KONTEN DILINDUNGI HAK CIPTA. DILARANG KERAS MENJIPLAK, MENGEDIT DAN MEMPERBANYAK SEBAGIAN ATAU SELURUH HALAMAN SITUS INI TANPA IJIN.

Cari Artikel

SOPAN SANTUN

Beberapa anak muda yang antusias dengan karate percaya bahwa karate hanya bisa dipelajari lewat instruktur di dojo. Tetapi orang-orang seperti itu hanya pandai teknik, dan bukan karateka sejati. Ada sebuah nasihat Buddhist mengatakan, “semua tempat bisa menjadi dojo,” dan ada pepatah berkata siapapun yang mengikuti jalan karate tidak boleh melupakan hal ini. Karate bukan sekedar memperoleh seninya saja, melainkan bagaimana menjadi anggota masyarakat yang baik dan jujur.

Kita menyapa teman-teman dengan berkata, “selamat pagi” atau “selamat sore” dan kita menyesuaikan dengan keadaan. Ini adalah hal yang biasa, dan daripada membicarakan masalah ini, bukankah kita lebih baik membicarakan hal lain yang jauh lebih penting?

Di jaman kita yang liberalisme dan demokrasi, aku tidak merasa keberatan jika dianggap kuno atau bahkan berlebihan jika menyarankan sopan santun yang ditunjukkan pada tetangga dan teman juga dilakukan pada anggota keluarga kita. Inilah yang aku yakini. Namun demikian, kita harus menunjukkan perhatian lebih pada orang tua, kakek-nenek, kepada kakak dan adik-adik kita. Ini adalah sesuatu yang seringkali kita lupakan.

Anak-anak muda harus menunjukkan perhatian lebih untuk keluarga mereka, dan ini sudah jelas hal yang penting bukan hanya bagi praktisi karate tapi juga seluruh umat manusia. Pikiran seorang karateka sejati harus dijiwai dengan hal semacam itu sebelum dia mengalihkan perhatiannya pada tubuhnya dan memperbaiki tekniknya. Mencintai karate, mencintai diri sendiri, mencintai keluarga dan teman-teman; semua pada akhirnya akan mencintai negaranya. Arti sebenarnya dari karate hanya bisa dipahami melalui cinta seperti itu.

Kita ambil saja contoh, satu kejadian yang umum sehari-hari; berkunjung ke pemandian umum. Aku yakin siapapun pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan. Aku sering mendapati gayung kayu yang baru digunakan orang lain berisi air kotor. Ini berarti sebelum bisa memakainya, orang harus membersihkan bekas air kotor orang lain. Orang sebelumnya yang meninggalkan air kotor sudah jelas tidak mempunyai sopan santun.   

Sementara itu beberapa orang membawa handuk tangan mereka ke pemandian umum, kemudian melakukan hal yang menjengkelkan dengan membasuh badan mereka di air yang digunakan orang lain berendam. Beberapa laki-laki yang ingin bercukur mendapati ternyata cerminnya sedang digunakan orang lain. Bukannya menunggu, mereka memilih melakukan hal yang berbahaya. Bercukur tanpa memperoleh penglihatan yang jelas dari cermin. Siapapun yang tahu sopan santun setelah berpakaian akan mengembalikan keranjang bekas pakaian ke tempat asalnya daripada merepotkan penjaga pemandian. Pemandian umum adalah tempat terbaik di dunia yang menunjukkan bagaimana karakter orang sebenarnya.

Aku tidak begitu ingat sudah berapa lama sejak kubaca riwayat Seiji Noma, pendiri Kodansha (penerbit). Tapi aku tidak pernah lupa isinya dan aku menyadari belajar banyak hal dari buku itu.

Sebuah baris yang benar-benar kuingat, “Biasanya aku pergi ke pemandian umum setiap sore.” Demikian dia menulisnya. “Setiap kali aku masuk, si penjaga akan menyapaku dengan kalimat ‘Selamat datang’. Dan ketika aku akan meninggalkan tempat itu dia akan berkata ‘Terima kasih banyak’. Untuk waktu yang lama aku tidak pernah berpikir untuk membalas salamnya. Tapi tiba-tiba kusadari akan menjadi hal yang sopan jika melakukannya. “    

Dia lalu menggarisbawahi betapa pentingnya membalas ucapan salam seperti itu, dan kemudian aku menggunakan nasihatnya dalam latihan setiap hari. Saat masuk ke pemandian umum, kudengar salam selamat datang yang kemudian kubalas dengan senyuman dan ucapan "Selamat sore.” Penjaga pemandian sedikit terkejut dengan jawaban yang tidak biasa dariku, dan kemudian membalas senyumku. Ketika akan pulang aku berkata, “Selamat malam” untuk membalas ucapan “Terima kasih” darinya. Sejak itu penjaga pemandian menjadi lebih ramah padaku. Nada suaranya yang sebelumnya sedikit acuh, menjadi hangat dan lebih akrab. Dan berkunjung ke pemandian umum bagiku menjadi lebih dari sekedar rutinitas harian.  

Satu hal yang selalu kukatakan pada murid-murid baruku adalah orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan seenaknya pada orang lain tidak layak belajar karate-do. Aku menemukan bahwa mereka yang serius belajar karate-do selalu mempunyai perhatian pada orang lain. Mereka juga menunjukkan ketabahan yang luar biasa, karena tujuan seseorang untuk terus belajar karate-do membutuhkan waktu yang sangat lama.

