Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW J-DORAMA: UMECHAN SENSEI

Umeko Shimomura adalah anak ketiga dari keluarga Shimomura yang tinggal di Kamata, Tokyo. Kenzo Shimomura, ayahnya, adalah seorang dokter yang disegani di sebuah rumah sakit universitas. Takeo, kakak laki-laki Umeko sangat berbakat dan sedang belajar untuk menjadi dokter seperti ayahnya. Sementara itu Matsuko, kakak perempuannya, sangat cantik dan telah bertunangan dengan salah satu mahasiswa ayahnya.

Umeko seolah tersembunyi dibalik kehebatan dua kakaknya. Di sekolah dia bukan anak yang pandai dan bahkan sering kesulitan dengan tugas dari gurunya. Tidak ada bakat yang menonjol kecuali sifatnya yang periang, ramah dan suka menolong. Tapi itu semua tidak berarti apa-apa. Saat itu adalah tahun 1945 dimana Jepang sedang berusaha bangkit setelah kalah perang. Semua orang harus bekerja keras jika ingin bertahan hidup.

Jalan hidup Umeko berubah ketika membantu sang ayah mengobati seorang anak yatim piatu yang sakit. Sejak itu dia memutuskan untuk menjadi seorang dokter. Tidak ada seorangpun yang percaya jika dia akan berhasil. Tanpa disangka-sangka, Takeo berhenti untuk mengejar cita-citanya sebagai dokter. Dia memilih menjalankan bisnis bersama Yozo, pamannya.

Nasib sial juga dialami oleh Matsuko yang menyaksikan tunangannya mati terbunuh. Kini tinggal Umeko yang menjadi harapan terakhir keluarganya untuk meneruskan jejak ayahnya sebagai dokter. Umeko didukung oleh Nobuo Yasuoka, anak laki-laki tetangga sebelah yang ayahnya membuka toko kecil. Dengan belajar keras, Umeko berhasil masuk ke sekolah kedokteran wanita.

Karena dasarnya memang kurang berbakat, Umeko mendapat banyak kesulitan di sekolah barunya. Namun sifatnya yang suka menolong membuatnya disukai oleh teman-temannya. Di tengah masa belajarnya Umeko berkenalan dengan Toshio Matsuoka, seorang mahasiswa kedokteran yang pandai namun lemah untuk urusan wanita.

Lulus dari sekolah kedokteran Umeko magang di rumah sakit tempat ayahnya bekerja. Dia juga mulai menjalin hubungan kasih dengan Toshio. Di sela kesibukannya Umeko bertemu dengan Dokter Sakata, sosok dokter yang bersahaja namun banyak menginspirasi. Dokter Sakata menjalankan sebuah klinik yang amat sangat sederhana – bahkan nyaris tidak terurus – di gedung yang sama dimana kakak Umeko menjalankan bisnisnya.

Lewat Dokter Sakata pulalah Umeko mengerti apa artinya mendedikasikan diri demi sesama. Sayangnya tidak lama kemudian Dokter Sakata tewas dalam sebuah kecelakaan. Umeko memutuskan berhenti bekerja dari rumah sakit demi membuka sebuah klinik kecil di Kamata. Keputusan itu rupanya tidak sejalan dengan prinsip Toshio. Mereka berdua putus dan kemudian Toshio terbang ke Amerika.

Inspiratif! Begitulah kata yang tepat untuk dorama yang satu ini. Inti cerita Umechan Sensei sebenarnya hal yang biasa, yaitu pergulatan seorang gadis remaja yang mengejar cita-citanya, menikmati naik turunnya hidup dan tetap bersyukur. Sederhana memang, tapi justru kesederhanaan itulah yang menjadikan dorama ini berbeda. Mengapa diberi judul Umechan Sensei? Yah, karena memang banyak pelajaran dan nilai moral yang ingin disampaikan.   

Misalnya ketika Umeko memutuskan menjadi seorang dokter. Meski banyak halangan, Umeko menunjukkan bahwa kemauan yang keras bisa mengalahkan bakat. Klimaks cerita yang menunjukkan keteguhan Umeko bertahan di kliniknya yang sederhana meski di sebelahnya berdiri rumah sakit megah sungguh patut dicontoh. Dan sepertinya ini menjadi sindiran untuk masyarakat Jepang sekarang yang begitu mengejar materi.


Umeko Shimomura diperankan oleh Maki Horikita yang terkenal dengan aktingnya di serial “Hanazakari no Kimitachi e” (2007) dan “Wagaya no Rekishi” (2010). Selain itu dorama ini juga banyak didukung aktor terkenal seperti Koide Koisuke yang sukses dalam “Cyborg Girl” (2008) dan “Perfect Report” (2010). Sebagai ayah Umeko adalah Takahashi Katsumi, aktor veteran yang telah membintangi lebih dari 60 dorama. 

Umeko Sensei ditayangkan sebagai Asadora (dorama di pagi hari) oleh stasiun televisi NHK mulai April hingga September 2012 dalam 156 episode. Cukup panjang dibandingkan dorama pada umumnya. Serial ini juga berhasil meraih penghargaan dalam 16th Nikkan Sports Dorama Grand Prix sebagai The Best Dorama edisi musim panas 2012. Sekedar informasi, penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian atau rating dari pemirsa.

Berkat dorama ini pula Maki Horikita kembali dinobatkan sebagai aktris terbaik dalam ajang Nikkan Sports Dorama Grand Prix. Dia juga memegang predikat aktris terbaik paling banyak yaitu dengan tiga piala sebelumnya. Gelar sebelumnya didapat dari “Hanazakari no Kimitachi e.” (indoshotokan).

0 komentar :