Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW J-DORAMA: SUTEKI NA SEN TAXI


Andai waktu bisa diputar kembali, apa yang akan sobat lakukan? Memperbaiki kesalahan? Melakukan hal yang baik? Nah, dorama komedi berjudul Suteki na Sen TAXI ini mungkin bisa menjadi jawabannya. Dorama berjumlah sepuluh episode ini tayang di Fuji TV mulai pertengahan Oktober dan berakhir 16 Desember 2014 lalu. Dengan cerita yang ringan, menghibur dan didukung bintang-bintang ternama membuat Suteki na Sen TAXI masuk dalam daftar wajib ditonton.

Eda Wakare (diperankan Yutaka Takenouchi) adalah seorang sopir taksi ajaib yang ramah, lucu dan sesekali menggoda penumpangnya. Bukan sekedar menggoda karena dia menawari penumpangnya hal yang tidak biasa; kembali ke masa lalu. Taksi ajaib Wakare bisa membawa penumpang kembali ke waktu mereka inginkan. Tapi seperti taksi pada umumnya, semua jelas ada tarifnya. Makin jauh waktu yang diulang, makin mahal pula tarifnya. Misalnya kembali ke waktu 30 menit sebelumnya butuh 30.000 yen atau sekitar 300 dolar. Mahal ya? Tapi masuk akal jika taksi seperti ini memang ada. 


Di episode pertama diperlihatkan Murakami Hideki, seorang aktor yang tengah mengejar karirnya. Hideki sudah delapan tahun di dunia akting, tapi penampilannya di layar kaca sangat sedikit karena perannya tidak penting. Hingga suatu hari dia mendapatkan peran bagus untuk pertama kalinya. Tapi untuk itu dia harus syuting dengan jadwal yang ketat. Karena sibuk, Hideki datang terlambat dua puluh menit ke restoran tempat dia berjanji makan malam dengan Kaori, pacarnya. Bukannya minta maaf, Hideki justru menyalahkan Kaori yang tidak sabar. Marah dan jengkel, Kaori minta putus dan keluar dari restoran.

Sadar telah membuat kesalahan, Hideki mengejar Kaori. Karena sudah ketinggalan, apa yang dibutuhkan Hideki? Tentu saja naik taksi. Tapi taksi yang kebetulan dipilihnya bukanlah taksi biasa. Eda Wakare, sang sopir, menggoda Hideki dengan ramahnya bagaimana jika dia kembali ke beberapa menit sebelumnya untuk menyelamatkan hubungannya dengan Kaori. Meski tidak percaya, Hideki menerima tawaran itu. Dan benar saja, mereka kembali saat Hideki akan menuju ke restoran. Hideki tetap datang terlambat, tapi kali ini dia membuat pilihan yang tepat yaitu meminta maaf pada Kaori.


Penumpang taksi ajaib tidak hanya melulu masalah percintaan. Ada mangaka (penulis komik) yang meminta jasa Eda Wakare karena kesalahan membuat episode. Ada juga penumpang yang tujuannya hanya ingin membalas dendam. Semuanya dikemas dalam alur yang menarik. Eda Wakare tidak hanya sekedar mengantar penumpangnya. Ada kalanya dia berhenti sejenak, mengobrol dengan penumpang seraya disisipi lawakan ringan. Jika harus kembali ke masa lalu, apakah benar ini yang mereka inginkan? Apakah mereka akan merasa lebih baik?

Sebuah episode kadang oleh penonton bisa ditebak hasilnya. Tapi dalam Suteki na Sen TAXI kadang melenceng dari perkiraan. Tapi disitulah justru menariknya. Seperti pepatah populer “Manusia boleh berencana, tapi Tuhan-lah yang menentukan.” Itulah yang menjadi inti dari dorama ini. Taksi ajaib milik Eda Wakare hanyalah sekedar alat yang digunakan untuk berusaha. Tapi penonton tidak perlu mencari tahu dari mana asalnya taksi ini. Bicara masalah artinya, “Sen TAXI” adalah kependekan dari “Sentaku TAXI”. Arti dari “sentaku” adalah pilihan. Sehingga arti dari “Suteki na Sen TAXI” adalah “Taksi Ajaib yang Membuat Pilihan”. 


Penggemar Yutaka Takenouchi akan mengacungi jempol aktingnya di film ini. Aktor yang melejit lewat dorama klasik Long Vacation, Beach Boys dan Dekichatta Kekkon itu sering memerankan peran serius. Tapi sebenarnya Yutaka adalah aktor sitkom yang populer. Nah, di dorama ini para penonton boleh membuktikan kepiawaian Yutaka berperan kocak. Sebagai sebuah dorama dengan cerita yang fresh dan menarik, semoga saja ada stasiun TV tanah air yang bersedia memutarnya. (Indoshotokan)

0 komentar :