Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

PRINSIP RAHASIA

Tidak punya taktik adalah sumbernya cedera serius (baca: sedikit belajar adalah hal yang berbahaya) adalah pepatah yang sering diucapkan. Hal serupa dalam bela diri, jika orang hanya mempunyai sedikit pengetahuan, maka dia bertindak ceroboh dan bisa jadi mendapatkan cedera serius seumur hidup. Karena itulah orang harus senantiasa ingat untuk selalu berhati-hati.

Prinsip rahasia dari seni bela diri bukanlah untuk menaklukkan si penyerang, melainkan menghindari masalah sebelum itu terjadi. Menjadi sasaran kejahatan adalah tanda bahwa pertahanan seseorang terbuka, dan karena itu hal yang penting adalah waspada setiap saat. Sebisa mungkin orang harus menghindari berjalan seorang diri di malam hari, dan ketika hal itu mustahil dilakukan, seseorang harus mengambil jalan memutar untuk menghindari daerah yang berbahaya.

Bahkan jika sudah melakukan tindakan pencegahan seseorang masih bernasib sial dan diganggu orang jahat, maka lebih baik melarikan diri. Berlari sejauh mungkin mencari perlindungan di rumah orang lain atau berteriak minta tolong adalah cara terbaik untuk membela diri. Ketika diganggu, kebanyakan wanita merasa malu hingga tidak mau mencari perlindungan di rumah orang atau meminta bantuan orang lain. Tetapi terlalu malu di saat seperti itu hanya akan menjadi sasaran empuk dari para pengganggu.

Ketika tidak ada jalan meloloskan diri, atau seseorang sudah tertangkap sebelum berhasil melarikan diri, maka menggunakan teknik bela diri bisa menjadi pilihan pertama yang bisa dipertimbangkan. Bahkan pada situasi seperti itu jangan menunjukkan niat untuk menyerang, namun pertama-tama biarkan si penyerang menjadi tidak waspada. Pada saat itu seranglah dia, konsentrasikan semua tenaga pada satu serangan di titik vital. Dan saat penyerang terkejut segeralah lari dan cari tempat perlindungan atau pertolongan. Adalah penting untuk tetap waspada dan sadar saat kejadian itu dan bahkan ketika situasi sudah aman.

Saat melancarkan sebuah serangan pada si penyerang, menggunakan seluruh tenaga dan akurat bukanlah satu-satunya hal penting yang bisa diperhatikan. Jika serangan itu tidak berhasil, maka si penyerang akan semakin beringas, dan ini adalah sesuatu yang tidak boleh dilupakan. Menggunakan semua tenaga pada sasaran yang tepat dengan seluruh jiwa dan pikiran memang ditekankan. Tapi hal penting lainnya adalah membela diri hanya dilakukan setelah pertimbangan tidak ada lagi jalan keluar yang lain. (Indoshotokan)

Artikel ini dikutip dan diterjemahkan dari buku “Karate-Do Kyohan: The Master Text” yang ditulis oleh Gichin Funakoshi dengan judul aslinya “Secret Principles”. Editing dan alih bahasa oleh Bachtiar Effendi.

SANG GURU: KISAH ANKOH ITOSU (3)

DUEL MELAWAN TOMOYOSE
 

Keberhasilan Itosu mengalahkan banteng liar menjadi pembicaraan hangat di seantero negeri. Itosu yang sebelumnya tidak terkenal kini dibandingkan dengan jawara wilayah lain. Sejak berakhirnya penjajahan samurai Satsuma persaingan tode antara tiga wilayah besar di Okinawa kian mengemuka. Ini karena penduduk tidak menemukan musuh bersama lagi. Sehingga rumor adanya jagoan yang kuat biasanya akan cepat tersebar. Saat itu duel antar pendekar hanya untuk membuktikan siapa yang terkuat sudah menjadi hal yang lazim.

