Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW J-GAMES: CASTLEVANIA: LORDS OF SHADOW

Gamer mana yang tidak pernah mendengar serial Castlevania? Game yang menjadi ikon untuk Konami itu sudah menjadi game legendaris sejak kemunculan pertamanya di tahun 1986. Ada banyak game Castlevania tapi hanya beredar di konsol. Satu-satunya judul Castlevania di komputer adalah game pertamanya untuk sistem operasi DOS. 

Tepat 27 tahun penantian para gamer PC akan game ini berakhir sudah. Tahun 2010 sebuah game berjudul Castlevania: Lords of Shadow siap mengobati kerinduan fans yang ingin kembali membasmi hantu dan makhluk jahat. Pemilik Playstation 3 dan Xbox 360 boleh bergembira karena game ini hadir lebih dulu di konsol. Versi PC-nya beredar 2013 dengan label “Ultimate Edition” yang menyertakan konten tambahan atau DLC dari konsolnya.

Dikembangkan oleh developer asal Spanyol MercurySteam dan Kojima Productions, game ini adalah versi reboot dari franchisenya. Artinya, alur cerita akan berbeda walaupun menggunakan karakter yang sama. Ini sengaja dilakukan untuk menjaga legenda cerita Castlevania dan agar game ini tidak berbenturan dengan game lain yaitu Castlevania Judgment. Lords of Shadow mengambil seting abad ke-11 di sebuah tempat di Eropa Selatan.


Gabriel Belmont adalah seorang satria dari Brotherhood of Light, sebuah ordo suci yang selama berabad-abad menjaga manusia dari kekuatan jahat dan supranatural. Tahun 1046 Gabriel dikirim oleh Brotherhood of Light untuk menangkap makhluk berbahaya yang dijuluki “Raja Iblis”. Gabriel berhasil dalam misinya dengan menyegel makhluk itu setelah menggunakan darah dari tubuhnya yang terluka. Saat Gabriel pergi menjalani misi, Marie, isterinya melahirkan anak mereka yaitu Trevor. Sayangnya tidak berapa lama kemudian Marie dibunuh secara sadis oleh makhluk yang berasal dari kekuatan jahat. Lebih buruk lagi, jiwanya terperangkap diantara dunia iblis dan manusia sehingga tidak bisa masuk ke akhirat.

Sementara itu kekuatan Lords of Shadow membuat dunia dipenuhi makhluk-makhluk kegelapan yang berkeliaran dan menebar teror pada manusia. Karena sekarang Marie tidak mati dan tidak juga hidup, satu-satunya yang bisa dilakukannya adalah membimbing Gabriel menyelidiki asal dari kekuatan gelap itu. Marie kemudian mengirim pesan pada Brotherhood of Light bahwa ada cara untuk menghancurkan kekuatan gelap. Ordo suci menunjuk Gabriel untuk pergi ke Lake of Oblivion, sebuah danau terlupakan yang membuat manusia bisa berkomunikasi dengan roh mereka yang telah mati. Gabriel menerima misi itu bukan demi mendapat kekuatan baru untuk menolong manusia semata. Dia juga ingin membebaskan jiwa istrinya yang terperangkap agar bisa hidup kembali.


Gameplay Lords of Shadow adalah hack ‘n slash ala God of War atau Ninja Gaiden. Gabriel menggunakan Combat Cross sebagai senjata utamanya, sebuah cambuk dari rantai yang fungsinya mirip Vampire Killer di game originalnya. Pada pokoknya ada dua tombol serangan; direct attack yang efektif untuk menyerang musuh berjumlah tunggal, dan area attack yang jangkauannya lebih luas dan efektif jika Gabriel dikepung banyak musuh. Combat Cross dapat diupgrade dan digabungkan dengan light magic (untuk bertahan) dan dark magic (untuk menyerang). Jika cambuknya diupgrade, Gabriel bisa melancarkan serangan baru yang untuk mengeluarkannya dengan mengkombinasikan tombol serang dan lompat. Selain itu ada senjata sekunder yang juga bisa diupgrade seperti pisau dan air suci.

Walaupun sebuah game reboot, MercurySteam masih mempertahankan musuh-musuh yang menjadi ciri serial ini seperti vampire dan werewolf. Tapi banyak juga musuh baru seperti laba-laba raksasa, troll dan goblin. Beberapa musuh bisa ditunggangi untuk digunakan menyeberang, memanjat atau mencapai platform tertentu. Yang paling menarik adalah para boss berukuran raksasa yang butuh trik tertentu untuk mengalahkannya. Gabriel harus memanjat tubuh raksasa itu untuk mencari sumber kehidupannya untuk selanjutnya dimusnahkan. Melihat bentuk boss musuh di game ini MercurySteam sepertinya penggemar game Shadow of the Colossus.


Sepanjang permainan ada puzzle tertentu yang mesti diselesaikan untuk membuka pintu, jalan dan mematikan jebakan. Bentuk puzzle bisa berupa mendorong obyek tertentu atau menekan tombol yang letaknya terpisah. Untuk menjangkau tempat yang sulit Gabriel bisa memakai Combat Crossnya untuk berayun, memanjat dan menuruni dinding. Dengan menjelajahi setiap sudut level pemain bisa menemukan item rahasia berupa “gems” yang bisa meningkatkan salah satu dari tiga hal; life bar, light magic dan dark magic.  

Sebagai sebuah game reboot, Lords of Shadow tidak begitu mengecewakan. Namun ada beberapa poin minus seperti sudut pandang kamera yang tidak bisa diatur sehingga pemain kadang tidak bisa melihat musuh. Kelemahan terbesar adalah pada musiknya. Castlevania terkenal dengan musiknya yang megah. Musik garapan Óscar Araujo di game ini sebetulnya tidak jelek, tapi dalam permainan nyaris tidak terdengar sehingga tidak bisa membangkitkan mood pemain. Tapi untungnya game ini tidak meminta kebutuhan PC yang tinggi. Sebuah video card dengan memory 512 MB yang mendukung DirectX 9.0c sudah bisa lancar memainkannya meski dengan setting minimal. (Indoshotokan)

0 komentar :