Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

PROFIL ORGANISASI KARATE: KARATENOMICHI WORLD FEDERATION (2)


Kenyataan itu menegaskan jika Yahara masih termasuk petarung berbahaya meski sudah tidak muda lagi. Yang kontras, figur Yahara di dojo sangat disiplin saat melatih, tapi saat latihan usai sifatnya berubah menjadi orang yang hangat dan menyenangkan. Dia seringkali bertingkah lucu dan menggoda muridnya yang masih anak-anak. Yahara juga tidak segan membantu muridnya membersihkan dojo seusai latihan.

Saat ini Yahara sukses tidak hanya dalam karate, tapi juga bisnis pribadinya. Selain disibukkan sebagai kepala di KWF, penggemar musik klasik ini juga mengelola bisnis resort mewah dan jasa pengawal pribadi. Di sela kesibukannya yang sangat padat, Yahara masih sempat bertindak sebagai instruktur di honbu KWF. Dojo yang terletak di kawasan elit Tokyo itu selalu dipenuhi banyak peserta setiap harinya. Mereka tidak hanya orang Jepang tapi juga ekspatriat yang ingin merasakan atmosfir berlatih karate di Jepang.


KWF SAAT INI
 

Perseteruan dalam tubuh JKA di Jepang memaksa Yahara mengundurkan diri dari organisasi yang sudah membesarkan namanya itu. Tahun 2000 dia mendirikan organisasinya sendiri yang bernama Karatenomichi World Federation. Teknik dalam KWF sebenarnya sama dengan Shotokan JKA, hanya saja lebih fokus pada filosofi ikken hissatsu (membunuh dengan satu serangan). Walau begitu, bagi Yahara tidak ada filosofi dalam karate karena yang ada hanyalah bagaimana merobohkan lawan dengan cepat.

“Karate tidak mempunyai filosofi. Beberapa orang berpikir jika tradisi karate berasal dari Budhisme dan karate berhubungan dengan ruang dan alam semesta. Tapi aku tidak percaya dengan semua itu. Filosofiku adalah mengalahkan lawanku, dengan hanya menggunakan satu teknik. Satu serangan mematikan!”  

Nama Karatenomichi berarti jalan menuju karate. Yahara percaya bahwa setiap orang yang berlatih karate mempunyai tujuan dan semangat yang sama dengannya. Konsep Yahara ini kemudian dituangkan pada logo KWF yang berupa empat garis yang sama panjang dan tegak sejajar. Hal ini berbeda dengan organisasi Shotokan lain yang biasanya menyertakan simbol “tora no maki” (harimau Shotokan).  

Dalam KWF aplikasi dan latihan kihon (dasar) sangat diperhatikan. Menurut Yahara, rahasia dirinya menjuarai banyak kompetisi adalah selalu menggunakan kihon. Dengan begitu dia tidak perlu memakai teknik yang rumit. Yahara juga menyayangkan banyak orang meninggalkan kihon dan memilih kumite dan kata karena lebih menarik. Pendapat Yahara ini sebetulnya bisa dimaklumi karena dia sering terlibat dalam perkelahian jalanan. Dalam situasi seperti itu teknik yang sederhana dan cepat mengeksekusi lawan lebih berguna. Teknik kihon yang diarahkan pada titik vital tubuh sudah pasti menjadi jawabannya.

Di dojo KWF seorang sabuk hitam yang masih mengulang kata dasar seperti Heian Shodan adalah pemandangan biasa. Di beberapa cabang KWF sabuk hitam pada level nidan bahkan baru sampai pada kata Bassai Dai. Dengan kata lain, biarpun sudah senior belum tentu jumlah kata yang dikuasai juga banyak. Dan memang, untuk mendapatkan shodan saja di KWF terbilang sulit. Ini kontras dengan organisasi lain dimana sabuk hitam bukanlah “barang mahal”. Terbukti dengan banyaknya anak-anak yang belum waktunya tapi sudah sabuk hitam.   

Lain dasar dan kata, lain pula kumitenya. Di KWF latihan kumite baru diperkenalkan pada level kyu I. Latihan jiyu ippon kumite dikerjakan tanpa menggunakan pelindung apapun termasuk tangan dan kaki. Dalam kumite yang bergaya tradisional ini peserta diharapkan mampu menjatuhkan lawan dengan teknik tunggal. Untuk itu mereka diijinkan menyerang sekeras mungkin ala kumite full body contact. Dengan begitu si penerima serangan hanya mempunyai dua pilihan; menghindar atau bertahan dengan mengambil posisi yang lebih kuat. 

Tapi dalam pertandingan resmi peserta KWF diijinkan memakai pelindung meski sebatas pelindung gigi, lutut atau persendian lain. Peserta KWF juga terkenal karena menang turnamen kebanyakan hanya menggunakan teknik sederhana seperti oi tsuki atau oi geri. Sehingga ada juga yang mengkritik mereka miskin teknik. Hal itu juga membuat Yahara sering terlibat perdebatan dengan ahli karate lain. Tapi Yahara tidak begitu memikirkannya karena dia hanya mempunyai satu misi; mengembalikan karate pada akarnya sebagai bela diri yang bernafaskan semangat budo dan bushido. (tamat - Indoshotokan)


Karatenomichi World Federation

Barbizon 25 B1F, Shirokanedai 5-4-7, Minatoku, Tokyo 108-0071
Phone 03-6228-3966 / Fax 03-6228-3967 / mail@kwf.jp
Official website: http://www.kwf.jp

0 komentar :