Dibanding dua wilayah lainnya, nama jagoan dari Naha lebih berkibar karena sering menjadi pemenang. Akibatnya orang-orang memandang miring pada jagoan Shuri dan Tomari. Dari sekian banyak juara dari Naha, nama Tomoyose sering diunggulkan. Kabarnya Tomoyose tidak hanya piawai bela diri tapi juga berbadan besar dan bertenaga kuat. Tapi tabiatnya yang buruk akibat mabuk kemenangan membuatnya menjadi sombong.

Nama besar Tomoyose akhirnya sampai juga ke telinga Itosu. Bukan kemampuannya yang menarik perhatian Itosu karena Itosu sendiri sebetulnya tidak suka mencari keributan. Mendengar Shuri-te sering diremehkan dan hanya dianggap tarian membuat Itosu tidak begitu senang. Mengetahui Tomoyose sebagai yang terbaik, Itosu lalu mengajukan sebuah tantangan resmi. Konon sebelum melayangkan surat tantangan Itosu sempat meminta ijin pada Matsumura. Sang guru menyetujui dengan alasan duel itu semata-mata hanya untuk menguji kemampuan dan tidak lebih. Kelanjutannya bisa ditebak, Tomoyose setuju dan menerima tantangan Itosu.

Di hari pertarungan yang sudah disepakati para penonton terlihat sangat ramai memadati pinggir panggung. Mereka sangat antusias melihat idola mereka akan merobohkan jagoan Shuri sekali lagi. Sebagai penantang, Itosu datang lebih awal ke arena duel. Karena sang jawara belum datang, ada tiga orang yang penasaran ingin mencoba kebolehan Itosu. Mereka tampaknya bisa bela diri tapi tidak tahu siapa yang ditantangnya itu.

Itosu tampaknya tidak keberatan dengan tantangan mereka dan mempersilakan ketiganya maju sekaligus. Hanya dalam beberapa jurus saja Itosu sudah membuat ketiga lawannya tersungkur. Penonton sepertinya tidak begitu antusias dengan duel pemanasan itu. Mereka hanya menganggap kemenangan Itosu sebagai kebetulan saja. Mengetahui hal itu Itosu kemudian berteriak pada penonton, “Apa-apan ini! Kukira di Naha ada petarung yang terbaik? Ternyata tak ada seorangpun disini yang layak!”  

“Kau bahkan belum bertarung melawanku!” Tiba-tiba sebuah suara keras bergema dari salah satu sudut arena. Ternyata dia adalah Tomoyose, sang jawara yang sedari tadi memperhatikan pertarungan Itosu. Melihat bintang idola mereka sudah muncul, para penonton bersorak lebih meriah. Mereka segera sibuk memasang taruhan untuk kemenangan Tomoyose dan kekalahan Itosu. Melihat orang-orang tidak mendukungnya tidak membuat nyali Itosu menjadi ciut. Dia lebih berkonsentrasi melihat lawan yang baru dilihatnya pertama kali itu. 

Apa yang menjadi buah bibir masyarakat Okinawa selama ini ternyata bukan isapan jempol. Postur Tomoyose memang tinggi besar dan sepertinya begitu pula tenaganya. Karena fisik lawan lebih unggul, Itosu sadar ini akan menjadi pertarungan yang sangat berbahaya. Itosu berpikir keras mencari cara untuk menyelesaikan pertarungan secepatnya. Dia tidak boleh kalah karena nama baik daerahnya juga ikut dipertaruhkan. Sebaliknya, Tomoyose tampaknya kian percaya diri melihat lawan lebih kecil darinya. Dengan dukungan penuh dari penonton, Tomoyose yakin akan meremukkan Itosu dalam beberapa gerakan saja.   

