Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW J-DORAMA: MONDAI NO ARU RESTAURANT


Tamako Tanaka (diperankan Yoko Maki) adalah pegawai restoran yang rajin, ramah, setia dan menghargai rekan sekerjanya. Bagi teman-temannya, Tamako adalah sosok orang yang bisa diandalkan. Namun dunianya berubah ketika salah satu pegawai perempuan yaitu Kyoko, yang juga teman Tamako, berbuat kesalahan. Agar permintaan maafnya diterima oleh boss restoran, Kyoko harus berjalan telanjang di restoran. Mendengar kabar tak sedap itu Tamako mendatangi tiap orang yang sudah melecehkan temannya dan menyiramnya dengan air es. Buntutnya, Tamako kemudian ditahan polisi akibat perbuatannya itu. Untunglah dia tidak masuk penjara, tapi boss kemudian memecatnya.

Dipecat tidak membuat Tamako berkecil hati. Apalagi sebelumnya di restoran itu dia juga mempunyai pengalaman buruk. Ketika masih bekerja Tamako membantu Makato Monji, seorang chef, untuk masuk bekerja di restoran itu. Bukan tanpa alasan Tamako membantunya. Ya, dia jatuh hati pada chef tampan itu. Selain itu restoran tempatnya bekerja memang juga didominasi kaum pria. Suatu ketika Tamako berkata pada Monji jika masakannya tidak mempunyai “hati”. Mendengar hal itu Monji tersinggung dan sejak itu dia bersikap dingin pada wanita yang sudah menolongnya. Dikhianati oleh Monji dan dimusuhi para pegawai restoran, termasuk bossnya, jelas ada tidak alasan bagi Tamako untuk bertahan di tempat itu. 


Tamako tidak dendam dengan bekas rekan sekerja yang sudah membuangnya. Dia lalu berusaha mewujudkan mimpinya sendiri, yaitu sebuah restoran yang unik dimana pelanggan merasa bahagia dengan merasakan resep-resep lezatnya. Tamako sadar tidak mungkin berusaha sendiri, karena itu dia mengajak teman perempuan lain yang tidak punya pekerjaan. Lucunya, semua teman yang diajak bergabung mempunyai problem pribadi yang unik. Berusaha bangkit demi mendapatkan hidupnya kembali, merasakan nikmatnya bekerja, dan di satu sisi menyelesaikan masalah dari teman-temannya. Kisah Tamako dengan restoran barunya dimulai.

Sepintas Mondai no Aru Restaurant berisi balas dendam atau perang antar restoran. Sama sekali tidak. Dorama ini murni komedi menyegarkan berisi usaha para wanita yang baru merintis karir di bisnis restoran. Sesuai judulnya, di setiap episodenya penonton disuguhi background cerita para member restoran milik Tamako. Tiap tokoh punya motif dan cerita yang berbeda. Yang jelas mereka mempunyai masalah dan itulah sebabnya mengapa dorama ini berjudul Mondai no Aru Restaurant (berarti “Restoran Masalah”). 

Misalnya saja Chika, dia baru bersinar di episode tiga. Tapi Tamako harus berterima kasih padanya karena dialah yang memberikan ide untuk membuka restoran sendiri. Chika adalah putri dari pemilik restoran tempat lama Tamako bekerja. Chika pula-lah yang membebaskan Tamako dari penjara setelah dia menyerang salah satu pegawai. Mengapa dia bergabung dengan Tamako? Ternyata Chika ingin membalas dendam pada ayahnya karena telah melupakannya dan membuat ibunya menderita depresi. Chika adalah gadis muda yang menderita karena orang tuanya, tapi masih bisa tersenyum. Itulah sebabnya dia belajar memasak sendiri demi menjaga ibunya. Walau akibatnya dia menjadi gadis yang jarang bergaul.


Ada pula Kyoko yang ceritanya diungkap di episode dua. Kyoko adalah teman lama Tamako di SMU. Sebelumnya Kyoko gagal dalam pernikahannya. Sang suami hanya memanfaatkannya, tapi yang lebih menyakitkan, dia juga mengambil anak mereka. Perceraian yang menguras tenaga dan emosi membuatnya lambat dalam berpikir. Demi mendapatkan anaknya kembali Kyoko bertekad dia harus mendapatkan uang sendiri. Keyakinan dan kepercayaan dirinya tumbuh kembali setelah sang anak mengatakan jika masakannya enak. Kyoko sangat pandai memasak dan karena itu dia menjadi asisten chef di restoran Tamako.

Mondai no Aru Restaurant memang dorama yang banyak menceritakan kaum hawa. Tapi bukan berarti tidak boleh ditonton para pria. Apalagi dengan cerita yang ringan, lucu dan menghibur membuatnya sayang dilewatkan. Di Jepang dorama ini ditayangkan oleh Fuji TV mulai Januari dan berakhir pertengahan Maret 2015 lalu. Cukup delapan episode saja. (Indoshotokan)

0 komentar :