KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

HIROKAZU KANAZAWA – SEBUAH BIOGRAFI (1)


Ya, Hirokazu Kanazawa adalah nama yang sangat populer dalam dunia karate. Dirinya diakui sebagai sosok terdepan dibawah bendera Shotokan selama lebih dari lima puluh tahun. Tidak bermaksud melebihkan, namun Kanazawa diakui sebagai orang yang brilian secara teknik. Bahkan aktor laga Bruce Lee juga pernah belajar pada Kanazawa meskipun tidak lama.

Tidak hanya di Jepang, nama Kanazawa telah mendunia hingga organisasi yang dibentuknya mempunyai jutaan pengikut. Sebagai orang yang berhasil meraih peringkat judan (dan sepuluh karate) dalam keadaan masih hidup, perjalanan karirnya sangat jarang diungkap. Jika Anda termasuk orang yang asing dengan nama Hirokazu Kanazawa, ada baiknya membaca kisah hidupnya disini.


PERJUMPAAN DENGAN YASHIRO

Hirokazu Kanazawa dilahirkan tanggal 3 Mei 1931 di Iwate, yang merupakan prefektur terbesar kedua di Jepang setelah Hokkaido. Mulanya Kanazawa hanyalah anak muda biasa yang menghabiskan hari-harinya di SMU dengan berlatih judo. Begitu antusiasnya Kanazawa dengan judo hingga berhasil meraih peringkat nidan (dan dua).

Perkenalan pertama Kanazawa dengan karate ternyata bukanlah saat di universitas. Dirinya mengenal karate dari Yashiro, yang merupakan teman baik kakaknya. Yashiro adalah mahasiswa di Okinawa jurusan perikanan, Pada musim liburan Yashiro tidak ke Okinawa dan bermain di rumah Kanazawa di Iwate. Untuk mengisi waktunya, Yashiro juga bekerja paruh waktu di kantor ayah Kanazawa.

Diceritakan oleh Kanazawa bahwa suatu ketika Yashiro yang tengah mabuk melintas di pelabuhan. Pemuda ini kelihatannya sedang jenuh dan ingin membuang waktunya dengan berjalan-jalan. Saat itu di Iwate kebanyakan penduduknya bekerja sebagai nelayan. Tubuh mereka terlihat kuat dan buruknya mereka juga sering terlibat perkelahian. Entah siapa yang memulai, akhirnya Yashiro bertengkar dengan mereka dan berujung pada perkelahian.

Tampaknya ada yang memanggil polisi, karena tidak lama kemudian datanglah sebuah truk berisi sekelompok petugas untuk melerai keributan itu. Ternyata dalam rombongan itu ada pula Kodama, kepala polisi yang ditakuti para penjahat Okinawa. Laki-laki ini terkenal kuat dan memegang peringkat godan (dan lima) dalam judo. Menurut Kanazawa, godan adalah peringkat yang sangat tinggi ketika itu.

“Apa-apaan ini?” Seru Kodama dengan suara keras. “Apa kalian tidak tahu kalau aku Kodama?” Seketika itu keributan berhenti dan mereka yang ada di tempat itu terdiam. Mereka sudah tahu bahwa yakuza sekalipun enggan berurusan dengan Kodama. Namun Yashiro sepertinya tidak takut. Dia berteriak, “Apa itu Kodama?” dan segera melayangkan sebuah pukulan ke hidung kepala polisi itu.

Akibatnya tulang hidung Kodama patah akibat serangan Yashiro. Petugas yang lainpun segera meringkus pemuda mabuk itu dan menyeretnya ke atas truk. Yashiro kemudian dipenjara dan sehari kemudian dibebaskan setelah kakak Kanazawa memberi jaminan pada polisi.

Selama di rumah Kanazawa, kadang-kadang Yashiro menampilkan gerakan kata. Kanazawa tidak mengetahui pasti dari perguruan mana gaya Yashiro, namun dirinya menduga Shorin-ryu. Kekuatan tangan Yashiro memang hebat. Pernah suatu ketika seisi rumah Kanazawa terkejut setelah melihat Yashiro mampu mematahkan batang bambu dengan tangan kosongnya. Kenangan itu rupanya membekas dalam benak Kanazawa dan menjadi alasan baginya untuk belajar karate.

Sayangnya, di wilayah Jepang utara saat itu tidak ada dojo karate. Mereka yang ingin belajar harus pergi jauh-jauh ke Tokyo. Untuk itu Kanazawa yang baru saja lulus dari SMU memilih meneruskan kuliahnya di Universitas Nihon Tokyo.

Walaupun menawarkan gaya Shotokan, di universitas itu hanya ada satu instruktur sabuk hitam sedang sisanya murid baru. Kanazawa mengakui sangat menikmati karatenya meski sebenarnya tidak begitu puas dengan hal itu. Dirinya lalu mencari universitas lain dengan klub karate yang lebih kuat. Meski harus kembali mengikuti ujian masuk universitas, Kanazawa tidak menyesalinya.

Kanazawa lalu menjatuhkan pilihannya pada Universitas Takushoku sebagai yang terbaik dalam hal bela diri ketika itu. Apalagi sebelumnya Kanazawa sempat melihat anggota klub karate Takushoku melakukan latihan. Mereka terlihat bersemangat memukul dengan beruntun dan cepat. Kanazawa lalu berpikir, “Ah…inilah karate yang aku inginkan.” - Bersambung (Indoshotokan)