Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

SANG AKTOR - JACKIE CHAN

Nama aktor laga seperti Jet Li, Sammo Hung dan Donnie Yen tentu sudah akrab di telinga para penggemar film laga Mandarin. Begitu pula Jackie Chan tentu sudah tidak asing lagi. Jackie Chan terkenal sebagai aktor laga serba bisa. Bagaimana tidak, selain mahir bela diri, Chan mampu mengkombinasikan antara aksi humor dan aksi nekat berbahaya plus akrobatik yang dilakoninya sendiri. Belakangan ciri khas ini menjadi ikon sekaligus imagenya yang mampu mengantarnya hingga menembus Hollywood.


Jackie Chan tercatat dalam Guinnes World Record sebagai aktor yang paling banyak melakukan aksi berbahaya tanpa peran pengganti. Yang jelas, karena aksi nekatnya di setiap filmnya tidak ada satupun perusahaan asuransi jiwa yang mau menandatangani kontrak dengan film-film Chan. Disamping terkenal sebagai aktor laga, Chan juga mampu berolah vokal. Dari tahun 1984 sampai sekarang kurang lebih ada 10 album Chan. Jumlah ini tidak termasuk album kompilasinya.

Jackie Chan mungkin merupakan aktor paling potensial setelah era Bruce Lee sejak gaya aktingnya yang orisinil. Seperti ditulis dalam biografinya Chan menyatakan gaya aktingnya yang seperti saat ini sebetulnya juga reaksi karena banyaknya orang-orang yang mengeksploitasi gaya Bruce Lee baik sebagian atau seluruhnya. Jika Bruce Lee tampil sebagai model karakter pahlawan pembela kebenaran yang selalu tampil gagah dan kharismatik, maka Chan tampil dengan karakter yang apa adanya. Konyol, terlihat bodoh, tipikal orang biasa yang mudah dipengaruhi dan kadang-kadang menggelikan.

Lahir tanggal 7 April 1954, Chan lahir dengan nama Chan Kong Sang di Victoria Peak Hongkong. Keluarga Chan adalah pengungsi perang sipil di Cina yang kemudian bekerja di Kedutaan Perancis di Hongkong sebagai koki dan urusan rumah tangga, walaupun akhirnya mereka berimigrasi ke Australia. Nama Chan Kong Sang sendiri berarti “lahir di Hongkong”. Nama Jackie Chan diperolehnya ketika bekerja sebagai pekerja bangunan di Canberra Australia. Saat itu seorang rekannya bernama Jack membantunya, dan Chan selanjutnya Chan dipanggil “Little Jack”. Nama ini kemudian hari disingkat dengan “Jackie”.

Dalam urusan sekolah, Chan (ketika anak-anak dijuluki Pao-Pao yang berarti “bola meriam” karena kebiasaannya yang suka keluyuran kesana kemari) bukanlah termasuk anak yang pintar, bahkan tidak naik kelaspun pernah dialaminya hingga dua kali. Karena itu ayahnya membawanya kembali Hongkong. Perkenalan Chan dengan Master Yu Jan Yuen menjadikannya terlibat dalam suatu pertunjukan opera tradisional Cina. Pekerjaan ini menuntut Chan selalu berlatih keras bela diri dan gerakan akrobat. Dari sini pula Chan kemudian berkenalan dengan Yuen Wah dan Corey Yuen (terkenal sebagai koreografer berbagai film laga) dan Chan juga berkawan dekat dengan Sammo Hung dan Yuen Biao, mereka dijuluki sebagai “Tiga Naga”.

Chan berlatih begitu banyak bela diri. Mulai dari gaya Wing Tsun dari Master Leung Ting, Tong Long (belalang sembah) dan gaya Bak Mei yang dipelajarinya selama di opera Cina. Tidak hanya itu, Chan juga belajar Hapkido, tinju, Judo, Taekwondo dan gaya Hei Long untuk mendukung aksi filmnya.

Karirnya dalam dunia film diawali tahun 1971 ketika dirinya berperan sebagai aktor pengganti dalam film Fist of Fury dengan Bruce Lee sebagai aktor utamanya. Tahun 1976 Chan ditawari Lo Wei, seorang sutradara yang saat itu sedang menggarap film bertemakan Bruce Lee yang berjudul New Fist of Fury. Chan diminta Lo Wei menjadi model Bruce Lee. Namun film ini gagal sejak karena Chan dianggap tidak mempunyai gaya bela diri yang mirip dengan Bruce Lee. Sejak saat itu Chan aktif terlibat dalam dunia akting dengan menampilkan gaya bela dirinya. Adalah Drunken Master yang diproduksi tahun 1979 yang sukses pada saat itu dan melambungkan namanya, disamping karena Chan mendapat dukungan akting bersama rekannya di opera Cina dulu.