Begitu kedua petarung memasuki panggung, tidak berapa lama duelpun segera dimulai. Sebuah pukulan keras tiba-tiba mengarah deras ke tubuh Itosu. Sepertinya Tomoyose tidak ingin berbasa-basi untuk menghabisi penantangnya. Beruntung Itosu lebih sigap dan bisa menghindarinya. Orang biasa mungkin sudah cedera parah jika terkena langsung. Mengetahui kekuatan lawan yang hebat, Itosu berpikir tidak ada gunanya mengadu tenaga. Dengan sabar Itosu mengelak kesana kemari sambil sesekali menangkis. Dia berusaha mencari titik lemah lawannya dan menunggu kesempatan untuk menyerang balik. (Bersambung – Indoshotokan).

REVIEW GAME DOUJIN #18: KAMUI

Sebagai penutup kisah dalam trilogi The Tale of ALLTYNEX, Siter Skain merilis Kamui di bulan Desember 1999. Game kedua yang dikembangkan setelah Reflection ini dinobatkan sebagai salah satu game arcade shooting terbaik yang pernah ada untuk Windows PC. Karena game lawas Kamui mempunyai grafis yang tidak bisa diharapkan. Sayangnya ketika versi Inggrisnya dirilis tahun 2013, Nyu Media tidak merombak grafisnya menjadi lebih baik. Walau begitu Kamui dianggap sempurna dalam hal gameplay, musik dan tingkat kesulitannya. Secara garis besar Kamui adalah game doujin yang sangat mirip dengan serial Ray dari Taito (Ray Crisis, Ray Storm).

Beberapa waktu setelah even dalam RefleX, manusia bumi masih terus memulihkan diri akibat kerusakan perang dengan bangsa Raiwat. Untuk memulihkan jaringan komputer dan AI (Artificial Intelligence) yang telah rusak, manusia berpikir membuat sistem yang lebih canggih.  Salah satu ilmuwan terbaik bernama Dr. Xaffiquel de Alice menemukan cara menghubungkan otak manusia dengan komputer untuk membuat sebuah senjata yang lebih hebat. Meski banyak yang meragukan, penemuan itu terbukti berhasil.

http://i.imgur.com/k9mPkpP.jpg

Ironisnya, anak perempuan dari Dr. Xaffiquel yang bernama Panaffil belakangan diketahui mempunyai kekuatan supranatural. Tidak mampu menyembunyikan kenyataan itu, Panaffil dipilih oleh pihak militer sebagai subyek penelitian dengan menggunakan hasil penemuan ayahnya. Geram dan kecewa dengan tindakan itu, Dr. Xaffiquel berniat membalas dendam pada seluruh manusia. Dia mentransfer otaknya sendiri ke komputer Adjudicator di luar angkasa. Tidak hanya itu, Alltynex yang sebelumnya telah hancur kini dibangun kembali untuk membantu usahanya.

Sayang sekali, Alltynex tetaplah komputer yang jahat. Alltynex mengkhianati Dr. Xaffiquel dan kembali mengambil alih seluruh kekuatan militer manusia bumi. Hanya tersisa satu pesawat tempur Kamui dengan otak Panaffil didalamnya. Kini Kamui yang berhasil lolos harus berjuang menghancurkan Alltynex dan Adjudicator demi menyelamatkan manusia dari kehancuran.

http://i.imgur.com/hbPopvG.jpg

Bermain Kamui para pemain veteran pasti akan langsung teringat dengan Ray Crisis dan Ray Storm, game arcade shooting Taito yang hit di tahun 1990-an. Desain pesawat Kamui berikut kemampuannya sangat mirip dengan RVA-818 X-LAY di Ray Crisis. Kamui mempunyai tiga senjata, yaitu standar, lock-on lightning system dan lightning laser. Senjata standar berupa tembakan berkekuatan medium yang menyebar ke segala arah. Senjata ini efektif menghancurkan musuh di udara yang sejajar dengan pesawat pemain.

