Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW J-MOVIE: BORUTO: NARUTO THE MOVIE

Penggemar anime Naruto mengira jika movie kesebelas yang berjudul The Last: Naruto the Movie akan menjadi penutup serial populer ini. Tapi Masashi Kishimoto selaku mangaka mengumumkan akan ada sekuel movie baru yang berjudul Boruto: Naruto the Movie. Jika pada movie sebelumnya berisi konklusi hubungan cinta Naruto dan Hinata, maka pada movie kedua belas ini lebih banyak pada shinobi generasi baru. Movie ini tayang di bioskop Jepang tanggal 7 Agustus 2015 lalu dan untuk pasar Amerika Eropa 10 Oktober 2015. Review ini berisi sinopsis berikut spoiler ending dari filmya. Jika sobat ingin lebih menikmati filmnya, boleh saja melewati artikel ini.

Jika ada pahlawan paling berpengaruh di Perang Dunia Ninja Keempat, maka Naruto Uzumaki-lah orangnya. Tidak terasa sudah beberapa tahun sejak perang besar itu berakhir. Dunia ninja kini menikmati masa damai dan begitu pula dengan Konohagakure. Tidak ada lagi perseteruan antar klan atau desa seperti yang terjadi sebelumnya.

Sejak awal perjalanan karir ninjanya, Naruto sudah bercita-cita menjadi Hokage. Berkat aksi heroiknya Naruto berhasil mencapai tujuannya itu. Sebagai Hokage ketujuh, Naruto berhasil membuat desanya lebih besar dan makmur. Bahkan sekarang desa ninja itu maju pesat teknologinya. Dalam waktu lima belas tahun saja komputer dan game portable sudah jadi barang umum. Diceritakan bahwa Naruto telah menikah dengan Hinata dan mempunyai seorang anak laki-laki bernama Boruto. Saat itu Boruto sudah menjadi genin dan satu tim dengan Sarada Uchiha dan Mitsuki. Sayangnya, sukses Naruto sebagai pemimpin berbanding terbalik dengan perannya sebagai seorang ayah.


Bahkan sebelum anaknya lahir Naruto adalah seorang workaholic, pekerja keras yang hanya memikirkan kemajuan desanya. Kini setelah anaknya berumur dua belas tahun, kebiasaan Naruto masih belum berubah. Karena sibuk, Naruto harus sering menggunakan Kage Bunshin no Jutsu (jurus klon bayangan) untuk membantu pekerjaannya dan berada di banyak tempat sekaligus. Masalahnya, ketika harus berkumpul di acara keluarga. Bukannya datang sendiri Naruto justru hanya mengirimkan klon bayangannya. Lebih buruknya lagi, jika kelewat sibuk dia tidak perlu repot-repot mengirimkan klon dan hanya mengirim e-mail saja pada anak istrinya.

Melihat dirinya, adiknya dan ibunya sering diabaikan seperti itu, membuat Boruto mulai membenci ayahnya. Karena hidup di jaman damai, Boruto juga tidak mengetahui jika ayahnya adalah seorang pahlawan. Tapi dibalik marahnya, Boruto ingin kemampuannya diakui sang ayah. Karena itu dia mulai melakukan banyak hal untuk lulus ujian ninja. Termasuk mendatangi Uchiha Sasuke demi mengetahui kelemahan ayahnya. Bagi Boruto, sosok Sasuke lebih mengagumkan ketimbang Naruto. Sasuke tidak terikat apapun atau siapapun. Dia juga tidak perlu mengirim klon bayangan seperti ayahnya. Setelah dibujuk oleh Sarada, Sasuke setuju menerima Boruto sebagai muridnya dan membantunya menguasai Rasengan, sebuah jurus yang Naruto sendiri berusaha keras untuk terus menyempurnakannya.


Masalah muncul ketika gadget canggih bernama Kote diperkenalkan di dunia ninja oleh ninja ilmuwa bernama Katasuke. Alat ini memungkinkan seorang ninja yang lemah sekalipun mengeluarkan kemampuan hebat layaknya ninja level tinggi. Sebagai Hokage, Naruto telah melarang alat itu dan jika ada yang menggunakannya dalam ujian ninja, maka dianggap tindakan curang dan didiskualifikasi. Menjelang ujian chunin Boruto menghadapi dua pilihan yang sulit; menggunakan alat itu di ujian, berlaku curang, tapi mungkin bisa mendapatkan perhatian ayahnya; Atau percaya pada teman-temannya, mengandalkan kekuatan sendiri, tapi mungkin akan gagal. Setidaknya begitu isi pikirannya.

