturan permainan cukup membingungkan terutama bagi para newbie, walaupun akhirnya bisa juga dipelajari. Tapi jika melihat grafisnya yang warna-warni dengan karakter anime yang imut, membuat game ini terlalu sayang jika dilewatkan. Oh ya, keempat karakter mempunyai jalan cerita yang berbeda dan karena itu sebaiknya sobat mencobanya satu-persatu. Yang perlu diingat faktor “luck” atau keberuntungan sangat berperan disini. Jika di awal permainan sobat sering kalah, jangan menyerah dulu. Game ini akan terasa fun jika sobat sudah paham peraturannya.  

100% Orange Juice dirilis di Jepang tahun 2009 lalu, dan versi Inggrisnya dirilis oleh Fruitbat Factory tahun 2013. Dengan ukuran file yang tidak begitu besar, cukup 100 MB saja, membuat game ini sebaiknya dikoleksi. Sobat bisa mengunjungi situs resmi developernya disini, atau langsung mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)

KARATE SEBAGAI SEBUAH SENI BELA DIRI SPIRITUAL

Karate semakin berubah menjadi sebuah olah raga kompetisi. Ini satu alasan mengapa jumlah wanita yang berlatih karate terutama untuk membela diri kian berkurang. Namun disamping menjaga kesehatan, membela diri adalah tujuan yang sesungguhnya dan tetap menjadi sebuah hal terpenting dalam karate.

Ketika ayahku mengajar karate di Universitas Wanita Meijou, dia menemukan dua kata khusus bela diri untuk wanita. Kata yang pertama disebut Meijou yang merujuk pada nama sekolah itu yang berarti “Bintang yang Terang”. Kata yang lain disebut Aoyagi (berarti Pohon Willow Hijau) yang melambangkan keanggunan dan kelembutan. Kedua kata ini dibuat untuk pertarungan yang sesungguhnya. Keduanya mengandung teknik melawan serangan yang biasanya ditujukan pada wanita seperti merangkul dari depan atau belakang; dan pukulan yang menggunakan tenaga dari si penyerang. Tapi kedua kata ini sangat pendek dan tidak cocok untuk kompetisi, dan karena itulah sekarang tidak begitu populer.

Baru-baru ini aku membaca sebuah artikel di surat kabar Asahi Shimbun. Beritanya tentang seorang remaja SMU yang sedang berada di rumah ketika seorang pencuri masuk dan menyerangnya dengan sebilah pisau. Tapi anak itu cukup pintar dengan menghindari serangan dan berhasil kabur. Setelah itu dia berkata pada wartawan, “ Saat aku melihat pisaunya, tubuhku bereaksi spontan. Jika aku tidak berlatih karate aku akan dilumpuhkan oleh rasa takut.”

Untuk menggunakan karate sebagai bela diri, tidak cukup hanya belajar banyak teknik. Seseorang harus mengembangkan sebuah energi mental “ki” yang penting untuk menggerakkan kemampuan di saat yang dibutuhkan. Hal itu adalah ketika seseorang menghadapi bahaya yang tiba-tiba. Tidak peduli seberapa sering seseorang berlatih teknik, tanpa energi ini seseorang tidak akan bisa menggunakannya. Itulah sebabnya mengapa pendidikan mental begitu penting.

Mengembangkan “ki” begitu penting untuk semua seni bela diri, seperti pada judo, kendo dan iaido. Pendidikan mental diperlukan untuk menyingkirkan rasa gugup dan takut, sehingga bisa memfokuskan seluruh energi mental pada satu titik. Karena karate ditujukan pada kemampuan mempertahankan diri dengan tangan kosong, maka energi mental yang fleksibel sangatlah penting. Berdasarkan alasan tersebut seseorang dapat memilih karate sebagai seni bela diri untuk membentuk jiwa (ki no budo).

Tentu saja kondisi fisik juga mempengaruhi perkembangan seseorang secara umum. Dengan kata lain orang yang tidak punya kepercayaan diri atas fisiknya, juga lemah secara mental dan psikologis. Karena latihan karate mengembangkan seluruh tubuh – bahkan orang dengan kondisi lemahpun bisa mendapat fisik yang kuat setelah beberapa waktu – dan membangun dasar bagi kekuatan mental dan psikologis. (Indoshotokan)

Artikel ini diterjemahkan dari buku “Empty Hand – The Essence of Budo Karate” yang ditulis oleh Kenei Mabuni dengan judul aslinya”Karate as a Spiritual Martial Art”. Editing dan alih bahasa oleh Bachtiar Effendi.