Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

RESENSI J-MOVIE: ICHI

Legenda samurai Jepang sepertinya tidak pernah sepi untuk diceritakan. Sukses Akira Kurosawa dengan Shichinin no Samurai (Seven Samurai, 1954) banyak diikuti oleh film bergenre serupa. Salah satunya yang fenomenal adalah Zatoichi yang dibuat dalam 26 film berbeda yang diproduksi antara tahun 1962 sampai 1989. Versi remake Zatoichi dibuat kembali tahun 2003 dibawah arahan sutradara veteran Takeshi Kitano.

Tahun 2008 sang samurai buta Zatoichi kembali ke layar lebar. Namun kali ini hadir dengan format berbeda karena si cantik Haruka Ayase yang mengisi peran utamanya. Film bergenre drama aksi ini disutradarai oleh Fumihiko Sori dan masih berdasarkan novel asli Zatoichi. Dengan dukungan cerita yang apik dan koreografi khas ala samurai, membuat film ini masuk daftar wajib ditonton.





SINOPSIS

Siapa sebenarnya Ichi? Dia adalah seorang gadis yatim piatu yang tengah mencari gurunya yaitu Zatoichi. Jauh sebelumnya, Ichi terlahir dalam keadaan buta dan ditolong oleh seorang samurai buta legendaris bernama Zatoichi. Oleh Zatoichi dia dititipkan di sebuah kelompok Goze (perkumpulan pemain shamisen yang seluruh anggotanya wanita). Tanpa sepengetahuan anggota Goze lainnya, Zatoichi diam-diam selalu mendatangi Ichi untuk mengajarinya ilmu pedang.

Seiring berjalannya tahun, Ichi tumbuh dewasa menjadi seorang wanita yang cantik sekaligus pandai bermain shamisen. Suatu hari setelah sebuah pementasan, Ichi diperkosa oleh anak pemimpin kelompok Goze yang terpikat oleh kecantikannya. Dalam dunia Goze, anggota wanita dilarang keras untuk tidur dengan pria lain apalagi sampai menikah. Mereka yang melanggar aturan itu akan diusir dari perkumpulan.


Ichi lalu mendatangi laki-laki yang telah memperkosanya. Dia meminta laki-laki itu berbicara pada pemimpin Goze, agar dengan begitu Ichi dapat diterima kembali di kelompoknya. Bukannya menuruti, laki-laki itu justru mengejek dan berusaha kembali menyerangnya. Ichi mencabut pedangnya yang selama ini tersembunyi dalam tongkatnya dan membunuh pria itu. Karena mustahil kembali ke perkumpulan, Ichi berkelana dari satu kota ke kota lain dengan temannya dari Goze yang sebelumnya dikeluarkan karena bekerja sebagai pelacur.

Di sebuah perjalanan Ichi dan temannya diganggu oleh segerombolan perampok paling ditakuti yaitu Banki-to. Tidak sengaja ada laki-laki samurai bernama Toma Fujihira yang melihat kejadian itu. Meski seorang samurai, Toma adalah penakut. Mencabut pedangpun dia tidak mampu. Karena itu untuk menolong Ichi dan temannya dia memberikan uangnya pada perampok itu. Tapi para perampok itu tetap saja menyerang Ichi. Akhirnya Ichi sendirilah yang menghabisi mereka. Setelah itu Ichi berpisah dengan temannya demi mencari Zatoichi bersama Toma yang ingin mengikutinya.

Suatu ketika Toma dan Ichi tiba di kota kecil Bito. Disana mereka mendapatkan teman baru yaitu seorang anak bernama Kotaro yang tinggal bersama ayahnya yang pemabuk. Kota Bito dikuasai oleh Toraji yang merupakan anak dari kelompok mafia bernama Shirakawa. Kota tersebut tidak aman karena sering diganggu kelompok Banki-to. Baru saja Ichi dan Toma masuk kesana sudah diganggu lima anggota Banki-to. Tapi semuanya berhasil dibunuh oleh Ichi.


Toraji yang datang melihat kejadian itu mengira Toma-lah yang menghabisi mereka. Dia lalu menawari Toma agar mau menjadi pengawal pribadinya. Mendengar upahnya yang besar, Tomapun bersedia. Sedangkan Ichi diingatkan oleh Kotaro dan ayahnya agar ingat tujuan semula untuk mencari Zatoichi.     

Suatu ketika Ichi dan Toma berselisih paham. Toma tidak mengerti sikap Ichi yang tidak mau bekerja pada Toraji dan menolong penduduk dari ancaman Banki-to. Merasa jengkel, Toma menantang Ichi dalam duel pedang. Agar tidak berbahaya, mereka memakai pedang kayu. Diluar dugaan Toma ternyata mampu mengalahkan Ichi. Toma sebenarnya memang samurai hebat, namun di masa lalu dia membuat ibunya buta. Hal itu membuatnya terus merasa bersalah.