Tiap tahun di bulan April sangat banyak murid baru dari jurusan pendidikan jasmani universitas yang mengikuti kelas karate. Kebanyakan dari mereka, untungnya, mempunyai dua tujuan yaitu demi membentuk fisik dan mental sama baiknya. Namun demikian, selalu ada saja beberapa murid yang ingin menggunakan karate untuk berkelahi. Mereka hampir bisa dipastikan akan keluar dari latihan sebelum setengah tahun berlalu. Karena latihan tidak mungkin bagi anak-anak muda dengan tujuan bodoh seperti itu untuk bertahan dalam waktu yang lama dalam karate.

Hanya mereka dengan cita-cita yang tinggi yang menemukan karate layak dilakukan dan bertahan dalam latihan berat yang menyertainya. Mereka yang melakukannya akan menemukan bahwa semakin keras mereka berlatih, semakin menakjubkan seni itu jadinya. (Indoshotokan)

Artikel ini dikutip dan diterjemahkan dari buku “Karate-Do: My Way of Life” yang ditulis oleh Gichin Funakoshi dengan judul aslinya “Courtesy”. Editing dan alih bahasa oleh Bachtiar Effendi.

NASIHAT BIJAK BAGI PARA SATRIA


Sahabat Indoshotokan, bela diri apapun di dunia ini (terutama dari timur dan termasuk karate) adalah lebih dari sekedar jalan untuk mengalahkan lawan. Para ahli bela diri jaman dulu sering memberikan nasihat untuk murid-muridnya sebagai petunjuk berlatih atau motivasi hidup. Ini dilakukan karena mereka sadar jika karate butuh waktu lama untuk mempelajari, lewat latihan yang sangat berat, namun praktisinya dilarang menggunakannya begitu mudah. Sebenarnya ada banyak sekali nasihat dari para master karate yang diucapkan atau ditulis dalam buku. Pada kesempatan kali ini Indoshotokan akan berbagi sedikit dari motivasi yang terbaik, semoga bisa menginspirasi.

  • Tujuan sebenarnya dari karate-do bukan terletak pada mengalahkan lawan atau kemenangan, namun lebih pada kesempurnaan karakter praktisinya.” – Gichin Funakoshi, Pendiri Shotokan

  • Karate bisa diumpamakan sebagai sebuah konflik dalam dirimu sendiri. Atau sebuah perjalanan hidup yang panjang yang hanya bisa dimenangkan lewat disiplin diri, latihan keras dan upaya kreatifmu sendiri.” – Shoshin Nagamine, Pendiri Matsubayashi-ryu

  • Ada saatnya seseorang berada di puncak, namun ada kalanya di titik terburuk dalam hidupnya. Namun kedua hal itu diperlukan agar hidup seseorang bisa lebih seimbang, agar seseorang bisa menjaga kepribadiannya.” – Hirokazu Kanazawa, Pendiri SKIF

  • Karate berusaha membentuk karakter, memperbaiki tingkah laku dan mendorong orang kepada sopan santun. Namun demikian, karate tidak menjamin setiap orang pasti berhasil melakukannya.” – Yasutsune Itosu, Legenda Shuri-te

  • Tidak ada hal yang mengotori dunia ini selain seni bela diri yang tidak bisa digunakan untuk membela diri.” – Choki Motobu, Pendiri Motobu-ryu Kempo

  • Jangan berpikir hanya karena gerakan sebuah kata dimulai dari kiri, maka lawanmu akan selalu di sebelah kiri.” – Kenwa Mabuni, Pendiri Shito-ryu

  • Bertarung selalu menjadi pilihan akhir dari setiap persoalan.” – Chojun Miyagi, Pendiri Goju-ryu

  • Sebuah tinju harus tetap tersembunyi layaknya harta karun dibalik lengan pakaian. Tinju tidak boleh digunakan tanpa pandang bulu.” – Chotoku Kyan, Pendiri Shorin-ryu

  • Sekarang ini beberapa orang dari karate memakai nama yang terdengar aneh dan lucu untuk aliran karate mereka. Orang-orang karate seperti ini sebenarnya tidak punya pengetahuan dan paham tentang karate ortodok, atau dia tidak punya rasa percaya diri sebagai orang karate. Mereka memakai nama yang terdengar lucu untuk aliran karatenya sebagai pengingkaran karena gagal melakukan teknik yang sangat sulit atau teknik lain yang tidak sempurna. Tidak ada aliran apapun dalam karate. Karate membentuk seseorang menjadi satu-satunya obyek untuk bertahan dan menyerang. Dan melalui ini karate mengajarkan konsep dasar perlindungan diri.” – Kanken Toyama. Pendiri Shudokan 

  • Pikirkan bahwa kedua tangan dan kakimu layaknya pedang yang tajam.” – Yasutsune Azato. Shorei-ryu

  • Kau boleh saja berlatih dalam waktu yang lama. Tapi jika kau hanya menggerakkan tangan, kaki dan melompat layaknya boneka, maka berlatih karate tak ubahnya seperti belajar menari. Kau tidak akan mencapai inti dari permasalahannya; kau akan gagal memahami intisari dari karate.” – Gichin Funakoshi. Pendiri Shotokan

  • Seseorang tidak perlu meninggalkan dojo untuk menemukan apa yang dicarinya.” – Sakugawa Akata. Legenda karate Okinawa

  • Orang yang benar-benar telah menguasai karate tidak akan berbuat kasar. Dia menempatkan kedamaian sebagai hal yang paling utama. – Shimabukuro Eizo. Pendiri Shobayashi-ryu  

