KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

Showing posts with label RESENSI J-DORAMA. Show all posts
Showing posts with label RESENSI J-DORAMA. Show all posts

REVIEW J-DORAMA: MONDAI NO ARU RESTAURANT


Tamako Tanaka (diperankan Yoko Maki) adalah pegawai restoran yang rajin, ramah, setia dan menghargai rekan sekerjanya. Bagi teman-temannya, Tamako adalah sosok orang yang bisa diandalkan. Namun dunianya berubah ketika salah satu pegawai perempuan yaitu Kyoko, yang juga teman Tamako, berbuat kesalahan. Agar permintaan maafnya diterima oleh boss restoran, Kyoko harus berjalan telanjang di restoran. Mendengar kabar tak sedap itu Tamako mendatangi tiap orang yang sudah melecehkan temannya dan menyiramnya dengan air es. Buntutnya, Tamako kemudian ditahan polisi akibat perbuatannya itu. Untunglah dia tidak masuk penjara, tapi boss kemudian memecatnya.

Dipecat tidak membuat Tamako berkecil hati. Apalagi sebelumnya di restoran itu dia juga mempunyai pengalaman buruk. Ketika masih bekerja Tamako membantu Makato Monji, seorang chef, untuk masuk bekerja di restoran itu. Bukan tanpa alasan Tamako membantunya. Ya, dia jatuh hati pada chef tampan itu. Selain itu restoran tempatnya bekerja memang juga didominasi kaum pria. Suatu ketika Tamako berkata pada Monji jika masakannya tidak mempunyai “hati”. Mendengar hal itu Monji tersinggung dan sejak itu dia bersikap dingin pada wanita yang sudah menolongnya. Dikhianati oleh Monji dan dimusuhi para pegawai restoran, termasuk bossnya, jelas ada tidak alasan bagi Tamako untuk bertahan di tempat itu. 


Tamako tidak dendam dengan bekas rekan sekerja yang sudah membuangnya. Dia lalu berusaha mewujudkan mimpinya sendiri, yaitu sebuah restoran yang unik dimana pelanggan merasa bahagia dengan merasakan resep-resep lezatnya. Tamako sadar tidak mungkin berusaha sendiri, karena itu dia mengajak teman perempuan lain yang tidak punya pekerjaan. Lucunya, semua teman yang diajak bergabung mempunyai problem pribadi yang unik. Berusaha bangkit demi mendapatkan hidupnya kembali, merasakan nikmatnya bekerja, dan di satu sisi menyelesaikan masalah dari teman-temannya. Kisah Tamako dengan restoran barunya dimulai.

Sepintas Mondai no Aru Restaurant berisi balas dendam atau perang antar restoran. Sama sekali tidak. Dorama ini murni komedi menyegarkan berisi usaha para wanita yang baru merintis karir di bisnis restoran. Sesuai judulnya, di setiap episodenya penonton disuguhi background cerita para member restoran milik Tamako. Tiap tokoh punya motif dan cerita yang berbeda. Yang jelas mereka mempunyai masalah dan itulah sebabnya mengapa dorama ini berjudul Mondai no Aru Restaurant (berarti “Restoran Masalah”). 

Misalnya saja Chika, dia baru bersinar di episode tiga. Tapi Tamako harus berterima kasih padanya karena dialah yang memberikan ide untuk membuka restoran sendiri. Chika adalah putri dari pemilik restoran tempat lama Tamako bekerja. Chika pula-lah yang membebaskan Tamako dari penjara setelah dia menyerang salah satu pegawai. Mengapa dia bergabung dengan Tamako? Ternyata Chika ingin membalas dendam pada ayahnya karena telah melupakannya dan membuat ibunya menderita depresi. Chika adalah gadis muda yang menderita karena orang tuanya, tapi masih bisa tersenyum. Itulah sebabnya dia belajar memasak sendiri demi menjaga ibunya. Walau akibatnya dia menjadi gadis yang jarang bergaul.


Ada pula Kyoko yang ceritanya diungkap di episode dua. Kyoko adalah teman lama Tamako di SMU. Sebelumnya Kyoko gagal dalam pernikahannya. Sang suami hanya memanfaatkannya, tapi yang lebih menyakitkan, dia juga mengambil anak mereka. Perceraian yang menguras tenaga dan emosi membuatnya lambat dalam berpikir. Demi mendapatkan anaknya kembali Kyoko bertekad dia harus mendapatkan uang sendiri. Keyakinan dan kepercayaan dirinya tumbuh kembali setelah sang anak mengatakan jika masakannya enak. Kyoko sangat pandai memasak dan karena itu dia menjadi asisten chef di restoran Tamako.

Mondai no Aru Restaurant memang dorama yang banyak menceritakan kaum hawa. Tapi bukan berarti tidak boleh ditonton para pria. Apalagi dengan cerita yang ringan, lucu dan menghibur membuatnya sayang dilewatkan. Di Jepang dorama ini ditayangkan oleh Fuji TV mulai Januari dan berakhir pertengahan Maret 2015 lalu. Cukup delapan episode saja. (Indoshotokan)

REVIEW J-DORAMA: KYOU WA KAISHA YASUMIMASU


Kisah cinta segitiga memang selalu menarik untuk diikuti. Walau sudah banyak film dan drama yang mengangkat tema ini sebagai cerita, tapi penonton sepertinya tidak pernah bosan. Tahun 2013 lalu penggemar j-dorama romantis dipuaskan dengan akting Miura Haruma dan Shinohara Ryoko dalam Last Cinderella. Nah, di bulan Oktober 2014 lalu sebuah dorama yang diangkat dari manga berjudul Kyou wa Kaisha Yasumimasu (artinya “Hari ini saya akan beristirahat dari perusahaan”) ditayangkan oleh NTV di Jepang. Dorama yang alur kisahnya mirip dengan Last Cinderella ini berjumlah 10 episode dan berakhir tayang Desember lalu.

Hanae Aoishi (diperankan Haruka Ayase) adalah seorang pegawai wanita sebuah perusahaan makanan yang cukup terkenal. Dia sangat rajin bekerja, selalu datang tepat waktu di kantor dan tidak pernah sekalipun mengambil cuti. Prestasi kerjanyapun sangat memuaskan hingga boss dan rekan sekantor menaruh kepercayaan padanya. Akan tetapi untuk urusan asmara Hanae tidak begitu berhasil. Di usianya yang sudah 29 tahun dia masih saja single. Jangankan berpikir menikah, Hanae sama sekali tidak tahu bagaimana caranya menjalin hubungan yang baik dengan seorang pria. Di luar kesibukannya di kantor Hanae hanya menghabiskan waktu bersama kedua orang tua dan anjing peliharaannya.