Sementara itu di dimensi lain dua ninja jahat yaitu Momoshiki dan Kinshiki berhasil mengambil Gyuki (ekor delapan) dari Killer B. Saat ujian chunin memasuki ronde ketiga, keduanya tiba-tiba muncul di arena. Dengan membuat keributan, mereka ingin mengambil Kurama (ekor sembilan) dari Naruto. Boruto mencoba menolong ayahnya dengan menggunakan Kote. Tapi upayanya sia-sia karena semua serangannya diserap oleh Rinnegan dari Momoshiki. Melihat anak-anak dalam bahaya, Naruto dan Sasuke menggabungkan kekuatan mereka. Demi melindungi Boruto dan orang lain, Naruto sengaja membiarkan tubuhnya diserap oleh musuh.


Saat siuman Boruto mendapati ibunya tengah diobati oleh Sakura karena mencoba menolong Naruto. Boruto merasa bersalah karena tidak mengerti apa yang dilakukan ayahnya selama ini. Berkat kekuatan Rinnegan miliknya Sasuke bisa merasakan keberadaan Naruto di dimensi lain. Bersama keempat Kage lainnya, Sasuke melakukan teleportasi ke sarang musuh demi menyelamatkan Naruto. Untuk menebus kesalahannya, Boruto ingin mengikuti Sasuke. Dengan bijak Sasuke menghibur Boruto jika anak-anak akan selalu melakukan kesalahan. Sama halnya seperti ketika mereka masih kecil, dan tugas orang dewasalah untuk memaafkan dan membimbing mereka ke jalan yang benar.

Di dimensi lain mereka berhasil membebaskan Naruto. Untuk mengalahkan musuhnya, Momoshiki mengubah Kinshiki menjadi pil chakra dan menelannya. Kekuatan Momoshiki meningkat drastis dan membuat repot Naruto dan teman-temannya. Naruto menggabungkan kekuatan Kurama miliknya dengan Susanoo milik Sasuke dan berhasil mengalahkan Momoshiki. Namun semuanya belum berakhir. Ketika Katasuke ingin menggunakan alatnya pada Momoshiki, tiba-tiba dia menyerap semua kekuatannya. Momoshiki yang bangkit kembali menangkap para Kage dan Naruto untuk merebut Kurama miliknya.


Sasuke melindungi Boruto dan memintanya menggunakan Rasengan. Boruto ragu-ragu karena Rasengan miliknya terlalu kecil dan lemah, tapi Sasuke terus mendukungnya melakukan yang terbaik. Boruto melemparkan Rasengan dan berhasil membebaskan Naruto dari belenggu. Demi memusnahkan Momoshiki selamanya, Naruto meminjamkan chakranya pada Boruto untuk menciptakan Rasengan raksasa. Dengan jurus Kage Bunshin no Jutsu Boruto mengecoh Momoshiki untuk membereskan Rinnegan-nya. Saat musuhnya lengah, Boruto melemparkan Rasengan dan sukses menghancurkan Momoshiki untuk selamanya.

Usai pertarungan yang melelahkan itu Naruto dan Boruto memperbaiki hubungan mereka. Ketika kembali ke desa, Boruto berkata pada Sarada jika dia tidak ingin menjadi Hokage seperti ayahnya. Tapi Boruto berjanji akan menjaga Sarada jika kelak dia yang menjadi Hokage. Lebih jauh, Boruto ingin menjadi shinobi seperti Sasuke yang menjaga desa dan Hokage.


Sebuah film layar lebar Naruto yang cukup memuaskan walaupun alur ceritanya klise dan mudah ditebak. Yang paling bagus dari film ini adalah animasi pertarungan duo Naruto-Sasuke yang cepat dan penuh kilatan. Sayangnya kehadiran musuh disini terkesan sebagai pelengkap saja untuk memberikan klimaks pada alur cerita. Buruknya lagi, tokoh lama seperti Hatake Kakashi dan Yamato tidak muncul. Padahal jika ada mereka cerita akan lebih ramai. Lalu bagaimana dengan anak-anak dari Shinobi Konoha lainnya? Kecuali Sarada Uchiha, mereka tidak punya peran penting di film ini. Penonton bisa melihat mereka meskipun hanya di beberapa scene dan background saja. Ah, sayang sekali. (Indoshotokan)

2 komentar :

ANITA DI PADANG said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Blog Zombie said...
This comment has been removed by a blog administrator.