  • Karate adalah belajar seumur hidup.” – Kenwa Mabuni. Pendiri Shito-ryu

  •  “Karate tidak mengenal serangan lebih dulu.” – Yasutsune Itosu. Legenda Shuri-te

SANG GURU: KISAH ANKOH ITOSU (6 - FINAL)


Sukses mengangkat tode ke permukaan membuat Itosu mempunyai cita-cita yang lebih besar. Itosu berinisiatif memperkenalkan tode pada masyarakat Jepang. Memanfaatkan posisinya sebagai Sekretaris Raja Okinawa, di bulan Oktober 1908 Itosu mengirim sepucuk surat bertajuk “Tode Jukun” pada Menteri Pendidikan dan Menteri Pertahanan di Jepang. Tode Jukun yang berarti 10 Petunjuk Berlatih Tode pada pokoknya menjelaskan karakter, petunjuk latihan dan manfaat dari karate.

Terjemahan dari Tode Jukun adalah sebagai berikut:
  • Tode tidak dikembangkan dari Budhisme dan Konfusianisme. Di masa lalu Perguruan Shorei dan Shorin dibawa dari Cina ke Okinawa. Kedua perguruan ini mempunyai nilai-nilai yang kuat yang sekarang akan kusebutkan sebelum terlalu banyak perubahan.
  • Tode dilatih tidak hanya demi keuntungan seseorang semata; tode bisa digunakan untuk menjaga keluarga atau majikan seseorang. Tode tidak ditujukan untuk melawan seseorang, tapi sebagai cara untuk menghindari pertarungan ketika seseorang harus menghadapi musuh atau penjahat.
  • Tujuan tode adalah membentuk tulang dan otot sekeras batu, dan menggunakan tangan dan kaki setajam tombak. Jika anak-anak sudah berlatih Tang Te (Teknik Cina) sejak di sekolah dasar, kelak mereka akan layak bertugas di militer. Ingatlah kutipan yang ditujukan pada Duke of Wellington setelah dia mengalahkan Napoleon; “Pertempuran di Waterloo telah dimenangkan sejak dari Eton”
(Admin: Ini adalah sebuah kutipan populer yang menyindir kekalahan Napoleon di Waterloo. Tidak seperti kakaknya yang pandai, Wellington bukanlah pelajar yang sukses di Eton. Satu-satunya kegiatan yang sering dilakukannya saat disana hanyalah melompati sungai dan berkelahi dengan temannya. Wellington mungkin bukan ahli siasat seperti Napoleon, tapi kekuatan fisiknya telah mengantarkannya pada kemenangan).
  • Tode tidak bisa dipelajari dengan cepat. Seperti seekor lembu yang berjalan lambat namun akhirnya bisa mencapai jarak yang jauh. Jika setiap hari orang berlatih dengan tekun, maka dalam tiga atau empat tahun dia akan memahami karate. Mereka yang berlatih dengan cara seperti ini akan menemukan karate.
  • Dalam tode sangat penting melatih tangan dan kaki, karena itu seseorang harus berlatih menggunakan makiwara. Untuk melakukannya turunkan bahumu, buka paru-parumu, tahan kekuatanmu, berpijak dengan kakimu dan salurkan tenaga ke bagian bawah perut. Berlatih setiap hari dengan masing-masing lengan seratus hingga dua ratus kali. 
  • Ketika berlatih Tang Te pastikan punggungmu tegap, bahu lebih rendah, tempatkan kekuatan di kaki, berdirilah dengan yakin dan posisikan tenaga dibawah perut.
  • Latihlah masing-masing teknik tode berulang kali, berikut aplikasinya seperti yang sudah dijelaskan jauh sebelumnya. Pelajari penjelasannya dengan baik, dan putuskan kapan dan dalam kondisi apa menggunakannya saat diperlukan. Menyerang, bertahan dan melepas adalah teknik dalam torite.
  • Kau harus memilih apakah tode demi kesehatanmu ataukah demi membantu tugasmu.
  • Saat kau berlatih kerjakan seolah ditengah medan perang. Matamu harus terbuka lebar, rendahkan bahu dan keraskan tubuh. Kau harus berlatih dengan semangat dan terus-menerus. Dengan cara ini kau akan senantiasa siap.  
  • Jangan berlatih berlebihan. Ini akan membuat kau kehilangan tenaga di bawah perut dan akan membahayakan tubuhmu. Wajah dan matamu akan memerah. Berlatihlah dengan bijak.
  • Di masa lalu para ahli tode berumur panjang. Tode membantu mengembangkan tulang dan otot. Tode membantu sirkulasi dan pencernaan. Jika tode diperkenalkan sejak awal ke sekolah dasar, maka kita bisa menghasilkan orang yang masing-masing dari mereka sanggup mengalahkan sepuluh penyerang. Lebih jauh aku percaya ini bisa dilakukan dengan mewajibkan semua murid di Sekolah Keguruan Okinawa berlatih tode. Dengan cara ini setelah lulus mereka bisa mengajar di sekolah dasar apa yang telah mereka pelajari. Aku yakin ini akan menjadi keuntungan besar untuk militer dan negara kita. Adalah harapanku jika Anda akan benar-benar mempertimbangkan saranku.

Surat Itosu membawa pengaruh yang besar dalam dunia karate. Sejak itu beberapa utusan pejabat dan angkatan perang Jepang datang ke Okinawa. Sebagian besar dari mereka adalah perwira yang ingin menyaksikan tode dari dekat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menetap untuk sementara untuk berlatih tode.