Ada musuh di darat yang tidak bisa dijangkau oleh pesawat pemain. Untuk menghancurkannya Kamui harus menembakkan lock-on lightning system yang bentuknya mirip dengan peluru pelacak. Pada dasarnya sistem ini sama dengan game Ray Crisis, dimana sebelum menembak pemain harus mengunci lebih dulu target di darat. Perbedaannya setelah tembakan lock-on yang terakhir pemain harus menunggu energi terisi lebih dulu. Ketika energi siap dan ground target telah terkunci, barulah pesawat akan menembakkan banyak homing laser.

http://i.imgur.com/5AN7UhH.jpg

Senjata ketiga dan terkuat adalah lightning laser yang mampu menghancurkan semua musuh dan peluru dalam jangkauannya. Mirip seperti Reflex, dalam Kamui baik lightning laser dan lock-on lightning system terhubung dengan Thunder Meter yang letaknya di pojok kiri bawah layar. Tiap kali kedua senjata ini digunakan maka akan menguras Thunder Meter. Perlahan-lahan Thunder Meter akan terisi dengan sendirinya. Namun karena membutuhkan waktu, maka pemain mesti mengetahui kapan menggunakan senjata spesialnya.

Kamui adalah game yang pendek karena hanya mempunyai 6 stage dan bagian terakhir hanya boss battle melawan Adjudicator. Walau tingkat kesulitannya tinggi, pemain mempunyai jumlah continue yang tidak terbatas. Jika sobat adalah penggemar sejati game shooting, maka grafis low-res dalam Kamui tidak akan menjadi halangan. Indoshotokan telah mencoba sendiri game ini dan gameplaynya memang menantang. Silahkan kunjungi situs resmi gamenya disini atau langsung mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)

REVIEW GAME DOUJIN #17: REFLEX

Sekitar tahun 1997 silam Ysuer (sekarang Siter Skain) membuat sebuah game shooting untuk PC berjudul Reflection. Karena versi beta, hanya sedikit saja orang yang tahu game dengan tiga stage itu. Agaknya Reflection mempunyai nilai historis bagi Siter Skain hingga mereka me-remakenya dalam RefleX yang dirilis tahun 2008 lalu dalam even Comiket 74. Game ini menjadi hits dan diterima sangat baik oleh gamer Jepang yang memang menyukai genre vertical shooting game. Popularitas RefleX membuat Nyu Media mentranslasikannya dalam trilogi The Tale of ALLTYNEX. Secara garis besar tidak ada perbedaan antara versi Jepang dan Inggris.

Bertahun-tahun setelah even dalam kehancuran ALLTYNEX, manusia di bumi memasuki masa damai. Seluruh negara di dunia kemudian berinisiatif membentuk satu tatanan dunia baru dengan kesatuan ekonomi dan militer. Meski seluruh penduduk dunia tidak setuju, mereka tidak berani menentang kekuasaan pemerintah yang korup. Hanya ada satu kelompok kecil pemberontak bernama “Valkyness” yang berani melawan. Namun akibat perbedaan kekuatan senjata membuat perlawanan mereka tidak berarti apa-apa.

Keadaan berbalik setelah Dr. Denys bergabung dengan pemberontak dan berhasil mengembangkan “S.S.S” (Shield Shot System) dari material misterius. S.S.S kemudian diintegrasikan ke pesawat tempur “Phoenix Mk. 2”. Kemampuan dari sistem baru ini membuat pesawat tempur menjadi lebih tangguh karena bisa memantulkan tembakan musuh. Dengan kekuatan baru ini para pilot yang terpilih menjadi harapan terakhir para Valkyness. Misi perlawananpun diberi kode “Operation Reflex.”

http://i.imgur.com/7LPpIrU.jpg

Phoenix Mk. 2 terbukti berhasil menghancurkan pesawat tempur terbaik pemerintah. Tidak hanya itu basis militer pemerintah di bulanpun berhasil dihancurkan dan direbut hanya oleh satu pesawat ini. Tapi ancaman yang sebenarnya baru menghampiri bumi. Sebuah meteor raksasa menjadi mimpi buruk manusia karena dihuni oleh makhluk asing bernama “Raiwat.” Mereka mengklaim sebelumnya adalah manusia bumi yang terusir ke bulan dan berevolusi mirip serigala untuk bertahan hidup. Tidak ada pilihan lain, pemberontak Valkyness harus bersatu dengan pemerintah untuk menghadapi Raiwat dengan 12 pesawat ZODIACnya.