Suatu hari perusahaan tempatnya bekerja mengadakan sebuah acara makan malam. Kebetulan Hanae baru saja berulang tahun ke-30, dan seperti yang sudah diduga, tidak ada satupun dari teman sekantornya yang peduli. Ketika itu di kantornya ada Tanokura Yuto (diperankan Fukushi Sota), seorang mahasiswa tampan yang sedang magang paruh waktu. Yuto mendengar tentang ulang tahun Hanae dan merayakan untuknya meskipun sangat sederhana. Setelah acara makan malam itu Hanae mabuk dan pingsan. Ketika bangun Hanae mendapati dirinya berada di sebuah hotel bersama Yuto. Bingung dengan apa yang terjadi, Hanae meninggalkan hotel tanpa memberi tahu Yuto. Karena tidak tahu bagaimana menghadapi Yuto di kantor, untuk pertama kalinya Hanae berbohong dengan berpura-pura sakit.

Walau berpura-pura tidak terjadi apa-apa, ternyata semua tidak seperti yang diharapkan. Yuto meminta Hanae untuk menjadi pacarnya. Hanae terkejut dengan permintaan itu, tapi dia tidak memberikan jawaban yang pasti untuk Yuto. Di saat yang sama, Hanae bertemu dengan Asao Yu (diperankan Tamaki Hiroshi), seorang CEO perusahaan makanan Itali yang satu gedung dengan tempat Hanae bekerja. Yu menyukai Hanae dan diam-diam dia mengamati hubungan antara Hanae dan Yuto. Tampan, dewasa dan mapan menjadikan Yu sebagai tipikal pria ideal. Tapi yang lebih penting adalah dia bisa menerima Hanae apa adanya.


Yu menyarankan Hanae supaya melihat kenyataan dan tidak terlalu memperdulikan Yuto. Apalagi Yuto jauh lebih muda darinya dan bisa saja tidak serius. Walau meyakinkan Yu bahwa antara dia dan Yuto tidak ada yang istimewa, Hanae merasa dirinya makin tertarik pada Yuto. Semuanya makin rumit karena Hanae tidak percaya diri. Disamping itu perbedaan usia yang cukup jauh yaitu 9 tahun menimbulkan bermacam-macam masalah. Belum lagi Hanae harus menerima perhatian yang tidak diinginkan dari Yu yang terus meyakinkan jika dialah pasangan yang tepat bagi Hanae.

Dari sisi cerita sebenarnya dorama ini cukup menarik meskipun endingnya sudah bisa ditebak. Interaksi antar tokohnya juga patut dipuji, walau saya sendiri kurang mantap dengan akting Fukushi Sota. Dorama ini menunjukkan dua hal yang menarik; bagaimana Hanae menjalin hubungan dengan Yuto yang lebih muda dan Yu yang lebih tua. Dengan Yuto sikap Hanae seperti anak muda yang sedang jatuh cinta. Selalu jaga image, salah tingkah, jantung berdebar-debar dan ketika pacaran selalu fun. Sebaliknya, ketika dengan Yu yang lebih tua, Hanae sering adu argumen. Tapi melihat Hanae dan Yu sebenarnya lebih menarik. Dorama ini menggambarkan bahwa pasangan yang ideal belum tentu mereka yang selalu membuat kita nyaman.


Yang sedikit agak memaksa adalah mengapa Hanae harus memilih Yuto. Padahal ketika dengan Yuto, Hanae tidak menjadi dirinya sendiri. Sedangkan ketika dengan Yu, dia menunjukkan bagaimana sifat aslinya. Hanae bisa menjadi dirinya sendiri dan yang mengecewakan mengapa dia tidak memilih Yu. Yang kurang masuk akal lagi adalah ketika Yuto pergi ke Amerika untuk melanjutkan studinya. Hanae mengatakan jika dia akan setia menunggu kepulangan Yuto setahun kemudian. Mengapa Hanae begitu percaya pada Yuto? Mengapa Yuto tidak melakukan usaha tertentu, semacam pertunangan misalnya? Padahal di awal episode dia mengatakan serius dengan Hanae. Yah, apa boleh buat, mungkin mengikuti script sutradara. Singatnya, tetap menarik dan bisa ditonton. (Indoshotokan)

REVIEW J-DORAMA: JISHAKU OTOKO


“Di dunia ini manusia dibagi menjadi dua kelompok, utara dan selatan. Mirip seperti sebuah magnet, ketika dua orang yang berlawanan ini dipertemukan mereka akan tertarik satu sama lain.”

Oba Sosuke adalah seorang petani eksentrik yang gemar menanam sayuran dan mendengarkan musik klasik. Dia mempunyai lahan pertanian yang luas dan punya banyak pegawai. Sosuke sangat teliti dan bisa mengetahui karakter seseorang meskipun orang itu menyembunyikannya. Walau begitu, sifatnya aneh dan dia juga punya lidah yang lumayan tajam. Bicaranya ceplas ceplos dan jika ada orang yang berpura-pura dihadapannya, Sosuke tidak sungkan-sungkan “menelanjangi” orang itu dengan omongannya.

Di luar karakternya yang unik itu Sosuke mempunyai sebuah kelebihan, yaitu pandai mencomblangi mereka yang ingin menikah. Bagaimana caranya? Dia membagi tiap orang menjadi dua kelompok layaknya magnet yang punya dua kutub, yaitu utara dan selatan. Menurutnya jika dua orang yang berbeda kutub dipertemukan mereka akan cocok. Tapi jika orang dari kutub yang sama dipertemukan mereka tidak akan cocok. Teori Sosuke memang unik tapi boleh juga. Yang jelas, lahan pertaniannya menjadi terkenal sebagai tempat untuk menemukan jodoh dan bahkan pasangan menikah.    


Sementara itu Kohinata Shion, seorang konsultan jodoh, menerima kontrak kerja dengan mantan seniornya di universitas dulu, yaitu Himura Kotaro. Kotaro ingin menjalin kontrak ekslusif dengan Sosuke dengan membuat acara bertema pertanian untuk tujuan perjodohan. Shion dipilih karena dirasa cocok untuk acara itu. Shion sebenarnya adalah wanita yang menarik. Tapi di usianya yang sudah 30 tahun jangankan kekasih, dia belum ada rencana untuk menikah. Diam-diam dia sudah lama menyukai Kotaro, dan demi membuat seniornya itu terkesan dia menerima kerjasama itu. Tapi tanpa diketahui Shion, Sosuke dengan omongan pedasnya sudah menunggu.