Tanggal 26 Januari 1915 menjadi hari yang menyedihkan bagi dunia karate Okinawa. Yasutsune Itosu yang legendaris meninggal dalam usia 85 tahun. Itosu meninggalkan banyak murid yang juga menjadi tokoh penting dalam dunia karate (terutama Shorin-ryu). Adalah Gichin Funakoshi, salah satu murid terbaiknya yang meneruskan mimpi Itosu membawa karate ke Jepang untuk pertama kalinya di tahun 1917. Funakoshi diundang dalam festival bela diri di Kyoto, sebuah acara yang menjadi awal perjuangannya di Jepang. (Tamat – Indoshotokan)

INI DIA 10 MAKANAN JEPANG TERPOPULER NAN LEZAT (2)

Bagaimana sobat Indoshotokan? Sudah mencoba masakan Jepang pada artikel sebelumnya? Dijamin rugi kalau belum, karena rasanya memang lezat. Nah, menyambung tulisan sebelumnya apa saja sih, lima makanan tradisional Jepang berikutnya yang diakui sebagai yang terlezat? Ok deh, silakan simak kelanjutannya.








6. YAKITORI

Yakitori adalah barbecue-nya orang Jepang. Makanan ini nyaris tidak pernah absen saat nongkrong di pub atau cafe, sehingga wajar jika dijuluki sebagai “hangout food.” Hidangan lezat ini dibuat dari daging sapi, babi atau hati ayam. Selanjutnya daging tadi ditusuk ala sate, dipanggang sampai renyah, dan kemudian dilapisi saus asam manis untuk menambah cita rasanya. Hmmmm...



7. RAMEN

Bukan hanya populer di Jepang saja, ramen adalah hidangan mie khas negeri sakura yang juga digemari di seluruh dunia. Makanan ini bisa ditemukan di warung ramen yang sangat mudah ditemukan dimana saja. Disajikan sebagai makanan ringan, pelanggan ramen kebanyakan adalah mahasiswa dan orang kantoran. Umumnya ramen disajikan dalam sebuah mangkuk besar dengan beragam topping seperti ayam, telur rebus, ikan plus sayuran. Disantap hangat-hangat, sangat cocok dimakan saat musim dingin. Anda mau?


8. TAKOYAKI

Ingin tahu street food yang paling digemari? Maka takoyaki adalah jawabannya. Jajanan ringan berbentuk bola yang ditusuk ala sate ini berasal dari Osaka dan terbuat dari adonan tepung plus irisan kecil cumi-cumi bakar sebagai ciri khasnya. Bagian luarnya crispy dan renyah, sedangkan bagian dalamnya lembut dan gurih. Untuk menambah kelezatannya, bisa dimakan dengan saus atau mayones. Selain ditemukan di kaki lima, takoyaki juga sering ambil bagian dalam festival atau perayaan tertentu.


9. MOCHI

Satu lagi makanan yang sangat populer dalam anime atau manga adalah kue mochi. Dibuat dari beras ketan, adonan ditumbuk sehingga lembut dan lengket. Di Jepang kue mochi biasanya menjadi hidangan tahun baru. Tapi bagi para penikmat kue ini tidak perlu menunggu terlalu lama. Ada banyak toko di Jepang yang menjual jajanan ini dalam banyak varian rasa.



10. TONKATSU

Sering disebut sebagai hidangan bangsawan karena kelezatan yang luar biasa. Tonkatsu yang berarti potongan daging babi ini dibuat dari daging babi yang dilapisi tepung roti kemudian digoreng lama (deep fried). Kok babi? Jangan khawatir karena sekarang ada juga kok tonkatsu daging ayam atau sapi. Setelah matang dan berwarna kecoklatan, tonkatsu biasanya disajikan bersama parutan lobak atau kobis. Selain dihidangkan sebagai single dish, tonkatsu juga bisa dinikmati bersama kari atau dijadikan isian sandwich. Nikmat.... (Indoshotokan)

INI DIA 10 MAKANAN JEPANG TERPOPULER NAN LEZAT (1)

Bukan cuma maju teknologinya, Jepang ternyata juga terkenal dengan kelezatan kulinernya. Makanan Jepang terkenal berkat cara memasaknya yang minimalis, kaya nutrisi, sehat dan lezat rasanya. Dengan kelebihan seperti itu wajar jika banyak orang yang menggemarinya. Nah, pada ulasan kali ini Indoshotokan akan berbagi 10 masakan asli Jepang yang terbaik. Ok deh langsung saja, itadakimasu....













1. SUSHI

Siapa yang tidak kenal sushi? Di Indonesia sekarang makin banyak restoran cepat saji yang menawarkan menu yang satu ini. Untuk urusan rasa buatan orang Indonesia sebetulnya sudah enak, tapi masih sulit bersaing dengan hasil racikan tangan orang Jepang sendiri. Kok bisa? Sekedar informasi, koki di Jepang membutuhkan waktu latihan yang sangat lama untuk bisa membuat sushi yang enak. Sebagai makanan yang masuk daftar 10 terbaik di dunia, sushi dibuat dari nasi sebagai dasarnya dan dicampur dengan sayatan ikan mentah (tapi tidak amis, lho), telur,


2. KARI JEPANG

Pernah nonton anime Crayon Sinchan? Pastinya sudah tahu dengan makanan ini, khan? Kari memang berasal dari India, tapi orang Jepang juga punya kari sendiri. Bedanya, jika kari India kaya bumbu dan cenderung pedas, maka kari Jepang lebih soft. Kari disajikan diatas sepiring nasi putih dengan siraman kuah kental berisi lauk ikan, daging, dsb. Saking lezatnya, makanan ini sekarang sudah menjadi kuliner nasional negara Jepang, lho.