Sesuai judulnya, Phoenix Mk. 2 mempunyai kemampuan untuk memantulkan tembakan musuh. Laser berwarna biru dapat dipantulkan dan laser berwarna ungu akan diserap. Satu-satunya tembakan yang harus dihindari adalah misil karena tidak dapat dipantulkan dan menembus perisai pesawat pemain. Walau begitu perisai tidak bisa digunakan sesuka hati karena akan menghabiskan energy meter. Senjata pemain juga berhubungan dengan energy meter. Jika energy meter rendah, maka kekuatan senjata juga semakin lemah.

http://i.imgur.com/zAHTXoP.jpg

Pemain hanya dibekali dengan tembakan standar dan tanpa bom. Tidak ada power up atau item apapun seperti yang biasanya dijatuhkan musuh dalam game shooting umumnya. Phoenix Mk. 2  maksimal hanya bisa menerima 6 kali hit sebelum hancur. Kunci untuk bertahan hidup dalam game ini adalah pemain bisa menentukan saat yang tepat memakai shield agar bisa memberikan damage besar pada musuh.   

Game seperti RefleX sebenarnya sudah bisa dimainkan di ponsel atau smartphone saat ini. Sayang sekali karena Nyu Media tidak merombak grafisnya dengan resolusi yang lebih tinggi. Bicara gameplaynya, RefleX memang cepat tapi adiktif. Tingkat kesulitan lebih menantang daripada ALLTYNEX Second, dan inilah bagian yang paling menarik. Pemain tidak mungkin tamat dengan hanya sekali bermain. Masih penasaran? Sobat gamer bisa mengunduh gamenya disini atau melihat lebih banyak informasinya di situs resminya disini. (Indoshotokan)

REVIEW GAME DOUJIN #16: ALLTYNEX SECOND

Bosan main game arcade shooting yang itu-itu saja? Kalau begitu sobat gamer harus mencoba ALLTYNEX Second. Game doujin buatan Siter Skain ini dirilis tahun 2010 yang lalu dalam even Comiket 78 dan kemudian dibuatkan versi Inggrisnya oleh Nyu Media dalam trilogi The Tale of ALLTYNEX tahun 2013. The Tale of ALLTYNEX  sendiri adalah novel berbahasa Jepang berdasarkan gamenya yang dirilis oleh Siter Skain tahun 2011. ALLTYNEX Second adalah remake dari game originalnya yaitu ALLTYNEX yang muncul di FM Towns, sebuah komputer yang hanya ada di Jepang.

Sebagai game yang terbaru, cerita dalam ALLTYNEX Second justru yang paling awal dalam triloginya. Sehingga kronologisnya adalah ALLTYNEX Second, RefleX dan ditutup dengan Kamui. Mirip dengan game doujin lain berjudul Ether Vapor, genre permainan adalah 2.5D shooting game. Artinya gameplay permainan adalah dua dimensi, namun grafis dan cutscene dibuat dalam tiga dimensi. Hal ini membuat pengalaman bermain yang berbeda sekaligus menyenangkan.

Jauh di masa depan, tepatnya tahun 2192, manusia membangun komputer canggih multi fungsi bernama ALLTYNEX yang sanggup mengatur kehidupan mereka. Bencana besar kemudian terjadi setelah ALLTYNEX disusupi virus asing Satariel. Akibatnya ALLTYNEX menjadi tidak terkendali dan melakukan pemusnahan massal pada manusia di bumi hingga 85% saja populasi yang tersisa. Karena bumi telah dikuasai mesin dan komputer, manusia yang masih bertahan hidup kemudian meloloskan diri ke planet lain di tata surya. Walau demikian, manusia tetap berupaya merebut kembali bumi yang menjadi rumah mereka hingga perang dengan ALLTYNEX terus terjadi selama 40 tahun.

http://i.imgur.com/U52CHNG.jpg

Tahun 2232 salah koloni manusia di Planet Jupiter mendapat kabar bahwa ALLTYNEX tengah kelebihan beban yang membuatnya pertahanannya lemah. Melihat ini sebagai satu-satunya kesempatan, manusia lalu meluncurkan seluruh pesawat tempur terbaik mereka yaitu Armed Saboteur. Misi mereka hanya satu: hancurkan inti ALLTYNEXX dan rebut kembali bumi. Good luck, pilot!