Jishaku Otoko yang berarti “Pria yang Menjodohkan” adalah sebuah film dorama komedi romantis yang tayang bulan Juni 2014 lalu di Jepang. Dorama ini adalah tanpatsu, yang berarti hanya satu episode saja. Jika sobat mencari cerita yang serius, maka jangan menonton dorama ini karena didalamnya banyak berisi humor para tokoh dengan kebiasaan lucunya. Contohnya adalah Shion yang wanita idealis, suka pria mapan, ganteng dan atletis. Shion sebetulnya tipikal wanita perkotaan yang enggan berkotor ria. Tapi dia mau bertahan di pertanian karena sapi kesayangan Sosuke menyukainya.


Oba Sosuke mungkin orang yang menjengkelkan, tapi di satu sisi dia orang yang fleksibel untuk urusan jodoh. Itulah sebabnya dia dianggap brilian dalam menjodohkan orang. Sementara itu, Shion memang wanita baik, sopan dan jaga image. Tapi pandangannya tentang sosok pria ideal membuatnya sulit mendapat jodoh. Pertemuan dengan Sosuke membuat Shion belajar bahwa orang boleh saja punya cita-cita, tapi ketika sudah bertemu kenyataan maka dia harus bisa menyesuaikan.   

Jishaku Otoko sepertinya menyindir gaya hidup orang Jepang moderen yang sibuk bekerja keras hingga menomor duakan urusan jodoh. Tapi karena dikemas dalam cerita yang menarik, membuat penonton akan terhibur. Singkat kata, dorama ini wajib untuk ditonton. (Indoshotokan)

REVIEW J-DORAMA: SEIJO


Apa jadinya jika orang yang kita cintai ternyata bukan seperti yang diharapkan? Mana yang harus kita pilih; perasaan ataukah pekerjaan? Dalam dorama berjudul Seijo yang diputar NHK dan berakhir Oktober 2014 lalu itu, penonton akan dihanyutkan dalam kisah yang sentimentil dan ironi. Sudah siap?

Ketika masih SMU Nakamura Haruki (diperankan Nagayama Kento) belajar pada guru privat, seorang mahasiswi cantik bernama Maria Ozawa (diperankan Ryoko Hirosue). Karena menarik dan ramah, Haruki jatuh cinta padanya. Ozawa menyadarinya dan berpesan pada Haruki jika kelak Haruki lulus dari universitas dan menjadi pria dewasa, maka dia mau menjadi pacarnya. Setelah meninggalkan pesan terakhir itu Ozawa tiba-tiba menghilang dari hidup Haruki. Walau sepuluh tahun berlalu sejak kejadian itu, Haruki kadang-kadang masih memikirkan dan memimpikan Ozawa.

Kini Haruki telah lulus dari bangku kuliah dan menjadi seorang pengacara. Dia juga bertunangan dengan Motomiya Izumi, seorang perawat. Suatu hari kantor pengacara Haruki menerima permintaan dari seorang klien bernama Hijii Motoko, tersangka penipuan dan pembunuhan berantai yang menyita perhatian publik. Haruki terkejut melihat foto Hijii yang mirip dengan Ozawa, mantan guru privatnya. Tapi dia ragu jika mereka berdua adalah orang yang sama. Sebelum persidangan Hijii tiba-tiba menolak tim pengacaranya.


Boss Haruki menyatakan akan membela Hijii dan menunjuk Haruki sebagai pengacara pembelanya. Haruki kemudian dikirim ke sel tahanan untuk menemui kliennya. Ternyata memang benar, Hijii adalah Ozawa. Pertemuan itu mengembalikan perasaan lama mereka yang pernah saling menyukai. Nama samaran Ozawa dan masa lalunya yang kelam semuanya dibuka di persidangan. Meski begitu Haruki tetap berusaha mempercayainya. Tapi keyakinannya mulai goyah saat saksi-saksi didatangkan ke persidangan. Benarkah Hijii adalah wanita yang baik seperti dalam pikirannya selama ini? Atau mungkin...?

Seijo yang artinya kurang lebih “Wanita Suci” sebetulnya adalah sebuah dorama dengan cerita yang biasa. Tapi justru kesederhanaan itulah yang membuat Seijo menarik. Siapapun bisa saja mengalami kejadian tidak terduga seperti yang dialami tokoh utamanya. Bahwa di dunia ini tidak ada yang namanya “orang suci”. Bahwa semua orang mempunyai sisi buruk dan baik. Apa yang kita lihat dari luar belum tentu menggambarkan isinya. Seijo adalah dorama yang mengajak penonton merenung, “pada akhirnya tidak ada yang sempurna di dunia ini.”

Hijii mengaku bekerja sebagai koordinator seni. Tapi sebenarnya dia memperoleh uang dengan jalan berkencan bersama pria yang menjadi sponsornya. Hijii adalah wanita yang mempunyai sudut pandang berbeda tentang cinta. Satu-satunya kenangan yang tulus dan jujur tentang cinta darinya adalah sepuluh tahun lalu saat dia mencintai remaja SMU yaitu Haruki. Berperan sebagai wanita jahat memang cukup menantang dan Ryoko mengaku ini adalah pengalaman pertamanya. 


Seijo tidak direkomendasikan bagi penyuka dorama yang fun dan lucu. Dorama ini lebih pada kisah ironi. Hampir semua tokohnya mempunyai problem tersembunyi yang terkait dengan kasus utama. Hijii Masae misalnya, ibu dari  Hijii Motoko itu ternyata terlibat dalam prostitusi dan membawa anaknya hidup miskin. Sementara itu tunangan Haruki harus merawat korban kejahatan kasus Hijii Motoko. Di sisi lain dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran Hijii karena dia akan menikah.