3. NABE

Jika kebetulan pergi ke Jepang saat musim dingin, maka mungkin Anda akan menemukan makanan ini. Nabe yang berarti “panci untuk memasak” adalah semacam sup yang didalamnya berisi sayuran, ikan, daging, kepiting, mie, dsb. Dan sesuai namanya, nabe dimasak didalam panci besar berisi air panas. Bahan-bahan dan bumbu yang ada dimasukkan satu persatu ke dalam panci, direbus hingga matang dan empuk. Tidak perlu menunggu lama karena makanan ini disajikan hangat-hangat.


4. OKONOMIYAKI

Ingin tahu bagaimana rasanya pancake ala Jepang? Silahkan mencoba okonomiyaki. Nama makanan ini berasal dari Bahasa Jepang “Okono” yang berarti “yang kau sukai” dan “miyaki” yang berarti “panggang atau masak.” Nah, Okonomiyaki ini adalah makanan khas Kansai dan Hiroshima. Bahan utamanya adalah kubis dan ditaburkan diatas omelet. Sebagai campuran biasanya adalah daging, yakisoba, udon, dan sayuran lainnya. Saat ini beberapa restoran di Jepang memungkinkan pelanggan untuk memilih dan memanggang sendiri bahan yang mereka inginkan.


5. ONIGIRI

Pecinta manga atau anime mungkin pernah menjumpai makanan ini dibawa sebagai bekal anak sekolah atau pegawai kantoran. Cara membuatnya ternyata cukup mudah, yaitu dari nasi yang dicampur dengan bahan apapun yang diinginkan seperti telur asin, dan ikan. Selanjutnya nasi tadi dibentuk bola atau segitiga dengan tambahan rumput laut kering yang asin sebagai ciri khasnya. Biasanya dimakan begitu saja, tapi ada juga yang menambahkan saus agar lebih nikmat. (Indoshotokan)

SANG GURU: KISAH ANKOH ITOSU (5)

Sementara itu seorang sejarawan dan instruktur karate senior bernama Hiroshi Kinjo menjelaskan hal yang berbeda. Dalam artikelnya di majalah Gekkan Karate-do yang muncul tahun 1950-an Kinjo menulis jika Pinan aslinya bernama Channan, namun dengan sedikit perbedaan teknik. Diluar banyaknya teori yang berkembang, Kata Channan diyakini berhubungan dengan Pinan. Sayangnya Channan sudah sangat langka dan kemungkinan besar tidak ada lagi yang mengetahui bentuk aslinya.

Bagi masyarakat Okinawa selama ini tode terkenal sebagai teknik untuk membunuh orang saja. Jiwa pembaharu Itosu ingin menghapus pandangan buruk ini. Itosu juga ingin menunjukkan manfaat membangun kepribadian dan karakter didalamnya. Namun ini bukan perkara mudah karena pola pikir masyarakat sudah tertanam kuat dan terlanjur menganggapnya demikian.

Kesempatan bagi Itosu baru datang tahun 1892 saat pejabat pendidikan Jepang bernama Shintaro Ogawa datang ke Okinawa. Ogawa saat itu tengah hadir dalam pertemuan para kepala sekolah di Okinawa. Nama Itosu disebut dalam acara itu dan membuat Ogawa ingin melihat kebolehannya. Undanganpun dikirimkan, dan oleh Itosu ditanggapi dengan membawa beberapa murid terbaiknya untuk membawakan acara demonstrasi. Eksibisi itu berjalan singkat tapi sukses.

Itosu berhasil meyakinkan para pejabat akan manfaat lain dari tode. Sekembalinya ke Jepang Ogawa melaporkan hasil pertemuannya kepada Menteri Pendidikan Jepang. Ogawa juga mengajukan permohonan agar tode dimasukkan sebagai materi pelajaran bagi seluruh murid di sekolah Okinawa. Menteri Pendidikan menerima usulan itu dan sejak itulah tode menjadi bagian dari pelajaran pendidikan jasmani.

Tahun 1901 Itosu dipilih sebagai instruktur tode di sekolah umum di Shuri. Saat itu yang diperkenalkan adalah kelima Kata Pinnan. Bergantung dari sekolahnya materi tingkat lanjut beragam pilihannya, tapi biasanya setelah menyelesaikan kelima kata dasar itu para murid akan belajar Passai atau Wanshu. Tahun 1905 Itosu diberi kepercayaan sebagai instruktur Sekolah Menengah Dai Ichi. Kali ini dia tidak sendiri karena dibantu beberapa murid terbaiknya.


TANGGUH DI MASA TUA

Walaupun usianya sudah lebih dari 70 tahun, Itosu masih menjabat sebagai Kepala Instruktur Tode di Okinawa. Pernah suatu ketika ada seorang kepala polisi dari Kagoshima ingin menggantikan posisinya. Pria yang sayangnya tidak diketahui namanya itu sangat percaya diri dengan kemampuan judonya. Konon dalam deretan murid Jigoro Kano (Bapak Judo Jepang) dia termasuk yang terbaik. Melihat tode diajarkan di Okinawa, pria ini terlihat tidak menyukainya. Dia mengusulkan agar judo menggantikan tode sebagai pelajaran wajib.  

