Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW J-MOVIE: MISONO YUNIBASU

Rasa sakit menghantam manusia dengan berbagai cara. Kadang ada yang hanya mampir sebentar lalu pergi begitu saja. Kadang menyerang begitu kuatnya seperti pukulan yang menghujam ke tubuh. Sangat menyakitkan rasanya. Kadang tanpa disangka-sangka datang menghampiri saat kita tidak sadar. Ketika kita sedang berada di titik terbawah dalam kehidupan kita, rasa sakit akan menjadi teman akrab. Apa yang kita lakukan untuk menghadapi rasa sakit itu menunjukkan jati diri kita yang sebenarnya.

Shigeo Omori (diperankan Shubaru Shibutani) adalah mantan anggota gangster yang baru dibebaskan dari penjara setelah dihukum 18 bulan lamanya. Karena tidak punya tempat tujuan, yang ada di benaknya adalah kembali menemui teman-teman lamanya. Bukannya disambut baik, Shigeo malah dihajar telak sampai tidak sadarkan diri. Ketika siuman dia tidak ingat apa-apa. Ya, Shigeo yang malang menderita amnesia setelah menerima pukulan keras tongkat baseball di kepalanya. Beruntung dia masih selamat. Berjalan dalam kebingungan, langkah Shigeo membawanya ke tengah alun-alun di kota Osaka.

Kebetulan saat itu ada grup band amatir yang sedang manggung. Suara musik yang keras dari panggung pertunjukan menarik perhatian Shigeo. Walaupun amnesia, Shigeo masih ingat beberapa lagu kesukaannya. Entah apa yang terlintas di pikirannya, dengan spontan dia menyeruak kerumunan penonton, meraih mikrofon dan langsung menyanyi. Para penonton sejenak terpaku dan heran melihat aksinya, tapi itu tidak berlangsung lama. Tampaknya pria asing ini bisa menyanyi. Penontonpun bersorak sorai dengan aksi panggung dadakan Shigeo.


Sang manajer band, Kasumi Sato (diperankan Fumi Nikaido) tertarik dengan penampilan Shigeo. Bukan tanpa alasan Kasumi melakukannya, ini karena vokalis band itu sedang cedera karena kecelakaan. Karena tidak punya tempat tujuan, Kasumi bersedia menampung Shigeo di rumahnya. Di rumah itu Kasumi tinggal dengan kakeknya yang juga mempunyai studio rekaman kecil. Kasumi menyebut Shigeo dengan “Pochi” yang diambil dari nama anjing kesayangannya. Dan begitulah, Shigeo membantu Kasumi dan band-nya dengan menjadi vokalis. Tapi masalah timbul ketika ingatannya perlahan mulai pulih dan Kasumi yang diam-diam menyelidiki masa lalunya. Shigeo dihadapkan pada pilihan sulit; akankah dia kembali ke dunia lamanya, ataukah menjalani hidupnya yang baru dengan Kasumi?

Misono Yunibasu, dalam Bahasa Inggrisnya diterjemahkan La La La At Rock Bottom, adalah sebuah film drama apik garapan sutradara Nobuhiro Yamashita. Film yang mengambil tema dunia musik ini juga menampilkan grup band Akainu yang turut menyumbangkan aktingnya. Dalam Misono Yunibasu, dua tokoh utama yaitu Kasumi dan Shigeo bersama-sama menjalani hidup mereka yang pahit dengan menggunakan musik sebagai obatnya. Ingatan terbaik Shigeo adalah lagu berjudul “Old Diary.” Sementara di sisi lain, lagu itu mengingatkan Kasumi akan pengalaman hidupnya yang menyedihkan. Dua poin ini menjadikan hubungan antara Kasumi dan Shigeo unik, tapi ada ketulusan diantara mereka.


Menonton Misono Yunibasu mengingatkan kita film Jepang lain berjudul Linda Linda Linda (2005). Film yang juga digarap oleh Nobuhiro Yamashita itu ceritanya hampir sama. Bedanya di Misono Yunibasu ini sedikit lebih suram dan ditujukan untuk audiens dewasa. Melihat dari alurnya, bukan film yang ambisius memang, tapi tetap menyenangkan untuk ditonton. Jangan heran kalau melihat Shigeo bisa menyanyi, ini karena Shubaru Shibutani sang pemerannya adalah member dari boyband Kanjani Eight. Kakek Kasumi juga menyenangkan terutama ketika dia menganggap Shigeo adalah anaknya sendiri. Ada juga Noriko yang merupakan adik dari Shigeo yang dari dialah diketahui masa lalu Shigeo dan keluarganya yang pedih.

Overall, film ini cukup seimbang antara drama dan komedi. Tema amnesia dan bagaimana kita harus move-on memang bukan barang baru, tapi ketika dipadu dengan musik jelas membuatnya berbeda. Misono Yunibasu ini sudah tayang di bioskop Jepang Februari 2015 lalu dan bisa menjadi alternatif pilihan tontonan menarik. (Indoshotokan)

1 komentar :

ANITA DI PADANG said...
This comment has been removed by a blog administrator.