Tahun 1980 Chan bergabung dibawah Golden Harvest. Sejak tahun ini pula Chan berakting bersama Sammo Hung dan Yuen Biao – “Tiga Naga” – dalam film Project A. Film ini sukses besar dan mendapat penghargaan dengan berhasil meraih posisi ke-3 dalam ajang Hongkong Movie Awards. Setelah film ini Chan membentuk Jackie Chan Stunt Team, sekelompok orang yang mahir bela diri dimana Chan melatih mereka untuk dipergunakan dalam filmnya. Kebersamaan akting Tiga Naga dilanjutkan dalam film trilogi Lucky Stars (1983 – 1985), Heart of Dragon (1988) dan Dragons Forever (1988). Dan film-film inipun juga meraih sukses.

Aksi Chan menembus Hollwood adalah lewat film Rumble in the Bronx. Dari sini Chan mulai beradu akting dengan aktor-aktor Hollwood seperti Chris Tucker dalam Rush Hour (1998) yang meraup sukses besar. Dilanjutkan dengan Shanghai Noon yang diikuti sekuelnya Shanghai Nights serta Rush Hour 2. Semuanya juga meraih sukses. Kesuksesannya ini menjadikan Chan disejajarkan dengan aktor Hongkong sepeti Chow Yun Fat dan Michelle Yeoh yang juga berhasil menembus Hollywood.

Rupanya ketenaran Chan tidak hanya berhenti di akting dan tarik suara. Bahkan video games pun dijajakinya dengan dibuatnya judul games Jackie Chan Stunt Master untuk konsol Playstation. Untuk versi animasi dibuatkan Jackie Chan Adventures dimana dikisahkan Chan konflik dengan anggota mafia memperebutkan artifak. Di akhir film animasi ini juga ada sedikit cuplikan interview dengan Chan. Tampaknya Chan tidak hanya ingin akrab dalam segmen orang dewasa saja namun juga anak-anak.

Bicara masalah aksi nekat dalam film barangkali sudah menjadi imagenya. Hampir dalam setiap filmnya Chan selalu mendapat “hadiah” luka-luka atau patah tulang. Tampaknya ini sudah menjadi hal lumrah bagi Chan. Dari cedera ringan, serius bahkan beresiko kematianpun sudah dialaminya. Dalam film Dragon Lord misalnya, Chan mendapat cedera serius yang tampak pada scene yang gagal di akhir film ini. Dalam film Armour of God yang mengambil syuting di Yugoslavia, Chan mendapat cedera karena akibat jatuh dari pohon yang menyebabkan tulang kepalanya retak.

Dari kecelakaan itu beberapa diantaranya mengharuskan Chan masuk rumah sakit. Bahkan akibat seringnya cedera, Chan tidak mampu melompat dengan kaki kirinya karena mata kaki kirinya yang telah rusak. Akibatnya Chan harus mengandalkan kaki kanannya untuk melompat. Tentu saja masih banyak sederet daftar cedera fisik yang diderita Chan akibat penggunaan tubuhnya yang gila-gilaan ini.

Saat ini Chan lebih mengurangi akting dengan tipikal karakter pahlawan dan lebih memilih akting yang mengandalkan karakter. Aktingnya yang menonjolkan karakter tampak dalam film Gorgeous (1999), disini Chan tidak melakukan adegan berbahaya seperti biasanya dan lebih mengandalkan sisi romantisme dan drama. 

Di tahun-tahun berikutnya Chan juga berakting dalam film yang (lagi-lagi) tidak menonjolkan aksi laganya. New Police Story (2004) berkisah tentang Chan sebagai seorang kepala polisi yang dirundung masalah akibat kematian bawahannya. Diikuti dengan Rob-B-Hood (2007) mengisahkan Chan yang berperan sebagai seorang kriminal yang menculik bayi. Mungkin juga karena fisiknya yang tidak sekuat dulu sehingga Chan memilih akting drama. Bahkan kabarnya Chan sedang pencari aktor pengganti dirinya. Anda tertarik ? (Indoshotokan)

0 komentar :