Protespun bermunculan dari beberapa kalangan. Tapi pria ini sepertinya tidak begitu ambil pusing. Bahkan dia mengirimkan surat tantangan berduel pada Itosu. Masyarakat jelas menentang rencana itu karena umur Itosu sudah 75 tahun. Jelas sebuah pertarungan yang tidak seimbang. Bukannya membatalkan, dengan sombongnya pria itu justru membolehkan siapapun yang dianggap tangguh untuk menggantikan Itosu.

Makam Yasutsune Itosu di Shuri Okinawa

Itosu tua tidak berniat orang lain untuk menggantikannya. Dia lalu menemui dewan sekolah dan mengatakan akan menghadapi sendiri pria Jepang itu. Itosu kemudian mengirimkan surat pada seluruh ahli tode di Okinawa untuk menyaksikan pertarungannya. Dalam suratnya Itosu meminta mereka menonton dari dekat karena pertarungan akan berlangsung cepat.

Hari pertarungan akhirnya tiba. Semua orang sudah berkumpul di lapangan sekolah, begitu pula pria Jepang itu. Berpakaian judo lengkap, gambaran kemenangan terlihat jelas di wajahnya. Tidak berapa lama kemudian Itosu berjalan ke tengah lapangan dengan tenang dan tanpa rasa takut. Pria Jepang itu sepertinya yakin akan bisa membanting lawannya dengan mudah. Sebaliknya, Itosu sebenarnya khawatir akan membuat lawannya luka parah.

Tidak menunggu lama, pertarungan segera dimulai. Pria Jepang itu segera mencengkeram lengan Itosu. Tampaknya dia ingin segera menyudahi pertarungan dengan sebuah bantingan. Tanpa disadari, tiba-tiba saja sebuah pukulan Itosu mendarat keras di perut lawan. Hasilnya sungguh mengejutkan. Lawannya langsung tersungkur seketika. Wasit mengira Itosu menyembunyikan senjata dibalik bajunya. Tapi saat diperiksa ternyata tidak ditemukan apapun. Itosu berkata pada khalayak ramai jika dia baru saja melepaskan sebuah pukulan dengan ki (energi yang yang didapat dari mengolah nafas, tenaga dan pikiran dengan benar). Dengan tegas dia mengatakan agar praktisi tode tidak menggunakannya sembarangan.

Pria Jepang itu belum berhenti. Dia mencoba kembali membanting Itosu namun selalu gagal. Tubuh Itosu seakan menancap di tanah dan terlalu berat untuk digerakkan. Karena sudah tidak mampu lagi, si penantang akhirnya menyerah. Itosu dinyatakan sebagai pemenang diikuti dengan decak kagum dari penonton. (Bersambung – Indoshotokan)

REVIEW J-DORAMA: LEGAL HIGH 2

Komikado sensei beraksi lagi! Yap, jika sobat adalah pecinta J-dorama tentunya sudah menonton Legal High season pertama yang berakhir tayang Juni 2012 lalu. Nah, seakan ingin menambah rekor kemenangannya, kisah Komikado sang pengacara unik ini disambung dalam Legal High 2 yang tayang di Jepang Oktober 2013. Season kedua ini jumlah episodenya tidak begitu banyak, hanya 10 saja. Tapi cerita yang lucu, sarat pesan moral dan sindiran cerdas ini membuat Legal High 2 ratingnya melebihi prekuelnya. Tapi jangan harap ada adegan romantis atau percintaan didalamnya.

Legal High 2 (Jepang: Rigaru Hai 2) tetap menampilkan Komikado Kensuke sebagai tokoh utama (diperankan Sakai Masato), seorang pengacara bergaya komikal; egois, sarkastik, keras kepala, menjengkelkan dan konyol. Tapi di luar sifatnya yang buruk, Komikado adalah seorang pengacara hebat yang pintar menyusun strategi. Karakternya realistis dan dia tidak pernah kalah sekalipun dalam kasusnya. Bagi Komikado kemenangan adalah segalanya.

Di sisi lain ada Mayuzumi Machiko (diperankan Yui Aragaki), pengacara muda yang cantik dan idealis. Mayuzumi sebelumnya belajar dengan keras hingga berhasil lulus ujian pengacara. Berbeda dengan Komikado yang eksentrik, dia lebih sopan dan mempunyai naluri keadilan yang kuat. Bagi Mayuzumi menjadi pengacara berarti melindungi yang tidak bersalah dan membela yang lemah. Sebagai orang yang idealis, Mayuzumi ingin menjadi pengacara dengan mempertahankan keyakinannya itu.


Konflik dalam Legal High 2 dimulai setelah seorang pengacara muda dan tampan Hanyu Haruki (diperankan Okada Masaki) ke kantor Komikado untuk belajar. Sebelumnya Hanyu adalah pengacara yang bekerja di beberapa negara hingga akhirnya kembali ke Jepang untuk membuka kantornya sendiri yang bernama Nexus. Hanyu berasal dari keluarga yang mapan. Ayahnya pemilik perusahaan trading beromzet besar, sedangkan ibunya seorang penulis buku anak-anak yang terkenal. Berbeda dengan Komikado dan Mayuzumi, dalam menyelesaikan kasusnya Hanyu ingin semua pihak senang alias “win-win solution”.

