KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

REVIEW J-DORAMA: SEIJO


Apa jadinya jika orang yang kita cintai ternyata bukan seperti yang diharapkan? Mana yang harus kita pilih; perasaan ataukah pekerjaan? Dalam dorama berjudul Seijo yang diputar NHK dan berakhir Oktober 2014 lalu itu, penonton akan dihanyutkan dalam kisah yang sentimentil dan ironi. Sudah siap?

Ketika masih SMU Nakamura Haruki (diperankan Nagayama Kento) belajar pada guru privat, seorang mahasiswi cantik bernama Maria Ozawa (diperankan Ryoko Hirosue). Karena menarik dan ramah, Haruki jatuh cinta padanya. Ozawa menyadarinya dan berpesan pada Haruki jika kelak Haruki lulus dari universitas dan menjadi pria dewasa, maka dia mau menjadi pacarnya. Setelah meninggalkan pesan terakhir itu Ozawa tiba-tiba menghilang dari hidup Haruki. Walau sepuluh tahun berlalu sejak kejadian itu, Haruki kadang-kadang masih memikirkan dan memimpikan Ozawa.

Kini Haruki telah lulus dari bangku kuliah dan menjadi seorang pengacara. Dia juga bertunangan dengan Motomiya Izumi, seorang perawat. Suatu hari kantor pengacara Haruki menerima permintaan dari seorang klien bernama Hijii Motoko, tersangka penipuan dan pembunuhan berantai yang menyita perhatian publik. Haruki terkejut melihat foto Hijii yang mirip dengan Ozawa, mantan guru privatnya. Tapi dia ragu jika mereka berdua adalah orang yang sama. Sebelum persidangan Hijii tiba-tiba menolak tim pengacaranya.


Boss Haruki menyatakan akan membela Hijii dan menunjuk Haruki sebagai pengacara pembelanya. Haruki kemudian dikirim ke sel tahanan untuk menemui kliennya. Ternyata memang benar, Hijii adalah Ozawa. Pertemuan itu mengembalikan perasaan lama mereka yang pernah saling menyukai. Nama samaran Ozawa dan masa lalunya yang kelam semuanya dibuka di persidangan. Meski begitu Haruki tetap berusaha mempercayainya. Tapi keyakinannya mulai goyah saat saksi-saksi didatangkan ke persidangan. Benarkah Hijii adalah wanita yang baik seperti dalam pikirannya selama ini? Atau mungkin...?

Seijo yang artinya kurang lebih “Wanita Suci” sebetulnya adalah sebuah dorama dengan cerita yang biasa. Tapi justru kesederhanaan itulah yang membuat Seijo menarik. Siapapun bisa saja mengalami kejadian tidak terduga seperti yang dialami tokoh utamanya. Bahwa di dunia ini tidak ada yang namanya “orang suci”. Bahwa semua orang mempunyai sisi buruk dan baik. Apa yang kita lihat dari luar belum tentu menggambarkan isinya. Seijo adalah dorama yang mengajak penonton merenung, “pada akhirnya tidak ada yang sempurna di dunia ini.”

Hijii mengaku bekerja sebagai koordinator seni. Tapi sebenarnya dia memperoleh uang dengan jalan berkencan bersama pria yang menjadi sponsornya. Hijii adalah wanita yang mempunyai sudut pandang berbeda tentang cinta. Satu-satunya kenangan yang tulus dan jujur tentang cinta darinya adalah sepuluh tahun lalu saat dia mencintai remaja SMU yaitu Haruki. Berperan sebagai wanita jahat memang cukup menantang dan Ryoko mengaku ini adalah pengalaman pertamanya. 


Seijo tidak direkomendasikan bagi penyuka dorama yang fun dan lucu. Dorama ini lebih pada kisah ironi. Hampir semua tokohnya mempunyai problem tersembunyi yang terkait dengan kasus utama. Hijii Masae misalnya, ibu dari  Hijii Motoko itu ternyata terlibat dalam prostitusi dan membawa anaknya hidup miskin. Sementara itu tunangan Haruki harus merawat korban kejahatan kasus Hijii Motoko. Di sisi lain dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran Hijii karena dia akan menikah.

Dorama sebanyak tujuh episode ini dihiasi dengan lagu”Last Scene” dari JUJU. Seijo tetap layak ditonton, apalagi dengan Ryoko Hirosue sebagai salah satu aktris papan atas yang berperan jahat untuk pertama kalinya. (Indoshotokan)