Pemain berangkat dari luar angkasa setelah meluncur dari pesawat induk dan akan segera disambut hujan peluru. Sebagai salah satu pilot dari Armed Saboteur, pesawat pemain dapat bertransformasi menjadi 2 bentuk, yaitu tipe pesawat dan semi robot yang bentuknya mirip Gearwalk di anime Macross. Dalam setiap bentuknya Armed Saboteur dibekali dengan dua senjata, standar dan spesial. Sehingga total ada 4 jenis senjata dengan kelebihan dan kekurangannya.

http://i.imgur.com/5r6Ki0b.jpg

Dalam mode pesawat senjata standar berupa tembakan frontal yang dapat ditingkatkan hingga lima level. Senjata spesial berupa homing missiles atau misil pelacak yang akan mengejar target yang muncul di layar. Walau senjatanya tidak begitu kuat, kelebihan mode pesawat adalah pesawat bisa bergerak lebih lincah dan pemain dapat menyerang dari jauh. Dalam mode semi robot senjata standar berupa pedang laser yang mampu menangkis peluru dan jika mengenai musuh memberikan damage yang besar. Senjata spesial berupa laser super besar yang berdaya perusak tinggi. Seluruh senjata dalam mode robot jauh lebih powerful, namun gerak pemain lebih lambat.  

Berbeda dengan game shooting pada umumnya, dalam permainan tidak akan ditemui power up atau bonus yang meningkatkan senjata pemain. Kekuatan senjata berhubungan dengan energy gauge yang akan menurun tiap kali senjata spesial dikeluarkan. Energy gauge akan pulih perlahan-lahan dengan sendirinya. Atau dapat dipercepat dengan jalan mengambil chip dari musuh atau peluru yang dihancurkan. Sedikit tips, untuk mendapatkan chip besar dalam jumlah banyak maka mode semi robot adalah yang terbaik.

http://i.imgur.com/9YnDFSY.jpg

Meraih skor tinggi adalah tantangan utama dari sebuah game shooting. ALLTYNEX menyediakan chain system dimana skor pemain akan berkelipatan setiap kali melakukan combo. Semakin banyak musuh dihancurkan dan pemain tidak tersentuh oleh peluru, maka nilai combo akan terus naik begitu pula skornya. Nilai chain berkelipatan 2 dan maksimal 16 yang dimulai dari 200, 400, 800, sampai dengan 25600 point.

Overall, ALLTYNEX Second adalah sebuah game shooting arcade dengan gameplay yang brilian dan impresif. Desain pesawat dan robot-robotnya benar-benar keren dan khas ala Jepang. Penggemar anime Macross mungkin akan menyukai game ini. Cerita dalam permainan memang tidak begitu spesial, namun efek grafis dan kualitas audionya termasuk yang terbaik. Nah, bagi sobat gamer yang ingin mencari tahu informasi lebih jauh tentang game ini bisa mengunjungi situs resminya disini. Tidak sabar ingin menembak? Silahkan mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)

REVIEW GAME DOUJIN #15: IMPETUTH

Di sebuah dunia fantasi yang tidak bernama, para iblis, roh dan manusia hidup dalam keseimbangan. Tersebutlah Els, seorang pemuda yang berkeliling dunia demi mengasah ilmu pedangnya. Setelah tiga tahun berpetualang, Els kembali ke kampung halamannya. Tapi betapa terkejutnya dia saat mendapati desanya telah hancur menjadi puing-puing.

