KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

TOUHOU PROJECT: JELAJAH DUNIA GENSOKYO YANG FENOMENAL (2)


Perlahan-lahan nama Touhou kian terkenal. Setelah ZUN merilis game kedelapannya, para fans kemudian sepakat menggelar sebuah even khusus untuk Touhou. Even itu disebut dengan Hakurei Jinja Reitaisai – sering disingkat Reitaisai – yang digelar pertama kali di bulan April 2004. Pengunjung bisa menemukan merchandise Touhou kesukaan mereka seperti game, novel, musik, komik, poster, artbook dan lain-lain. Sejak itu hingga kini even Reitaisai selalu digelar tiap tahunnya di bulan Mei. Selain Tokyo Game Show, Comiket dan Reitaisai menjadi dua even besar yang ditunggu anak muda Jepang tiap tahunnya. Ingin berkunjung kesana? Siapkan air minum yang cukup karena disana penuh sesak dengan pengunjung.

Sobat Indoshotokan tentu penasaran apa sih yang membuat game karya ZUN begitu istimewa? Pada intinya ada dua hal. Pertama, ZUN hanya menggunakan tokoh gadis remaja di semua gamenya. Lho, kok bisa? ZUN mengakui jika dia paling tidak bisa menggambar karakter laki-laki. Hal ini lalu menjadi ciri Touhou yang menggeser image game shooting yang biasanya menggunakan pesawat atau robot. Tapi ide ZUN ini bukan hal baru karena sebelumnya ada developer lain yang sudah melakukannya. Sebut saja CAVE dengan ESP Ra.De (1988) atau Psikyo dengan Sengoku Ace (1993).

Alasan kedua game ZUN sangat populer adalah danmaku. Oops, apalagi ini? Danmaku (artinya tirai peluru) adalah gaya game shooting dimana peluru-peluru musuh bertebaran memenuhi layar. Berbeda dengan game shooting klasik, dalam danmaku peluru musuh hanya mengurung dan tidak ditujukan membunuh pemain. Peluru musuh bertebaran membentuk pola tertentu yang indah, rapat dan menuntut pemain untuk ekstra hati-hati. Danmaku sendiri dipopulerkan oleh CAVE di era tahun 1990-an. ZUN kemudian mengadopsi gaya danmaku pada setiap karakter buatannya. Dalam game Touhou tiap karakter musuh mempunyai pola tertentu yang akan berubah di setiap rondenya.

 Pola danmaku dalam game Touhou Koumakyou - The Embodiment of Scarlet Devil

Tapi ZUN tidak hanya berhenti di game shooting saja. Di bulan Desember 2004 ZUN bekerja sama dengan Twilight Frontier untuk membuat game fighting berjudul Touhou Suimusou – Immaterial and Missing Power. Twilight Frontier adalah salah satu developer indie terbaik di Jepang yang sebelumnya sukses dengan Eternal Fighter Zero. Dalam game fightingnya ZUN meniru gaya Street Fighter tapi masih mempertahankan elemen game shooting dengan peluru danmaku. Game ini cukup sukses dan masih banyak dimainkan gamer dalam kompetisi online. Hingga kini ZUN dan Twilight Frontier masih menjalin kerjasama. Karya terbaru mereka adalah Urban Legend in Limbo yang dirilis pada even Reitaisai 12, bulan Mei 2015 lalu.

Nama Touhou tidak akan menjadi besar jika tidak didukung developer lain dan fans. Sejak ZUN merilis Touhou, banyak developer indie lain yang merilis game menggunakan karakter Touhou. Game itu ada yang meniru milik ZUN yaitu shooting, tapi ada juga yang ber-genre lain. Kualitasnya bahkan banyak yang diatas karya milik ZUN sendiri. Misalnya Koumajou Densetsu yang menggabungkan Castlevania dan Touhou. Ada pula Mai Hana Ao Makyou, game shooting 3D berdasarkan game keenam ZUN. Mai Hana adalah game yang sangat indah dan sobat sebaiknya memainkannya.   

Tidak hanya game, karena Touhou juga berkembang ke produk lain yaitu doujinshi. Doujinshi adalah produk turunan dari Touhou yang dibuat fans. Yang paling banyak adalah musik. Banyak sekali CD musik indie yang dibuat fans berdasarkan game Touhou. Mereka meng-aransemen ulang dan menjualnya dalam even. Sekedar informasi, dalam sebuah even ada ratusan album musik Touhou yang dijual. Jika ditotal, sampai sekarang sudah ada ribuan album musik indie Touhou. Sebuah angka yang fenomenal karena bisa mengalahkan industri musik mainstream. Kualitasnya tidak bisa diremehkan karena bisa menyaingi lagu-lagu komersial. Selain musik, Touhou juga berkembang ke pop-culture lainnya yaitu cosplay dan animasi. 

Para pengunjung memadati Tokyo Big Sight

Melihat banyak orang membuat game berdasarkan Touhou, ZUN tidak mempersoalkannya. Namun ZUN melarang game-game yang menggunakan Touhou dirilis di luar Jepang. Alasannya ini akan berlawanan dengan nama Touhou yang berarti “Timur”. ZUN juga memilih agar Touhou tetap di jalur indie dan tidak masuk ke jalur mainstream alias komersial. Menurut ZUN game komersial biasanya mengikuti keinginan pasar. Dengan tetap di jalur doujin atau indie, ZUN bisa berkarya sesuai keinginannya. Inilah sebab mengapa tidak ada game Touhou yang berbahasa Inggris. Jikapun ada, itu adalah hasil fans yang membuatkan patch. Hingga artikel ini ditulis (2015) hanya ada tiga game Touhou buatan fans yang dirilis di konsol Playstation 4.

Yap, dengan jutaan penggemar di seluruh dunia Touhou memang fenomenal. Tapi di luar itu semua Indoshotokan berharap suatu saat negara kita juga bisa menggelar even sejenis Comiket atau Reitaisai. Pasti seru melihat komikus, cosplayer dan developer indie berkumpul di sana. Semoga saja. (Tamat - Indoshotokan)