Dorama sebanyak tujuh episode ini dihiasi dengan lagu”Last Scene” dari JUJU. Seijo tetap layak ditonton, apalagi dengan Ryoko Hirosue sebagai salah satu aktris papan atas yang berperan jahat untuk pertama kalinya. (Indoshotokan)

REVIEW J-DORAMA: SUTEKI NA SEN TAXI


Andai waktu bisa diputar kembali, apa yang akan sobat lakukan? Memperbaiki kesalahan? Melakukan hal yang baik? Nah, dorama komedi berjudul Suteki na Sen TAXI ini mungkin bisa menjadi jawabannya. Dorama berjumlah sepuluh episode ini tayang di Fuji TV mulai pertengahan Oktober dan berakhir 16 Desember 2014 lalu. Dengan cerita yang ringan, menghibur dan didukung bintang-bintang ternama membuat Suteki na Sen TAXI masuk dalam daftar wajib ditonton.

Eda Wakare (diperankan Yutaka Takenouchi) adalah seorang sopir taksi ajaib yang ramah, lucu dan sesekali menggoda penumpangnya. Bukan sekedar menggoda karena dia menawari penumpangnya hal yang tidak biasa; kembali ke masa lalu. Taksi ajaib Wakare bisa membawa penumpang kembali ke waktu mereka inginkan. Tapi seperti taksi pada umumnya, semua jelas ada tarifnya. Makin jauh waktu yang diulang, makin mahal pula tarifnya. Misalnya kembali ke waktu 30 menit sebelumnya butuh 30.000 yen atau sekitar 300 dolar. Mahal ya? Tapi masuk akal jika taksi seperti ini memang ada. 


Di episode pertama diperlihatkan Murakami Hideki, seorang aktor yang tengah mengejar karirnya. Hideki sudah delapan tahun di dunia akting, tapi penampilannya di layar kaca sangat sedikit karena perannya tidak penting. Hingga suatu hari dia mendapatkan peran bagus untuk pertama kalinya. Tapi untuk itu dia harus syuting dengan jadwal yang ketat. Karena sibuk, Hideki datang terlambat dua puluh menit ke restoran tempat dia berjanji makan malam dengan Kaori, pacarnya. Bukannya minta maaf, Hideki justru menyalahkan Kaori yang tidak sabar. Marah dan jengkel, Kaori minta putus dan keluar dari restoran.

Sadar telah membuat kesalahan, Hideki mengejar Kaori. Karena sudah ketinggalan, apa yang dibutuhkan Hideki? Tentu saja naik taksi. Tapi taksi yang kebetulan dipilihnya bukanlah taksi biasa. Eda Wakare, sang sopir, menggoda Hideki dengan ramahnya bagaimana jika dia kembali ke beberapa menit sebelumnya untuk menyelamatkan hubungannya dengan Kaori. Meski tidak percaya, Hideki menerima tawaran itu. Dan benar saja, mereka kembali saat Hideki akan menuju ke restoran. Hideki tetap datang terlambat, tapi kali ini dia membuat pilihan yang tepat yaitu meminta maaf pada Kaori.


Penumpang taksi ajaib tidak hanya melulu masalah percintaan. Ada mangaka (penulis komik) yang meminta jasa Eda Wakare karena kesalahan membuat episode. Ada juga penumpang yang tujuannya hanya ingin membalas dendam. Semuanya dikemas dalam alur yang menarik. Eda Wakare tidak hanya sekedar mengantar penumpangnya. Ada kalanya dia berhenti sejenak, mengobrol dengan penumpang seraya disisipi lawakan ringan. Jika harus kembali ke masa lalu, apakah benar ini yang mereka inginkan? Apakah mereka akan merasa lebih baik?

Sebuah episode kadang oleh penonton bisa ditebak hasilnya. Tapi dalam Suteki na Sen TAXI kadang melenceng dari perkiraan. Tapi disitulah justru menariknya. Seperti pepatah populer “Manusia boleh berencana, tapi Tuhan-lah yang menentukan.” Itulah yang menjadi inti dari dorama ini. Taksi ajaib milik Eda Wakare hanyalah sekedar alat yang digunakan untuk berusaha. Tapi penonton tidak perlu mencari tahu dari mana asalnya taksi ini. Bicara masalah artinya, “Sen TAXI” adalah kependekan dari “Sentaku TAXI”. Arti dari “sentaku” adalah pilihan. Sehingga arti dari “Suteki na Sen TAXI” adalah “Taksi Ajaib yang Membuat Pilihan”. 


Penggemar Yutaka Takenouchi akan mengacungi jempol aktingnya di film ini. Aktor yang melejit lewat dorama klasik Long Vacation, Beach Boys dan Dekichatta Kekkon itu sering memerankan peran serius. Tapi sebenarnya Yutaka adalah aktor sitkom yang populer. Nah, di dorama ini para penonton boleh membuktikan kepiawaian Yutaka berperan kocak. Sebagai sebuah dorama dengan cerita yang fresh dan menarik, semoga saja ada stasiun TV tanah air yang bersedia memutarnya. (Indoshotokan)

REVIEW J-DORAMA: LEGAL HIGH 2

Komikado sensei beraksi lagi! Yap, jika sobat adalah pecinta J-dorama tentunya sudah menonton Legal High season pertama yang berakhir tayang Juni 2012 lalu. Nah, seakan ingin menambah rekor kemenangannya, kisah Komikado sang pengacara unik ini disambung dalam Legal High 2 yang tayang di Jepang Oktober 2013. Season kedua ini jumlah episodenya tidak begitu banyak, hanya 10 saja. Tapi cerita yang lucu, sarat pesan moral dan sindiran cerdas ini membuat Legal High 2 ratingnya melebihi prekuelnya. Tapi jangan harap ada adegan romantis atau percintaan didalamnya.

Legal High 2 (Jepang: Rigaru Hai 2) tetap menampilkan Komikado Kensuke sebagai tokoh utama (diperankan Sakai Masato), seorang pengacara bergaya komikal; egois, sarkastik, keras kepala, menjengkelkan dan konyol. Tapi di luar sifatnya yang buruk, Komikado adalah seorang pengacara hebat yang pintar menyusun strategi. Karakternya realistis dan dia tidak pernah kalah sekalipun dalam kasusnya. Bagi Komikado kemenangan adalah segalanya.

Di sisi lain ada Mayuzumi Machiko (diperankan Yui Aragaki), pengacara muda yang cantik dan idealis. Mayuzumi sebelumnya belajar dengan keras hingga berhasil lulus ujian pengacara. Berbeda dengan Komikado yang eksentrik, dia lebih sopan dan mempunyai naluri keadilan yang kuat. Bagi Mayuzumi menjadi pengacara berarti melindungi yang tidak bersalah dan membela yang lemah. Sebagai orang yang idealis, Mayuzumi ingin menjadi pengacara dengan mempertahankan keyakinannya itu.


