KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

BEHIND THE STORY OF AKB48: KISAH SUKSES GRUP IDOLA JEPANG (3)


Popularitas AKB48 kian menanjak setelah mereka rajin merilis single-single barunya. Sering tampil di layar kaca dan live show, AKB48 kemudian juga mengadakan show di luar negeri. Tahun 2009 Tim A diundang sebagai tamu pada acara Japan Expo di Paris dan menyanyikan versi Inggris dari Ogoe Diamond. Masih di bulan yang sama Tim A melakoni debut mereka di Amerika. Setahun kemudian AKB48 menyanyi di Korea, Rusia dan Singapura. Tidak hanya itu, ketika Jepang dilanda gempa hebat tahun 2011 AKB48 memberikan sumbangan tidak hanya berupa uang. Sebagai kepedulian, seluruh show di teater dibatalkan dan mereka mulai menggalang dana. Para member juga pergi ke lokasi bencana dan menyanyi di sekolah dan teater mereka di sana. Keren. 


BUKAN GIRL BAND TAPI IDOL GROUP

Bagi kebanyakan orang awam, AKB48 sering disamakan dengan girl band. “Ah, mereka khan menyanyi, berkelompok, anggotanya cewek-cewek, menari di panggung....dst”. Beberapa waktu yang lalu Minami Takahashi, salah satu kapten AKB48, berkunjung ke Jakarta dan menjawab hal ini. Menurut keterangan Takahashi, AKB48 adalah sebuah idol group dan bukan girl band. Hmm... lantas dari mana ya, membedakannya? Ini dia jawabannya:

Jumlah member yang sangat banyak. Sebuah girl band biasanya terdiri antara 5 sampai 10 orang. Tapi AKB48 tercatat dalam Guinnes Book of Record sebagai idol group dengan member terbanyak yaitu 48 orang. Bagaimana cara Akimoto mengatur gadis-gadis remaja dengan kepribadian berbeda sebanyak itu? Ternyata cukup simpel. Akimoto hanya menekankan semangat, terus belajar dan pantang menyerah. Hanya dengan ketiga hal itu Akimoto bisa menyatukan semua membernya.

AKB48 dekat dengan fansnya. AKB48 berbeda dengan selebriti pada umumnya yang serba eksklusif, tertutup, sulit dijamah penggemar, gaya hidupnya mewah, dsb. Dengan konsep “Idol You Can Meet Everyday”, penggemar bisa bertemu langsung dengan idola mereka di teater. Bahkan penggemar juga bisa bercakap-cakap, berjabat tangan atau berfoto bersama. Dari sini munculah hubungan baik antara idola dan penggemar. Sudah menjadi hal biasa jika member AKB48 menyalami penggemar sebelum konser. Mereka juga tidak lupa berterima kasih pada fans yang mau datang ke teater mereka. Bahkan tidak jarang member AKB48 menjaga pintu masuk dan merobek tiket fans yang mau nonton. Mereka benar-benar membuktikan slogan “tanpa fans mereka bukan apa-apa.”

Member AKB48 paling senior Atsuko Maeda mengumumkan niatnya untuk graduate dari grup di bulan Mei 2012.

Penggemarnya sopan. Mungkin kita pernah melihat fans yang antri di bandara, berdesak-desakan, menjerit histeris dan berusaha memegang idolanya ketika muncul. Ini tidak terjadi pada Wota AKB48 (sebutan bagi fans AKB48) yang seluruhnya sopan, terpelajar, bersikap dewasa dan tertib. Mereka tidak berusaha menarik-narik apalagi sampai menyakiti idolanya ketika lewat. Inilah efek “idola yang bisa kamu temui setiap hari” yang membuat penggemar tidak sulit menemui idola mereka. Sebuah konsep yang jenius menurut saya.

Kompak dan bertalenta. Inilah ciri utama dari sebuah idol group. Semua member AKB48 biasanya mempunyai bakat yang berhubungan dengan entertainment. Tidak hanya menyanyi atau menari saja, ada member yang pernah main film atau dorama. Ada yang menjadi model majalah, bintang iklan, model video clip dan MC dalam live show atau acara TV. Dan yang luar biasa, setiap member saling mendukung satu sama lain. Ibaratnya sebuah tim sepak bola yang mustahil mengandalkan skill individu, kekurangan satu member AKB48 akan didukung member lainnya. Tidak ada yang saling menjatuhkan. Oh, ya.. di AKB48 setiap member juga dibekali kemampuan public speaking, sehingga siapapun bisa menjadi pembawa acara di panggung. 

Adil dan setara. Tiap member AKB48 punya kesempatan yang sama untuk tampil di panggung. Nah, karena jumlah personilnya sangat banyak, maka dilakukan polling dari penggemar untuk menentukan siapa yang tampil. Sejak 2009 dilakukan kompetisi Jankenpon untuk menentukan siapa yang menjadi center dalam single berikutnya. Siapa yang menang maka namanya dimasukkan dalam single itu. Misalnya yang menang adalah Shinoda Mariko, maka single terbaru mereka akan berjudul “Ue Kara Mariko.” Selain itu fans juga bisa turut serta dalam Senbatsu, atau pemilihan anggota terfavorit untuk dimasukkan dalam single atau video klip. (Bersambung – Indoshotokan)