Bingung dan terkejut, tiba-tiba Els mendengar suara dari roh misterius. Suara itu mengatakan jika keseimbangan antara dunia iblis, roh dan manusia telah terganggu. Akibatnya para iblis masuk ke dunia manusia dan membuat kekacauan. Saat keributan itu terjadi para iblis telah menculik teman masa kecil Els yaitu Putri Freesia. Tidak ada pilihan lain, Els harus berangkat demi menyelamatkan sang putri dan mengembalikan kedamaian di dunianya.

Impetuth adalah sebuah game action shooting dari developer indie Jepang O-Games yang dirilis dalam even Comiket 75, 2008. Bermain Impetuth rasanya kembali ke era 16-bit saat kejayaan konsol SNES dan SEGA Megadrive. Tidak hanya ceritanya, gameplay permainan ini juga terbilang klasik alias “old school.” Sepertinya sang developer ingin mengingatkan pemain pada masa lalu betapa asyiknya saat menghabiskan koin di mesin arcade.

Dengan 5 stage dan 21 area berbeda, Impetuth terbilang singkat. Sebagai Els, pemain akan bergerak vertikal mengikuti kamera yang berjalan otomatis. Tugas pemain adalah menembaki moster-monster yang muncul di layar. Menembak? Yap, betul sekali. Rasanya memang sedikit aneh karena bukankah Els adalah swordman. Mengapa dia tidak pernah mengayunkan pedangnya? Musuh-musuh menembakkan peluru yang harus dihindari pemain. Pemain akan langsung mati jika menabrak musuh atau peluru.

http://i.imgur.com/Hf9hkyc.png

Tidak mungkin jika Els berjuang seorang diri. Karena itu ada banyak bantuan dan bonus yang muncul di layar. Jika Els berhasil menyelamatkan prajurit atau penduduk dari monster atau jebakan, mereka akan bergabung dengan pahlawan kita. Mereka akan menembak secara otomatis dan bisa juga digunakan sebagai perisai. Dengan begitu Els tidak akan cepat mati.

Dalam permainan bonus tersedia dalam peti harta karun. Ada peti yang terlihat dan ada juga yang tersembunyi. Bonus yang diberikan biasanya berupa power-up seperti senjata, perisai dan nyawa tambahan. Untuk mendapatkan bonus di peti yang tersembuyi, pemain hanya perlu menebak, rajin menembak ke dinding batu atau lokasi tertentu, dan mengingat letaknya saja. Oh ya, jika mendapat bonus berupa POW, maka senjata pemain bisa diupgrade hingga tiga level dan juga memulihkan kesehatan teman-teman Els.  

Impetuth memang tidak menawarkan hal yang baru, tapi genre shooting seperti ini sudah semakin jarang ditemukan di PC. Tidak ada salahnya mencoba game yang satu ini, toh ukurannya juga tidak besar. Seperti biasa, sobat bisa mengunjungi situs resmi developernya disini yang tersedia dalam dua bahasa, Jepang dan Inggris. Jika ingin memainkannya sobat bisa mengunduh gamenya disini. (Indoshotokan)

SANG GURU: KISAH ANKOH ITOSU (2)

DUEL YANG PERTAMA
 

Itosu mungkin bukan murid Matsumura yang terbaik, tapi dia sudah mendapatkan banyak pelajaran dari gurunya itu. Latihan yang berat telah membuat tubuhnya terlihat tegap dan kuat. Di masa mudanya Itosu terkenal berkat aksi-aksi heroiknya. Namanya dikenal banyak orang karena sering terlibat dalam pertarungan yang berbahaya. Pertarungan pertamanya terjadi saat Itosu dalam perjalanan menuju ke Naha. Tidak sengaja dia melihat orang-orang berlari ketakutan kesana-kemari. Karena penasaran, Itosu mencoba mendekat demi mencari tahu apa yang terjadi.