Konflik dalam Legal High 2 dimulai setelah seorang pengacara muda dan tampan Hanyu Haruki (diperankan Okada Masaki) ke kantor Komikado untuk belajar. Sebelumnya Hanyu adalah pengacara yang bekerja di beberapa negara hingga akhirnya kembali ke Jepang untuk membuka kantornya sendiri yang bernama Nexus. Hanyu berasal dari keluarga yang mapan. Ayahnya pemilik perusahaan trading beromzet besar, sedangkan ibunya seorang penulis buku anak-anak yang terkenal. Berbeda dengan Komikado dan Mayuzumi, dalam menyelesaikan kasusnya Hanyu ingin semua pihak senang alias “win-win solution”.

Legal High 2 masih tetap seputar dunia pengacara dan hukum. Kedengarannya membosankan? Jangan salah sangka dulu, karena Legal High 2 mampu mengemas cerita dengan lebih apik, lucu dan menarik. Walaupun genrenya komedi, Legal High 2 menyajikan masalah sosial masyarakat Jepang. Semua karakter mempunyai gaya yang berbeda; Komikado yang menunjukkan jari sembari menggesek rambutnya, Hanyu yang menjentikkan jari sambil mengucapkan kata-kata Bahasa Arab, semuanya ada maksudnya.

Legal High 2 memberikan banyak pesan moral. Dunia pengacara dilihat dari baik dan buruknya, dari kelebihan dan kekurangannya. Sebagai tokoh utama, sosok Komikado mungkin dibenci. Tapi diluar sifat buruknya itu Komikado adalah orang yang sangat berdedikasi pada pekerjaannya. Komikado mempunyai keinginan yang kuat untuk memenangkan kasusnya, walaupun kadang caranya aneh dan konyol.


Lewat dorama ini pula para penonton diajak untuk melihat seorang pengacara dari sisi yang lain. Walaupun dalam pengadilan pengacara berusaha membela klien dengan cara apapun, mereka juga manusia biasa. Mereka hanya melakukan pekerjaannya. Satu poin menarik dorama ini adalah memang benar baik hakim, pengacara dan jaksa berusaha menemukan kebenaran. Tetapi manusia bukanlah Tuhan dan hanya bisa percaya pada kebenaran yang mereka yakini. Menariknya, ini diucapkan oleh Komikado yang selalu terlihat menjengkelkan.  

Dengan kualitas akting dan jalan cerita yang bagus, Legal High 2 adalah sebuah dorama yang wajib ditonton. Jangan khawatir jika sobat tidak paham dengan dunia hukum, karena humor-humor segar didalamnya siap mengocok perut penonton. Bagi sobat yang sudah menonton season pertama dijamin akan lebih suka pada sekuelnya ini. (Indoshotokan)

REVIEW J-DORAMA: PRICELESS ~ ARU WAKE NEDARO,N NAMON!


Apa jadinya jika kehidupan sobat berbalik 180 derajat? Sulit membayangkan jika kemarin kita kaya tapi besok tiba-tiba jatuh miskin, bukan? Paling tidak itulah yang terjadi dalam dorama terbaru Fuji TV yang berjudul “PRICELESS ~ Aru Wake Nedaro,n namon!” Dorama yang dibintangi aktor tampan Takuya Kimura ini ditayangkan oleh Fuji TV sejak 22 Oktober 2012 di Jepang. 

Kisah dibuka dengan seorang direktur dari sebuah perusahaan ternama yang terbaring lemah di rumah sakit. Merasa umurnya sudah tidak lama lagi, dia memanggil salah satu anaknya yang bernama Oyashiki. Di depan beberapa pegawai yang turut mendampinginya, sang direktur membisikkan beberapa patah kata ke telinga anaknya. Tidak lama kemudian pria tua itu meninggal. Sang anak terkejut dengan wasiat terakhir ayahnya, “Mengapa harus Fumio Kindaichi?”  

Berikutnya penonton akan diperkenalkan dengan sang pria misterius. Kindaichi (Takuya Kimura) adalah seorang pegawai kantoran yang sukses. Dia sangat populer di kantor karena mampu menyelesaikan masalah-masalah perusahaan. Sifatnya periang dan suka menolong yang membuatnya disukai rekan sekerja. Tidak hanya karir yang cermelang, Kindaichi mempunyai pacar yang baru pula. Pendeknya, bagi Kindaichi life is good.

Tanpa sepengetahuan Kindaichi, ada orang di kantor yang bersekongkol untuk menyingkirkannya. Mereka membuat Kindaichi dituduh mencuri informasi perusahaan. Dia dipecat dari perusahaan dengan tidak hormat. Teman sekantor yang awalnya suka kini berubah membencinya. Bahkan Kindaichi sempat memukul seorang teman karena tidak tahan dengan caranya memandang. Akibatnya dia harus menginap di sel tahanan polisi, namun tidak berapa lama kemudian dia dibebaskan.


Kindaichi pulang ke apartemennya. Namun kesialannya belum berhenti. Apartemennya meledak di depan mata kepalanya sendiri! Jadi, selain 30 yen di rekening bank-nya Kindaichi yang malang sudah tidak punya apa-apa lagi. Siapa yang tega melakukan semua ini? Tidak lain adalah saudara tirinya yaitu Oyashiki yang tidak ingin perusahaan dipegang oleh Kindaichi.

Sempat kesana kemari tanpa tujuan, suatu ketika Kindaichi bertemu dua anak kecil yang menangis karena kehilangan tiket keretanya. Kindaichi lalu memberikan 500 yen dari sakunya. Belakangan dia menemukan kalau kedua anak itu hanya berpura-pura. Karena tidak punya uang lagi, Kindaichi ingin meminta kembali uang 500 yen-nya. Namanya anak kecil, tentu saja mereka menolaknya. Tapi dari sanalah Kindaichi menemukan jawaban atas semua kesulitannya.

Kedua anak yang lucu itu menunjukkan pada Kindaichi tempat dimana bisa mandi dan mendapatkan makanan gratis di taman. Mereka juga mengajarinya cara mencari uang di jalanan dengan cara yang unik. Kindaichi mungkin pandai berbisnis, namun dia tidak tahu cara bertahan hidup di jalanan. Intinya, daripada memberi ikan setiap hari, kedua anak itu lebih suka mengajarinya memancing.