Sementara itu Toraji merasa aman dengan adanya Toma. Dia lalu menggelar pertunjukan untuk menyenangkan rakyatnya. Tiba-tiba gerombolan Banki-to datang dan mengacaukan acara itu. Mereka ingin menuntut balas atas kematian beberapa anggotanya. Toma berusaha menghadapinya, tapi karena masih trauma dengan pedang, dia dipukul sampai pingsan.

Toma kemudian dibawa ke markas Banki-to. Ichi datang kesana dan mengaku bahwa dialah yang sebenarnya membunuh anggota Banki-to tempo hari. Mulanya mereka tidak percaya karena melihat Ichi hanyalah wanita buta. Tapi setelah Ichi menunjukkan kehebatannya, barulah mereka yakin. Ichi kemudian dibawa ke markas Banki-to untuk bertemu dengan pemimpin mereka, yaitu Banki. Disana Ichi berduel dengan Banki, namun terluka dan kalah. Sebelum melemparkannya ke penjara, Banki mengaku dialah yang telah membunuh orang tua Ichi.


Nasib Toma tidak lebih baik. Dia dipukuli oleh anggota Shirakawa karena dianggap telah menipu. Tapi Toraji mengatakan jika Toma masih dibutuhkan untuk mengalahkan Banki-to. Toma kemudian bertemu kembali dengan Kotaro dan ayahnya. Mereka lalu menyusup ke gunung dan berhasil membebaskan Ichi. Melihat tawanannya lolos, Banki marah besar dan akan menyerang kota Bito. Para penduduk tidak gentar. Dengan pedang di tangan mereka siap mempertahankan diri.

Ichi yang masih memulihkan lukanya mengaku mencari Zatoichi untuk menemuinya yang terakhir kali sebelum melakukan bunuh diri. Untungnya Toma berhasil meyakinkan Ichi untuk mengurungkan niatnya itu. Ketika Ichi sedang tidur, diam-diam Toma meninggalkannya dan menuju ke Shirakawa untuk bertarung dengan gerombolan Banki-to. Ketika terbangun, Kotaro menceritakan apa yang terjadi

Jumlah kawanan Banki-to dua kali lipat lebih banyak dari Shirakawa. Korban berjatuhan di kedua pihak hingga tersisa beberapa orang saja. Untuk menentukan pemenang, maka kedua pemimpin harus berduel. Toma masih saja takut mencabut pedangnya. Ketika Banki memintanya maju untuk duel, Toma bersedia demi menggantikan Toraji. Dia berhasil mengatasi rasa takutnya dan membuktikan diri sebagai samurai yang hebat.


Toma dan Banki ternyata sama tangguhnya. Mereka berdua akhirnya roboh setelah sama-sama tertusuk pedang lawan. Ichi yang datang terlambat menemukan Toma sudah terluka parah. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Toma berpesan agar Ichi tidak kehilangan harapan. 

Sementara itu Banki berusaha bangkit dan menyerang kembali. Ichi mencabut pedangnya dan memberikan satu serangan terakhir. Sang pemimpin perampok akhirnya tewas dan Ichipun berhasil membalas kematian orang tuanya. Merasa ketakutan, anggota Banki-to yang tersisa kemudian melarikan diri.

Kini kota Bito telah aman. Toraji membangun kembali kota dan meneruskan posisi sebagai kepala Yakuza. Sementara itu Ichi memainkan lagu kesukaan Toma untuk terakhir kalinya. Bersama-sama dengan Kotaro, mereka menguburkan jasad Toma. Ichi berniat melanjutkan perjalanannya mencari Zatoichi. Sebelum berpisah dia memberikan lonceng kecil pada Kotaro sebagai tanda mata dan berkata jika Kotaro akan baik-baik saja. Merekapun kemudian berpisah. 


IMPRESI AKHIR

Sebagai film yang menampilkan Zatoichi versi wanita, Ichi tampil memuaskan baik untuk laga dan alur ceritanya. Pertarungan dalam film berlangsung cepat dan minim efek. Film ini memberikan pelajaran betapa pentingnya sikap all-out atau berusaha yang terbaik. Ragu-ragu atau takut (diwakili oleh Toma) dan putus asa (ditunjukkan oleh Ichi) tidak akan membawa perubahan yang lebih baik. Sebaliknya, justru akan membawa kerugian dengan jatuhnya korban yang tidak bersalah.

Sudah bosan dengan genre komedi atau romance? Ichi bisa menjadi alternatif yang bagus. Filmnya boleh jadi sudah agak lama, tapi bukan berarti tidak menarik, khan? So, selamat menonton (Indoshotokan)  

0 komentar :