Custom Search

KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

REVIEW J-MOVIE: STAND BY ME DORAEMON

Bagi orang Jepang tokoh Doraemon begitu dicintai tidak hanya oleh anak-anak namun juga orang dewasa. Tidak heran jika di tahun 2008 Doraemon ditunjuk sebagai duta besar anime yang pertama oleh Kementerian Luar Negeri Jepang. Ditulis oleh dua mangaka senior Fujiko F. Fujio - kependekan dari Hiroshi Fujimoto dan Motoo Abiko -, Doraemon mendapat tempat di hati pembaca berkat ceritanya yang sederhana, menghibur dan tidak membosankan. Memperingati ulang tahun ke 80 dari Fujiko F. Fujio sebuah film animasi 3D Doraemon berjudul “Stand by Me Doraemon” siap menyapa penggemarnya. Film itu juga menjadi film pertama dari franchise Doraemon yang dibuat dalam format CG dan diluncurkan di 59 negara sekaligus termasuk Indonesia bulan Agustus 2014 lalu.

Nobita Nobi adalah murid kelas empat SD yang sangat payah. Pemalas, bodoh, selalu datang terlambat, tidak pandai olah raga, lamban, penakut, cengeng dan sederet sifat buruk lainnya. Di kelas dia selalu diganggu oleh dua teman sekelasnya yang nakal, Suneo Honekawa dan Takeshi “Giant” Goda. Tanpa disadari oleh Nobita, cucunya dari abad ke 22 yaitu Sewashi selalu mengamatinya setiap hari. Dengan mesin waktunya Sewashi mendatangi Nobita. Bersama dengan Sewashi adalah sebuah robot kucing berwarna biru yaitu Doraemon. Sewashi memberikan gambaran masa depan Nobita yang jatuh miskin karena terlilit hutang perusahaannya yang bangkrut. Lebih parah lagi dia menikahi adik Giant yaitu Jaiko. Itu akan menjadi kenyataan jika Nobita tidak merubah sifatnya yang sekarang.


Untuk membantu Nobita yang manja Sewashi menitipkan Doraemon di rumahnya. Mulanya Doraemon enggan karena harus tinggal sekamar dengan Nobita. Tapi program yang ditanamkan Sewashi di hidung Doraemon membuatnya bisa kembali ke masa depan hanya jika Nobita sudah mendapatkan kebahagiaannya. Dan begitulah, Doraemon lalu memperkenalkan gadget-gadgetnya yang unik pada Nobita. Mulai dari pintu kemana saja yang membuat Nobita datang ke sekolah lebih awal yang membuat teman-temannya heran; Taplak Pembalik Waktu yang bisa memperbaiki kesalahan yang membuat Nobita batal dimarahi pak guru. Yang tidak ketinggalan tentu saja Baling-baling Bambu yang menerbangkan pemakainya. Dengan gadget super lengkap dan Doraemon yang siap membantu kapan saja justru membuat Nobita semakin malas.

Masalah muncul ketika Nobita salah menggunakan gadget Doraemon untuk membuat Shizuka jatuh cinta padanya. Yang terjadi justru Dekisugi, anak terpandai di kelas, yang disukai oleh Shizuka. Putus asa, Nobita lalu meminum Ramuan Pembenci agar Shizuka tidak mendekatinya lagi. Efek ramuan itu sungguh hebat hingga orang satu rumahpun tidak kuat berada dekat dengan Nobita. Walau Shizuka juga merasakan efek yang sama, dia tetap mendekati Nobita dan mau menolongnya. Melihat Shizuka yang peduli padanya, Nobita merasa senang. Apalagi Doraemon menunjukkan jika masa depan telah berubah karena Nobita menikah dengan Shizuka. Tapi Nobita lagi-lagi berkecil hati saat melihat Shizuka akrab dengan Dekisugi. Khawatir akan hubungannya dengan Shizuka, Nobita lalu pergi ke masa depan. Penasaran bagaimana kelanjutannya? Silahkan menonton sendiri filmnya.


Stand by Me Doraemon dibuat berdasarkan tujuh seri dari komik pertamanya, meskipun mengambil hanya sebagian dari beberapa chapternya. Orang Jepang suka dengan tangisan bahagia. Walau target manga dan anime Doraemon sebenarnya untuk anak pra-sekolah, banyak penonton berumur 40 tahun ke atas yang masih mencintai Doraemon. Inilah sebabnya di teaser poster filmnya bergambar Doraemon dengan air matanya. Ada pesan disana bahwa sudah ada kenangan selama 40 tahun lebih bersama si robot kucing ini. Dan film ini juga sebagai ungkapan terima kasih pada para penggemar setia. Tidak heran jika film ini meraih sukses di banyak negara. Indonesia termasuk negara penyumbang keuntungan terbesar, yaitu 3 juta dollar yang juga menunjukkan besarnya penggemar Doraemon di negara ini.

Melihat dari judulnya sempat beredar kabar jika Stand by Me Doraemon akan menjadi film terakhir alias perpisahan Tapi kabar itu ternyata tidak benar terbukti dengan sebuah film baru berjudul “Doraemon: Nobita’s Space Heroes” dirilis tanggal 7 Maret 2015 kemarin. Film yang mengambil dari salah satu chapter manga itu juga sebagai perayaan 35 tahun serial anime Doraemon (1979). Formatnya kembali pada anime standar dan diluncurkan pada musim liburan anak sekolah di Jepang seperti biasanya. Yah, Doraemon memang memorable. Sebagai salah satu penggemar serialnya, Indoshotokan sangat merekomendasikan film ini. (Indoshotokan)

1 komentar :

ANITA DI PADANG said...
This comment has been removed by a blog administrator.