Karena tidak punya rumah, Kindachi dibawa oleh kedua anak tadi ke apartemen milik nenek mereka. Sewanya sangat murah, hanya 500 yen per-hari. Tapi dengan keadaannya saat itu rasanya sulit dipenuhi oleh Kindaichi. Di episode awal diperlihatkan bagaimana Kindaichi yang begitu mudahnya menghamburkan uang untuk barang yang tidak perlu. Pada akhirnya dia sadar betapa beratnya menghasilkan 500 yen untuk terus bertahan hidup.


Priceless adalah sebuah dorama komedi ringan yang menghangatkan hati. Karakter utama Fumio Kindaichi digambarkan sebagai orang yang optimis. Dia berusaha melanjutkan hidupnya lagi meski sudah mendapat musibah dan perlakuan buruk. Tidak ada niat darinya untuk membalas dendam pada Oyashiki. Daripada melakukan hal yang menghancurkan, dia memilih membalas Oyashiki dengan jalan menjadi orang yang lebih sukses dari sebelumnya.

Kindaichi boleh saja telah kehilangan seluruh teman dan hartanya, namun dia masih orang yang sama: perhatian dan suka menolong. Saat tidak punya tempat tinggal hingga harus tertidur di taman, ada orang tua yang menutupinya dengan kertas kardus. Di episode berikutnya orang tua tersebut jatuh sakit. Kindaichi menolongnya dengan obat dan makanan.

Di tengah kesulitan yang menghimpitnya, Kindaichi tidak menyerah pada keadaan. Dia juga tidak lupa untuk melakukan kebaikan. Sebagai balasan atas karma baiknya, dimanapun Kindaichi berada selalu ada yang membantunya. Belakangan apa yang dilakukan oleh Kindaichi ini justru membuat kagum orang-orang yang pernah dekat dengannya seperti mantan bos dan rekan sekerja. Dari sini dapat ditebak jika dorama ini akan berakhir dengan happy ending.

Impresi akhir? Dorama ini sebaiknya ditonton, terutama jika sobat adalah fans Takuya Kimura. Ceritanya memang simpel dan disisipi komedi ringan, tapi justru disitulah kelebihannya. Omong-omong soal ending, jika sobat tidak suka dorama dengan sad ending, maka jangan khawatir. Meskipun apartemen Kindaichi sudah terbakar habis, dorama ini akan memberikan akhir yang menyenangkan. Tapi bagi penggemar genre romance, dorama ini tidak begitu disarankan. So, selamat menonton (Indoshotokan).  

REVIEW J-DORAMA: GREAT TEACHER ONIZUKA


Masih ingatkah Anda dengan aksi gila Takashi Sorimachi sebagai Onizuka Eikichi, sang guru bengal dalam serial Great Teacher Onizuka (GTO)? Tepat dua belas tahun sejak animenya berakhir dan empat belas tahun sejak dorama klasiknya, versi remakenya telah mengudara di Jepang. Fuji TV menyiarkan dorama dengan tersebut dalam sebelas episode plus satu edisi spesial sejak Juli hingga September 2012.

Onizuka Eikichi adalah mantan anggota geng motor paling disegani bernama Onibaku atau iblis penghancur. Karena dasarnya memang berandalan, sifat Onizuka cuek, norak, tidak tahu malu dan berotak mesum. Suatu ketika dia bekerja sambilan sebagai tukang kebun di sebuah SMU Meishu yang elit. Tidak sengaja dia melihat Yoshikawa Noboru, salah seorang murid yang kerap diganggu oleh beberapa temannya.

Tidak tinggal diam, Onizuka menyelamatkan Yoshikawa dan kemudian berteman dengannya. Mengetahui aksi Onizuka yang belum pernah dilakukan satu orangpun di sekolah itu, membuat Sakurai Yoshiko, sang kepala yayasan, mengangkatnya sebagai guru. Meski ditentang oleh kepala sekolah, tidak membuat Sakurai menarik keputusannya. Dari sinilah kisah seru dimulai. Onizuka diangkat sebagai wali kelas 2-4 yang penuh dengan siswa bermasalah.

Onizuka memecahkan masalah muridnya satu demi satu. Lucunya, cara yang dilakukannya terbilang unik. Misalnya merusak tembok rumah wali murid, menggoda orang dan memaksa salah satu muridnya mengikuti kontes kecantikan. Bahkan di episode pertama Onizuka men-suplex (membanting ala gulat) kepala sekolah! Selain dari muridnya, Onizuka juga harus menghadapi guru-guru dan wakil kepala sekolah yang berusaha mencari celah untuk mendepaknya keluar.


Sama seperti versi klasiknya (1998), GTO versi remake ini masih menawarkan humor-humor segar khas Jepang. Sebagai dorama bergenre “seishun eiga” (remaja), alur ceritanya difokuskan pada konflik antara murid, sekolah dan orang tua. Semuanya dikemas dengan ringan dan menghibur. Namun karena ada sedikit adegan ero, dorama ini sepertinya lebih cocok ditonton oleh penonton berusia 16 tahun keatas.   

Yang lebih menarik, meskipun tidak terkesan menggurui banyak pelajaran yang bisa diambil dari serial ini. Dibanding menasihati muridnya, Onizuka lebih suka beraksi langsung. Memang orang yang ditolong awalnya tidak suka. Tapi lambat laun mereka mulai menyukai Onizuka tanpa melihat latar belakangnya yang mantan berandalan. Ya, Onizuka menggunakan pendekatan psikologis. Sebuah cara yang sulit ditemukan pada guru-guru di sekolah tersebut.

Walau berlabel sekolah elit, guru-guru di SMU Meishu enggan membantu masalah muridnya. Onizuka mempunyai rasa setia kawan yang tinggi. Dia juga memperlakukan murid sebagai layaknya teman. Bagaimanapun kesulitan muridnya, dia akan berusaha keras menolongnya. Di satu episode diperlihatkan Onizuka rela datang terlambat ujian kompetensi guru yang penting demi menyelamatkan muridnya yang disekap. Berkat kedekatannya dengan murid, saat Onizuka diumumkan mengundurkan diri banyak murid yang bersedih.

Klimaks menunjukkan kepala sekolah yang melarang festival tahunan karena dianggapnya tidak berguna. Tidak rela muridnya kecewa, Onizuka diam-diam mengorganisir festival di malam hari bersama seluruh murid. Dengan begitu di pagi hari saat semua persiapan selesai kepala sekolah tidak punya pilihan selain menyetujuinya. Melihat adegan para murid yang gembira saat merancang acara itu adalah scene terbaik di serial ini. Pesan moralnya? Jika ada hal yang lebih penting dari nilai dan grade di sekolah, maka itu adalah menjalin ikatan yang kuat dengan sesama teman dan guru.