Rupanya seekor banteng liar yang sedianya disiapkan untuk acara duel sedang mengamuk. Banteng itu seolah tahu bahwa dia akan menghadapi kematian. Menolak untuk dibawa paksa oleh orang-orang, binatang itu berontak untuk meloloskan diri. Amukannya sungguh dahsyat karena sudah membuat beberapa orang terluka parah. Arena pertunjukan berupa pagar kayu seharusnya sudah cukup kokoh untuk menahannya. Tapi serudukan hebat binatang liar itu membuat pagar seolah tidak berarti apa-apa.

Saat panitia sudah tidak mampu lagi mengatasi tandukan liarnya, mata banteng itu tertuju pada Itosu yang berdiri di kejauhan. Melihat Itosu sebagai lawan terakhirnya, banteng marah itu mendengus keras disertai dengan ancang-ancang kearah calon korbannya. Orang-orangpun berteriak memperingatkan Itosu agar segera menyingkir. Itosu bisa saja menghindar, tapi dia berpikir jika banteng itu tidak segera dikalahkan akan semakin banyak korban berjatuhan. Dengan tenang Itosu melangkah maju sambil mempersiapkan diri menyambut tandukan lawannya.

Dengan gerakan mengelak kesamping, Itosu menghindari serudukan banteng liar itu. Tidak membuang waktu, Itosu segera meraih kedua tanduknya dan diikuti kuncian yang kuat di lehernya. Banteng itu semakin marah karena cekikan Itosu dan berusaha membebaskan diri dengan berlari tak tentu arah. Itosu memang sengaja mencekiknya agar binatang itu lemas kehabisan napas. Dan benar saja, setelah pergulatan yang menguras tenaga, akhirnya gerakan banteng itu mengendur karena kelelahan. Tidak berapa lama binatang liar itupun tersungkur ke tanah.

Agar tidak mengamuk lagi, Itosu menenangkan banteng itu dengan jalan menekan tubuhnya ke tanah. Beberapa orang kemudian segera membawa dan mengikatnya. Versi lain dari cerita ini adalah Itosu membunuh banteng itu dengan mematahkan tulang lehernya. Mana yang benar memang tidak bisa dipastikan. Yang jelas, setelah pertarungan itu Itosu melanjutkan perjalanannya ke Naha. Di kota pelabuhan itu dia bertemu dengan Nagahama Chikudon yang bersedia menerimanya sebagai murid.  

Siapa sebenarnya Nagahama Chikudon? Teknik apa yang dikuasainya? Sayangnya sangat sedikit catatan sejarah yang menceritakan sosoknya. Yang jelas, Nagahama juga diberikan gelar “Peichin” oleh masyarakat Okinawa. Sebuah gelar yang juga diberikan pada Sakugawa dan Takahara, dua legenda klasik karate Okinawa. “Peichin” adalah gelar bagi tokoh yang sudah tidak diragukan lagi kepandaian dan ketangguhannya.

Itosu sebenarnya sangat menikmati latihan bersama Nagahama, tapi tidak banyak hal baru yang diperolehnya. Nagahama ternyata hanya memfokuskan pada latihan fisik dan bukan bela diri. Sehingga walau tubuh Itosu menjadi semakin kuat, tetap saja teknik bela dirinya tidak ada kemajuan. Nagahama rupanya menyadari hal itu dan berkata pada Itosu jika saat ini teknik bela diri lebih penting. Sebelum kematiannya dia menasihati Itosu agar mencari guru lain yang lebih pantas.

Kematian gurunya menjadi pukulan berat bagi Itosu. Hatinya dipenuhi kebimbangan, menyesal dan putus asa. Dia tidak tahu harus kemana lagi. Itosu sempat berpikir untuk kembali pada Matsumura, tapi dia sudah terlanjur meninggalkannya. Mencari guru yang tepat bukanlah perkara yang mudah. Itosu lalu memutuskan untuk mencoba ujian bekerja sebagai pegawai pemerintah. Berkat bantuan dari sahabatnya yaitu Azato, dia berhasil lulus dalam ujian itu. (Bersambung – Indoshotokan)