Legal High 2 masih tetap seputar dunia pengacara dan hukum. Kedengarannya membosankan? Jangan salah sangka dulu, karena Legal High 2 mampu mengemas cerita dengan lebih apik, lucu dan menarik. Walaupun genrenya komedi, Legal High 2 menyajikan masalah sosial masyarakat Jepang. Semua karakter mempunyai gaya yang berbeda; Komikado yang menunjukkan jari sembari menggesek rambutnya, Hanyu yang menjentikkan jari sambil mengucapkan kata-kata Bahasa Arab, semuanya ada maksudnya.

Legal High 2 memberikan banyak pesan moral. Dunia pengacara dilihat dari baik dan buruknya, dari kelebihan dan kekurangannya. Sebagai tokoh utama, sosok Komikado mungkin dibenci. Tapi diluar sifat buruknya itu Komikado adalah orang yang sangat berdedikasi pada pekerjaannya. Komikado mempunyai keinginan yang kuat untuk memenangkan kasusnya, walaupun kadang caranya aneh dan konyol.


Lewat dorama ini pula para penonton diajak untuk melihat seorang pengacara dari sisi yang lain. Walaupun dalam pengadilan pengacara berusaha membela klien dengan cara apapun, mereka juga manusia biasa. Mereka hanya melakukan pekerjaannya. Satu poin menarik dorama ini adalah memang benar baik hakim, pengacara dan jaksa berusaha menemukan kebenaran. Tetapi manusia bukanlah Tuhan dan hanya bisa percaya pada kebenaran yang mereka yakini. Menariknya, ini diucapkan oleh Komikado yang selalu terlihat menjengkelkan.  

Dengan kualitas akting dan jalan cerita yang bagus, Legal High 2 adalah sebuah dorama yang wajib ditonton. Jangan khawatir jika sobat tidak paham dengan dunia hukum, karena humor-humor segar didalamnya siap mengocok perut penonton. Bagi sobat yang sudah menonton season pertama dijamin akan lebih suka pada sekuelnya ini. (Indoshotokan)

JALAN YANG BERMULA DARI TEKNIK (2)

Penulis selalu berkata pada murid-muridnya, “Seni tidak membentuk manusia, tapi manusialah yang membentuk seni.” Mereka yang belajar seni apapun, tentu saja termasuk karate-do, tidak boleh lupa untuk memperkuat tubuh dan pikiran. Dalam karate-do, tujuan seseorang mungkin saja demi meningkatkan kesehatan atau melatih tubuhnya untuk berfungsi efisien. Yang jelas, orang boleh saja belajar karate-do agar menjadi rendah hati. Semua tujuan itu harus dikerjakan dengan dengan disiplin.

Sebaliknya, disaat seseorang menyalahgunakan teknik, sebagai contoh dalam perkelahian yang membuatnya melukai diri sendiri atau orang lain, atau membawa malu bagi dirinya, maka dia telah mengabaikan manfaat dan karakter dari karate-do. Penyalahgunaan seperti itu, yang timbul dari pemahaman yang dangkal, sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri. Melalui manusia teknik akan berubah menjadi seni. Aku harus benar-benar mengulangi: jangan menyalahgunakan teknik karate-do.  

Karate yang sejati adalah karate-do. Berusaha dari dalam untuk melatih pikiran demi mengembangkan hati nurani yang jernih yang membuat seseorang sanggup menghadapi dunia dengan penuh kejujuran. Sementara itu dari luar mengembangkan kekuatan hingga seseorang bahkan bisa menaklukkan seekor binatang liar yang buas.
      
Mereka yang mengikuti karate-do harus menempatkan sopan santun sebagai hal yang paling utama. Tanpa sopan santun, esensi karate-do telah hilang. Sopan santun harus dilatih tidak hanya ketika latihan karate saja, tapi setiap saat dalam kehidupan sehari-hari. Murid yang belajar karate harus membuat dirinya rendah hati untuk menerima latihan. Bisa dikatakan bahwa orang yang sombong atau angkuh tidak layak untuk mengikuti karate-do. Para murid harus senantiasa sadar dan bersedia menerima kritikan dari yang lain. Dia harus selalu mawas diri dan siap mengakui kekurangannya, daripada berpura-pura mengetahui apa yang sebenarnya dia tidak tahu.

Mereka yang mengikuti karate-do tidak boleh mengabaikan berpikir rendah hati dan perilaku yang lembut. Hanya mereka yang berpikiran sempitlah yang gemar membual setelah baru mendapatkan sedikit ilmu. Dan hanya mereka yang bodoh sajalah yang berpura-pura sebagai seorang ahli tapi kenakak-kanakan. Di dunia ini banyak ahli bela diri palsu yang oleh masyarakat cenderung diabaikan akibat sikap liarnya. Karena itulah banyak seniman bela diri yang serius menjadi ikut malu karenanya. Para murid karate-do harus benar-benar ingat akan hal ini.

Mereka yang mengikuti karate-do harus mengembangkan sikap tabah dan keberanian. Dua hal ini tidak ada hubungannya dengan tindakan berani atau mengembangkan teknik yang hebat. Penekanan terletak pada mengembangkan pikiran lebih baik daripada teknik. Saat muncul masalah besar di masyarakat, seseorang harus berani jika diperlukan demi keadilan untuk menghadapi satu atau bahkan sejuta musuh. Untuk para murid karate-do, hal yang paling memalukan adalah ketidaktegasan.   