Sebagai pasangan dari Onizuka adalah Fuyutsuki Azusa. Berlawanan dengan Onisuka, ibu guru cantik yang satu ini adalah lulusan salah satu universitas terbaik di Tokyo. Pada awalnya diperlihatkan sebagai sosok yang tenang dan pemalu. Namun seiring cerita berjalan, Fuyutsuki lebih berani mengungkapkan apa yang dirasakannya. Dia sering mengkritik gaya mengajar Onizuka, namun lambat laun mulai menyukainya. Sayangnya sampai dorama ini berakhir hubungan mereka berdua masih saja menggantung. 

Sebagai Onizuka Eikichi adalah AKIRA yang merupakan anggota grup JPop EXILE. Banyak kritikus menilai AKIRA dengan rambut blondenya itu sangat pas dengan perannya. Kualitas aktingnya juga tidak kalah dengan Takashi Sorimachi yang sebelumnya memerankan Onizuka dalam live action. AKIRA yang namanya aslinya Ryohei Kurosawa ini juga terlihat sangat menikmati perannya.

“Rasanya aku tidak sadar jika dorama ini akan berakhir dalam 11 episode. Aku merasa masih belum selesai dengan karakter ini. Masih banyak ruang untuk mengembangkan karakter Onizuka Eikichi. Silahkan menanti GTO yang kian mengasyikkan.” Ujarnya seperti yang dikutip dari Tokyohive. 

Fuyutsuki Azusa diperankan oleh Takimoto Miori. Sebagai pendatang baru aktingya dalam dorama dan film layar lebar memang belum begitu banyak. Tapi melihat gaya aktingnya, karir Takimoto sepertinya menjanjikan. Apalagi dia sempat meraih penghargaan dalam Nikkan Sports Drama Grand Prix sebagai aktris terbaik lewat dorama berjudul “Ikemen desu ne” (2010). GTO ini adalah dorama kelimanya.

Di Jepang serial ini menduduki rating yang sangat tinggi. Para penggemar dorama bahkan menjuluki GTO sebagai “bapaknya dorama Jepang.” Dan memang, dorama ini sebaiknya Anda tonton. Bukan cuma remaja, orang tua dan para guru dijamin akan terhibur. So, selamat menonton. Go, Onizuka Sensei! (Indoshotokan) 

REVIEW J-DORAMA: LEGAL HIGH

Mendengar kata pengacara, bayangan kita pastinya pada hal-hal rumit, seputar ratusan pasal dan tetek bengeknya. Nah, Legal High ini adalah dorama dengan 11 episode yang berhubungan dengan dunia hukum. Malas nonton? Tunggu dulu, karena serial ini justru menonjolkan komedi segar yang siap mengocok perut Anda.

Mazuyumi Machiko adalah seorang gadis pengacara muda yang miskin pengalaman. Layaknya orang baru, dia adalah tipe orang yang idealis dan naïf. Sifatnya ceroboh dan tidak berpikir panjang. Yang ada di pikirannya hanya bagaimana membela yang lemah dan mengutamakan kebenaran. Mazuyumi akan merasa sangat bahagia jika berhasil meloloskan kliennya dari jeratan hukum.

Di sisi lain Komikado Kensuke adalah seorang pengacara yang absurd. Bagaimana tidak? Bahasanya kasar, keras kepala, doyan uang, ketenaran dan wanita. Tidak peduli benar atau salah, dia akan membela siapapun yang mau membayarnya dengan harga tinggi. Akibat sifat buruknya itu rekan-rekan sesama pengacara tidak ada yang menyukainya. Komikado mungkin bukan sosok ideal, namun dia mempunyai kelebihan yaitu jenius dan selalu berhasil memenangkan kliennya.

Suatu ketika Mazuyumi menangani kasus yang sulit. Karena mustahil untuk menang, oleh bosnya dia disarankan untuk menyerah. Mazuyumi tentu saja menolak, oleh Sawachi Kimie, sekretaris bosnya, dia disarankan meminta bantuan Komikado Kensuke. Tiga tahun lalu Komikado pernah bekerja di firma hukum yang sama dengan Mazuyumi bekerja saat ini. Namun karena sebuah kejadian membuat sang bos membencinya. Kamikado lalu keluar dan menjadi pengacara independen.



Bisa ditebak ketika dua orang yang berbeda sifat ini bertemu. Walau awalnya sempat menolak, Komikado mau membantu Mazuyumi. Kasuspun berhasil dimenangkan. Setelah itu Mazuyumi mengundurkan diri dari kantornya untuk bekerja pada Komikado. Alasannya untuk belajar lebih banyak hal dan melakukan apa yang diyakininya. Diluar itu dia juga harus membayar hutang pada Komikado dari kasus yang pertama. Berhasilkah Mazuyumi? 

Kelebihan dari J-Dorama adalah sering menawarkan cerita yang fresh. Legal High ini salah satunya. Sang sutradara ingin menyampaikan jika pengacara hanyalah manusia biasa. Tugasnya bukan untuk menentukan kebenaran karena hanya Tuhan-lah yang tahu kebenaran itu. Lewat ulah kocak dan menjengkelkan Komikado penonton diajak melihat sesuatu yang lebih jauh. Bahwa suatu hal yang kita anggap sebagai kebenaran belum tentu sesungguhnya benar.

Di opening dorama ini ada adegan lucu dimana Mazuyumi dan Komikado sedang berduel layaknya serial Tokusatsu. Sepintas memang terlihat konyol. Scene ini menggambarkan pertentangan antara kelompok idealis dan realistis. Pengacara yang baik hati seperti Mazuyumi akan selalu ada, dan begitu pula Komikado yang sebaliknya.

Kasus hukum yang ditampilkan juga bervariasi. Dari pembunuhan, warisan, hak cipta, perceraian dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, cara yang dilakukan Komikado dalam memecahkan setiap kasus terbilang kocak dan terkesan tidak biasa. Misalnya dia membuat kisah-kisah mengharukan demi meraih simpati masyarakat agar kliennya menang.


