Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

SANG GURU: KISAH ANKOH ITOSU (6 - FINAL)


Sukses mengangkat tode ke permukaan membuat Itosu mempunyai cita-cita yang lebih besar. Itosu berinisiatif memperkenalkan tode pada masyarakat Jepang. Memanfaatkan posisinya sebagai Sekretaris Raja Okinawa, di bulan Oktober 1908 Itosu mengirim sepucuk surat bertajuk “Tode Jukun” pada Menteri Pendidikan dan Menteri Pertahanan di Jepang. Tode Jukun yang berarti 10 Petunjuk Berlatih Tode pada pokoknya menjelaskan karakter, petunjuk latihan dan manfaat dari karate.

Terjemahan dari Tode Jukun adalah sebagai berikut:
  • Tode tidak dikembangkan dari Budhisme dan Konfusianisme. Di masa lalu Perguruan Shorei dan Shorin dibawa dari Cina ke Okinawa. Kedua perguruan ini mempunyai nilai-nilai yang kuat yang sekarang akan kusebutkan sebelum terlalu banyak perubahan.
  • Tode dilatih tidak hanya demi keuntungan seseorang semata; tode bisa digunakan untuk menjaga keluarga atau majikan seseorang. Tode tidak ditujukan untuk melawan seseorang, tapi sebagai cara untuk menghindari pertarungan ketika seseorang harus menghadapi musuh atau penjahat.
  • Tujuan tode adalah membentuk tulang dan otot sekeras batu, dan menggunakan tangan dan kaki setajam tombak. Jika anak-anak sudah berlatih Tang Te (Teknik Cina) sejak di sekolah dasar, kelak mereka akan layak bertugas di militer. Ingatlah kutipan yang ditujukan pada Duke of Wellington setelah dia mengalahkan Napoleon; “Pertempuran di Waterloo telah dimenangkan sejak dari Eton”
(Admin: Ini adalah sebuah kutipan populer yang menyindir kekalahan Napoleon di Waterloo. Tidak seperti kakaknya yang pandai, Wellington bukanlah pelajar yang sukses di Eton. Satu-satunya kegiatan yang sering dilakukannya saat disana hanyalah melompati sungai dan berkelahi dengan temannya. Wellington mungkin bukan ahli siasat seperti Napoleon, tapi kekuatan fisiknya telah mengantarkannya pada kemenangan).
  • Tode tidak bisa dipelajari dengan cepat. Seperti seekor lembu yang berjalan lambat namun akhirnya bisa mencapai jarak yang jauh. Jika setiap hari orang berlatih dengan tekun, maka dalam tiga atau empat tahun dia akan memahami karate. Mereka yang berlatih dengan cara seperti ini akan menemukan karate.
  • Dalam tode sangat penting melatih tangan dan kaki, karena itu seseorang harus berlatih menggunakan makiwara. Untuk melakukannya turunkan bahumu, buka paru-parumu, tahan kekuatanmu, berpijak dengan kakimu dan salurkan tenaga ke bagian bawah perut. Berlatih setiap hari dengan masing-masing lengan seratus hingga dua ratus kali. 
  • Ketika berlatih Tang Te pastikan punggungmu tegap, bahu lebih rendah, tempatkan kekuatan di kaki, berdirilah dengan yakin dan posisikan tenaga dibawah perut.
  • Latihlah masing-masing teknik tode berulang kali, berikut aplikasinya seperti yang sudah dijelaskan jauh sebelumnya. Pelajari penjelasannya dengan baik, dan putuskan kapan dan dalam kondisi apa menggunakannya saat diperlukan. Menyerang, bertahan dan melepas adalah teknik dalam torite.
  • Kau harus memilih apakah tode demi kesehatanmu ataukah demi membantu tugasmu.
  • Saat kau berlatih kerjakan seolah ditengah medan perang. Matamu harus terbuka lebar, rendahkan bahu dan keraskan tubuh. Kau harus berlatih dengan semangat dan terus-menerus. Dengan cara ini kau akan senantiasa siap.  
  • Jangan berlatih berlebihan. Ini akan membuat kau kehilangan tenaga di bawah perut dan akan membahayakan tubuhmu. Wajah dan matamu akan memerah. Berlatihlah dengan bijak.
  • Di masa lalu para ahli tode berumur panjang. Tode membantu mengembangkan tulang dan otot. Tode membantu sirkulasi dan pencernaan. Jika tode diperkenalkan sejak awal ke sekolah dasar, maka kita bisa menghasilkan orang yang masing-masing dari mereka sanggup mengalahkan sepuluh penyerang. Lebih jauh aku percaya ini bisa dilakukan dengan mewajibkan semua murid di Sekolah Keguruan Okinawa berlatih tode. Dengan cara ini setelah lulus mereka bisa mengajar di sekolah dasar apa yang telah mereka pelajari. Aku yakin ini akan menjadi keuntungan besar untuk militer dan negara kita. Adalah harapanku jika Anda akan benar-benar mempertimbangkan saranku.

Surat Itosu membawa pengaruh yang besar dalam dunia karate. Sejak itu beberapa utusan pejabat dan angkatan perang Jepang datang ke Okinawa. Sebagian besar dari mereka adalah perwira yang ingin menyaksikan tode dari dekat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menetap untuk sementara untuk berlatih tode.

Tanggal 26 Januari 1915 menjadi hari yang menyedihkan bagi dunia karate Okinawa. Yasutsune Itosu yang legendaris meninggal dalam usia 85 tahun. Itosu meninggalkan banyak murid yang juga menjadi tokoh penting dalam dunia karate (terutama Shorin-ryu). Adalah Gichin Funakoshi, salah satu murid terbaiknya yang meneruskan mimpi Itosu membawa karate ke Jepang untuk pertama kalinya di tahun 1917. Funakoshi diundang dalam festival bela diri di Kyoto, sebuah acara yang menjadi awal perjuangannya di Jepang. (Tamat – Indoshotokan)

0 komentar :