Selama bertahun-tahun, dengan segenap kerendahan hati telah kudedikasikan hidupku memperkenalkan karate pada orang banyak. Dalam waktu yang panjang itu aku telah menemukan teman-teman yang antusias dengan karate yang akan menjadi generasi penerus. Untungnya, pendapatku ini dapat mereka terima, dan berkat keramahannya mereka mendapat dukungan dari masyarakat. Aku percaya bahwa hasil yang baik ini adalah sebuah harta tak ternilai yang kami temukan lewat perjuangan yang baik bersama-sama.

Akhirnya, bagi mereka yang mencari karate tidak akan berhenti hanya sampai menyempurnakan teknik mereka saja. Bahkan aku berharap mereka akan mendedikasikan hidup mereka untuk mencari karate-do yang sejati. Ini karena hidup dalam karate-do adalah hidup yang sebenarnya itu sendiri, baik sendiri maupun bersama-sama. (Indoshotokan)

Artikel ini dikutip dan diterjemahkan dari buku “Karate-Do Kyohan: The Master Text” yang ditulis oleh Gichin Funakoshi dengan judul aslinya “The Way from Techniques”. Editing dan alih bahasa oleh Bachtiar Effendi.

JALAN YANG BERMULA DARI TEKNIK (1)

Kekuatan menyerang dan bertahan dari karate-do sudah terkenal. Karate-do adalah seni yang mengijinkan seseorang untuk mengalahkan lawan dengan sebuah tinju atau tendangan, tanpa senjata. Seni dari karate-do tergantung dari orang yang menggunakannya. Jika digunakan untuk tujuan yang baik, maka karate-do akan bernilai besar. Tapi jika disalahgunakan, maka tidak ada lagi seni yang jahat dan merugikan selain karate.

Pada suatu ketika, Departemen Kepolisian Okinawa berniat untuk memperkenalkan seni karate pada pegawainya. Namun karena khawatir akan bahayanya membuat rencana itu dibatalkan. Tidak berapa lama kemudian, Laksamana Rokurou Yashiro dan Norikazu Kanna meminta agar pasukan angkatan laut belajar karate. Tapi sekali lagi, takut jika karate akan digunakan para pelaut itu untuk berkelahi, membuat usulan itu tidak disetujui.

Menggunakan seni karate dengan sembarangan akan menimbulkan masalah di masyarakat, dan orangpun tidak akan menyangkal lagi kemungkinan bahayanya. Namun demikian, akan sangat disesalkan jika usaha untuk menguasai seni yang misterius ini, yang mana bisa membuat seseorang mempunyai kebanggaan, dijauhi hanya karena terlalu berbahaya. Sumber dari masalah itu terutama berasal dari pemikiran keliru para instruktur dengan karakter yang buruk, yang mengutamakan latihan teknik diatas aspek spiritual dari “do”. Dan kelakuan buruk serta sikap tidak terpuji dari murid-murid karate yang belajar seni ini semata-mata sebagai teknik untuk berkelahi.

Bahkan ada masalah yang sangat serius dimana murid-murid memang didorong memakai karatenya dalam perkelahian. Ucapan seperti, “Mustahil kau meningkatkan atau mengasah kemampuanmu tanpa menggunakannya dalam perkelahian sungguhan.” Atau, “Jika kau tidak bisa mengalahkan orang maka lebih kau berhenti saja latihan karate” adalah benar-benar sebuah ejekan pada nama baik karate-do. Walau demikian, perkataan semacam itu hanya menunjukkan orang-orang yang tidak tahu sama sekali tentang karate-do. Yang mesti dipahami, diajarkan, dan dipraktikkan dalam semangat sejati karate-do adalah seni ini tidak memberikan ancaman, tapi sebenarnya adalah sebuah seni bela diri yang mulia (budo).

Obat-obatan adalah berbahaya. Racun adalah menakutkan. Tapi tak ada seorangpun di dunia medis saat ini yang menyarankan untuk menjauhi obat-obatan. Bahaya dari obat dan racun bergantung dari penggunaannya. Dan ketika digunakan dengan benar, keduanya bisa memberikan manfaat yang besar. Karate-do yang digunakan tidak benar akan menjadikannya kejam dan berbahaya. Tapi untuk alasan yang sama, jika karate digunakan dengan benar maka bisa memperoleh hasil yang luar biasa.  

Ketika seorang pasien menerima resep obat, dia akan belajar memahami khasiatnya dan diajari untuk menggunakannya dengan sesuai. Hal yang sama, mereka yang akan belajar karate-do harus mengerti hal itu sejak awal dan diinstruksikan penggunaannya yang benar. Pemahaman yang benar dan penggunaan karate yang sesuai, itulah yang disebut dengan karate-do.

Seseorang yang benar-benar berlatih dalam “do” dan memahami karate-do tidak akan mudah terpancing dalam sebuah perkelahian. Satu serangan atau sebuah tendangan menentukan hidup atau mati. Karate hanya bisa digunakan pada situasi yang sangat langka dimana satu orang harus menjatuhkan atau dijatuhkan oleh lawan. Situasi seperti ini bagi orang biasa mungkin hanya dialami sekali seumur hidup. Dan karena itu mungkin ada kesempatan untuk menggunakan teknik karate hanya sekali atau tidak sama sekali. (Bersambung – Indoshotokan) 

Artikel ini dikutip dan diterjemahkan dari buku “Karate-Do Kyohan: The Master Text” yang ditulis oleh Gichin Funakoshi dengan judul aslinya “The Way from Techniques”. Editing dan alih bahasa oleh Bachtiar Effendi.