Sebagai Mazuyumi Machiko adalah si cantik Yui Aragaki yang kita kenal perannya dalam Dragon Zakura (2005) dan Ranma ½ (2011). Sedangkan si pengacara bengal Komikado Kensuke diperankan oleh Sakai Masato (Triangle, Tsukahara Bokuden). Selain mereka berdua dorama ini dimeriahkan oleh aktor dan aktris pendukung terkenal yang juga berperan apik. Plus, di setiap episodenya selalu dimeriahkan oleh para bintang tamu yang berbeda. 

Legal High ditayangkan oleh Fuji TV dari bulan April sampai Juni 2012. Dalam promonya Fuji TV menyatakan,

“Kensuke adalah karakter yang sanggup berdiri dengan keyakinan di tengah pandangan miring orang di sekitarnya. Saat di ruang sidang Kensuke mengingatkan kita perasaan yang sudah kita lupakan. Untuk berusaha sekuat tenaga dan tidak pernah menyerah.” (Indoshotokan).
 

REVIEW J-DORAMA: UMECHAN SENSEI

Umeko Shimomura adalah anak ketiga dari keluarga Shimomura yang tinggal di Kamata, Tokyo. Kenzo Shimomura, ayahnya, adalah seorang dokter yang disegani di sebuah rumah sakit universitas. Takeo, kakak laki-laki Umeko sangat berbakat dan sedang belajar untuk menjadi dokter seperti ayahnya. Sementara itu Matsuko, kakak perempuannya, sangat cantik dan telah bertunangan dengan salah satu mahasiswa ayahnya.

Umeko seolah tersembunyi dibalik kehebatan dua kakaknya. Di sekolah dia bukan anak yang pandai dan bahkan sering kesulitan dengan tugas dari gurunya. Tidak ada bakat yang menonjol kecuali sifatnya yang periang, ramah dan suka menolong. Tapi itu semua tidak berarti apa-apa. Saat itu adalah tahun 1945 dimana Jepang sedang berusaha bangkit setelah kalah perang. Semua orang harus bekerja keras jika ingin bertahan hidup.

Jalan hidup Umeko berubah ketika membantu sang ayah mengobati seorang anak yatim piatu yang sakit. Sejak itu dia memutuskan untuk menjadi seorang dokter. Tidak ada seorangpun yang percaya jika dia akan berhasil. Tanpa disangka-sangka, Takeo berhenti untuk mengejar cita-citanya sebagai dokter. Dia memilih menjalankan bisnis bersama Yozo, pamannya.

Nasib sial juga dialami oleh Matsuko yang menyaksikan tunangannya mati terbunuh. Kini tinggal Umeko yang menjadi harapan terakhir keluarganya untuk meneruskan jejak ayahnya sebagai dokter. Umeko didukung oleh Nobuo Yasuoka, anak laki-laki tetangga sebelah yang ayahnya membuka toko kecil. Dengan belajar keras, Umeko berhasil masuk ke sekolah kedokteran wanita.

Karena dasarnya memang kurang berbakat, Umeko mendapat banyak kesulitan di sekolah barunya. Namun sifatnya yang suka menolong membuatnya disukai oleh teman-temannya. Di tengah masa belajarnya Umeko berkenalan dengan Toshio Matsuoka, seorang mahasiswa kedokteran yang pandai namun lemah untuk urusan wanita.

Lulus dari sekolah kedokteran Umeko magang di rumah sakit tempat ayahnya bekerja. Dia juga mulai menjalin hubungan kasih dengan Toshio. Di sela kesibukannya Umeko bertemu dengan Dokter Sakata, sosok dokter yang bersahaja namun banyak menginspirasi. Dokter Sakata menjalankan sebuah klinik yang amat sangat sederhana – bahkan nyaris tidak terurus – di gedung yang sama dimana kakak Umeko menjalankan bisnisnya.

Lewat Dokter Sakata pulalah Umeko mengerti apa artinya mendedikasikan diri demi sesama. Sayangnya tidak lama kemudian Dokter Sakata tewas dalam sebuah kecelakaan. Umeko memutuskan berhenti bekerja dari rumah sakit demi membuka sebuah klinik kecil di Kamata. Keputusan itu rupanya tidak sejalan dengan prinsip Toshio. Mereka berdua putus dan kemudian Toshio terbang ke Amerika.

Inspiratif! Begitulah kata yang tepat untuk dorama yang satu ini. Inti cerita Umechan Sensei sebenarnya hal yang biasa, yaitu pergulatan seorang gadis remaja yang mengejar cita-citanya, menikmati naik turunnya hidup dan tetap bersyukur. Sederhana memang, tapi justru kesederhanaan itulah yang menjadikan dorama ini berbeda. Mengapa diberi judul Umechan Sensei? Yah, karena memang banyak pelajaran dan nilai moral yang ingin disampaikan.   

Misalnya ketika Umeko memutuskan menjadi seorang dokter. Meski banyak halangan, Umeko menunjukkan bahwa kemauan yang keras bisa mengalahkan bakat. Klimaks cerita yang menunjukkan keteguhan Umeko bertahan di kliniknya yang sederhana meski di sebelahnya berdiri rumah sakit megah sungguh patut dicontoh. Dan sepertinya ini menjadi sindiran untuk masyarakat Jepang sekarang yang begitu mengejar materi.


Umeko Shimomura diperankan oleh Maki Horikita yang terkenal dengan aktingnya di serial “Hanazakari no Kimitachi e” (2007) dan “Wagaya no Rekishi” (2010). Selain itu dorama ini juga banyak didukung aktor terkenal seperti Koide Koisuke yang sukses dalam “Cyborg Girl” (2008) dan “Perfect Report” (2010). Sebagai ayah Umeko adalah Takahashi Katsumi, aktor veteran yang telah membintangi lebih dari 60 dorama. 

Umeko Sensei ditayangkan sebagai Asadora (dorama di pagi hari) oleh stasiun televisi NHK mulai April hingga September 2012 dalam 156 episode. Cukup panjang dibandingkan dorama pada umumnya. Serial ini juga berhasil meraih penghargaan dalam 16th Nikkan Sports Dorama Grand Prix sebagai The Best Dorama edisi musim panas 2012. Sekedar informasi, penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian atau rating dari pemirsa.

Berkat dorama ini pula Maki Horikita kembali dinobatkan sebagai aktris terbaik dalam ajang Nikkan Sports Dorama Grand Prix. Dia juga memegang predikat aktris terbaik paling banyak yaitu dengan tiga piala sebelumnya. Gelar sebelumnya didapat dari “Hanazakari no Kimitachi e.” (indoshotokan).