Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

BERKUNJUNG KE DOJO HONBU SKIF DI JEPANG

Dojo Honbu SKIF terletak di sebuah tempat bernama Kugahara yang menjadi bagian dari Tokyo Ota. Di Kugahara ada sebuah stasiun kereta api kecil yang dikelilingi oleh restoran, toko makanan dan bisnis kecil milik keluarga; dan disana ada juga rumah dan apartemen. Kugahara letaknya dekat dari Tokyo sama seperti lokasi lainnya yaitu Shinjuku, Shibuya atau Roppongi. Tetapi Kugahara masih lebih dekat dibanding destinasi hiburan yang sudah disebutkan tadi.

Dojo letaknya sangat dekat dari stasiun dan bahkan kau bisa melihatnya dari peron Stasiun Kugahara. Dojo berada di bawah turunan jalan dengan beberapa apartemen diatasnya. Saat kau sudah sampai di dojo, sebuah papan nama SKIF dapat dilihat. Sedikit menuruni anak tangga, kau akan melihat ruang latihan beserta kantornya. Saat kau masuk, kantor tepat berada di sebelah kiri dan ruang latihan di sebelah kanan. Genkan (jalan masuk) dilengkapi dengan rak alas kaki di dinding, dan ini sebuah budaya di Jepang. Kau harus melepas kaki sebelum masuk ke kantor maupun ruang latihan.

Di samping genkan ada ruang ganti berukuran kecil yang dilengkapi toilet, shower dan locker untuk menyimpan barang-barangmu. Kantornya berukuran cukup, yang meliputi bagian belakang sebagai gudang, ruang utama untuk sensei yang bekerja disana full time, serta ruang duduk untuk tamu dan pengunjung. Ruangan ini juga berfungsi sebagai tempat pertemuan.

Ruang latihannya cukup luas, sekitar 1.800 kaki atau 160 meter persegi, dan cukup memuat sekitar 40 orang dewasa sekaligus, walaupun cukup padat. Di Shomen (dinding utama), ada sebuah kuil kecil tempat untuk mempersembahkan beras dan sake untuk menghormati para master Shotokan yang sudah meninggal. Disana juga ada foto Gichin Funakoshi, pendiri karate Shotokan, dan disampingnya ada rak untuk menaruh bo (tongkat panjang) dan jo (tongkat pendek).  


Di pojok paling kiri ada dua buah makiwara (sasaran pukulan terbuat dari kayu), sedang di dinding sebelah kanan terdapat cermin. Di sisi kiri dojo ada tatami (tikar) kecil terbentang yang memajang memorabilia dojo, bingkai foto, ornamen, gulungan kaligrafi dan barang-barang penting lainnya seperti dojo-kun (petunjuk dan etika moral berlatih di dojo). Di dekat pintu masuk ada bangku untuk duduk dan melihat latihan.

Lantai dojo selalu kelihatan bersih, karena setiap murid wajib membersihkan sebelum dan sesudah latihan dengan cara mengepel dengan lap basah sebagai bentuk pemanasan. Sabuk hitam, juga tidak luput dari kegiatan ini. Hanya para instruktur yang tidak perlu ikut serta dalam ritual membersihkan tersebut.

Artikel ini dikutip dan diterjemahkan dari buku “Lesson With The Master – 27 Shotokan Karate Lessons With Master Hirokazu Kanazawa” yang ditulis oleh Paul A. Walker dengan judul aslinya “The Honbu Dojo”. Editing dan alih bahasa oleh Bachtiar Effendi.

0 komentar :